JODOH YANG TAK KU SANGKA

JODOH YANG TAK KU SANGKA
Episode 22


__ADS_3

Kai menghelai rambut panjang Jihan dengan lembut, tercium aroma strawberry.


Kai memejamkan matanya menikmati aroma strawberry parfum Jihan.


Jihan melepaskan pelukan lalu Kai mengusap air mata Jihan dengan lembut.


Diiringi senyum manis Kai menatap wajah Jihan yang sedang sedih.


"kita pulang aja yuk, biar hati Lo bisa tenang"sambil tersenyum manis Jihan menganggukkan kepala lalu tangan nya digandeng oleh Kai menuju mobil.


Masuk ke dalam mobil Kai menancap pedal gas, perlahan mobil sport berwarna hitam mulai meninggalkan kampus.


Jihan hanya diam sembari menunduk kan kepala.


Kai sesekali melirik ke arah Jihan yang masih tetap dalam ekspresi wajah yang sama.


Kai meminggirkan mobilnya ketepi jalan."Lo kenapa masih galau?"


Jihan menggeleng kan kepala,namun Kai tau jika Jihan masih sedih.


Mobil kembali berjalan hingga tiba didepan sebuah gedung menjulang tinggi.


"ikut gue"Kai membukakan pintu mobil lalu mengandeng tangan Jihan dengan lembut.


Jihan mengikuti langkah Kai, mereka masuk kedalam lift.


Ting........


Pintu lift terbuka keduanya keluar dan langsung menuju rostop.


"Lo ngapain bawa gue kesini, mendingan pulang aja yuk"titah Jihan yang sudah sampai rostop bersama Kai.


"Lo tenangin hati Lo dulu baru gue antar Lo pulang"


jawab Kai mengandeng tangan Jihan.


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu ,kini waktu menunjukkan pukul 17:00 sore.


"indah" ucap Jihan sembari memandangi senja diiringi senyum manis yang terukir di bibir Jihan.


"coba Lo teriak biar hati Lo tenang" ujar Kai memandangi wajah Jihan yang masih setia tersenyum.


Jihan menengok ke arah Kai lalu tersenyum manis. Ia memejamkan matanya menarik, nafas dalam-dalam mengeluarkan perlahan.


"aaaaaaaaaaaa" teriak Jihan dengan lantang.


"teriak lagi lebih lantang biar hati Lo tenang"pinta Kai Jihan menuruti perintah Kai.


"aaaaaaaaa!, udah gue capek" mencoba mengatur nafas nya.


"udah lebih tenang kan sekarang"


"iya makasih Kai Lo selalu ada disisi gue"kata Jihan lalu menyandarkan kepalanya di bahu Kai .

__ADS_1


Senyum manis terukir di bibir mereka berdua sambil memandangi kelap-kelip lampu kota yang mulai dinyalakan.


Keduanya sama-sama tersenyum manis seperti tak ada beban yang dipikul, apa lagi Jihan adalah anak gadis satu-satunya pasti Zidan dan Ami sangat mengharapkan dirinya menjadi orang yang sukses.


"Lo tau gue sangat bahagia bisa menikmati pemandangan malam bersama Li Jihan rose ziam. Lo selalu buat gue jatuh cinta setiap kita bersama"batin Kai .


Dering ponsel Jihan menyadarkan mereka berdua, dengan segera Jihan mengambil handphone miliknya dari dalam tas.


Tertera nama ibu dengan segera ia menekan tombol hijau.


Terdengar suara seorang ibu yang mengkhawatirkan anak perempuan nya yang belum pulang sedari tadi.


"iya Bu aku pulang sekarang"


jawab Jihan dengan suara lembut.


Mematikan sambungan telepon , Jihan mengajak Kai pulang.


Keduanya berjalan berdampingan sembari bergandengan tangan.


Tiba di lantai 1 mereka berdua segera menuju mobil.


Kai membuka kan pintu mobil lalu meminta Jihan masuk ke dalam mobil.


Mobil berwarna hitam mulai meninggalkan area gedung , mengemudi dengan kecepatan sedang .


Entah karena sebab apa Jihan sudah tertidur dengan pulas menyandarkan kepalanya kekursi mobil.


Ditengah perjalanan Kai mendapati ada penjual martabak.


Ia menepikan mobilnya lalu keluar dari mobil memesan 4 porsi martabat manis.


Sembari menunggu Kai bermain ponsel ia mendapati postingan Instagram Dika .


Foto Dika dan Celsi saat sedang makan bersama tadi sore.


"kalau kaya gini terus bisa-bisa Jihan sakit hati terus,tapi kalau gue paksa Jihan biar cinta sama gue gak mungkin" gumam Kai sambil menggerakkan ponselnya.


"mas ini pesan martabak manis nya, semua jadi Rp 190.000" ucap penjual martabak lalu mengulurkan 1 buah kantong plastik.


Kai mengambil dompet dari saku celana lalu mengeluarkan 4 pecahan uang Rp 50.000 memberikan kepada penjual.


"ini mas kembaliannya"mengulurkan 1pecahan uang 10.000 kepada Kai, namun Kai menolak dan memberikan uang tersebut kepada penjual martabak yang tadi.


Kai kembali ke dalam mobil menaruh martabak dikursi belakang.


Mobil kembali melaju ,Jihan tetap tertidur pulas dan Kai sangat khawatir jika nantinya Jihan akan lebih terluka lagi.


"Han harus nya Lo jadi milik gue ,gue janji gak bakalan nyakitin Lo" gumam Kai dengan suara lirih.


Hati Kai sungguh tak rela jika nanti Jihan dilukai oleh Dika karena cinta yang Jihan rasakan tumbuh sendiri dan tak berbalas.


Kai klakson mobil kala ia telah tiba didepan pagar rumah Jihan. Seorang satpam membuka kan pintu, perlahan mobil sport berwarna hitam mulai memasuki rumah berdisain minimalis.

__ADS_1


Zidan dan Ami tersenyum kala mendapati mobil Kai tengah tiba dihadapan mereka.


Kai keluar dari mobil lalu membuka pintu mengendong Jihan masuk ke dalam rumah.


Ami membuka pintu kamar Jihan diikuti Kai , setelah sampai Kai meletakkan tubuh Jihan diatas kasur dengan perlahan supaya Jihan tak terganggu tidurnya.


Kai dan Ami keluar dari kamar Jihan lalu duduk diruang tamu.


"sebentar paman aku ada sesuatu untuk kalian" beranjak dari tempat duduk berlari ke mobil.


Dengan cepat ia mengambil 2 kotak martabak manis dan martabat telur.


Zidan menerima dengan senang hati dan langsung mencicipi martabak tersebut.


Zidan mengacungkan kedua jempol tangan nya karena martabak yang Kai beli adalah langganan Zidan dari dulu dan rasanya belum berubah masih sama seperti dulu.


"ayah makan nya inget orang,disini juga ada orang lain yang mau makan martabak itu" titah Ami saat mendapati Zidan memakan martabak sampai tak berbagi.


"maaf Bu , soalnya ayah kangen banget sama martabak nya kang Tejo"diiringi cengiran yang membuat Ami dan Kai tertawa.


"gak malu kmu yah ada Kai disini masa nyegir kaya gitu" ucap Ami berusaha menahan tawanya karena Zidan benar-benar mirip anak kecil.


Bukan nya berhenti Zidan menambah kan ekspresi wajah yang semakin membuat perut Ami dan Kai sakit karena tertawa.


"aku pamit pulang dulu ya paman ini sudah malam nanti ditunggu mama dirumah"pamitnya mencium punggung tangan Ami dan Zidan dengan sopan.


Ami dan Zidan mengantar Kai hingga mobil sport berwarna hitam itu tak terlihat lagi, mereka berdua masuk ke dalam rumah untuk beristirahat karena hari sudah makin malam.


_________


Rumah.


Seorang satpam membuka pintu pagar rumah, lalu mobil sport berwarna hitam mulai memasuki pekarangan rumah.


Kai keluar dari mobil berjalan dengan santai menuju pintu.


Kai menekan tombol lalu Yuni membuka pintu.


"kamu dari mana saja jam segini baru pulang?"


"aku dari rumah Jihan ma, aku mau istirahat selamat malam mimpi indah ma"


"selamat malam mimpi indah sayang"


Kai berlari menaiki tangga menuju kamar.


**Jangan lupa vote, komen,tambah favorit ya.


Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku 🙂.


Semoga selalu dimudahkan dalam segala urusan baik 👍👍


Jaga kesehatan selalu 👍👍👍**

__ADS_1


__ADS_2