JODOH YANG TAK KU SANGKA

JODOH YANG TAK KU SANGKA
Episode 38


__ADS_3

Jihan makan dengan lahap ,Kai senang karena Jihan mau menghabiskan makanannya.


"gitu dong ,Lo cepet gede jadinya hahaha" kata Kai sembari meletakkan mangkuk ke atas nakas.


Kai mengulurkan segelas air putih kepada Jihan.


Jihan tersenyum manis lalu meneguk air putih.


Seusai makan Kai kembali duduk di samping Jihan sembari melihat ponselnya.


Ada banyak notifikasi masuk setelah dilihat ternyata dari grup kampus.


"besok Lo bisa kekampus gak, soalnya ada pengumuman dikampus?" belum berpaling dari pandangan ponselnya.


"insyaallah gue bisa ,lagian gue udah mendingan kan hari ini gue mau pulang" jawab Jihan dengan senyum manis.


Kai menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, suasana hening keduanya terfokus dengan pikiran dan ponsel sendiri.


Jari-jemari Jihan menari diatas layar ponsel , wajah nya nampak serius.


Sedangkan Kai sibuk melihat akun tiktok miliknya.


Ting.....


Notifikasi masuk ke ponsel Kai.


Dengan segera ia membuka pesan masuk, ternyata ada job endorsement dari sebuah produk.


Wajah Kai berubah serius jika mengenai pekerjaan.


Jihan yang sedang istirahat dari main handphone mengintip aktivitas Kai .


Senyum jahil mengembang diwajahnya, ide terlintas dikepala Jihan.


"Junedi!" panggilnya dengan suara sedikit meninggi.


Kai terkejut dan ia sampai bangkit dari tempat duduk nya.


Jihan tertawa puas melihat ekspresi wajah Kai saat terkejut.


"kecoa"timpal Jihan lagi.


Sontak Kai kembali terkejut lalu naik keranjang Jihan yang sedang duduk bersandar.


"turun gak Lo ,turun" tar ranjang gue patah "


Kai menggeleng-gelengkan kepala, karena ia sangat takut dengan kecoa.


"cepetan turun, gak ada kecoa kok"


tetap saja Kai menggelengkan kepalanya.


Jihan menghela nafas panjang.


Kai masih terduduk di ranjang, Jihan mendorong tubuh Kai agar turun dari tempat tidur nya namun karena tenaga yang ia miliki belum ful .


Tangan Jihan ikut ketarik dan akhirnya mereka jatuh kelantai dengan posisi Kai dibawah sedangkan Jihan diatas.


Waktu berhenti sejenak, mata mereka saling beradu.


Sama-sama terpana , hingga Jihan tersadar dan ingin beranjak dari tempat tersebut.


Namun tidak bisa ada yang menyangkut dengan baju Kai.


Ternyata rambut Jihan membelit dengan resleting jaket yang Kai pakai.

__ADS_1


"adu ini gimana, lepasin rambut gue"


"gue gak tau kan Lo yang nyakitin rambut nya, Lo gak bisa kan jauh-jauh dari gue"Kai menaikkan kedua alisnya sembari tersenyum manis.


"PD banget Lo, cepetan lepasin rambut gue,sakit ini"


Perlahan Kai melepaskan rambut Jihan namun tak kunjung terlepas, sedangkan Jihan sudah berteriak kesakitan.


"potong aja rambutnya"


"apa!"gak boleh nanti rambut gue gak jelas bentuk nya"rengekan, Kai menghela nafas frustasi karena rambut Jihan terlalu erat membelit .


Dengan sabar tangan Kai melepaskan sedikit demi sedikit rambut panjang Jihan.


cklek....


Pintu terbuka terlihat jelas Ami dan Zidan berjalan berdampingan.


"kok bisa rambut kamu nyangkut Han?"


"iya Bu aku jahil jadi kaya gini aaa"


Ami menggeleng kan kepala ,kedua anak ini kalau bertemu pasti ada aja yang jail.


"ibu kaya tidak tau saja mereka berdua memang tidak bisa diem" timpal Zidan.


Akhirnya berhasil Kai melepaskan rambut Jihan dengan masih utuh.


Jihan menghela nafas lega mendapati rambutnya masih utuh.


"ayah aku ingin pulang saja" ucap Jihan secara tiba-tiba.


Ami dan Zidan yang mendengar itu saling memandang, lalu tersenyum.


"iya Bu"dengan senyum tipis.


Waktu berjalan begitu cepat sehingga sekarang jam menunjukkan pukul 17:00 .


Keluarga Zidan menyusuri koridor rumah sakit , karena mereka akan pulang hari ini.


Senyum manis terukir di bibir Jihan tak pernah luntur ia lukiskan.


Ia benar-benar senang bisa kembali ke rumah dan tidur di kasur kesayangannya.


Sepanjang perjalanan pulang Jihan tertidur dengan pulas bersandar pada pelukan Ami.


Sesekali Ami mengelus kepala putri nya.


Mobil berwarna hitam mulai memasuki pekarangan rumah, sang pengemudi keluar dari mobil.


"aduh Bu gimana mau dibangunin atau gendong aja kedalam"


Ami melihat putrinya nampak begitu pulas ,ia tak tega membangunkan Jihan.


"ayak kuat gak gendong Jihan, nanti kaya pas lalu diturunin ke sofa"


Kai yang mendengar perkataan Zidan dan Ami,ia lalu memberi ide biar dirinya saja yang mengendong Jihan.


Perlahan Kai mulai mengambil alih tubuh Jihan.


Dengan penuh kehati-hatian Kai membopong tubuh Jihan.


Ami berjalan didepan agar membukakan pintu untuk Kai.


Sampai di lantai 2 tepat didalam kamar Jihan, Kai meletakkan tubuh Jihan dengan hati-hati supaya aktivitas tidur pulas nya tak terganggu.

__ADS_1


Kai keluar bersama Ami meninggalkan Jihan yang tertidur pulas.


Keesokan harinya.


Pukul 08 :00 terdengar suara klakson mobil yang tak asing berada didepan rumah Zidan.


Seorang lelaki turun dari mobil , berjalan menuju pintu masuk.


tok...


Baru sekali mengetuk pintu sudah ada wanita yang membukakan pintu untuk nya.


Kai masuk lalu ikut bergabung dimeja makan untuk sarapan bersama keluarga Zidan.


"untuk sementara kamu tidak boleh memakai mobil ya Han, kamu kalau kemana-mana sama pak Joni atau gak sama Kai"ujar Zidan dengan serius.


"iya yah"


Mereka memulai sarapan tak ada suara orang bercerita hanya ada suara sendok yang berdentum dengan piring.


Kai dan Jihan pamit ke kampus, mencium punggung tangan Ami dan Zidan secara bergantian.


Menancap pedal gas menuju kampus dengan kecepatan sedang, Jihan duduk disamping kemudi .


Suasana dalam mobil sunyi , hingga akhirnya mereka tiba diparkiran kampus.


Keluar dari mobil , keduanya menggunakan kacamata hitam nampak begitu keren .


Sontak para mahasiswa mahasiswi berbaris dan berkumpul menyaksikan Jihan dan Kai datang ke kampus setelah 1 Minggu mereka cuti .


"wah pangeran ku akhirnya masuk kuliyah" dengan mata berbinar melihat senyuman manis terukir di bibir Kai.


"iya tambah tampan saja dia, pokok nya dia milikku" ujar nya.


"enak saja dia milikku"sahut yang lain tak mau kalah.


"kalian diam lah tidak akan ada yang bisa bersanding dengan Kai selain diriku" timpal satunya lagi sembari mengibaskan rambutnya.


Kai dan Jihan melewati segrumbulan siswa dengan tenang.


Namun ada yang lebih menonjol dari Jihan, ia memakai make up tebal jauh dari hari-hari yang lalu.


"Hay" sapa seorang lelaki kepada Jihan, Jihan hanya tersenyum kearah lelaki itu lalu kembali berjalan.


Sedangkan lelaki yang melihat senyuman manis Jihan langsung melayang entah kemana.


"jangan berani kau menggodanya"bisik Kai ketelinga lelaki tadi.


Kai dan Jihan kembali fokus menuju kelas.


__________


Rumah sakit .


Dika masih setia mendampingi Celsi yang masih terbaring lemah.


"bunda"gumam Celsi lirih.


**jangan lupa vote,komen,tambah favorit ya 🙂.


Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir ke cerita aku 🙂


Semangat terus nulisnya para author 💪💪💪💪


mari saling mendukung**.

__ADS_1


__ADS_2