JODOH YANG TAK KU SANGKA

JODOH YANG TAK KU SANGKA
Episode 09


__ADS_3

"Dengan berat saya harus mengatakan kabar ini"


"ada apa dengan istri saya dok?"


"Istri bapak gagal ginjal,saya sarankan untuk cuci darah 3hari 1kali. Dengan begitu bisa mengobati kerusakan ginjal istri bapak"


pungkas dokter dengan jelas.


"hiks....hiks... hiks ibu.....gak ini gak mungkin hiks.. hiks" isakan Jihan kala mendengar kabar tersebut.


Kai membawanya dalam dekapan, supaya sedikit mengurangi beban Jihan. Ia membelai rambut panjang Jihan , sembari berkata"tak akan ada apa-apa ,semua akan baik-baik saja "


Sedangkan kan Zidan merosot didepan pintu IGD sembari mengacak-acak rambutnya,dan menghapus air mata dengan kasar.


Hati,pikiran Zidan kalut sebab baru kemarin ia dan keluarganya bahagia karena Jihan telah sembuh dari koma, sekarang Ami yang harus berjuang melawan penyakit yang tak pernah ia sangka.


Disetiap hari Ami selalu makan-makan bergizi,air mineral cukup dan selalu olahraga dipagi hari.


Langkah demi langkah Jihan menghampiri sang ayah ,lalu memeluk nya dengan erat.


Mereka berdua berpelukan diiringi tangis sedih. Suster keluar dari IGD sembari mendorong brangkar menuju ruang ICU .


"ibu...."panggil Jihan dengan lirih.


Kai prihatin melihat keluarga Jihan yang sedang diterpa musibah berturut-turut.


"paman ,Jihan kalian pasti kuat bibi Ami juga akan sedih kalau kalian sedih. Lebih baik kita mendoakan bibi Ami supaya cepat pulih" diiringi senyum tulus Kai.


Mereka bertiga berjalan menuju ruang ICU, Zidan dan Jihan selalu berjalan berdampingan.


Bahkan untuk melangkah satu langkah saja rasanya berat seperti orang berjalan hingga berpuluh-puluh kilo.


Tiba didepan ruang ICU,terlihat dari jendela yang menjadi menjadi pemisah antara Ami dengan keluarganya.


Wajah terlihat pucat dan matanya tak kunjung terbuka, apakah mimpinya sangat indah sehingga dia belum membuka mata.


"Han ayah percaya ibu orang yang kuat,kita harus kuat dan berdoa meminta kepada Allah agar diberi perlindungan" titah Zidan mencoba tegar didepan putrinya walau hati ,pikiran dan perasaan nya teraduk-aduk.


Kekhawatiran itu selalu mengantuk hati , pikiran dan perasaan nya.


"*ya Allah apa keluarga ku banyak salah kepadamu, sehingga engkau menguji keluarga ku bertubi-tubi.


Beri istriku kesembuhan dan beri aku kesempatan untuk membahagiakan orang yang aku sayang" batin Zidan sembari memeluk tubuh putrinya erat*.


Tak disadari Zidan menitihkan air mata,Jihan langsung menghapus air mata sang ayah dan mencoba mengajak Zidan tersenyum walau itu terasa pahit.


Tiba-tiba dokter Rini menghampiri mereka dan mengatakan jika Ami sudah sadar dan segera dibawa keruang rawat.


Puji syukur kepada Allah mereka panjatkan , Zidan masuk terlebih dahulu.


Tiba dalam ruangan terlihat Ami yang tersenyum tipis mendapati Zidan datang menemui dirinya.

__ADS_1


"ayah"panggil Ami dengan suara lirih lalu tersenyum.


"ibu ada yang sakit?"


Ami menggelengkan kepalanya.


"ayah jangan khawatir semua akan baik-baik saja, percaya sama ibu" Ami tersenyum , Zidan pun ikut tersenyum.


"ayah ingat masa kita berjanji ditepi telaga itu" Zidan mengangguk.


flesback


Sepasang suami istri yang baru beberapa hari ini menikah,berniat berlibur ke telaga warna.



Beralamat di desa Dieng wetan, kecamatan Kejajar, kabupaten Wonosobo.


"aku berjanji apa pun yang terjadi nanti kita akan selalu bersama"teriak zidan dengan senyum mengembang diwajahnya.


Ami tersenyum lalu ikut berteriak" aku juga berjanji akan selalu bersama ,walau apapun yang akan terjadi nantinya"


Keduanya sama-sama tersenyum, karena kebahagiaan mereka kini telah resmi dengan ikatan pernikahan.


****flashback**** off


"berjanjilah padaku jika kau tidak akan meninggalkan ku sendiri"ucap Zidan mengulurkan jari kelingking nya.


"iya aku janji , tidak akan meninggalkan kmu sendiri disini" diiringi senyum manis.


Dan memprioritaskan keluarga dibandingkan pekerjaan kecuali disaat terdesak .


Ami selalu memberi pengertian jika pekerjaan juga penting tapi jangan jadikan pekerjaan prioritas utama. Keluarga adalah tempat kita untuk tertawa,menangis,diuji tapi kita nyaman dengan semua itu.


Menurut Ami keluarga adalah tempat kita untuk menghibur kan diri dari pekerjaan,dan juga tempat kita untuk menyalurkan rasa cinta, sayang,kasih.


"apa Jihan juga menangis, tolong panggil kan dia kemari"


"tentu saja dia menangis bahkan Jihan menangis sejak tadi dari rumah" jawab Zidan dengan nada lembut.


Beberapa saat kemudian Jihan masuk dan langsung memeluk ibunya yang masih terbaring diatas ranjang rumah sakit.


"hei anak ibu jangan menangis,ibu tidak apa-apa"


"ibu....hiks...hiks...aku takut kehilanganmu....hiks ...hiks...hiks .." ucapnya didalam dekapan hangat Ami .


"ibu tidak akan meninggalkan kmu sama ayah, kalian adalah semangat hidup ibu. Jangan menangis nanti cantiknya hilang"


Ami menghapus air mata putrinya dengan lembut dan senyum manis .


Jihan ikut tersenyum lalu memeluk Ami lagi,Zidan tersenyum melihat Ami dan Jihan berpelukan.

__ADS_1


Rasanya tidak ada yang lebih berharga selain keluarga.


Tok....tok...tok


Terlihat pria berdiri diambang pintu hendak masuk kedalam ruang rawat .


Kai memberikan kotak kecil kepada Ami, Ami tersenyum karena Kai mau membantu dirinya.


Ami menyerahkan kalung liontin.



"Han ini kado dari ibu , tolong dijaga ya"


Jihan tersenyum lalu Kai memakaikan kalung liontin tersebut keleher Jihan.


Jihan melihat digantungan kalung berbentuk love.


"terima kasih ibu aku akan menjaganya dengan baik"


"sama-sama,ibu pesan kalung liontin itu kelak kmu berikan kepada anak perempuan mu . Jika ibu tak sempat melihat cucu ibu ,katakan padanya jika ibu sangat menyayangi dia dan selalu dihatinya"


"iya ibu,tapi ibu jangan berkata seperti itu aku ingin disaat aku punya keluarga baru ibu berada disisi ku"


"ibu berharap begitu,tapi kita tidak tau apa yang akan terjadi esok" jawab Ami memberi pengertian kepada Jihan.


Mereka tersenyum manis, karena mereka percaya takdir Allah adalah yang terbaik untuk mereka.


Bukan karena datang musibah menjadi menyerah, kata Zidan "kita ambil hikmahnya, mungkin dulu kita pernah mengabaikan sesuatu yang menurut kita tak penting. Tapi ternyata itu hal yang sangat penting"


Mereka bersyukur masih diberi musibah oleh sang pencipta.


Dering handphone Kai mengalihkan perhatian, dengan segera ia menerima telepon menjauh dari keluarga Zidan.


"halo ,iya ma"


"gimana keadaan Ami "


"bibi sudah sadar ma kalaumau jenguk udah dibolehin ma"


"ok mama kesana , udah dulu ya. ET kmu udah makan belum?"


"belum,bawain aku sup daging ya ma"


Lalu mengakhiri panggilan sepihak, bahkan Yuni belum menjawab perintah Kai.


Kai kembali bergabung dengan keluarga Zidan, dengan senyuman yang terus mengembang.


"paman ,bibi mama besok mama aku mau jenguk bibi boleh kan? " kata Kai sembari memasukkan ponsel kedalam saku celana.


**Jangan lupa vote, komen tambah favorit ya.

__ADS_1


Jaga kesehatan, semangat.


Terima kasih untuk semua yang sudah mampir, semoga selalu dimudahkan dalam segala urusan**.


__ADS_2