JODOH YANG TAK KU SANGKA

JODOH YANG TAK KU SANGKA
Episode 30


__ADS_3

Bibirnya terasa bergetar dan jantung nya berdegup kencang melihat seseorang yang terbaring lemah tersebut.


Kai tak menyangka dan tak percaya ia anggap ini semua adalah mimpi sampai Kai menepuk kedua pipinya.


Sakit ternyata bukan mimpi, perlahan ia mendekati ranjang tersebut.


Ada infus,alat bantu pernapasan, monitor yang selalu berbunyi dan menampilkan detak jantung, gula darah .


"Gak ini pasti bukan,ini bukan gak mungkin" setelah tiba didepan wanita tersebut.


"plis Lo bangun gue butuh penjelasan"gumamnya lirih.


"ada keperluan apa kamu disini?" tanya seseorang yang tiba-tiba sudah berada didepan nya.


"apa maksudnya ini?"


"mobil yang dikendarai mereka terguling kedasar jurang kedua orang tua nya sudah meninggal sekarang sedang diurus oleh Oma Eni " jawab ana asisten rumah tangga keluarga Celsi.


"Celsi ayo bangun "panggil Kai ,ia juga mengkhawatirkan keadaan Celsi.


"aku pergi dulu bi nanti aku kesini lagi" pamitnya lalu pergi dari ruangan tersebut.


Kai berlari menuju kamar Jihan , sampai nafasnya ngos-ngosan.


Mereka yang berada di dalam ruangan pun ikut panik karena Kai mengatakan sesuatu tak jelas.


"Celsi , bentar gue haus" lalu meneguk es kopi capuccino.


"Celsi kenapa?" tanya Dika dengan cepat karena mendengar nama Celsi disebut.


Menarik nafas lalu menetralkan napasnya.


"Celsi koma ,dia kecelakaan" kata Kai.


"apaaa!!" ucap mereka yang ada diruangan itu dengan kompak.


Kai mengangguk-anggukkan kepalanya sembari meminum es kopi capuccino tersebut.


Dika berlari keluar ruangan Namun kembali lagi untuk menanyakan dimana Celsi berada.


"di IGD"


Dika berlari sekencang kencangnya hingga sampai di depan ruangan.


Merasa ragu namun tangan nya mulai membuka pintu tersebut.


pintu terbuka ia melangkah masuk dengan langkah kaki berat.


Setelah tiba didepan Celsi , tubuhnya nya terpaku, kakinya lemas dan bergetar.


Embun air dipelupuk matanya mulai turun membasahi pipinya.


Terus mengalir bulir bening itu membasahi pipi, Dika terduduk di lantai menghadap wajah Celsi yang pucat dan tak berdaya.

__ADS_1


"kamu harus kuat , aku gak sanggup kehilangan kamu " ujar Dika diiringi isakan.


Dika bangun lalu memegang tangan Jihan memeluk tangan tersebut yang sudah terasa dingin.


"den" panggil bi Eni yang datang.


"iya Bi , gimana keadaan om dan Tante?"


"mereka berdua sudah tidak bisa ditolong den" jawab bi Eni dengan sedih lalu menundukkan kepalanya.


Bi Eni juga sedih karena kehilangan majikan yang selalu memperlakukan dirinya bukan seperti pembantu.


Melainkan seperti keluarga hingga bi Eni sudah ada 25 tahun bekerja di rumah keluarga Celsi.


Dika masih menangis didepan Celsi yang tak merespon panggilan Dika.


Bi Eni mengusap punggung Dika dengan lembut menyuruh nya untuk bersabar.


________


Ruangan Jihan.


"Bu aku mau liat Celsi" pinta Jihan berusaha turun dari ranjang namun dengan cepat Ami menahan Jihan.


Sebab Jihan baru saja membaik keadaan nya.


Jihan tetap ngeyel ingin menemui Celsi.


Zidan memanggil suster yang membawa kursi roda.


Jihan menolak karena ia sudah merasa kuat untuk berjalan, namun mereka yang berada di dalam ruangan melarang .


Akhirnya Jihan menurut duduk dikursi roda serta infus yang ia bawa.


Kai mendorong kursi Jihan, diperjalanan menyusuri koridor Kai mendorong kursi roda dengan santai .


"Lo yakin mau liat Celsi ,disana ada Dika yang pasti lagi nangis . Emang Lo kuat?"


Jihan terdiam sejenak memikirkan ucapan Kai namun rasa khawatir akan sahabat nya lebih menguasai hati nya.


"gue yakin, gue sangat cemas dengan keadaan Celsi"


Akhirnya mereka berdua sampai di depan ruangan Kai memberhentikan langkah nya .


Lalu masuk ke dalam terlihat jelas Dika sedang menangis sembari memeluk tangan Celsi.


Hati Jihan sakit melihat itu semua namun yang terpenting sekarang bukanlah hatinya tapi kesembuhan Celsi.


"Lo kuat Han ,ayo jangan Lo pentingin ego Lo . Tapi hati gue sakit kalau melihat pemandangan ini" batinnya dalam hati hingga tercipta embun dikedua pelupuk matanya yang semakin lama semakin bertambah banyak.


Kai menepuk-nepuk pundak Jihan, Jihan menoleh kearah Kai dan mendapatkan senyum manis dari Kai .


Jihan tersenyum memandang wajah Kai ,tak terasa bulir bening itu membasahi pipinya.

__ADS_1


Dengan lembut Kai mengusap air mata Jihan , meminta nya agar tersenyum.


"jangan nangis Lo pasti kuat dan Celsi pasti sadar" jari-jemari Kai mengusap pipi Jihan.


Menakup wajah Jihan dengan kedua tangan nya lalu tersenyum manis Jihan mengikuti tersenyum manis.


"Han Lo sabar ya, gue yakin Celsi pasti sembuh" ucap Kai dengan suara tenang.


Sedangkan Jihan tak sanggup untuk mengatakan sepatah kata, bibirnya bergetar seolah-olah engan untuk mengeluarkan sepatah kata.


___________


Alam berbeda.


Diruang yang didekor sangat indah terlihat 1 pasangan suami istri yang sedang bergandengan tangan menghampiri seorang wanita cantik yang masih duduk bersimpuh di lantai dan menundukkan kepalanya.


"Celsi" panggil seorang wanita dengan suara lembut dan menenangkan hati.


Celsi mendongak melihat siapa yang dia liat.


Wanita itu mengenakan pakaian serba putih begitu pun dengan Celsi.


"bunda" panggil Celsi lirih dengan posisi duduk bersimpuh.


Mereka berdua tersenyum terhadap Celsi, perlahan ia beranjak dari tempat duduk.


"Celsi mau ikut bunda sama ayah" tangisnya pecah ,Celsi menghampiri bundanya dan langsung memeluk nya erat.


"kamu belum waktunya ikut bunda sama ayah kamu harus jaga oma "


Celsi tak menjawab dan masih terisak, melepaskan pelukan wajah Celsi begitu sembab.


Ia enggan melepas genggaman tangan bunda,Celsi terus melarang bunda sama ayah pergi.


"Celsi ayo ikutlah denganku"panggil seorang lelaki yang datang dari belakang Celsi.


ia menengok ke arah suara tersebut , spontan ia langsung menggelengkan kepalanya.


"kamu belum pantas ikut kami jadi ikutlah dengan dia ,nanti kalau sudah waktunya bunda sama ayah jemput kamu ok sayang" mengusap kepala Celsi dengan lembut.


Tiba-tiba ada pintu terbuka dan bersinar yang membuat mata mereka sedikit terpejam karena sinar yang begitu terang.


Bunda melepaskan tangannya dari genggaman Celsi ,Celsi menangis lalu ingin mengejar bunda dan ayah yang sudah diambang pintu tersebut.


Dika menahan dan langsung memeluk tubuh Celsi untuk membuat nya tenang.


Ia terus menangis didalam dekapan hangat Dika.


"aku mau ikut bunda sama ayah hiks.......hiks. .....hiks..."


"belum waktunya kamu ikut dengan mereka, sekarang ikutlah denganku" mengengam tangan Celsi melangkah menuju pintu yang ada dibelakang mereka.


Celsi tetap memandang ke arah pintu disebrang sana kedua orang tuanya tersenyum manis kala Celsi menuruti perintah Dika.

__ADS_1


Celsi berhenti sejenak,namun Dika selalu mengajak nya berjalan dan keluar dari ruangan itu.


__ADS_2