
Hari berganti begitu cepat.
Sore ini Jihan dan Kai menuju restoran di pinggiran kota Jakarta , mereka berdua diminta menyiapkan dinner romantis untuk Celsi dan Dika.
Kai tau ini pasti berat untuk Jihan dan Kai kira Jihan akan menolak tapi ia bersiap membantu Dika .
Sampai-sampai Jihan memilih kan baju couple untuk Dika dan Celsi.
Kai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sesekali ia melirik ke arah Jihan, yang sedari tadi hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata.
Terus begitu Jihan hanya diam dan melamun, Kai meminggirkan mobil ketepi jalan yang lumayan sepi.
"kok berhenti disini kan harus nya maju lagi"
Kai menatap wajah Jihan dan belum mengucapkan kata-kata, ia hanya memandang wajah cantik Jihan sembari tersenyum manis.
"Kai Lo mau ngapain?" menyadari Kai tak memalingkan wajahnya sedari tadi.
"cantik" ucap Kai pelan namun terdengar jelas di telinga Jihan, Jihan mengernyitkan keningnya.
"Kai Lo ngapain pandang gue kaya gitu?"
"emmm Lo sedih ya dari tadi diam aja?"
"gak gu....gue baik-baik aja perasaan Lo doang kali .Ayo jalan nanti keburu malam dinner nya kan jam 8 malam?" diiringi senyum tipis namun masih terlihat jelas jika Jihan sedang patah hati.
Kai hanya mengangguk lalu kembali mengemudi .
Jihan sesekali tersenyum namun senyuman Jihan senyum kecut yang baru Kai liat setelah kesedihan beberapa waktu lalu.
Mereka berdua tiba didepan restoran mewah ,Jihan keluar dari mobil sedangkan Kai memarkirkan mobilnya.
Jihan menunggu Kai dilobi restoran, setelah Kai tiba mereka berdua masuk ke ruang meneger restoran.
Tiba diruangan Cika mereka berdua duduk bersebrangan dengan Cika meneger restoran.
"ruangan yang kalian buking berada di lantai 3 dan beberapa pelayan mulai membawa bahan-bahan untuk menghias ruangan.
Masalah disain dinner seperti rencana awal bertema romantis jika kalian berkenan menyumbang kan ide mari saya antar ke lantai 3"
Semua beranjak dari tempat duduk lalu keluar menuju lift ,tak butuh waktu lama mereka tengah sampai didalam ruangan tersebut.
Para pelayan tengah sibuk mempersiapkan dinner,ada yang memasang bunga ,lampu,serta membawa barang dari lantai satu.
__ADS_1
Sebenarnya tinggal beberapa yang belum selesai dan Jihan mengusulkan ide.
Ia meminta pelayan menyediakan buket bunga mawar pink palsu dan semua bunga yang asli mohon diganti.
Jihan tau jika Celsi alergi terhadap bunga maka itu pelayan menghias ruangan dengan bunga palsu.
"seperti nya ini sudah cukup dan semua nya sesuai ekspektasi" gumam Kai sembari menaruh vas diatas meja.
Selesai menghias ruangan pelayan restoran membereskan barang-barang yang sudah tak diperlukan.
Kai dan Jihan mengedarkan pandangan ke seluruh sudut ruangan yang nampak begitu indah dan menenangkan.
Senyum manis terukir di bibir Jihan namun terasa kecut saat Kai melihat senyuman itu.
"gue gak nyangka ,ruangan yang biasa disulap sebagus ini ,dan itu ide dari cewe yang sedang patah hati" ujar Kai sembari tersenyum, Jihan membalas ucapan Kai dengan senyum tipis.
"sudah lah tak usah bersedih mana Jihan yang selalu tersenyum manis" membawa Jihan kedekapan Kai ,ia menepuk pelan punggung Jihan.
Jihan hanya menurut dan tercium aroma tubuh Kai yang berbau maskulin.
Saat terhirup begitu menenangkan hati nya yang sedang tak jelas antara bahagia atau sedih.
Kai menghirup aroma strawberry dari rambut Jihan yang panjang.
Tiba-tiba jantung Kai berdegup kencang saat Jihan mengeratkan pelukan Kai takut jika Jihan mendengar suara degup jantung nya yang begitu kencang.
Dan hatinya tak menentu di satu sisi ia bahagia karena dapat memeluk tubuh Jihan, namun disuatu sisi ia sedih karena perempuan yang ia cintai tak mencintai diri nya.
Dan dia rela menyediakan dinner dengan seniat itu , sampai-sampai tak mementingkan perasaannya sendiri.
"gue salut sama Lo, Lo perempuan yang paling baik dan sempurna. Hati Lo terbuat dari apa , kenapa bisa sebaik ini"
ucap Kai lalu Jihan melepaskan pelukan.
"untuk apa gue membenci orang,itu hanya membuat diri gue terjebak dalam dendam.
Gue gak mau jadi orang yang memenangkan ego sendiri karena menurut mereka terbaik belum tentu bagi gue itu yang terbaik , dan juga sebaliknya"
Kai menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pendapat Jihan.
Kai semakin jatuh cinta pada Jihan jika hati Jihan selembut kapas dan Jihan membuat dirinya belajar tentang rasa sayang,sabar, peduli terhadap sesama, mengerti orang lain.
Mungkin itu sangat lah susah karena manusia akan ada batas kesabaran termasuk Kai yang dulu paling sering emosi karena hal kecil ,tidak dengan sekarang ia mampu mengendalikan emosi dalam dirinya.
__ADS_1
Entah karena faktor usia nya yang beranjak dewasa atau karena ia selalu bersama Jihan melewati hari-hari yang tak selalu mudah dijalani.
"permisi maaf menganggu mas mbak, saya mau tanya menu makanan dan minuman nya apa untuk nanti?"
"oh iya nanti saya yang akan berbicara dengan chef Lina langsung"jawab Jihan lalu mereka menuju lift untuk turun ke lantai 1.
Ting
Lift terbuka Jihan dan Kai menuju pentri diikuti oleh satu pelayan yang mengekori mereka berdua sedari lantai 3.
"hai chef apa kabar?"sapa Jihan pada chef Lina yang sedang berbincang dengan asisten nya.
"oh Jihan saya baik kalau kamu"
"saya baik, sudah lama saya gak kedapur ini "Jihan mengedarkan pandangan ke seluruh sudut dapur yang sedikit dirubah.
"apa kamu sudah tidak takut lagi dengan kompor?"
"jangan diremehkan dong chef dia udah jago masak, masakan dia enak banget"ucap Kai sembari memberi dua jempol.
Jihan mengusulkan ide untuk makanan dibuat bento dan disanggupi oleh chef Lina.
Selesai mengurus direstoran Kai dan Jihan pulang waktu sudah menunjukkan pukul 19:45 baru mereka berdua sampai di pintu keluar mereka berpapasan dengan Dika dan Celsi yang mengenakan baju couple.
Kai tersenyum manis demikian dengan Jihan ia tersenyum manis walau hatinya sakit melihat Dika menggandeng tangan Celsi dengan mesra.
Kai peka akan hal itu lalu mengandeng jari jemari tangan Jihan dan berpamitan dengan Dika dan Celsi untuk pulang terlebih dahulu.
Jihan hanya menurut memang itu yang Jihan mau segera pergi dari restoran.
_____________
Dinner.
Mereka berdua duduk bersebrangan terlebih dahulu makan malam sebelum membicarakan tentang hubungan mereka.
Makanan berbentuk bento.
Selesai makan,Dika berjongkok di depan Celsi sembari membawa buket bunga.
"aku gak minta kamu melupakan Leo , jujur cinta aku tulus kekamu .
__ADS_1
Kamu mau jadi pacar aku" sorot mata Dika berharap jika Celsi akan menerima nya.
Celsi tersenyum"aku......."