
Baru juga sadar Jihan langsung mencubit perut kai,lalu Kai berpura-pura kesaktian padahal tidak sakit sama sekali.
Kai semakin gemas melihat Jihan tertawa kembali seperti dulu, kedua berperilaku seperti anak kecil saling jail satu sama lain.
Tak mau kalah hingga Jihan terbangun untuk menyerang Kai dengan menggelitik dibagian perut.
"aww kepala gue sakit ,Kai sakit aaaaa" sembari memegangi kepala dengan kedua tangan nya.
Awalnya Kai masih tertawa namun mendapati Jihan kesakitan ,raut wajah yang awalnya sumringah berubah menjadi khawatir. Ia bingung harus berbuat apa karena ia juga panik.
"Gue panggil dokter ya,tunggu disini sebentar kok" titah Kai namun tangan nya ditahan oleh Jihan supaya ia tidak pergi.
Kai menjadi dilema antara memanggil dokter atau menyaksikan Jihan merintih kesakitan.
"Sebentar aja ya han"
"Lo disini aja temenin gue"ucapnya dengan nada lirih.
"gak gue harus panggil dokter lepas dulu tangan gue" berusaha melepas namun Jihan semakin histeris menggelung kesakitan.
Kai panik lalu menakup kedua pipi Jihan dengan kedua tangan nya, lalu meminta agar Jihan menarik nafas supaya tenang.
Jihan menuruti perintah Kai mulai tenang ,tiba-tiba tawanya pecah kala mendapati wajah Kai sangat dekat dengan dirinya ditambah wajah Kai sangat imut disaat khawatir.
"wkwkwk kena tipu" ledek Jihan tertawa puas menyaksikan drama gratis dari Kai yang panik , khawatir,cemas dengan keadaan dirinya.
Kai langsung melepaskan diri lalu berfikir apakah ini sebuah prenk bagi dirinya.
"Lo prenk gue , main-main sama gue terima akibatnya"langsung menggelitik perut Jihan sehingga membuatnya tertawa dan perutnya terasa sakit sebab tertawa berlebihan.
"udah cukup-cukup ampun maaf" dengan nafas ngos-ngosan dan angkat tangan.
Kai merogoh ponsel Android nya dari kantong celana,lalu memotret Jihan yang angkat tangan sebab sudah tak kuat untuk tertawa.
Berkali-kali Kai mengabadikan momen tersebut dari video, foto sampai Jihan sadar jika ia dapat balasan .Dan Kai memotret nya tanpa sepengetahuan dirinya, Jihan melempar bantal ke kepala Kai .
Kai meraih bantal tersebut ,sedangkan Jihan sudah menutupi wajahnya dengan selimut untuk menghindari lemparan balik dari Kai.
__ADS_1
Namun pikiran Jihan salah Kai hanya menaruh kembali bantal itu dibelakang pantat posisi duduknnya. Jihan membuka wajahnya dengan lirih, lalu mendapati Kai sedang duduk di sofa sembari tersenyum memainkan ponsel.
Dia merasa penasaran dengan apa yang dilakukan Kai sehingga membuat Kai tersenyum-senyum sendiri.
Jihan mencoba mengintip tapi nihil jarak nya terlalu jauh dan berlawanan. Akhirnya ia mencari-cari ponsel miliknya , setelah terbuka ia melihat status WhatsApp milik Kai.
Jihan terkejut lalu memanggil Kai dengan suara keras,Kai tersentak hampir menjatuhkan ponsel kesayangan nya tersebut.
Kai langsung menghampiri Jihan dan memasukkan ponsel kedalam saku jaket yang ia kenakan.
"ni apa hapus sekarang !!" terik Jihan sampai terdengar hingga luar ruangan.
Pintu terbuka salah satu suster masuk dan memberitahu tidak boleh berisik ini rumah sakit bukan hutan tempat untuk berteriak sesuka hati.
Jihan meringis lalu melirik Kai yang masih terdiam , suster pergi setelah ia menaruh makan siang untuk Jihan.
"udah teriak nya gak mau lagi" ucap Kai diiringi senyum kecil dibibirnya , karena melihat Jihan memanyunkan bibir sampai bisa diikat pakai ikatan rambut.
"iya gue hapus ,ni hapus"menunjukan jika foto Jihan telah dihapus dari status WhatsApp milik Kai.
Lalu menyodorkan sendok kedekat mulut Jihan yang masih manyun,Kai membujuk Jihan agar mau membuka mulutnya sampai mau makan dengan syarat aegyo dari Kai.
Jihan tersenyum lalu mau makan, dengan telaten Kai menyuapkan nasi, sayuran bahkan minumman supaya Jihan cepat sembuh dan bisa menemani dirinya kemana pun Kai pergi.
Ponsel Kai berdering tertera nama bibi Ami , panggilan video call dengan sumringah Jihan menampakkan wajah dirinya kekamera .
Dan menunjukkan jika Kai mengurus nya dengan baik,Ami sedih baru ia melihat putrinya tersadar Ami harus pemotretan untuk jadwal terakhir dari kontrak kerjanya yang sudah berjalan 20 tahun lamanya.
Ami menitip pesan Kai harus menjaga Jihan dengan baik selagi Ami dan Zidan sedang sibuk, dengan pekerjaan mereka yang tidak bisa ditunda lagi.
Jihan adalah gadis yang pengertian dengan apa yang dikerjakan oleh kedua orang tuanya ,demi mencari sesuap nasi dan mencukupi kebutuhan dirinya sekeluarga.
Jihan kagum dan ingin mengikuti jejak ayahnya yang menjadi pengusaha sukses sekarang, padahal dulunya Zidan hanya seorang lelaki pekerja biasa dikantor yang kecil.
__ADS_1
Namun dengan usaha ia bisa sesukses sekarang mempunyai perusahaan sendiri yang ia bangun dari nol bersama Ami .
Dari kerja sama itu benih cinta hadir dikeduanya hingga sekarang keluarga mereka harmonis ,walau terkadang pekerjaan memisahkan keduanya.
Jihan salut karena kedua orang tuanya harmonis dan menyayangi dirinya dengan cinta .
Cinta pertama bagi Jihan adalah Allah dan kedua orang tuanya yang selama ini menjaga dan merawatnya dari ia hadir di dunia ini.
Mengakhiri percakapan Jihan sudah merasa kekenyangan sebab Kai menyuapi Jihan terus menerus ,walau Jihan mengobrol dengan Ami Kai mencari kesempatan supaya Jihan makan banyak.
Seusai makan Kai menyodorkan 5 kapsul obat untuk Jihan telan setelah makan, sebenarnya dijauh lubuk hatinya paling dalam ia sangat tak suka menelan obat.
Bagi Jihan obat itu bau ,pahit , terkadang manis membuatnya ingin muntah.
Jihan menerima lalu berusaha menelan obat satu persatu ,walau matanya ia pejamkan dan menahan napas supaya aroma obat tak tercium membuat ia mual.
"Lo istirahat gue tunggu disini ,gue juga ngantuk banget gak tidur semalaman" titah Kai lalu berbaring di atas sofa.
Jihan menganggukkan kepala, Jihan tau pasti Kai sangat kelelahan menjaganya dari kemarin.
Dan pasti tidurnya tidak nyaman ,bikin tulang nya pegal-pegal . Kai menjadi kan jaket miliknya sebagai bantal untuk mengganjal kepala nya.
Jihan melihatnya iba lalu ia berusaha terbangun dan menaruh boneka kesayangan nya menjadi bantal bagi Kai.
Tak lupa Jihan selimuti dengan selimut yang selalu Jihan bawa kemana pun ia pergi.
Dengan langkah pelan ia kembali keranjang nya ,tidur miring ke kanan pandangan mata Jihan terus tertuju pada Kai yang tertidur dengan pulas.
Bibir mungil ,mimik wajah imut membuat Jihan gemas ingin mencubit pipinya.
Tak terasa Jihan senyum-senyum sendiri seperti orang gila padahal dia gak gila.
"apaan sih gue kaya gak pernah liat Kai tidur aja,dulu pas kecil tidur bareng"gumam Jihan membantah pikiran yang menganggu diotak nya.
Kai bergeser Jihan langsung menutupi wajahnya dengan selimut, perlahan ia membuka selimut ternyata Kai hanya pindah posisi.
Jihan terus memandangi wajah Kai entah sampai berapa jam ia memandang Kai.
__ADS_1