
Terdengar suara lelaki dari sebrang telepon seluler nya.
Tak mengapa ia berani mengungkapkan apa ia rasa saat ini.
"gue gak tau hati gue jadi begini Kai,gue harus berbuat apa" ujar Jihan kepada Kai yang berada di sebrang telepon.
Kai yang berada disebrang telepon terdiam sejenak , memikirkan apa yang diungkapkan Jihan.
"Lo sabar ya ,gue yakin suatu saat nanti Lo akan mendapatkan lelaki yang lebih dari baik dan mencintai Lo dengan tulus"
"tapi gue sukanya sama Dika Kai"dengan suara lirih, terdengar suara orang yang sebentar lagi menumpahkan air mata.
"Lo jangan sedih kan ada gue, senyum dong"
Mereka memang selalu video call kalau Jihan lagi sedih, seperti sekarang ini.
"gak gue gak nanggis gara-gara satu laki-laki,makasih ya Kai"senyum tipis terukir di bibir Jihan.
"wah cantik sekali,sumpah Lo cantik banget saat tersenyum"batin Kai yang terdiam sejenak melihat senyuman Jihan.
"Kai kok ngelamun,gue jelek ya"
ucap Jihan lalu menunduk.
"gak Lo cantik banget"diiringi senyum manis Kai, dari sebrang layar saja jantung Kai tak karuan apa lagi sampai Jihan curhat dan memeluk nya mungkin seketika ia membeku.
Jihan tersenyum manis sungguh jantung Kai sudah berdegup kencang keringat dingin mengucur deras dari dahinya.
Sebelum terlihat di kamera Kai berpura-pura ke kamar mandi sebentar, Jihan menganggukkan kepalanya dan memutuskan untuk menunggu Kai.
_______________
Kamar mandi.
Kai terus mengumpat didalam hati sembari mencuci mukanya.
Masih terngiang senyum manis itu, mengapa begitu manis menurut nya.
"apa gue ini benar-benar jatuh cinta sama Jihan,gak...gak...gak dia sahabat gue inget itu Kai . Tapi kenapa rasa ini selalu bertambah saat gue coba menafikan"
Kai mengusap kepala nya dengan kasar, karena ia tau jika cintanya kepada Jihan tak akan dibalas karena Jihan telah mencintai Dika.
Menarik nafas dalam membuang perlahan lalu ia keluar dari kamar mandi dengan wajah basah namun begitu tampan.
"Lo habis cuci muka ya basah banget mukanya?" Kai menganggukkan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan Jihan.
Jihan hanya ber" oh" ria,lalu kembali ke topik awal. Namun Kai membuka topik baru mengenai skripsi yang harus dibawa besok.
Jihan menepuk jidatnya sebab ia lupa kalau tadi ia sedang mengerjakan tugas, Kai menawarkan untuk menemani Jihan mengerjakan tugas nya.
__ADS_1
Karena Kai tau jika Jihan sedang banyak pikiran ia akan terus memikirkan hal itu sebelum masalah nya tuntas dan selalu terngiang diotaknya.
Jihan fokus mengetik sedangkan Kai memandangi wajah Jihan dari sebrang layar dan terpaku melihat Jihan mengikat rambutnya asal.
Walaupun asal tapi terlihat sangat cantik, sempurna menurut nya.
Kai mulai menguap-uap, matanya juga seperti sudah ingin tidur namun hatinya yg gak bisa tidur sebab ia disuguhkan pemandangan yang indah.
Jihan sesekali membasahi bibirnya yang kering, berkumat-kamit entah ia berkata apa namun ini benar-benar membuat Kai terpesona.
Jam menunjukkan pukul 11 malam sesekali Kai terlelap namun sekejap ia membuka matanya lagi.
Jihan melemaskan otot-otot nya ,lalu berbincang lagi dengan Kai.
"makasih ya Lo udah nemenin gue,maaf Lo jadi ikut begadang padahal pasti Lo capek banget" ujar Jihan yang mendapati mata Kai yang hanya terbuka sedikit.
"gak papa gue seneng nemenin Lo, sekarang gue tidur ya ngantuk banget. Lo udah selesai kan tugas nya?" Jihan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Kai .
"Selamat malam, Mimpi indah ya Kai" Jihan tersenyum dengan bersamaan mengakhiri panggilan video call.
Jihan merapikan buku, laptop dan membuka kuncir rambut nya.
Berjalan perlahan mematikan lampu kamar, karena ia tak bisa tertidur pulas dengan lampu yang menyala.
**Keesokan harinya.
"pagi!" panggil seseorang dari belakang Jihan.
"pagi juga, Lo ngagetin gue tau, untung jantung gue kuat kalau gak udah copot dari organ gue !" ucap Jihan ketus.
"maaf ya kalau ngagetin,eh itu Dika sama Celsi kan" jari telunjuk nya menunjuk kesuatu arah.
Jihan reflek mengikuti arah telunjuk Kai ,namun yang ia dapat bukan Dika sama Celsi tapi Reno sama Rika yang sedang pacaran.
Jihan memukul lengan Kai pelan membuat Kai gemas melihat ekspresi wajah Jihan.
"Lo kerjain gue awas Lo gue gelitik sekarang" lalu menggelitik perut Kai yang menyebabkan Kai tertawa.
Rasanya gelitik belum cukup Jihan mencubit perut six pack Kai ,namun Kai tak merasa sakit sama sekali malah ia semakin keras tertawa.
Kai berlari meminta Jihan mengejarnya ,Jihan mengejar Kai sampai ditaman belakang kampus.
Nafas mereka berdua tersengal-sengal keduanya kompak duduk dikursi yang sama bersebelahan tepatnya.
Kai beranjak dari duduk berlari menuju kantin yang berjarak hanya 5 meter dari tempat nya duduk.
Tak butuh waktu lama Kai kembali menenteng 2botol air mineral,ia memberi Jihan satu botol.
Segera mereka meneguk air mineral untuk menghilangkan rasa haus dan tenggorokan kering.
__ADS_1
Kai menyandarkan punggungnya kekursi dan bersantai sejenak.
Karena acara lari-larian mereka mengingat masa dulu saat mereka masih SD.
Setiap momen bersama Jihan pasti menjadi kenangan indah bagi Kai yang telah lama mencintai Jihan,namun tak berani mengungkapkan .
Apa lagi sekarang Kai tau jika Jihan mencintai Dika bukan dirinya, itu semakin membuat Kai hanya menjadi pengagum rahasia.
Biar ia saja yang tau perasaan nya dari pada persahabatan yang dibangun dari mereka bayi hancur .
Karena Kai masih ingin menjaga Jihan sampai suatu saat nanti Jihan menemukan seseorang yang akan menjaganya.
Kai juga kenapa ia harus jatuh cinta pada Jihan,ia merasa dirinya ini tak bisa membuat Jihan bahagia.
Kai memandangi wajah Jihan yang sedang meneguk air mineral,manik mata Kai tak berpaling kearah lain ia hanya melihat wanita yang ada didepannya.
"begitu indah" bisikan hati Kai yang tak terasa senyum manis terlukis di bibirnya.
"Lo ngapain liatin gue sampai gitu banget"
ucapan Jihan tak terdengar oleh Kai ,dia masih senyum-senyum gak jelas.
"Kai!" teriakkan Jihan mengejutkan Kai.
"duh telinga gue kaya nya eror deh,Lo teriak nya kenceng banget"
Kai memegangi telinga nya yang merasa berdengung.
"aduh gimana ini telinga gue" ucap Kai dengan khawatir.
Awalnya Jihan masih santai,namun saat mendengar ucapan Kai dia langsung ikut khawatir.
Jihan menghampiri Kai yang terduduk dibawah, Jihan ikut berjongkok di depan Kai.
"maaf gue gak sengaja,maaf banget ya. Kai maaf gue gak sengaja gue gak bermaksud buat telinga Lo berdengung,pasti sakit banget ya" ucap Jihan dengan nada khawatir.
"sakit banget berdenyut telinga gue"
Jihan memeriksa kondisi telinga Kai.
Jihan mendekat melihat telinga Kai sembari meniup nya pelan seiring dengan jantung Kai yang berdegup kencang.
Mata mereka saling beradu.
**Jangan lupa,vote,komen,tambah favorit.
Terima kasih untuk kalian yang sudah mampir.
Semoga dilancarkan dalam segala urusan baik**.
__ADS_1