
"ngelamun aja nanti kesambet" ketus seorang lelaki duduk disampingnya.
"gak gue cuma lagi mikirin S2 dimana,biar bisa dekat ibu terus" jawab Jihan dengan santai, padahal bukan itu yang ada dipikiran nya.
"emang Lo udah pasti lulus ujian "ledek Kai,Jihan memasang muka marah membuat Kai meminta ampun .
Tapi sudah lah itu tidak penting,namun tentang hubungan Dika dan Celsi sangat menggangu otaknya.
Dering ponsel Kai membuyarkan lamunan Jihan , dengan segera Kai menerima telepon dari mama Yuni .
"iya ma, bibi Ami sudah pulang sekarang dirumah kalau mama mau jenguk kerumah aja " tutur Kai dengan lambat supaya tidak ada siaran ulang.
Mereka mengakhiri panggilan,Kai kembali mengintrogasi Jihan karena melamun lagi.
Zidan datang menemui kai, yang sedang duduk bersama Jihan tanpa ada jamuan sebab Jihan sering melamun.
"Han kenapa kau gak dibuatkan minuman kasian dia pasti haus, Han ..Jihan " pinta Zidan lalu duduk disebuah kursi yang bersebrangan.
"e iya Yah ,maaf Jihan lupa" jawabnya singkat , beranjak dari tempat duduk lalu berlari menuju dapur.
"Kai ,Jihan ngelamunnin apa?"
"aku juga nggak tau paman , sejak aku datang Jihan sudah melamun" jawab Kai dengan sopan.
Jihan datang membawa nampan berisi 3 gelas teh hijau hangat serta 1 piring kue.
"Ayah" ibu sedang apa?"
"ibu sedang istirahat jangan diganggu dulu ya" Jihan menganggukkan kepala sebagai jawaban.
"besok gue jemput Lo ya , besok kita ujian,soal skripsi Lo udah selesai?"
"astaga gue belum kerjain skripsi nya"jawab Jihan lalu berlari menuju kamar untuk mengambil laptop.
Tak butuh waktu lama Jihan sudah kembali keruang tamu, dengan segera ia membuka laptop dan mengerjakan tugas sementara akhirnya.
"kalau Lo kesusahan ni gue bawain flesdis "menyerahkan satu buah memori card .
"gue bisa kok,tapi gak papa nanti kalau gue kesulitan baru gue pakai flesdis nya. Makasih ya Lo sahabat terbaik gue" jawab Jihan menerima flesdis lalu mencubit kedua pipi Kai yang nampak taman nan lucu.
Zidan tersenyum melihat tingkah laku keduanya, sama-sama jahil dan ketika mereka menunjukkan perhatian .Semua orang yang berada didekat mereka seperti nyamuk , walau tidak ada hubungan serius tapi mereka saling peduli dan saling pengertian.
Layaknya orang menjalani hubungan sepasang kekasih.
Keesokan harinya.
__ADS_1
Jihan sudah pamit dengan kedua orang tuanya ,lalu menunggu kedatangan Kai yang belum menampakkan batang hidungnya.
Klakson mobil berbunyi tepat didepan Jihan,si pengemudi membuka jendela mobil.
"masuk tar telat" Jihan segera masuk ke dalam mobil.
Kai menancap pedal gas menuju kampus dengan kecepatan sedang.
Tak butuh waktu lama mereka tengah sampai dibangun tinggi,bersih,mewah .
Jihan membuka pintu mobil,kaki kirinya mulai menapak dan saat ia keluar banyak mahasiswa, mahasiswi berkumpul dan berteriak-teriak melihat kedatangan dirinya beserta Kai.
Mereka berdua nampak begitu keren,Kai mengenakan baju casuel disertai kacamata hitam.
Tak kalah keren Jihan juga mengenakan kacamata hitam dan baju casuel.
Setiap mereka datang kekampus pasti ada kehebohan yang terjadi.
Banyak pengemar wanita maupun pria meniru gaya busana mereka yang selalu terlihat keren.
Seperti halnya Sifa yang selalu menjiplak gaya berpakaian Jihan hanya dengan tujuan supaya Kai menyukai dirinya.
Ada yang ternganga ,tak berkedip, senyum-senyum tak jelas,berteriak,menggoda . Namun itu semua tak membuat mereka berdua sombong, malah mereka memperbolehkan siapapun bergaya seperti mereka.
"bisakah aku meminta foto dengan mu, untuk di posting di Instagram?"tanya seorang wanita cantik kepada Kai dan Jihan.
"tentu saja boleh"jawab Jihan singkat ,lalu bergaya sampai beberapa jepret foto.
"owh, mereka sangat baik aku tambah kagum kepada mereka" ucap seorang mahasiswi berbisik dengan temanya.
"tentu saja siapa yang tidak kagum dengan mereka berdua, sudah tampan,cantik ,baik, gaya berpakaian keren. Jika aku mendapat kan lelaki seperti Kai akan aku jaga dengan baik"sahut mahasiswi lain yang tak mau kalah.
Belum selesai dengan kekaguman mereka sudah disuguhkan 2 pasang orang yang juga berpenampilan keren.
Siapa lagi kalau bukan Dika dan Celsi , mereka berjalan berdampingan.
Walau tak histeris tadi tapi mereka juga menjadi idola dikampus.
Lebih tepatnya setelah Dika berteman dengan Jihan dan Kai ,dia merubah penampilan dari rambut,dan gaya berpakaian.
Dulunya Dika tak terlalu memperhatikan penampilan karena menurutnya dulu penampilan buka masalah. Pendapat itu berubah kala ia mulai menyukai Celsi yang sangat kagum dengan pria berpakaian cesuel.
__ADS_1
Semua membubarkan diri karena kelas akan segera dimulai.
Dosen datang suasana kelas berubah menjadi sunyi dan hanya ada suara berasal dari papan tulis.
Seisi kelas terfokus pada pelajaran yang diajarkan oleh dosen Sinta yang terkenal ramah,baik,sopan.
Semua murid dosen Sinta cerdas berkat ,ia mengajarkan pelajaran dengan cara berbeda namun menarik.
Itu sebabnya semua patuh pada aturan yang berlaku di saat jam pelajaran dimulai.
Jam ditangan Kai menunjukkan pukul 13:00 itu tandanya mereka telah selesai,dan segera keluar dari kelas untuk makan siang.
"baik semua pelajaran kali ini cukup disini diusahakan Minggu depan kalian siap menjalani ujian kelulusan kalian. Jangan pernah berhenti belajar dan berusaha sebelum kita meraih apa yang kmu semua impikan. "Selamat Siang " timpal Sinta lalu pergi meninggalkan kelas.
Selang beberapa menit para mahasiswa keluar dari kelas , sebagai menuju kantin sebagian berpencar entah kemana.
Tertinggal di dalam kelas Kai dan Jihan yang belum selesai membereskan buku-buku pelajaran.
"cepetan kita ada kelas musik" kata Kai singkat,Jihan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Keluar bersama dari kelas tempat pertama yang dia tuju adalah kantin.
Tiba dikantin terlihat dari kejauhan ada Celsi dan Dika yang sedang makan bersama.
Tubuh Jihan membeku ditempat sampai ia ditinggal oleh Kai, namun Kai kembali menghampiri Jihan lalu menggandeng tangan Jihan menuju salah satu meja .
Pandangan mata Jihan belum teralih,masih setia memandangi Celsi dan Dika yang berjarak sekitar 2 meter dari tempat duduk nya.
"Bu saya pesan soto sama minum nya jus mangga, Han Lo persen apa?"
pertanyaan Kai tak digubris oleh Jihan,lalu Kai melihat Jihan sedang memandang seseorang.
"Han Lo mau makan apa"
"samain aja"ucapnya karena tersentak oleh suara Kai yang berdengung dikedua telingganya.
Ibu kantin mencatat lalu kembali ke pentri,sedangkan Jihan belum beralih pandang, Kai menakup wajah Jihan dengan kedua tangan nya lalu mengarahkan wajah menghadap wajah Kai.
"Lo liatin apa sampai Lo gak liat gue lagi ngomong disini"
"g....gu...gue"
**Jangan lupa vote, komen,tambah favorit.
Terima kasih untuk yang sudah mampir ,semoga sukses selalu, dipermudah dalam segala urusan,sehat selalu.
__ADS_1
Jangan lupa mampir 👍👍👍
Terima kasih**.