Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Obrolan dua pria gabut


__ADS_3

satu minggu berlalu, namun kondisi Ayank masih belum ada tanda-tanda kembali sadar. Efek ledakan itu rupa nya membuat alam bawah sadar Ayank terlelap dalam mimpi buruk nya namun enggan untuk terbangun. Beban yang di tanggung oleh wanita itu terbawa tanpa wanita itu sadari.


"Bagaimana kondisi nya pagi ini Lex?" tanya Yonas yang baru masuk ke kamar yang tadi nya adalah kamar pribadi nya. Namun kini beralih fungsi menjadi kamar rawat bagi Ayank yang masih belum sadarkan diri. Yonas bahkan membeli pendingin ruangan, agar Ayank merasa nyaman.


Alex menggeleng pelan, pria itu bagai raga tak bernyawa. Alex beruntung luka di perut nya tak menembus hingga ke dalam organ vital nya. Luka sayatan tersebut memang sangat lebar, dan mendapatkan 7 jahit luar dan 4 jahitan dalam. Namun kondisi Alex berangsur membaik setelah siang pertama di rawat oleh Yonas.


Beruntung ada Ifah yang siang malam menjadi rutin berkunjung ke sana, untuk memberikan ramuan herbal untuk Alex. Juga ramuan herbal untuk luka luar Ayank. Hingga kini luka lecet di beberapa bagian wajah dan tubuh nya sudah mulai pulih meski belum sempurna.


"Bagaimana jika kita membawa nya ke klinik teman ku saja? di sana kita akan tetap menjaga kerahasian istri mu ini. Ah, mantan istri mu lebih tepatnya." Gurau Yonas berusaha mencair suasana.


Alex tersenyum samar, hati nya pun masih belum rela berpisah dengan wanita itu. Namun apa daya surat cerai telah dia tanda tangani.


"Aku masih mengharapkan nya, Yon. Satu-satunya wanita yang mampu menggetarkan hati ku meski aku sempat berpaling hingga bertahun-tahun lama nya. Kebersamaan ku dengan Miska hanya sebatas aku merasa di hargai dan di butuhkan. Kau tau betapa aku selalu insecure terhadap diri ku sendiri sejak kanak-kanak. Tuntutan papa membuat kepercayaan diri ku perlahan sirna di tengah semua mimpi ku yang masih berkobar. Hingga akhirnya redup dan tak bisa lagi aku nyalakan. Aku mencari pelarian, dan di saat yang bersamaan, ada seorang wanita lemah lembut yang selalu membutuhkan ku. Aku jelas merasa bangga, ku pikir itu adalah perasaan lain yang menyerupai cinta. Namun lagi-lagi aku salah, aku hanya pria brengsek lemah, yang bersembunyi di balik punggung seorang wanita asing. Dan akhirnya aku mendapat kan semua karma nya, wanita itu juga tak mencintaiku. Dia mendekati ku hanya karena menginginkan sesuatu, kami seri. Namun aku masih tak rela, Ayank berkorban banyak untuk kesembuhan wanita simpanan ku."

__ADS_1


Alex menjeda kalimat nya, pria itu menyusut air mata nya yang mengalir sejak kalimat pertama terucap. Besar harapan nya agar bisa kembali bersama wanita yang masih sangat dia cintai itu, namun Alex pun tak bisa memaksa. Sama saat diri nya lebih mementingkan Miska meski tau telah melukai Ayank, hingga ke dasar hati paling dalam. Kini dia menuai hasil nya, sang ayah perlahan membuang nya.


Semua aset yang dia jaga dan dia perjuangan kan mati-matian selama bekerja di perusahaan keluarga nya. Rupa nya tetap menjadi milik sang ayah sepenuhnya. Kini dia sadar, jika ayah nya tak benar-benar menginginkan nya sebagai seorang pewaris. Namun pria paruh baya itu hanya berusaha agar semua aset keluarga Gerardo terselemat kan. Dan Alex hanya bertugas untuk menjaga harta keluarga nya, namun tak memiliki hak atas semua hasil kerja keras nya sendiri.


Usapan tegas di bahu nya membuat Alex tersadar, jika sejak tadi pikiran nya terlalu jauh menerawang ke masa lalu.


"Bagiamana dengan ide ku tadi? jika kau setuju aku akan membawanya ke sana malam ini. Warga tak ada yang mengetahui keberadaan mantan istri mu, aku juga khawatir ada beberapa orang yang masih mengincar nyawa nya." Ulang Yonas menatap iba pada sang sahabat.


"Bagaimana jika kita meminjam beberapa alat saja? aku tak bisa membawa nya keluar dari sini. Kehidupan Ayank terlalu kompleks. Mungkin kau mengerti konteks seorang Mafia, namun perjalanan nya hingga berakhir di ranjang mu. Itu tidak lah mudah. Kehadiran nya di sana akan mengundang desas desus, aku khawatir klan musuh akan mengendus keberadaan nya. Tidak saat Ayank bahkan masih belum sadar. Aku tak bisa menjaga nya lebih baik daripada Ayank menjagaku selama ini. Feeling ku tak sekuat Ayank, wanita hebat ini memiliki naluri dan insting yang luar biasa. Kau akan tercengang kala mendengar semua kisah tentang nya."


Sungguh bodoh diri nya, karena tak pernah mensyukuri kebahagiaan dan perhatian tulus yang selalu Ayank berikan.


"Melihat kondisi nya saja membuat ku bergidik ngeri, aku pernah mendengar nama klan Cuteness. Ku pikir hanya semacam nama sebuah genk para wanita sosialita yang gemar menghabiskan limit kartu kredit. Nyata nya nama yang terdengar begitu menggemaskan tersebut, memiliki jam terbang yang tak tertandingi. Kau seharus nya beruntung telah memperistri wanita sehebat ini, nyata nya kau brengsek juga. Andai aku tau lebih awal, mungkin aku bisa mencoba peruntungan untuk menjadi pria, yang bisa saja dia pilih kala putus asa saat kau khianati." Seloroh Yonas menatap sang sahabat dengan wajah tengil.

__ADS_1


"Awas saja jika kau berani menggoda nya, akan aku lubangi kantung sp er ma mu itu." Ancam Alex tak main-main. Yonas reflek menutup benda pusaka keramat nya.


"Kau ini, sadis sekali. Aku bahkan belum pernah menumpah kan nya pada wadah yang tepat. Ck!" Decak Yonas pura-pura kesal. Dia hanya ingin memancing atensi Alex agar tak terlalu berfokus pada Ayank.


"Ada Ifah, gadis itu seperti nya menyukai mu. Nikahi lah gadis baik-baik, senakal-nakal pria pasti mencari istri yang benar untuk calon ibu anak-anak nya. Ifah pun sangat cekatan membantu mu dalam hal apa saja. Kau akan merasa berbeda setelah menikah, jangan menjadi pria brengsek seperti ku. Aku terlambat menyadari apa yang telah salah, kini aku benar-benar kehilangan semua nya. Istri sekaligus penyemangat hidup ku sejak kecil. Adik ku pun kembali dengan cara yang tak biasa, Arkhan kecilku telah berubah menjadi pria dewasa yang sangat tampan. Dan pasti nya adikku itu selalu beberapa langkah di depan ku. Aku ini benar-benar pria yang payah. Entah apa yang bisa di andalkan dari pria bajingan ini." Ujar Alex nelangsa.


Yonas menatap prihatin. Sejak kanak-kanak Alex selalu di tuntut sempurna dalam segala hal. Wajar saja jika pria itu gampang rendah diri melihat kelebihan orang lain. Sampai lulus SMA pun, Alex selalu di perlakukan seperti anak-anak oleh sang ayah. Setiap akan berangkat sekolah, pria itu baru di beri uang untuk sangu. Dan itu pun tak seberapa. namun lagi-lagi Alex tak pernah protes, menerima apa saja perlakukan ayah nya agar pria itu tak semakin menekan mental nya.


Itulah yang membuat Alex tak memiliki teman, apalagi Yonas hanya bisa bersekolah di sekolah negeri gratis. Sedangkan Alex di sekolah swasta elit. Namun kedua nya sering bertemu di jam luar, Alex diam-diam sering mengunjungi Yonas dan ikut bekerja part time di restoran tempat Yonas bekerja. Semua demi sangu tambahan, agar dia bisa membeli hadiah untuk Ayank.


Kehidupan Alex tak semudah pewaris lain nya, pria itu berada dalam tekanan Antonio sejak dini. Sedangkan Haura tak di ijinkan ikut mengurus anak-anak nya secara langsung. Antonio sangat posesif, juga memiliki tempramen yang buruk. Pria itu memang tak pernah bisa memarahi istri kesayangan nya. Namun Antonio akan melampiaskan kemarahannya pada sang anak, itu lah yang membuat Haura berada di posisi yang serba salah.


"Ifah masih kecil, aku khawatir gadis itu akan berlari tunggang langgang kala melihat belalai gajah Afrika ku ini. Maklum, meski bukan import, tapi pertumbuhan nya sangat sempurna. Bisa-bisa gadis itu akan berjalan ngesot hanya dengan sekali ku masuki." Ujar Yonas ngaur, pria itu kemudian tergelak kala melihat ekspresi wajah jijik sahabat nya.

__ADS_1


"Cih! itu karena kau menyuntik kan berbagai obat untuk membuat nya sebesar itu. Mungkin tadi nya hanya sebesar jari jempol kaki saja." Cebik Alex mencibir aset kebanggaan sang sahabat.


"Vangke! ini udah bawaan lahir anjuyy! Seru Yonas tak terima. Kini giliran Alex yang tergelek renyah. Sedangkan dari tadi obrolan ngalur ngidul tersebut di dengar oleh dua pasang telinga. Ifah yang tanpa sengaja menguping dari balik pintu juga seseorang di sana. Dalam diam hati masing-masing tersenyum geli. Ifah yang GR berniat membuktikan kebisaanya, dalam memberikan pelayanan pada pria yang sudah sejak pertama kali dia cintai itu, kala menjadi pembantu pria tampan tersebut. Sedangkan satu hati berbisik lirih agar bisa segera kembali pulih.


__ADS_2