Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Pria yang cemburu


__ADS_3

Suara letupan senjata terdengar bersahutan di dalam markas Arkhan. Dan yang paling mengejutkan, Hugo ternyata masih hidup. Pria itu tersenyum menyeringai kala berhadapan dengan Ayank.


"Kita berjumpa lagi nona Cuteness. Senang akhirnya bisa bersua kembali. Selama perawatan aku selalu berharap kau wanita pertama yang ku lihat ketika aku sudah pulih kembali. Dan ya, aku berusaha menjaga pandangan ku agar hanya tertuju padamu. Kau harus bangga pada sikap konsisten ku ini. Beri aku sedikit ciuman misal nya." Ucap pria itu tanpa rasa malu.


Alex yang tengah beradu otot dengan anak buah sang adik mulai tersulut emosi. Dengan bringas, Alex mematahkan leher pria malang yang menjadi lawan nya itu.


"Jangan bermimpi brengsek!" seru Alex memulai Serangan nya. Kedua nya terlihat baku hantam dengan hebat. Ayank membiarkan Alex menghadapi tikus got tersebut. Dia tak berniat untuk membantu nya, karena akan merendahkan harga diri sang suami jika dia lancang memberikan bantuan.


Ayank lalu fokus pada beberapa orang yang mulai berdatangan. Perkelahian sengit terjadi antara dua kubu. Alex menghadapi Hugo, sedang kan Ayank harus menghadapi 3 orang sekaligus seorang diri.


Anak buah nya sedang menuju markas Ordo Mahika, beberapa menit yang lalu. Sedangkan gudang senjata milik Arkhan terbakar habis. Tak semua, karena sebelum membakar nya, Jordy sudah mengamankan sebagian senjata api milik pria itu sebagai barang bukti.


Ayank sedikit kewalahan, karena tubuh nya masih lemas dan dalam keadaan lapar.


Alex yang melihat gelagat tak biasa dari Ayank terpaksa harus membagi konsentrasi nya. Sedangkan Hugo juga masih menyerang nya secara brutal. Pria itu mengalami luka sobek di bagian wajah akibat tersabit belati milik Alex. Belati yang merupakan milik Ayank tersebut di ambil Alex kala mereka keluar dari kamar sang adik.


"Bertahan lah sayang" gumam Alex di sela melawan serangan dari Hugo.


"Kau lihat wanita mu itu, wanita itu pasti tak akan sanggup menghadapi mereka seorang diri. Mengingat Arkhan pasti sudah mengeksekusi nya di tempat tidur secara beringas." Ucap Hugo memancing reaksi Alex.


Alex tersenyum miring lalu memberikan pukulan telak, untuk ukuran seorang suami yang sedang terbakar api cemburu.


Hugo terduduk lemah setelah mendapat hantaman keras di batang leher nya. Dengan gerakan kaku, tangan Hugo berusaha meraih pistol nya di dekat kaki Alex. Alex menendang pistol tersebut hingga mengenai kaki Ayank. Wanita itu tersenyum lalu meraih nya.


tiga tembakan beruntun, membuat ketiga pria di hadapan nya tersungkur tak berdaya. Tembakan tepat sasaran yang langsung mengantar kan ke-tiga nya menuju neraka.

__ADS_1


"Sampai jumpa, di persimpangan neraka. Aku tau dosa ku pun tak terampuni, dengan membunuh untuk alasan apa pun tak pernah di benarkan di dalam Injil manapun." Ucap wanita itu kemudian berjalan tertatih menuju ke arah Hugo.


"Kau terlalu banyak bicara Hugo, kau lupa, jika pria sedang sangat cemburu. Dia bisa saja mengantar mu ke pintu neraka tanpa kau duga. Selesai kan sayang, aku sudah sangat lelah. Aku merindukan bathtub kecilku dan lilin aromaterapi di kamar mandi ku." Ucap Ayank berjalan pelan menuju sebuah sofa tunggal.


Dia ingin melihat Alex nya mengeksekusi seorang mafia tepat di hadapan nya. Pria yang selalu di pandang lemah oleh keluarga nya sendiri.


Alex mencengkeram rahang kokoh Hugo dengan tatapan penuh dendam. Dendam karena merasa di tipu di masa lalu, sakit karena semua hasil kerja keras nya di bawa kabur tanpa sisa oleh pria itu.


Hingga suara retakan terdengar, Hugo terkulai lemah. Alex rupa nya mematahkan leher pria itu untuk memastikan, jika kali ini Hugo benar-benar telah mati.


"Kau hebat, ayo bantu aku berdiri kita masih harus ke tempat lain untuk rekreasi." Ayank menjulurkan tangan nya pada Alex.


Alex tau ada yang tak beres terjadi pada wanita itu, namun tetap diam selama Ayank tak mengatakan nya langsung.


Dapat Alex lihat luka memar di lengan Ayank, pergelangan tangan nya yang memperlihatkan bekas belitan tali. Terlihat lecet.


"Apa tak sebaiknya kita menunggu kabar dari anak buah mu, Ay?" kini Alex mulai mencemaskan wanita di samping nya. Wajah Ayank terlihat sangat pucat dengan bibir membiru dan bergetar.


Ayank membuka kedua mata nya lalu menatap sayu pada Alex.


"Tidak, aku harus menyelesaikan apa yang aku mulai. Apa aku pernah meminta sesuatu padamu selama ini?" Alex menggeleng cepat.


Tidak pernah memang, Ayank terlalu tangguh untuk meminta bantuan pada nya yang lemah.


"Bisakah kau berjanji untuk sekali lagi menunggu ku setelah semua ini berkahir? mungkin terdengar egois, tapi aku ingin bersamamu memulai segala nya." Alex menghentikan laju mobil nya. Memutar arah duduk nya menghadap Ayank.

__ADS_1


"Tentu saja, bahkan bila kau meminta seumur hidup aku harus menunggu mu. Maka akan aku lakukan dengan senang hati. Tapi berjanji lah satu hal padaku, jangan pernah meninggalkan ku dan berpaling pada pria lain. Maka aku akan menjadi Alex mu yang patuh." Ucap pria itu dengan nada serius.


Ayank tersenyum kemudian mengangguk. Alex meruap bibir seksi istri nya, kemudian mencium lembut. Setelah puas menyalurkan rasa rindu yang terpendam, Alex menyudahi ciuman hangat tersebut sebelum berlanjut jauh.


Setiba di markas Ordo Mahika, Ayank dan Alex bergerak masuk untuk membantu Jordy dan kawan-kawan di dalam sana.


Baku tembak terjadi cukup menegangkan, Ayank berusaha agar tak tertembak karena diri nya sudah cukup lemah. Sementara Alex membantu Revan dan Heri untuk menembus pertahanan musuh. Misi pertama mengamankan gudang penyimpanan barang haram milik Ordo Mahika. Yang juga di fungsikan sebagai pabrik pembuatan pil ekstasi.


Ayank tersenyum kala melihat buruan nya kelabakan mencari jalan keluar untuk kabur.


"Wow! tak ku sangka kau ternyata punya rasa takut juga, Boby." Ayank terkekeh kecil sembari mengusap sudut bibir nya yang kembali berdarah akibat pukulan anak buah Boby.


"Cih! ku pikir ketua Klan Cuteness semanis nama nya. Rupa nya hanya wanita buruk rupa dengan tampilan seperti seorang preman jalanan." Sarkas Boby menatap remah ke arah Ayank. Pria itu menggenggam sebuah senjata di tangan nya, dan di arahkan sempurna pada Ayank. Wanita itu tak memiliki senjata lagi, karena amunisi nya habis.


"Kau akan tercengang kala melihat ku dalam penampilan terbaik. Aku hanya sedang sedikit sial saja hari ini, sehingga tak sempat sekedar memoles wajah ku agar kau terpesona." Jawab Ayank dengan nada tenang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ups🤭


Flashback nya masih belum dapat di ban ini kawan-kawan 😁🙏


Bersabar sedikit oke, kita fokus dulu pada kisah perjuangan sang tokoh utama nya😘😘


Lope lope kesayangan buna Qaya🤍🤍🤍🤍🤍

__ADS_1


__ADS_2