Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Nasihat sang ahli


__ADS_3

Alex terus mengembangkan senyum manis, dan itu membuat Yonas risih sendiri. Pria itu beberapa kali berdecih seolah jijik melihat tingkah Alex, yang menurut nya seperti remaja salah makan suplemen pencerdas otak.


"Bisa kah kau memberikan Ayank ruang gerak yang bebas? kau sudah seperti lintah, menempel pada nya sejak tanpa henti." Alex mendelik tak suka, apa salah nya dia bersikap seperti anak cicak. Toh Ayank sama sekali tak keberatan. Wanita itu bahkan sesekali menyuapi nya keripik pisang, sembari mengetik sesuatu di sebuah laptop milik Yonas.


"Sudah lah Yon, kenapa kau yang resah? kau bisa meminta Ifah memanjakan mu jika mau, asal Ifah tak keberatan saja. Manja mu kan suka bablas." Celetuk Ayank tanpa menoleh. Yonas memasamkan ekspresi wajah nya. Kata-kata wanita itu begitu telak mengenai ulu hati nya yang sedang sensitif.


Pasal nya subuh tadi dia tak sengaja melihat daster Ifah terangkat sempurna, hingga memperlihatkan benda segi tiga yang begitu indah di pandang mata. Dan itu membuat jiwa haus belaian nya meronta-ronta minta di tuntaskan. Berakhir lah pria malang itu membuat album solo di kamar mandi.


"Ck! Ifah bahkan tak mau berbicara dengan ku gara-gara pria sialan mu itu." Ketus Yonas melirik jengkel ke arah Alex yang seolah tak mendengar apa yang dia ucapkan.


"Jaga bicaramu pak dokter, aku tak suka pria yang suka memaki seperti banci kaleng. Wajar Ifah marah padamu, kau memvideokan benda keramat nya sebagai bahan fantasi liar mu. Kau itu saiko apa kau sadari? Ifah masih belasan tahun, Astaga! Apa kau tertidur saat kita di beri materi moralitas ketika kuliah? kenapa kau sangat mesum? ckckckck! kasihan sekali Ifah yang malang. Aku jadi meragukan lisensi profesionalitas mu sebagai seorang Dokter. Kau terlihat tak mampu menahan hawa naf su mu yang liar itu." Oceh Ayank masih sibuk dengan keyboard laptop nya.


Yonas membelalak sempurna, kalimat teman nya seperti anak panah menancap tepat di jantung nya.


"Kau ini!" desis Yonas kesal. "Aku hanya begini pada kekasih ku saja. Lagi pula aku akan menikahi nya nanti setelah tamu tak tau batas waktu ku pergi dari sini." Sindir Yonas seraya mendengus kesal.


Ayank tersenyum samar, sangat menyenangkan menggoda pria itu.

__ADS_1


"Kau mengusir kami?" seru Alex tak terima, diri nya bahkan membayar sewa untuk kamar pria mesum itu. Dan di terima dengan senyum tak tau malu oleh Yonas. Sama seperti dulu, uang adalah segala nya, meski segala nya tak bisa di ukur dengan uang. Yonas hanya menyukai Alex yang royal dan loyal, padahal uang itu tak benar-benar dia ambil. Namun di kembalikan lagi pada Ayank tanpa sepengetahuan Alex.


Yonas tau keuangan Alex sedang merosot tajam hingga ke tepi Palung Mariana. Dia sempat melihat struk penarikan pria itu yang memperlihatkan saldo Alex yang membuat nya tercengang. Bukan karena nilai nya yang fantastis, namun minim nya saldo Alex membuat hati nya meringis iba.


Dia tau berapa banyak Alex mengeluarkan uang demi memberikan perawatan terbaik bagi Ayank. Dia salut akan perjuangan Alex yang tak berharap apapun. Masih di benci pun dia tak masalah, asalkan wanita itu bisa pulih kembali. Alex bahkan rela menghemat jatah makan nya agar tak menambah pengeluaran. Sungguh definisi penyesalan yang di perbaiki dan di sesali dengan penuh kesungguhan.


"Aku tak mengusir, hanya saja jika tamu ku tau diri, mereka akan mengerti. Jika Dokter kesepian ini juga butuh belaian. Keberadaan kalian membuat ku tak bebas berbagi kemesraan bersama kekasih ku. Terutama mulut wanita mu yang setajam silet itu. Kau harus sering-sering melu mat nya agar lebih lentur. Sungguh heran, mulut nya selalu seperti belati sejak jaman purbakala." Keluh Yonas melirik ke arah Ayank yang masih bergeming.


Namun dalam hati Ayank ingin sekali tertawa renyah, Yonas selalu tak pernah cocok jika di jadikan satu tim dengan nya sejak jaman kuliah. Karena mulut tajam nya, hampir tak ada pria maupun wanita yang betah berada dalam kelompok nya. Terlebih saat diri nya lah yang di tunjuk sebagai kepala tim tersebut. Alamat semua wajah akan menekuk sempurna hingga jam praktikum usai.


Sebenar nya wanita itu tidak galak, hanya saja sifat nya yang terlalu terus terang kadang mengusik jiwa-jiwa sensitif para rekan nya. Terutama saat di rumah selalu di tagih uang kos oleh sang juragan rumah kontrakan.


Enak saja wanita nya di katakan bermulut silet. Jelas bibir Ayank sangat lah seksi di mata Alex. Bahkan saat menjalin hubungan dengan Miska saja, diri nya tak pernah sama sekali mencium wanita itu. Entah kenapa Alex selalu merasa berat melakukan nya, setiap kali Miska akan memulai. Alex selalu menghindari dengan berbagai cara dan alasan klasik.


Karena setiap kali pula dia teringat pada Ayank. Itulah alasan nya, kenapa Alex tak pernah mau mencium kekasih gelap nya itu.


"Aku hanya mencoba test Drive, bukankah lebih memalukan jika sebagai laki-laki sejati aku bahkan tak tau cara membuat wanita ku terpuaskan." Kilah Yonas seperti pengemudi bajaj. Ngeles adalah keahlian nya sejak dulu, saat para wanita mendekati nya dia akan membuka peluang seluas-luasnya. Lalu setelah merasa tak cocok, pria itu akan bersikap menyebalkan agar di tinggalkan bukan yang meninggal kan. Sungguh licik, bukan? begitu lah Yonas, dan Ayank paling tau betul akan sikap brengsek pria itu.

__ADS_1


Namun bersama Ifah, Yonas terlihat berbeda. Itu kenapa Ayank mendukung nya meski dengan cara tak biasa. Wanita itu selalu mengusik kemesraan dua sejoli tersebut setiap kali akan beradu kasih sayang.


Bukan nya apa, melihat gelagat Yonas yang sangat tak sabaran. Ayank hanya khawatir gadis itu akan kenyang duluan sebelum menikmati hidangan yang sesungguh nya. Yonas begitu buas pada gadis muda itu, dan Ayank pernah memergoki Yonas hampir saja berhasil merayu Ifah. Membawa sang gadis pujaan merengkuh nirwana siang-siang bolong. Sungguh pria yang sangat buas.


"Nikahi dulu, setelah itu kau mau melakukan nya Pagi, siang dan malam pun tak ada masalah. Dan jangan lupa postur tubuh Ifah jauh lebih kecil dari mu. Kau akan mematahkan tulang belulang gadis itu jika terlalu rutin mengajak nya bercocok toge." Sambung Ayank memberikan nasihat frontal. Kini wanita itu terlihat menatap sang sahabat dengan tatapan serius.


"Itu juga rencana ku, hanya saja ayah nya Ifah meminta waktu satu bulan setelah lamaran ku dua hari yang lalu. Biasalah orang tua, ada saja yang membuat mereka sibuk untuk menyiapkan segala sesuatunya. Padahal tinggal menyewa gedung Saja dan yang lain nya." Keluh Yonas menghembuskan nafas kasar.


Sungguh dia selalu menggebu-gebu saat Ifah berada di dekat nya. Padahal sebelumnya dia tak pernah seperti ini. Beberapa kali menjalin hubungan dengan wanita, Paling mentok berciuman dan sebatas cek kemulusan fisik dengan rabaan. Namun tak pernah membuat junior nya sampai meronta-ronta ingin di lepaskan dari sangkar nya.


Namun bersama gadis desa itu, Yonas selalu merasa kelaparan ingin melahap gadis itu setiap saat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf atas keterlambatan update nya BESTie-bestie ku, kesibukan di dunia nyata begitu menyita waktu dan perhatian. Menjelang hari raya yang semakin mendekati hari H, banyak Persiapan yang serasa selalu saja ada yang kurang.


Terimakasih sudah bertahan untuk menanti update othor 🙏🥰😚

__ADS_1


Jangan lupa like, n komen juga dukungan lain nya🤗🤗🤗😘😘😘


Lope lope sekebon buat kalian semua🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍


__ADS_2