Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Kegundahan hati Alex


__ADS_3

Alex terlihat mengemasi barang-barang di dalam kamar, hari ini mereka memutuskan untuk kembali ke kota. Alex merenung setelah selesai memasukkan pakaian nya dan Ayank ke dalam tas jinjing. Hanya tas ukuran sedang yang dia beli di pasar tempo hari.


Ayank yang hendak masuk memanggil Alex menghentikan langkah nya. Pria itu terlihat melamun seraya mengusap sebuah lembaran foto. Foto itu berisi gambar diri nya dan Ayank di sebuah tempat wisata. Alex sengaja mencetak nya agar dapat dia simpan di dalam figura.


"Masih adakah kesempatan untuk ku Ay? boleh kah kita tak usah pulang saja? aku takut kau akan berubah setelah bertemu dengan keluarga mu dan juga kelompok mu. Aku mencintaimu Ay, aku tak sanggup lagi berpisah." Alex terisak pelan sambil menenggelamkan wajah nya di atas lembaran foto tersebut.


Alex sudah terlihat resah sejak dua hari yang lalu. Ketika Ayank menyampaikan rencana nya untuk kembali ke kota. Banyak hal yang harus dia tuntaskan, terlebih Arkhan yang sudah mulai meraja rela.


Namun rupa nya Alex masih keberatan. Pria itu masih ingin menikmati waktu berlama-lama bersama Ayank. Karena jika wanita itu kembali, maka dia akan dengan mudah di lupakan. Dan yang jelas tak lagi di butuhkan. Siapalah diri nya, hanya pria kere yang tak memiliki apapun. Apalagi kekuasaan untuk mempertahankan wanita itu tetap berada di samping nya.


Alex sangat menyadari keterbatasan nya tersebut. Itu kenapa pria itu begitu kacau dua hari ini. Kekhawatiran nya begitu berlebihan, padahal Ayank sama sekali tak mengatakan apa pun.


Sebuah usapan lembut membuat Alex mendongak. Segera Alex mengusap air mata nya ketika melihat siapa yang duduk di samping nya.


"Ay? ini udah selesai, maaf lama. Mata ku kelilipan saat mengemas barang kita." Ucap pria itu tersenyum hangat. Hati Ayank mencelos iba, Alex telah berubah segala nya. Tak ada lagi sikap arogan nya, tak ada lagi penampilan branded nya. Semua yang pria itu pakai hanya pakaian murah hasil tawar menawar di pasar. Berbeda dengan apa yang dia pakai, meski keluaran pasar. Namun dengan harga ratusan ribu. Alex berusaha memberikan yang terbaik untuk nya, meski pria itu sendiri hanya memakai kaos tembus pandang dengan harga 20 sampai 30 rb saja. Itu pun setelah di tawar sedemikian rupa.


"Mau peluk?" tawar Ayank semakin membuat hati Alex ketar ketir. Apa kah ini akan menjadi kedekatan mereka yang terakhir? Alex tak menyahut, namun langsung merengkuh tubuh mungil Ayank ke dalam pelukan nya.


Bahu Alex berguncang tak tertahankan. Pria itu menangis terisak-isak, persetan dengan segala harga diri nya sebagai seorang laki-laki. Dia hanya ingin menumpah kan semua perasaan nya agar tak ada lagi sesal.


"Ma_af atas semua luka yang pernah aku berikan untuk mu...semoga kau bahagia, bertemu dengan pria baik yang tulus mencintai mu.. Jangan lupa undang mantan brengsek mu ini kelak saat kau menikah. Aku mungkin tak akan memberikan kado yang mahal, tapi aku akan memberikan kado yang berkesan untuk mu." Ucap Alex setelah mampu menguasai hati nya.

__ADS_1


Ayank masih bergeming, membiarkan Alex memeluk nya sepuas hati. Meski merasa sedikit ngilu akibat pelukan erat tersebut. Pasal nya tubuh kekar Alex yang kini berubah menjadi bongkahan tulang-tulang menonjol di mana-mana. Pria itu begitu kurus, Alex hanya mementingkan nutrisi terbaik bagi Ayank. Tak peduli pada lambung nya yang kadang perih menahan lapar.


Alex merasa tak enak hati makan dengan rakus saat dia hanya menumpang di rumah sahabat nya. Padahal Yonas selalu memarahi nya karena porsi makan Alex yang terlihat seperti seorang model kelas internasional. Pria itu makan dalam porsi kecil dengan alasan sedang membiasakan lambung nya untuk melakukan diet.


Diet? Yonas sampai hampir tersedak sendok saat mendengar alasan tak masuk akal tersebut.


"Kenapa kau jadi Pria cengeng sekarang? kemana Alex yang tak suka menunjukkan kelemahan nya? pria arogan dan dingin yang selalu ku lihat dulu. Pergi kemana pria itu sekarang?" ucap Ayank terkekeh kecil.


Alex mengurai pelukan lalu ikut tertawa kecil. Jejak air mata nya masih terlihat jelas di pipi tirus itu. Tulang pipi yang menonjol lagi-lagi membuat hati Ayank terenyuh pedih.


"Pria itu sudah lama mati, mati bersama segala hal buruk yang ada di dalam nya. Sekarang hanya tersisa Alex si pria lemah dan miskin." Balas Alex Merapikan anak rambut Ayank yang sedikit berantakan karena ulah nya.


Di tatap nya wajah Ayank dengan puas, agar dapat dia ingat di dalam sanubari nya hingga raga nya yak lagi bernyawa. Akan dia simpan kenangan wanita itu sampai kelak menjadi pria tua yang pikun.


Yonas mendengus kasar saat mendengar kalimat fitnahan tersebut. Sejak tadi pria itu mengintip dari balik pintu, niat hati ingin masuk mengucapkan kalimat perpisahan meski nantinya akan berjumpa kembali saat pernikahan nya dengan Ifah.


Namun pemandangan di dalam kamar tersebut membuat nya urung melanjutkan langkah masuk. Yonas pun tak kuasa menahan air mata, Alex adalah sahabat semasa sekolah nya. Teman yang selalu ada kala diri nya dalam kesulitan. Alex tak segan membantu nya, padahal pria itu juga bekerja untuk memenuhi segala kebutuhan yang tak terpenuhi dari orang tua nya.


"Lihat lah mulut nya, kau benar-benar harus membuat nya selentur mungkin. Kalau perlu buatlah sampai doer." Ketus pria itu menyembunyikan raut keruh di wajah nya agar tertutupi oleh kalimat tersebut.


"Aku bukan diri mu, dasar dokter mesum!" sarkas Alex melotot tajam. Yonas tertawa renyah, beberapa kali dia memperlihatkan kemesraan nya dengan sang kekasih agar membuat Alex panas dalam. Dia ingin pria itu bertindak gentleman, namun sayang, jiwa insecure yang sudah melekat sempurna di dalam diri Alex. Tak lagi dapat di rubah oleh situasi apapun, terlebih saat kini diri nya merasa hanya seorang pria kere.

__ADS_1


Sungguh membuat Yonas gemas ingin memanggang sang sahabat hidup-hidup sebagai menu prasmanan pernikahan nya nanti.


"Ck! kau iri pada ku, bilang saja. Ayo, aku masih harus menemani calon istri ku mempersiapkan segala sesuatu untuk pernikahan kami. Kau kenapa lelet sekali seperti wanita." Omel Yonas terlihat kesal. Padahal pria itu sangat senang dengan keberadaan Alex dan Ayank di rumah nya.


Dia tau jika apartemen Alex telah di jual, dan entah di mana pria itu akan tinggal setelah ini. Rumah terkahir yang Alex punya pun sudah terjual, harga nya tidak mahal mengingat fisik bangunan yang sedikit tak terawat di beberapa bagian luar nya.


Dalam perjalanan, Alex terus menggenggam jemari Ayank. Sesekali mencium nya dengan sayang. Ayank sama sekali tak protes, dia pun merindukan semua itu, Alex nya yang penuh perhatian dan kelembutan seperti dulu.


"Di mana alamat baru mu? mungkin nanti aku akan berkunjung sesekali saat aku tak sibuk memburu pada kecoa jalanan." Sela Ayank memecahkan keheningan.


Alex bergeming, dia Masih belum memiliki tujuan. apalagi tempat tinggal. Dia mulai memikirkan untuk tinggal di rumah petak seperti Miska, pasti lebih murah pikirnya. Jika Miska hanya berjualan kue saja mampu membayar nya, kenapa dia sebagai seorang pria tak bisa.


Meski sadar mencari pekerjaan akan sangat sulit setelah ini, sang ayah pasti tak akan membuat hidup nya berjalan mudah. Dia yakin pria paruh baya itu akan membuat nya kesulitan dalam hal pekerjaan, sampai dia menyerah dan kembali menjadi alat sang ayah untuk menguasai perusahaan keluarga dan merusak klan Ayank juga sang adik.


Alex tak akan sudi, lebih baik dia bekerja sebagai buruh bangunan meski tak seberapa dan butuh tenaga ekstra. Dari pada kembali hidup dalam tekanan sang ayah seperti dulu.


Sesungguhnya, dari semua hal, hidup Alex lah yang paling menyedihkan. Sejak kecil Alex di harus kan menjadi dewasa dan cerdas dengan cara-cara keras oleh Antonio. Cambukan gesper akan menyapa punggung nya kala tak mampu memenuhi ekspektasi sang ayah. Itu kenapa Alex harus selalu sempurna dan memiliki sifat tak percaya diri yang mengerikan untuk ukuran seorang pria.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di sini, semoga kisah Alex bisa memberikan kita banyak pengetahuan yang lebih luas akan sebuah persepsi. Kadang apa yang kita dengar, apa yang kita lihat belum tentu itulah yang terjadi. Alex adalah contoh kecil dari sikap Maruk para orang tua.

__ADS_1


Ambil hikmahnya ya guys😘😘


Lope lope sekebon buat kalian semua 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2