
Waktu berjalan begitu cepat, tiba saat nya bagi Heri menuai kebahagiaan nya. Begitu pula Amber. Meski sempat meragukan pria bertato itu, namun kini keyakinan nya tak tergoyahkan lagi.
Terlebih pria itu sangat menyayangi putra nya.
"Selamat bro, tembak dalam yang kenceng yaa. Jangan malu-maluin, ini aku ada sedikit sangu bekal dari kakek uyut di kampung. Di jamin bakal kejang-kejang semalaman tanpa jeda." Bisik Jordy menyelip kan kado ajaib yang dia sebut sebagai sangu dari sang kakek buyut nya di kampung halaman.
Heri menginjak kaki Jordy dengan senyum lebar, sementara Jordy melebar kan kedua matanya kesal.
"Milik ku baik-baik saja tanpa kau berikan benda keramat mu itu." Desis Heri berbisik jengkel pada rekan nya.
"Yang ngantri masih banyak, bisa tidak kebiasaan di markas jangan di bawa-bawa sampai ke pelaminan. Aku lapar!" kesal Miska yang sudah tak sabar berdiri lama di belakang sang suami. Wanita itu melangkah menuju ke arah pengantin wanita sembari menyalami dan cepika cepiki ala para wanita.
"Sayang? apa ini tidak kebanyakan? makan bareng aja ya?" Ayank langsung merubah ekspresi wajah nya yang tadi berbinar cerah. Alex seketika kalang kabut melihat perubahan istri nya yang belakangan memiliki emosi tak stabil.
"Jadi maksud mu aku rakus! begitu?" sarkas Ayank dengan nada sedikit tinggi. Ana yang kebetulan lewat langsung peka akan situasi yang tak nyaman tersebut.
"Sayang? kenapa kau menghentak suamimu nak?" tegur Ana lembut. Ayank langsung mengubah ekspresi nya secepat kilat. Bergelayut manja di lengan sang ibu sambil mengadu.
Sungguh Alex speechless dengan sikap ajaib istri nya itu.
"Alex mengatakan aku rakus bun, padahal aku hanya makan sedikit saja. Apa ini terlalu banyak bun?" Ana melirik piring lebar sang anak sembari meneguk ludah kasar. Sedikit versi sang anak sama dengan dua sampai tiga posri orang dewasa.
Sedangkan Alex menggeleng cepat ke arah sang mertua. Menolak tuduhan tak berdasar tersebut.
Namun Ana tetaplah seorang ibu yang memiliki hati yang lembut dan peka.
"Tentu saja tidak, kau bahkan bisa menambah nya jika masih ingin. Kita tak akan kekurangan makanan di sini. Lex, temani istri mu dan turuti apapun yang putri ku ingin kan." Ana memberikan kode alam agar Alex mengerti. Pria itu tersenyum kaku namun tetap mengangguk mantap.
__ADS_1
Perkara selesai. Namun tidak di beberapa menit kemudian. Revan yang jahil begitu terpukau melihat porsi makanan sang bos ketimbang terpesona dengan penampilan Ayank kala itu. Kecantikan wanita itu sudah sering dia lihat, dan bagi nya sang bos selalu cantik meskipun dalam keadaan berlumuran darah sekalipun.
"Waw nyonya! apa kau sadar porsi mu bisa membuat tamu yang lain tak kebagian? ckckckck! aku harus waspada ketika aku menikah nanti. Tamu-tamu model begini yang akan aku hindari. Bisa-bisa semua uangku habis hanya untuk mengenyangkan satu perut saja, dan yang lain pulang dalam keadaan kelaparan." Alex memejamkan kedua mata nya.
Pria itu sedang menanti reaksi sang istri yang terlihat berang.
"Aku juga tak berminat datang ke pernikahan mu! lagi pula siapa yang mau menikah dengan homo seperti mu? ayo sayang, jangan dekat-dekat dengan nya. Aku tak mau berbagi dirimu dengan seorang gay ini." Sarkas Ayank menarik lengan sang suami untuk menjauhi Revan.
Sedangkan wajah Revan memerah menahan malu. Jika boleh memohon, Revan ingin berubah wujud saja saat ini. Wanita itu benar-benar keterlaluan.
Revan menatap sekeliling dan memberikan senyuman terbaik nya.
"Silahkan di nikmati hidangan nya. Maaf atas apa yang kalian dengar. Kami hanya bercanda, wanita tadi adalah sahabat ku dan dia sedang sangat sensitif. Maklumlah, wanita hamil muda memang suka asal kalau bicara. Silahkan, silahkan di lanjutkan. Nikmati pesta nya..." Ujar Revan berusaha menyelamatkan harga diri nya yang sudah neplek di lantai ballroom hotel, akibat ulah Ayank.
Para tamu hanya saling berpandangan kemudian kembali menikmati acara megah tersebut. Pernikahan yang di rancang cukup mewah oleh Ana dan Rick meski Heri sempat menolak nya.
Alex tersenyum dalam diam nya. Bayangan kehamilan sang istri membuat senyum nya semakin lebar. Dan Ayank salah sangka akan senyum tersebut. Arah pandangan Alex yang mengarah pada seorang wanita, membuat Ayank berpikir Alex sedang tersenyum pada wanita itu.
"Padahal aku di sini dan kau tersenyum menatap wanita lain dengan lapar!" desis Ayank menekan kalimat nya.
Alex terkesiap lalu menoleh panik.
"Tidak sayang, aku tadi hanya menatap kosong dengan sedikit khayalan tentang mu." Ucap Alex cepat. Ayank menyipit menatap sang suami.
"Ku pikir mungkin saja saat ini sedang tumbuh bayi mungil di sini. Apa kau sadar, kita tak pernah absen membuat nya." Ucapan frontal Alex berhasil membuat pipi Ayank merona.
"Kau ini! bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti ini di tempat umum. Dasar mesum!" ketus Ayank menahan malu.
__ADS_1
Namun sejenak wanita itu seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Kau benar, kenapa aku bisa tak menyadari nya? mungkin kah? astaga! aku yakin sikap menyebalkan ku belakangan ini karena ada kecebong di perut rata ku ini." Pekik Ayank tanpa sadar. Alex tertawa renyah melihat sikap antusias sang istri tanpa peduli pada tatapan aneh para undangan.
"Semoga saja. Setelah pulang dari sini kita akan memeriksa nya di rumah." Balas Alex tak kalah antusias.
Kedua nya sama-sama menggumamkan doa dalam hati masing-masing. Berharap apa yang mereka doakan boleh terkabul kan.
Di belahan benua lain, seorang gadis kecil terus menangis kala di pukuli berkali kali menggunakan gesper.
"Bukan aku tuan, aku tidak tau siapa yang sudah mengambil nya. Ampunilah aku tuan..." suara isak tangis tersebut tak membuat iba si pria yang tengah memukuli kedua telapak tangan nya dengan brutal.
"Pencuri mana yang mau mengakui kesalahannya, hah?! maling tetap saja maling! seperti ayah mu yang tak berguna itu, karena dia aku kehilangan dua pabrik uang ku. Dan kau harus membayar hutang-hutang ayah mu padaku. Dengan menjadi budakku seumur hidup!" suara tawa menggelar di dalam kamar sempit dan kumuh tersebut.
Tak puas hanya melukai fisik si gadis kecil. Seperti biasa, pria itu meminta hal yang tak seharusnya di lakukan oleh anak sekecil itu. Melakukan servis orang dewasa di usianya yang masih sangat belia.
Puas has rat nya tersalurkan, si pria keluar dari sana dengan wajah penuh kepuasan.
Sementara si gadis kecil kembali muntah-muntah seperti biasa nya. Mulut nya penuh dengan cairan si pria yang di jejal paksa, dalam mulut mungil nya. Sungguh si gadis kecil itu ingin mati saja. Di siksa fisik juga psikologis nya. Berharap ada orang baik yang akan menolong nya dari sana, karena yang dia ketahui sang ayah telah tiada.
"God! please send someone to help me.." lirih nya dengan nada begitu pilu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ ...
Akankah Tuhan segera mengirimkan seseorang untuk menyelamatkan sang gadis kecil tak berdosa tersebut. Dalam ketidakberdayaan nya, dia hanya bisa berdoa agar seseorang yang baik hati akan datang dan membawa nya pergi.
Lope lope kesayangan buna Qaya 🤍🥰🤍🥰🥰
__ADS_1