Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
perpisahan


__ADS_3

Setiba di negara A, kedua insan yang tak saling akur tersebut di jemput oleh sopir keluarga Jorge. Sementara Zian gelisah karena sang gadis kecil pujaan akan di jemput kembali oleh sang ayah.


"kak, kemari lah." Pinta gadis kecil bernama Marissa tersebut. Dengan malas Zian menghampiri Marissa yang tengah duduk di sisi ranjang.


"Aku membuat kan gelang manik ini untuk kakak. Bagus tidak? jangan pernah melepaskan nya, oke? kelak saat kita bertemu kembali, aku akan langsung mengenali kakak melalui gelang ini. Karena ini buatan ku sendiri, jadi aku akan mudah mengenalinya." Ucap Marissa dengan senyum ceria di wajahnya.


Zian menatap gelang manik yang di lingkarkan oleh Marissa di pergelangan nya. Sudut bibir nya terangkat sempurna. Hati nya berdesir mendapatkan hadiah kecil tersebut. Pantas saja Marissa ngotot minta di belikan sepaket kotak berisi manik pada nya. Rupa nya gadis itu ingin membuat kan nya sebuah gelang perpisahan.


"Aku akan memakai nya sampai kapanpun. Tapi bagaimana jika tali nya putus tanpa sengaja?" Ucap Zian terlihat cemas. Marissa terkekeh mendengar nya.


"Tak apa kak, tapi kalau bisa sebelum benar-benar putus. Kakak mengganti talinya dengan cara memasukkan benang dari sini." Marissa menunjukkan sisi yang bisa di sisipkan dengan tali baru, ketika tali gelang tersebut mulai menandakan akan putus.


Zian mengangguk paham. Tak lama suara ponsel nya berdering. Terlihat Alicia lah yang menghubungi nya. Zian menatap malas layar ponsel nya sebelum akhirnya menggeser tanda berwarna hijau.


"Kenapa lama sekali? apa kau sedang luluran?" Zian berdecak sebal, sepupu nya itu selalu tau cara membuat nya kesal.


"Ck! kau di mana sekarang? jangan membuat ulah, aku tak ingin menjadi tumbal masalah mu. Aku bukan kak Ayank yang sabar." Celoteh Zian bersiaga.


Sementara di ujung telepon, Alicia mencibir jengkel. Semua orang selalu mengatakan jika dirinya ceroboh. Meskipun itu kenyataan nya namun apa salahnya berpura-pura saja tidak tau.


"Aku tak akan membuat masalah untuk mu, jadi kau tenang saja. Mana gadis itu? ayahnya tidak bisa makan dan tidur dengan benar karena memikirkan putri kesayangan nya. Aku harap anak kecil itu kembali dalam keadaan utuh, terutama masa depan nya. Mengingat jika kau adalah predator kelas itik, aku khawatir kau menyeruduk nya tak ingat berapa usianya." Cerocos Alicia membuat Zian ingin sekali membenamkan wajah sang sepupu ke dalam pasir hisap.


"Aku bukan pedofil vangke!" seru Zian tak terima.


Sementara Alicia tergelak renyah di seberang yang entah di mana.


"Aku hanya berjaga-jaga saja, mana tau kau khilaf. Ya sudah, aku akan tiba di apartemen mu kurang dari lima menit. Jika kau ingin mengucapkan kalimat perpisahan yang menyentuh hati, kau bisa melakukan nya sekarang. Aku harap gadis kecil itu memahami nya dengan baik. Berjanji lah kau akan mencari nya kelak untuk menjadikan selirmu yang entah ke berapa. Bye-bye!" Sambungan terputus sepihak begitu saja.


Zian mengumpat hingga tak sadar jika Marissa sejak tadi menatap nya dengan heran.


Zian tersadar kala menoleh dan mendapati Marissa terus menatap ke arah nya. Dengan senyum canggung, Zian membawa Marissa keluar kamar. Pria itu membantu Marissa membawa tas punggung berukuran sedang yang pas di tubuh kecilnya.

__ADS_1


"Ca?"


Gadis itu menoleh mendengar nama panggilan yang di sematkan oleh Zian padanya.


"Ya kak?" Marissa menatap Zian dengan tatapan mata bening yang polos. Sungguh menggemaskan.


"Ca, apa boleh aku membuat sebuah janji yang harus kau tepati kelak? kau hanya perlu mengatakan tidak dan ya. Itu pilihan mu. Jadi apa kau siap untuk mendengar nya?" Marissa mengangguk kecil sembari menatap Zian dengan ekspresi penasaran.


"Begini. Aku tak tau kau mengerti atau tidak apa yang akan aku sampaikan ini. Tapi aku hanya ingin kau berjanji satu hal padaku. Jika kau sudah dewasa kelak, bisakah kau tak memiliki seorang kekasih. Kekasih seperti yang kau tonton di drama Korea beberapa waktu belakangan ini. Apa kau mengerti maksud ku? atau lupakan saja. Ayo bersiaplah, ayahmu sudah menuju kemari." Zian akhirnya menyerah.


Marissa tak akan paham apa yang dia bicarakan.


"Aku berjanji kak. Aku mengerti apa yang kakak katakan. Meski tak tak sepenuhnya paham. Tapi aku akan memenuhi janjiku untuk tidak memiliki kekasih jika aku sudah dewasa nanti. Begitu kan maksud kakak?" mata bening itu semakin intens menatap Zian.


Membuat senyum Zian terbit sempurna. Pria itu kemudian mengangguk.


"Kau cerdas. Sekarang ayo bersiaplah. Boleh aku memeluk mu gadis kecil?" Marissa tersenyum kemudian mengangguk. Kini kedua nya terlihat seperti kakak beradik yang akan berpisah jauh. Untuk waktu yang lama.


"Duduklah sebentar, aku akan membuka pintu dulu." Zian berjalan menuju pintu, dan saat pintu terbuka. Benar saja, Alicia bersama seorang pria berdiri di depan pintu apartemen nya.


"Kenapa lama sekali? apa sesulit itu mengucapkan kalimat perpisahan?" dengus Alicia kesal.


"Ck, dasar tamu tak ada etika. Kau memarahi tuan rumah tanpa sebab." Omel Zian tak terima.


Boby melangkah masuk, melihat punggung kecil yang tengah bermain suatu di tangan nya. Marissa rupanya tengah bermain game di ponsel Zian.


"Ma_rissa.." lirih Boby kala melihat tubuh kecil sang anak yang bahkan lebih berisi dari saat masih bersama nya. Pikiran buruk langsung menyeruak dalam benak nya.


Pria itu berpikir sang anak sudah menjadi korban predator anak, sang mafia yang kini sedang mereka cari. Pria tua yang dulu juga merupakan partner bisnis haram nya, namun kini berbalik menjadi rival nya.


"Putri mu baik-baik saja. Aku sudah membawa nya melakukan pemeriksaan menyeluruh. Pria jahanam itu tak sampai menyentuh masa depan nya. Hanya saja..." kalimat Zian terjeda kala mendengar suara pekikan girang dari mulut mungil Marissa.

__ADS_1


Ayah anak itu berpelukan meluapkan segala kerinduan yang memuncak. Boby menangis haru mendapati anak nya masih hidup. Dan yang paling penting, kehormatan nya masih terjaga. Walau tidak dengan kedua mata polos dan bibir mungil nya. Yang di paksa keadaan untuk melihat hal yang tak seharusnya dia lihat dan, mulut kecil itu di paksa untuk melakukan hal menjijikkan.


Sungguh hati Boby sakit kala mendapati kebenaran itu dari orang suruhan Ayank yang menyamar di markas musuh.


Pria itu bersumpah akan memotong benda jahanam yang telah di jejalkan secara paksa, ke dalam mulut mungil putri nya yang masih kecil.


Alicia sengaja mengotak atik isi kulkas Zian agar pria itu memiliki momen melepaskan rindu pada sang anak.


"Bagaimana kabar mu sayang? maafkan daddy karena baru datang sekarang." ucap Boby dengan perasaan bersalah.


"Aku baik, kak Zian memberikan ku makan hampir setiap jam. Kak Zian bilang tubuh ku seperti balita, jadi aku harus makan banyak. Lihat aku sekarang menjadi seperti ikan buntal." Cerita Marissa dengan nada ceria. Boby menoleh kemudian mengangguk pelan pada Zian, sebagai ungkapan rasa terimakasih nya.


Zian membalas nya dengan tersenyum simpul nan ramah. Calon mertua cuy, begitulah batin Zian berucap.


"Kau terlihat menggemaskan sayang. Lebih baik dari pada saat bersama daddy. Daddy sangat merindukan mu" Boby kembali memeluk tubuh sang anak penuh kerinduan. Rasanya sangat menenangkan saat mengetahui jika putri nya di selamat oleh orang baik. Meski bukanlah sesuatu yang di rencanakan, namun tak ada kebetulan yang terjadi begitu saja.


Zian menatap momen haru tersebut sembari tersenyum hangat. Dia jadi rindu ayah dan buna nya di tanah air.


Berpikir setelah menyelesaikan kuliah nya, Zian akan kembali dan mengelola perusahaan keluarga dan membantu kakak perempuan nya di markas. Dia akan menjadi kan itu sebagai kesibukan nya nanti, agar fokusnya sedikit teralih dari gadis kecil bernama Marissa.


Walau terpaut usia yang cukup jauh, Zian optimis. Jika ketampanannya hakiki dan tak lekang oleh waktu. Dengan uang yang banyak, segala metode canggih bisa di gunakan agar tetap terlihat awet muda. Lee Min-ho saja bisa, kenapa dia tidak. Begitulah pikir nya sambil tersenyum simpul penuh khayalan.


Alicia menggeleng kan kepala nya prihatin. Pasti sang sepupu sedang berkhayal tingkat dewa sekarang. Sungguh Casanova menyedihkan batinnya mengejek.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Guys🤗 kuy mampir di novel baru othor ya🙏🙏


Jangan lupa di favorit, komen n like oke😘😘


Lope lope para kesayangan buna Qaya 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1



__ADS_2