Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Harapan Alex


__ADS_3

Alex terlihat gelisah, pria itu sudah tak terhitung kali berjalan mondar mandir di ruang tunggu. Sementara Ayank sedang dalam penanganan serius di dalam ruang operasi. Wanita itu mengalami pendarahan hebat subuh tadi di kediaman nya.


Alex yang merasa terusik dengan hawa dingin menerpa kulit tangan nya sontak terbangun. Saat menyibak selimut, kedua netra Alex terbelalak sempurna.


Genangan darah di bawah tubuh Ayank lah yang membuat paginya terasa sangat dingin menusuk pori-pori. Alex bergegas menggendong tubuh lemah istri nya menuju keluar. Sepanjang jalan pria itu mengemudi dengan pikiran kacau. Dia tak tau apa yang telah menimpa sang istri.


Alex menyalahkan dirinya karena telah melakukan penyatuan semalam. Namun semua sudah sesuai prosedur yang dikatakan oleh sang dokter. Alex melakukan nya dengan sangat lembut dan penuh perasaan.


Namun kenyataan yang dia lihat pagi ini, sungguh membuat nya syok dan jera. Dia bersumpah tak akan memaafkan diri nya sendiri jika sesuatu terjadi pada istri nya itu.


Kini, Alex dengan segala harapan tinggi memohon pada sang pencipta. Agar menyelamatkan wanita nya. Alex hanya di beri dua pilihan, antara bayi-bayi nya atau Ayank istri nya.


Dan dengan tegas, pria itu memilih istri nya. Meski sempat membuat keluarga kaget atas pilihan tersebut, namun mereka juga tak rela kehilangan Ayank.


Klek


pintu akhirnya terbuka, Alex menyongsong sang dokter dengan cecaran pertanyaan mengenai istri nya.


"Bagaimana dengan istri saya dok? katakan jika istri saya baik-baik saja!" tekan Alex dengan tatapan menyedihkan.


Sang dokter menghela nafas panjang. Ayank adalah keponakan nya, jelas dia ingin yang terbaik untuk wanita itu. Namun Ayank jugalah yang membuat nya berjanji, jika kelak terpaksa harus memilih. Maka selamatkan lah anak-anak nya.


"Kedua anakmu lahir dengan selamat dan sehat, hanya saja mereka masih harus berada di inkubator. Karena...."


"Aku bertanya tentang istri ku dokter, bukan anak-anak ku!" Widi terkesiap mendengar teriakkan Alex yang menggema. Begitu pun keluarga yang lain. Mereka tak menyangka, Alex akan bereaksi luar biasa tanpa ingin tau tentang keadaan anak-anak nya.

__ADS_1


"Lex, tenangkan dirimu. Anak-anak mu membutuhkan salah satu orang tua mereka sekarang. Pergilah temui anak anak mu, ayah dan yang lain akan di sini sampai Ayank selesai di tangani." Bujuk Rick menepuk pundak Alex.


Namun pria itu menggeleng kuat. Dia tak bisa meninggalkan istri nya sekarang. Lebih baik dia tak melihat wajah kedua anak nya, agar pikiran nya tak terbagi.


Ana mengusap air matanya. Alex berada di fase rapuh yang amat sangat. Tak ada yang dapat mereka lakukan selain bergantian mengurus kedua bayi malang tersebut.


πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»


Dua minggu berlalu, namun kondisi Ayank tak kunjung membaik. Wanita itu masih betah berada dalam mimpi panjang, tanpa peduli berapa lama Alex mampu bertahan tanpa nya.


"Makan dulu nak, buna membawakan mu makan siang. Ayo, makan dulu. Buna dan Jumi akan menjaga Ayank di sini." Bujuk Ana sabar. Alex tak makan dengan benar selama dua minggu ini. Pria itu bahkan belum pernah sekalipun melihat kedua anak nya.


Rean yang kesal sempat memberikan Bogeman mentah pada Alex. Namun pria itu tak bereaksi. Tetap kukuh menunggu istri nya terbangun barulah mereka akan menengok bayi-bayi malang tersebut.


Alex juga tak mau melihat video yang di rekam oleh keluarga istri nya. Dia takut waktu nya akan terbagi dan otomatis perhatian nya akan teralih kan dari sang istri tercinta.


"Aku masih kenyang bun, lagian kak Jumi sedang hamil besar. Dia pasti kelelahan jika duduk terlalu lama. Aku akan makan saat aku merasa lapar. Buna jangan khawatir, aku baik-baik saja. Kalian bisa langsung pulang saja." Ucap Alex menolak halus perintah sang mertua.


Benar memang, Jumiati sedang menanti waktu persalinan nya saja. Wanita itu belum di nikahi oleh Rean karena sedang dalam kondisi hamil. Gereja tak bisa mentolerir nya.


Jadilah Rean harus bersabar untuk bisa menjenguk sang anak di dalam cangkang nya. Jumiati di bawa tinggal di kediaman Ana dan Rick, semua agar mereka bisa menjaga calon mantu sekaligus cucu mereka.


Namun Rean yang nakal sering diam-diam menyelinap ke dalam kamar Jumiati. Sekedar melepas kerinduan pada calon ibu anak nya meski hanya cipiki cipiki ringan.


Ana menghela nafas panjang, melihat Rick yang semakin hari semakin sulit untuk di kendalikan.

__ADS_1


"Apa tidak sebaiknya Ayank di bawa keluar negeri saja bun? mungkin perawatan di sana lebih baik dari segi alat atau obat-obatan. Aku tak bisa kehilangan istri ku bun, aku sudah pernah kehilangan nya sekali. Jika sekali lagi aku kehilangan nya, aku tak akan bisa menerima nya." Ucap Alex tergugu.


Ana tak tau harus berkata apa. Hatinya pun sama getirnya, melihat kondisi sang anak yang tak kunjung membuka mata.


"Dengar nak, twin membutuhkan mu sekarang selama Ayank belum bangun. Mereka ingin merasakan sentuhan tangan ayah mereka. Pergilah melihat mereka, kau akan merasakan kekuatan berkali-kali lipat setelah mendengar suara tangisan kecil dari mulut mungil kedua anakmu. Anak-anak adalah kekuatan orang tua, kedua anakmu menunggu mu dengan sabar. Sejak menyapa dunia, kedua nya sama sekali belum pernah menangis. Dokter mengkhawatirkan kondisi keduanya, cobalah memberikan stimulasi melalui dekapan hangat mu. Istri mu pasti akan sangat senang jika tau kau begitu menyayangi malaikat yang rela dia hadirkan, dengan seluruh kehidupan yang dia punya. Jangan sia-sia perjuangan istri mu nak, Alex."


Ana terisak di pelukan Jumiati, wanita hamil itu hanya bisa menenangkan sang calon mertua dengan pelukan hangat. Dia tau bagaimana rasanya takut akan kehilangan, bahkan kehilangan pun sudah pernah dia rasakan.


Dia salut, Alex yang rupawan begitu setia pada istri nya yang tengah koma. Pria itu seperti kehilangan separuh jiwa nya, dan kini terlihat seperti tubuh hampa tanpa harapan.


"Tengoklah kedua anakmu, mungkin dengan kehadiran mu. Baby twin akan merespon sentuhan dengan baik." Ujar Jumiati menambah kan.


Dia tau keluarga itu sudah sangat keras memberikan semangat dan pemahaman pada Alex yang keras kepala. Namun pria itu bergeming seolah tak mendengar apapun.


"Bagaimana jika Ayank terbangun dan mencari ku? dia pasti berpikir aku tak peduli padanya jika aku tidak ada saat dia membuka mata." Akhirnya Alex mulai melunak. Hatinya pun ingin bersua dengan kedua anaknya, namun ada ego yang berusaha dia tahan.


"Kami akan mengatakan, jika kau tak sedetikpun pernah meninggalkan nya. Kau hanya sedang berbagi sedikit waktu untuk kedua anak kalian. Ayank wanita yang pengertian, dia akan memahami dengan cepat." Lanjut Ana meyakinkan.


Akhirnya Alex mengangguk meski berat meninggalkan sang istri. Dengan langkah tak bersemangat, Alex keluar dari ruangan tersebut. Membawa harapan agar semuanya kembali membaik seperti sedia kala.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Apakah Ayank akan segera terbangun, atau mengulang sejarah sang ibu di masa lalu?


sanggupkah Alex bertahan dalam penantian, setia seperti sang ayah mertua?

__ADS_1


Kuy simak ban selanjutnya gengs


lope lope para kesayangan buna Qaya 🀍🀍🀍


__ADS_2