Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Hukuman Boby


__ADS_3

Setiba di markas, Ayank langsung menuju ruang tahanan di ruang bawah tanah. Ruangan tersebut berada persis bawah bangunan markas yang terlihat minimalis dari permukaan. Namun memiliki ruang bawah tanah dengan ukuran lebih luas, dari ukuran bangunan induk itu sendiri.


Saat pintu kedua penghubung terbuka, terdengar suara teriakan dari ruangan di mana Boby ditahan. Pria itu meronta-ronta seperti balita yang akan mendapatkan vaksinasi rubella.


Boby sedang menjalani hukuman nya, karena pria itu masih bungkam soal tempat pelarian Antonio. Rumah megah Antonio telah di jual oleh pria itu sebelum kabur, bahkan semua aset tak bergerak telah di uang kan. Saham-saham pun sudah di jual tanpa sisa.


Perusahaan keluarga pun turut di akuisisi oleh perusahaan asing. Mengingat bagian ini membuat Ayank sangat marah. Perusahaan yang hampir gulung tikar itu adalah hasil jerih payah suami nya beberapa tahun, untuk memulihkan kembali perusahaan yang nyaris tinggal nama tersebut. Namun kini di akuisisi oleh perusahaan luar tanpa dia ketahui.


Fokus nya memang tak ke sana. Kini wanita itu merasa kecolongan.


Alex yang malang tak mendapat kan sepeserpun, namun pria itu bersyukur tak mencicipi hasil penjualan aset orang tua nya.


Dia ingin memulai segala nya dengan memberikan makanan yang sehat tanpa lemak dosa di dalam nya. Dia ingin Ayank dan anak-anak nya kelak menikmati hasil jerih payah nya sendiri.


"Wow! Kau mengagumkan, Boby. Kesetiaan mu patut ku berikan penghargaan setimpal. Look at you...kau nampak menyedihkan sekarang. Berhentilah memilih jalan yang salah, aku mungkin akan berbaik hati untuk memberikan mu keringanan hukuman." Ujar Ayank yang baru tiba di ruang penyiksaan.


Boby meludah tepat di atas kaki indah Ayank yang di lapisi sendal dengan slop bening tembus pandang.


"Ternyata kau masih memiliki nyali yang besar rupa nya. Aku salut melihat keberanian mu, bahkan ketika malaikat maut mu sedang berkunjung menyapamu sekali pun." Jordy dan Jevon sudah bergerak akan memberikan Boby pelajaran, namun Ayank mengisyaratkan jangan dengan gerakan tangan nya.


Wanita itu berjongkok setelah mengambil tissue dari tangan Jevon, yang berniat untuk membersihkan kaki nya. Dia bukan bos seperti itu. Bukan gaya nya memperlakukan anggota nya dengan perlakuan diktator dan memerintah sesuka hati.

__ADS_1


Dalam keadaan berjongkok, dapat Ayank lihat, jika lutut Boby mengalami infeksi. Ada luka borok tak terawat di sana dan di biarkan begitu saja.


"Apa kau tak pernah lagi menyetok persediaan obat, Murdy?" pria yang merasa namannya di sebut lekas bergerak menghampiri sang ketua klan.


"Di kotak obat lebih dari cukup untuk mengobati 20 orang sekaligus, nona. Bahkan di gudang penyimpanan, stok cairan infus dan lain nya berlimpah ruah." Jelas pria itu sedikit menunduk namun tetap dengan gaya tegas.


"Lalu kenapa tahanan kita yang satu ini bisa begitu menyedihkan dengan luka menjijikkan di lutut nya?" Murdy beralih menatap arah pandangan Ayank, pria itu tersenyum miring.


"Tawanan kita yang satu ini, kebetulan memiliki imun yang sedikit kurang bagus. Namun menolak untuk di rawat dalam bentuk apapun. Apa perlu saya mengamputasi kaki nya yang menganggu indera penciuman itu, nona?" ujar Murdy dengan seringai venom.


Boby terjengkit mendengar kalimat pria menyebalkan tersebut. Dia sengaja membiarkan luka di kaki nya terinfeksi. Semua agar Ayank berpikir untuk melepaskan nya saja atau membunuh nya langsung. Karena keluarga nya Sedang dalam tawanan Antonio. Jika diri nya buka mulut, alamat putri satu-satunya yang dia miliki akan langsung di lenyap kan.


Murdy adalah begal motor yang sudah beberapa kali keluar masuk jeruji besi. Namun rupa nya pria itu malah semakin kebal. Namun saat di pertemukan dengan seorang Ayank, bukan hanya bertobat. Murdy berubah menjadi sosok yang mudah tersentuh oleh suara jeritan pilu para tahanan wanita itu.


Melihat bagaimana wanita yang pernah dia begal itu, mampu memotong bagian tubuh tawanan nya dalam keadaan hidup-hidup. Membuat nyali begalitas nya lenyap begitu saja. Murdy bahkan pernah pingsan kala membantu memungut potongan tubuh tawanan mereka, dan memberikan nya pada singa peliharaan wanita itu.


Sedangkan tubuh Boby bergetar hebat. Keringat dingin mengucur deras kala melihat Ayank mulai mengamati kapak yang akan dia pakai untuk memotong kaki nya.


"Hentikan! hentikan!" teriakan Boby menggema bersahutan oleh pantulan suara nya sendiri.


Ayank tersenyum miring, namun masih belum menghentikan aksi nya. Setelah mengambil gergaji listrik, juga pisau bedah kecil di atas meja. Ayank menghampiri Boby yang semakin ketakutan.

__ADS_1


"Aku mohon hentikan kegilaan ini, aku punya seorang putri. Dan kini entah bagaimana kabar nya bersama tuan Antonio. Kasihanilah aku, beri aku kesempatan untuk menjadi pria yang lebih baik. Bebaskan aku..aku mohon..." lirih Boby mengiba di sisa harga diri nya yang sudah hancur lebur.


Ayank terdiam, menatap datar tanpa memberikan respon apapun.


"Kau tau Boby.." Ayank menjeda kalimat nya sembari menatap lekat pada Boby. "Aku paling benci mendengar suara jeritan permohonan yang begitu memilukan di saat-saat segenting ini. Hampir semua tawanan ku melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan saat ini. Meminta pengampunan di saat ajal nyaris menjemput. Jika aku jadi kau, aku akan lebih memilih mati saja. Daripada melempar harga diri ke dasar jurang dengan sengaja. Entah apa yang kalian pikirkan sebelum memutuskan untuk menjadi sampah masyarakat. Bermodal kan wajah sangar dan sedikit rupiah, namun tak memiliki nyali yang cukup sebanding." Ucapan pedas Ayank bagai hantaman bagi Boby.


Namun pria itu mengabaikan nya bagai angin lalu. Persetan dengan harga diri, diri nya sudah kehilangan semua nya, sejak di tangkap hidup-hidup oleh wanita itu. Tak ada yang lebih penting dari putri semata wayangnya sekarang.


"Tolong, kali ini saja. Selamat kan putri ku, Marissa nama nya. Usianya baru menginjak 8 tahun, dan Antonio menculik nya sebagai tawanan agar aku tak buka mulut. Aku tau kau wanita baik, putri ku tak ada sangkut paut nya dengan semua perbuatan ku. Hanya dia yang aku punya, please..." Ayank bergeming melihat bagaimana Boby memohon dengan kedua tangan dan kaki terikat rantai.


Pria berdarah campuran indo Eropa itu benar-benar berada dalam fase paling menyedihkan.


"Berikan aku pisau bedah itu, Jev." Titah Ayank membuat semua anak buah nya melotot sempurna. Termasuk Boby yang sudah pasrah akan nasib nya. Tak pernah ada yang keluar hidup-hidup selama menjadi tawanan wanita itu. Kini nasib nya pun akan berkahir sama dengan para terdahulu nya, yang bernyali kerupuk bawang.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Gimana gengs, Ayank sadis gsk sih. Gak lah ya, nama nya juga Mafia 😁


Semoga terhibur 🤗


Lope lope kesayangan buna Qaya 🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2