Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Alicia yang menjengkelkan


__ADS_3

Zian menatap gadis kecil yang kini tengah duduk bersila di atas sofa, sambil menonton siaran televisi. Gadis itu rupa nya masih menyukai film-film kartun. Zian menyugar rambutnya frustrasi.


"Sudah malam, tidur lah. kau sedang dalam masa pertumbuhan, bagaimana kau bisa tumbuh dengan baik jika terlalu sering bergadang. Dan aku akan lebih lama lagi menunggumu tumbuh dewasa." Omel Zian yang sudah tidak tahan lagi melihat paha mulus gadis kecil tersebut. Semenjak tinggal bersama nya, berat badan anak itu menjadi lebih berisi.


Namun itu justru menjadi masalah bagi Zian.


"Sebentar lagi kak, setelah filmnya iklan aku akan tidur. Aku janji." Sahut anak itu tanpa menoleh. Tatapan matanya fokus ke arah televisi seakan takut televisi tersebut menghilang jika dia mengalihkan pandangannya.


Zian berdecak sebal. Pria itu memilih mengambil air minum di kulkas. Otak nya mendadak panas dingin.


"Astaga! apa yang aku pikirkan. Gadis itu bahkan masih bocah. Butuh 10 tahun lagi untuk bisa menggarapnya." Sungut Zian kesal sendiri.


Sedangkan Boby dan Alicia sedang dalam perjalanan menuju negara A. Di mana sang anak berada. Alicia memutuskan untuk ikut serta, karena itu adalah impian nya sejak kecil.


Di libatkan dalam misi dan memimpin pertempuran nya tanpa di komando oleh siapapun.


Dan keputusan tersebut membuat Revan uring-uringan. Pria itu kesal karena Ayank lebih mempercayai Boby dan melibatkan Alicia dalam misi berbahaya tersebut.


Diam-diam pria itu menyusul melalui jalur kilat tanpa di ketahui oleh Ayank. Segala macam jenis pelacak telah dia non_aktifkan. Dengan begitu Ayank dan Jordy tak akan mudah menemukan keberadaan nya


"Makanlah sedikit. Putri mu baik-baik saja, sepupu ku menjaganya dengan baik di sana." Boby menoleh, menatap gadis yang kini tengah duduk di hadapan di dalam pesawat. Ke-dua Duduk di kelas bisnis.


"kau? kenapa kau yang ikut dan menjadi partner ku? aku merasa sedang menjaga bayi besar." Alicia melempar potongan roti yang dia makan tepat ke wajah Boby. Gadis itu merasa kesal karena di katai bayi besar.


Sementara Boby terkesiap melihat keberanian Alicia terhadap nya. Gadis itu seolah tak memiliki rasa takut. Dia seperti sedang duduk di hadapan wanita buncit yang belakangan ini selalu meneror siang dan malam nya.


Padahal Ayank sama sekali tak pernah mengusik Boby selain memberikan perawatan pada pria itu. Namun Boby yang kadung trauma terhadap wanita itu, selalu merasa nyawanya di ujung tanduk setiap kali melihat Ayank di hadapan nya.


"Jangan pernah melihat buku dari cover nya. Kau akan terkagum-kagum kala melihat ku menumpaskan para tikus hanya dengan 1 peluru." Sarkas Alicia tersenyum miring dengan nada pongah.


Boby berdecih, meragukan kemampuan Alicia secara terang-terangan.


"Kau harusnya sekarang sedang duduk manis di kursi kampus. Belajar menuntut ilmu bukannya bermain dengan senjata api dan sejenisnya." Komentar Boby masih tak habis pikir. Bagaimana Ayank melepaskan adiknya begitu saja pergi bersama nya.


Apa wanita itu tak takut pada nya, bisa saja dia berkhianat kala sudah menemukan putrinya nanti. Palu melenyapkan gadis itu dengan mudah.


Namun Boby tak tau, jika Ayank lebih mengkhawatirkan nyawanya ketimbang Alicia adiknya. Bisa saja Alicia yang mudah terpancing emosi, melubangi kepala pria malang itu dalam sekejap.


"Berisik! aku lelah, mau tidur!" Alicia menurunkan sandaran kursi nya lalu mulai memejamkan kedua matanya. Mendengar ocehan Boby membuat nya ingin sekali membuat lubang kecil di kening pria itu.

__ADS_1


Sebelum tertidur, Alicia masih sempat berceletuk.


"Jika kau terjebak situasi saat di serang musuh, aku orang pertama yang akan membantu mengirim mu ke neraka dengan riang gembira." Sontak membuat bola mata Boby hampir melompat keluar.


Pria itu mencebik jengkel. Berhadapan dengan Alicia seperti sedang berhadapan dengan kakak perempuan wanita itu. Sama-sama menjengkelkan.


"Kita lihat saja nanti. Aku yakin kau pasti akan menangis menjerit-jerit meminta pertolongan ku kala musuh mulai membrondong mu dengan timah panas." Ucap Boby meremehkan.


Merasa tak di gubris, Boby memutuskan untuk makan. Dia butuh tenaga yang cukup sebelum mereka mengeluarkan banyak energi ketika sampai nanti.


Di markas, Ayank tengah memberikan cairan injeksi pada Arkhan. Penyakit nya sudah mulai membaik. Serum yang Ayank ciptakan di lab nya berhasil membunuh sel-sel perusak yang menggerogoti kelakian tahanan nya itu.


"Bolehkah aku melihat wajah anakku, Ay? aku yakin kau pasti memiliki foto nya." Ayank terdiam kemudian kembali melakukan aktivitas nya.


Setelah membersihkan tangannya, Ayank berjalan mendekati ranjang Arkhan.


"Anak mana yang kau maksud kan? aku tak ingat jika kau sudah menikah." Gluk!


Susah payah Arkhan meneguk ludah nya. Dengan sedikit keberanian, Arkhan menatap wanita yang masih bertahta di hati nya itu.


"Anak ku dan Amber" ucap pria itu pelan.


"Bukan.. bukan seperti itu. Maksud ku sebelum Am menikah, kami...kami... menjalin hubungan." Sangat pelan sampai-sampai Ayank mencondongkan tubuhnya agar lebih dekat.


"Hubungan seperti apa yang coba kau katakan? bicaralah yang jelas, Ar. Semenjak hamil hormon kehamilan menekan pendengaran ku, hingga membuat ku kesulitan untuk mendengar dengan baik." Sungguh Arkhan ingin menyumpal mulut wanita hamil itu menggunakan stetoskop.


Ayank benar-benar mempermainkan emosinya.


"Aku dan Amber dulu menjalin hubungan, lebih ke hubungan partner ranjang. Apa sekarang kau sudah mendengar dengan jelas, nyonya?!" tekan Arkhan dengan nada kesal.


Bukannya menjawab, wanita itu malah terbahak seolah baru saja mendengar kan sebuah lelucon.


"Ya ampun! kenapa kau sangat menggebu-gebu sekali mengatakan nya. Malu lah sedikit pada keponakan mu. Mereka pasti mendengar jika paman mereka sangat mesum. Ishh kau ini sungguh memalukan." Gerutu Ayank setelah puas mentertawakan Arkhan.


Wajah pria itu merah padam. Semenjak di dalam tahanan, membuat kulit nya menjadi semakin putih bersih.


"Ck! itu masa lalu. Kenapa kau malah memancing ku untuk mengatakan nya." Sungut Arkhan menahan malu.


Kini dia sungguh menyesali kebobrokan nya di masa lalu. Bahkan tak malu bercinta di hadapan ayah nya sendiri. Seperti bukan dirinya namun fakta nya itu adalah dia di masa lalu.

__ADS_1


"Maafkan aku. Sudahlah, aku akan memberikan beberapa video yang bisa kau tonton kala kau jenuh di dalam sini. Putramu sangat tampan. Aku akan merekrut nya nanti sebagai pengawal pribadi Putri ku." Mata Arkhan terbelalak mendengar kalimat tersebut.


"Jangan mengajarinya bermain-main dengan senjata, Ay. Aku ingin anakku tumbuh tanpa mengenal semua benda mematikan itu. Aku tak ingin dia terjerumus dalam hal yang salah." Cegah Arkhan terlihat khawatir.


"Itu tergantung seperti apa seseorang mendidiknya. Aku akan memberikan edukasi terbaik agar putramu memahami arti sebuah senjata bukan hanya sekedar untuk melumpuhkan seseorang. Namun juga sebagai amanah yang harus dia jaga, seperti menjaga nyawa nya juga kehormatan nya sendiri." Arkhan terdiam.


Tak ada kata yang mampu menampik apa yang telah Ayank ucapkan. Rupanya didikan sangat penting untuk membentuk karakter seseorang. Dan dia telah salah Didikan sejak dini. Itu kenapa dia tumbuh menjadi pria bajingan setelah dewasa.


Meski Alex lebih parah lagi, namun Alex berbeda. Pria introvert itu lebih memilih menjadi pria bajingan dalam versi lain karena mencari pengakuan sebagai laki-laki sejati.


Dapat Ayank lihat perubahan ekspresi wajah Arkhan. Ada setumpuk penyesalan yang coba pria itu sembunyikan.


"Ah ya, aku mungkin tak akan bisa terus merawat mu. Jadi aku memutuskan untuk memperkejakan seorang dokter khusus juga menambah satu perawat lagi agar bisa bergantian shift. Jevon selalu mengeluh jika harus bermain-main dengan tingkat saktimu yang tak kunjung bangun kala dia sentuh." Ayank mengatup bibir nya menahan tawa.


Sementara wajah Arkhan sudah seperti kepiting rebus.


Pria itu melempar kulit kacang ke arah Ayank saking kesalnya. Wanita itu kembali tertawa jahanam telah berhasil membuat harga diri Arkhan berulang kali menggelinding dari puncak tangga di tembok cina.


Dia yakin Arkhan akan sangat tercengang kala melihat dokter yang dia maksud kan nanti. Ayank sengaja menunggu kondisi Arkhan sudah lebih baik. Agar pria tak terlalu banyak menanggung rasa malu dalam hidup nya.


Arkhan beegeming. Tak ingin bertanya apalagi menebak. Ayank terlalu misterius dan dia tak ingin terjerumus oleh permainan wanita buncit itu.


Setelah Ayank keluar, Arkhan bergegas ke kamar mandi. Pria itu sejak tadi menahan kebelet ingin buang air kecil. Ayank baru saja melakukan treatment pada adik kecil nya agar bisa berfungsi seperti sedia kala, selain hanya untuk buang air seni.


Arkhan sudah membuang rasa malu nya ke dalam dasar samudera paling dalam. Lagipula Ayank melakukan nya sebagai seorang dokter pribadi untuk nya. Jadi dia juga berusaha untuk bersikap profesional, dengan mengesampingkan rasa kebas di wajah nya akibat menahan malu yang amat sangat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ayank sedikit lelet update karena othor sedang berkutat dengan membuat kerangka naskah novel baru. Entah akan di launching kan di platform ini atau di lapak tetangga. Tergantung bagaimana pihak NT merespon novel baru othor nanti.


Kemarin othor janji bakal bikin novel Darkest Dream dengan judul baru. Tapi sepertinya terpaksa tunda dulu🙏


Karena othor sedang menulis naskah novel dengan genre yang sedikit berbeda. Dengan tokoh wanita yang sedikit lebih bisa menunjukkan emosi dengan sebuah tangisan. Meski begitu tak meninggalkan kesan tangguh di dalam karakter nya.


Hanya saja othor sedang membuat alur cerita yang bisa dengan mudah di baca dan di cerna oleh emosi pembaca.


Akan ada banyak pertengkaran, namun tetap natur tanpa di kombi dengan drama yang terlalu dramatis.


oke sekian dulu pemberitahuan singkat tak penting ini.

__ADS_1


Othor sayang kalian para readers tercinta 🥰🤍🥰🤍🤍


__ADS_2