Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Di cafe


__ADS_3

"Istri nya pak Alex sangat cantik nona-nona, bahkan lebih cantik dari miss world." Ucap Memed membuat tawa para wanita itu langsung lenyap seketika.


"Ilih! kau berbicara seperti itu karena takut di pecat saja. Dasar penjilat!" sewot si wanita dengan nada ketus.


Memed meninggalkan meja tersebut, sebelum tensi nya naik hingga meluap melalui ubun-ubun.


"Dasar tante-tante gatal!" umpat Memed kesal. Wanita-wanita berusia sekitar 30 an, Belumlah terlalu tua untuk di panggil Tante-tante. Namun Memed yang kesal melihat para wanita tadi, seperti wanita paruh baya di mata nya.


"Kenapa wajah mu di tekuk? itu mulut komat kamit, lagi baca mantra? tidak perlu, cafe kita udah serame ini. Tar pelanggan mau di taruh di mana kalau membludak lagi seperti yang sudah-sudah. Di atap?" Cerocos sang rekan tanpa tau duduk persoalan.


Memed semakin kesal. Melempar lap meja ke wajah Narto dengan penuh niat.


"Vanke! jorok tau, ini kotor. Mana bau saos sambel lagi." Sungut Narto emosi.


"Kalian kenapa sih! lihat tu ada pengunjung datang, layani gih. Meja tinggal dua yang kosong. Meja nomor 3, 10 sama 17 itu udah lebih dari dua jam nongky sampe lupa waktu. Samperin gih, tanyain masih mau nambah menu atau tidak." Perintah Farida pada kedua pria gabut tersebut.


Narto menoleh ke arah meja yang di sebut kan oleh Farida, kemudian menghampiri nya dengan membawa buku menu. Hanya pemanis, sebenar nya cara mengusir secara halus bagi pelanggan yang sedikit bebal demi WiFi gratis.


Bermodal uang 20 rb rupiah untuk membeli minuman dingin dan kentang goreng. Para remaja itu sudah bisa menikmati WiFi gratis sepuasnya. Hingga kadang membuat para pelayan Cafe jengah sendiri.


Kembali pada Alex yang masih termenung menatap jendela kaca di ruangan nya.


"Ck! kenapa juga aku memikirkan nya, belum tentu dia peduli pada perhatian ku. Buduh!." Gerutu pria itu mengalihkan rasa resah di hati nya.


Lain di mulut lain di hati. Begitu lah kondisi Alex, pikiran pria itu tak sinkron dengan isi hati nya yang kacau. Hati nya tak berhenti memikirkan Arkhan juga sang ibu tercinta. Terkahir pertemuan mereka, Haura meminta pada Alex agar menjaga Ayank dengan baik.


Haura tak bisa melepaskan Antonio begitu saja. Ada alasan di balik pengkhianatan nya, dan akan di bayar tunai suatu saat nanti. Pertemuan rahasia tersebut tak di ketahui oleh Ayank. Atau wanita itu berpura-pura tak tau seperti biasa nya.

__ADS_1


Klek


Pintu ruangan nya terbuka, dan senyum Alex langsung menembang.


"Ku pikir kau akan sibuk hari ini." Ujar Alex menyongsong tubuh mungil sang istri dengan pelukan hangat penuh kerinduan.


"Tak banyak eksekusi yang bisa aku lakukan. Para anjing liar itu mendadak begitu jinak hari ini. Aku sampai bingung harus memberikan mereka hukuman apa." Tukas Ayank tertawa kecil.


Alex ikut terkekeh meski hati nya sesak. Bayangan hal buruk telah menimpa sang adik di markas Ayank, memenuhi pikiran nya.


"Sudah makan? aku belum makan siang, ayo kita berkencan hari ini. Apa ada meja kosong di cafe anda tuan Alex. Aku ingin mengajak mantan kekasih ku makan siang romantis ala remaja alay." Alex tak dapat menahan tawa nya.


Diam-diam Ayank tersenyum samar, karena berhasil mengalihkan pikiran Alex. Dia tau apa yang pria itu pikirkan, dia tau bagaimana cemas nya Alex akan nasib sang adik.


Namun hukuman Arkhan belum usai, terlebih jawaban putus asa Arkhan membuat Ayank urung melepaskan nya. Toh di dalam sana, Arkhan pun tetap akan di rawat dengan baik. Meski kadang pria itu keras kepala, dengan menolak obat-obatan yang di berikan oleh anak buah nya.


Ayank tersenyum manis, sebelum menjawab. Wanita itu mengalungkan kedua tangan nya di leher Alex.


"Katakan dengan apa aku harus membayar nya nanti, tuan Alex. Ku rasa metode pembayaran anda bisa di coba jika tak terlalu memberatkan pihak ku." Balas Ayank ikut berbisik lirih di telinga Alex.


Alex tak tahan lagi, pria itu meraup bibir tajam sang istri dengan lembut. Di tengah suara decapan lidah yang beradu, pintu ruangan tiba-tiba terbuka lebar.


Soleh menjerit histeris seperti seorang wanita yang hendak di perkoas. Dengan menutup kedua matanya namun dengan jari terbuka lebar. Jelas Soleh tak berniat untuk tak melihat adegan 18+ tersebut.


"Soleh?!" geram Alex mendesis kesal. Soleh memamerkan gigi nya yang baru saja melakukan perawatan sesuai saran Alex.


"Maaf pak bos, siapa suruh mau berbuat mesum pintu tidak pakai di kunci dulu. kan salah dewe. Aku kan senang bisa dapat tutorial langsung di depan mata. Gratis pula," ucap Soleh membela diri dengan cengiran menjengkelkan.

__ADS_1


"Ck! ada urusan apa? ruangan mu kan di sebelah." Ketus Alex masih saja kesal.


"Idih, si bapak marah-marah gegara tidak kesampaian. Mau antar laporan keuangan, aku sudah membuat nya susah payah. Tolong beri aku libur malam ini, aku ada janji kencan dengan seorang wanita di aplikasi tan tan." Tutur Soleh meletakkan sebuah map berisi laporan keuangan, yang sudah dua bulan ini menjadi tugas nya.


Namun tetap Alex lah yang mereview kembali laporan tersebut. Menganalisa apa saja yang sekiranya harus di perbaiki.


"Tidak kapok juga kencan dengan wanita lewat aplikasi begituan?" tukas Alex heran. Soleh sudah pernah di tipu oleh wanita, meminta pria polos itu mengirimkan uang sebagai ongkos kereta api. Dan dengan lugu nya Soleh mengirim 2 juta rupiah sebagai ongkos perjalanan juga makan. Namun wanita itu langsung memblokir akun Soleh, juga nomor ponsel nya pun tak bisa lagi di hubungi.


Soleh yang cerdas mengirim uang tersebut melalui pos, karena si wanita mengaku tak memiliki rekening bank.


Raiblah 2 juta tersebut, meski tak seberapa mengingat omset cafe yang lebih dari cukup untuk sekedar berbagi. Namun Soleh salah wadah untuk berbagi kebaikan.


"Yang kali ini beda, aku sudah sering video call. Kemarin malah aku di isikan pulsa 50 rb. Di kira nya ponsel ku mati karena kehabisan pulsa. Kaget dong, dapat pulsa gratis dari entah barantah. Rupa nya si doi ngira aku kehabisan pulsa. Aku juga bilang kalau aku kerja nya kuli bangunan. Eh masih di sambut baik, ya sudah. Jodoh deh kaya nya. Tidak secantik yang kemarin, tidak modis juga. Malah suka make daster rumahan kalau pas video callan." Bela Soleh memuji calon gebetan nya.


Pria itu senyum-senyum sendiri kala mengingat wajah lugu gadis yang dia kenal dari aplikasi tersebut. Profil nya yang apa adanya tanpa editan filter apalagi polesan make up. Dengan cara promosi yang sedikit unik, gadis tersebut mengisi data nya. Hanya ingin mencari pria setia, langsung nikah saja kalau bisa. Jelek tidak apa-apa asal setia.


Begitu lah kira-kira bunyi biodata wanita itu.


Jadilah Soleh tertarik setelah membaca nya. Awal nya iseng jadi demen, akhirnya ketagihan. Apa sih. Othor nya galau gara-gara Naifa di ceraikan sama Adam nih 😒 Mampir guys di novel dengan judul (NAIFA, AUTHOR BY : WONG BANYUMAS) Di jamin klepek-klepek sama ceritanya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Semoga semakin sukses ngegalau di kehaluan ini gengs😁😁


Biar othor semakin semangat, silahkan tabok dengan cinta kalianπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜‹


Lope lope kesayangan buna Qaya 🀍🀍🀍🀍🀍

__ADS_1


__ADS_2