
Dua hari sudah setelah perkara bemper depan belakang Ifah. Beralih pada Alex yang terbangun di tengah malam buta. Kala tangannya tak lagi merasakan kehangatan. Pria itu mengerjabkan kedua matanya yang masih nampak berat untuk di ajak berkompromi.
Alex menelisik sisi tempat tidur di samping nya, ternyata sudah kosong melompong. Jarum infus yang menggantung di sisi ranjang masih menetes kan sisa bercak darah segar. Arti nya Ayank baru saja terbangun, namun mengapa wanita itu bisa secepat itu bisa berjalan tanpa bantuan siapapun.
Dengan raut wajah panik, Alex bergerak cepat untuk mencari keberadaan Ayank. Mengikuti jejak tetesan darah di lantai, langkah Alex tertuju ke sebuah kamar yang di tempati oleh Yonas. Sangat mengherankan. Untuk apa Ayank ke sana? Alex diterpa kebingungan antara harus mengetuk atau langsung menerobos masuk.
Sungguh Hati nya sekarang di landa rasa penasaran yang amat sangat luar biasa. Karena rasa penasaran yang cukup mengusik hati nya, Alex memutuskan untuk menekan handle pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu. Saat pintu terbuka, betapa terkejut Alex. Saat melihat pemandangan yang ada di depan mata nya. Nafas nya tercekat, lidah nya kelu.
Alex mematung di tempat nya berdiri sembari terus menyaksikan adegan live tersebut.
Hingga akhir nya, suara alarm membangun kan pria tampan itu. Nafas Alex tersengal-sengal, pria itu bahkan langsung terduduk dengan keringat bercucuran.
Saat menoleh, Ayank masih tertidur lelap seperti pagi-pagi biasa nya. Dengan jarum infus yang masih menempel di kulit tangan nya. Alex meraup wajah kasar. Bagaimana bisa dia bermimpi hal semengerikan itu. Membayangkan nya saja, Alex tak pernah. Sungguh dia tak habis pikir.
Hingga suara ketukan pintu membuat atensi nya teralihkan.
Klek
Yonas masuk lalu menyapa Alex seperti biasa. Pria itu terlihat lebih segar dari hari-hari biasa nya. Alex tak menjawab namun menatap intens sang sahabat dengan tatapan menelisik.
Yonas berfokus pada Ayank, memasukkan beberapa obat injeksi melalui cairan infus. Alex masih bergeming dan itu sedikit mengusik Yonas.
Pria itu menoleh setelah selesai dengan pekerjaan rutin nya.
__ADS_1
"Ada apa dengan mu? kenapa kau berkeringat sepagi ini? jangan bilang kau melakukan ma s tur basi pagi-pagi begini? kau gila man!" ledek Yonas beranjak dari ranjang untuk membukakan gorden jendela. Cahaya silau semakin membuat mata Alex sakit.
"Kau kenapa?" ulang Yonas penasaran. Pria itu berbalik dan menatap sang sahabat yang terus menatap nya bagai menatap seorang tersangka pembunuh keji.
Alex terkesiap lalu mengibaskan tangan kanannya.
"Tidak. Aku sedang bermimpi di kejar-kejar musuh yang aku sendiri tak tau siapa. Kau tau jika mimpi selalu tak pernah tuntas dan sejelas kenyataan. Sungguh menyebalkan." Sungut Alex bercerita.
"Makanya jangan lupa baca doa dulu sebelum tidur. Cepat mandi, Ifah sedang membuat kan sarapan, sebentar lagi siap. Aku tunggu kau di depan. Tumben sekali kau bangun telat hari ini." Celoteh Yonas berjalan keluar kamar meninggalkan Alex yang masih berperan batin seorang diri.
Mimpi nya terasa sangat nyata, dia tidak merasa sedang bermimpi semalam. Apa yang dia alami terasa begitu real, Alex tak habis pikir. Bagaimana bisa dia terbangun di ranjang dan hari sudah pagi. Saat akan berjalan ke kamar mandi, Alex tak sengaja melihat bercak darah yang sudah memudar di lantai. Tepat di sisi ranjang Ayank. Pria itu semakin yakin, jika semalam dia tidak lah sedang bermimpi. Namun apa yang dia lihat adalah kenyataan meski Yonas bersikap seolah tak terjadi apapun di hadapan nya.
Dengan pikiran berkecamuk, otak kecil Alex di paksa untuk terus mengurai hubungan mimpinya tadi malam. Bercak darah itu berada di tempat yang sama yang dia lihat semalam. Tak mungkin kebetulan, pasti ada sesuatu yang tidak dia ketahui.
Seusai membersihkan diri, Alex bergabung dengan Ifah dan Yonas. Pria itu menjadi sedikit pendiam dari biasa nya. Itu membuat Ifah dan Yonas heran.
"Berhentilah melamun anjuy! kita sedang menikmati berkat Tuhan. Hargailah apa yang tersedia di hadapan mu." Kesal Yonas menatap sebal pada sahabat nya.
"Mas Alex sakit? mau Ifah buatkan ramuan herbal lagi tidak? kali ini pake madu jadi tidak pahit lagi seperti kemarin." Tanya Ifah yang ikut nimbrung lantaran kepo dengan sikap aneh Alex pagi hari ini.
Alex menggeleng pelan, dengan gaya tak bersemangat.
"Aku baik Fah, makasih atas perhatiannya. Lebih baik kau perhatikan saja pak dokter ini, pria lapuk ini bisa saja menyimpan sisi liar dalam diri nya yang tak kau sadari." Ujar Alex dengan kalimat penuh sindiran. Namun Yonas dan Ifah tak terlalu menanggapi nya serius, karena berpikir Alex hanya sedang bergurau.
__ADS_1
"Mas Alex bisa saja. Mas Dokter mah kalem mas Alex." Bela Ifah dengan gaya menunduk malu-malu mau nambah.
Sedangkan Yonas merasa aneh dengan sikap dingin Alex. Dia mengenal Alex cukup lama, dan tau kalau mood pria itu sedang buruk.
Selesai sarapan, Yonas mengajak Alex duduk di teras rumah dinas nya. Warga desa mengenal Alex dengan nama Al saja. Dan mengetahui Alex adalah sepupu sang dokter yang tengah merantau untuk bekerja di kota kecil tersebut.
"Katakan apa yang menggangu pikiran mu kawan? aku mengenalmu bukan baru kemarin Sore, kita sudah bagai saudara satu sama lain saling menjaga ketika masih muda. Kini berbagilah padaku, apa yang menjadi kegundahan hati mu. Aku siap menjadi pendengar yang baik seperti dulu. Hati ku seluas samudera tak bertepi, tentu tak akan over load untuk mendengarkan suara hati seorang Alex Gerardo." Ucap Yonas panjang lebar. Pria itu sedang memancing reaksi Alex atas pertanyaan juga kalimat penuh makna nya.
"Tentu saja hati mu sangat luas. Sehingga kau bisa menampung apa saja dan siapa saja di dalam hatimu tanpa takut kepenuhan." Balas Alex sedikit gusar. Bayangan kejadian semalam masih menghantui pikiran nya hingga kini. Beberapa kali Alex menggeleng kan kepala nya kesal m Dan itu tak luput dari perhatian Yonas. Sudut bibir Yonas tersangka membentuk garis lengkung yang sempurna.
"Bukan kah memiliki hati yang luas itu impian setiap insan yang memiliki hati sekecil jalan tikus? aku rasa aku cukup beruntung karena memiliki nya sebagai aset terbaik untuk menjalani hidup yang indah ini tanpa merasa kalah oleh siapa pun. Kadang kita perlu menunjukkan betapa angkuhnya kita di saat-saat tertentu, lalu kembali menjadi diri kita yang lain untuk situasi berbeda. Begitu lah kehidupan. Selalu ada timbal balik nya tanpa bisa kita cegah." Ujar Yonas tenang. Pria itu menatap jalanan desa kecamatan yang sudah mulai padat merayap.
Hari Senin adalah hari nya para aparatur pemerintah daerah tersebut. Baik yang ASN maupun tenaga kerja kontrak stau yang biasa di sebut dengan, TKK.
Alex menyimaknya, untuk mencari celah agar bisa memecahkan teka-teki yang dia alami. Namun lagi-lagi otak dangkal nya tak mampu menembus makna kalimat sang sahabat. Alex pun akhirnya ikut terdiam, menatap objek yang sama namun dengan pemikiran yang berbeda.
🍀🍁🍀🍁🍀🍁🍀
**Mari kita bermain tebak-tebakan lagi guys, 🤭🤩 ada apa dengan Alex? apa yang pria itu lihat dalam mimpi yang terasa nyata tersebut?
Yuk gaskeun komen kalian, kita lihat bagaimana alur plot cerita ini akan membuat hati kalian cenat cenut jedag-jedug tak karuan
Jangan lupa rate, like n subscribe yaa🤗🤗🙏🙏
__ADS_1
Luv yuu kalian semua🥰🥰🥰🥰**