Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Pernikahan sahabat


__ADS_3

Hari yang di nanti oleh Yonas telah tiba. Namun pria itu malah terlihat gelisah di atas singgasana nya. Membuat Ifah terheran-heran.


"Mas kenapa sih? kok kaya pengantin pria yang takut ketahuan istri tua nya saja!" sewot gadis itu dengan nada sadis. Yonas membelalak kesal, boro-boro istri tua. Dapat satu istri saja sudah untung.


"Jangan memancing keributan ya yang, nanti kau aku terkam di sini baru tau rasa. Kan aku yang enak." ujar pria itu berbicara asal. Ifah mencapit lengan sang suami dengan penuh kasih sayang, hingga membuat pria itu meringis.


"Sakit yang, belum apa-apa untuk KDRT aja sih." Omel pria itu protes. Lengan nya memanas dan perih di balik balutan lengan jas nya.


"Maka nya kalo ngomong jangan ngigo!" ketus wanita itu. Sungguh gambaran pengantin baru yang unik. Di mana-mana pasangan akan terus menebar senyum bahagia di atas pelaminan, namun berbeda dengan pasangan tersebut. Kedua nya malah sibuk adu mulut.


"Aku lagi nungguin si Alex vangke, kok ini belum muncul-muncul. Lihat Ayank, jadi tidak semangat makan nya. Apa dia tidak tau kalau aku memesan prasmanan nya dengan harga tidak murah. Apa kau tidak lihat, Ayank terus mengaduk-aduk makanan nya seperti orang sedang tidak selera makan. Kan aku jadi kesal lihat nya." Sewot Yonas mengomel, Ifah mengikuti arah tatapan sang suami.


Ayank terlihat tak bersemangat, dia tau suami nya tak berniat berkata soal makanan atau harga. Namun pria itu sedang kesal karena ketidakhadiran Alex di sana. Dan juga merasa iba melihat Ayank yang terus menoleh ke arah pintu masuk gedung PKK.


"Paling masih terkendala di jalan, mas Alex pasti datang." Ujar Ifah menenangkan hati sang suami tercinta.


Acara sudah hampir usai, kehadiran Alex masih abu-abu. Yonas sampai meminta sang pembawa acara untuk menambah waktu satu jam lagi, dengan menyuguhkan penampilan artist dangdut kabupaten. Dan itu berhasil membuat para tamu betah bertahan, terutama kaum adam. Semua demi menunggu kedatangan Alex.


Terlihat seorang pria berlari dari arah jalan raya menuju gedung resepsi. Dia baru saja turun dari taksi dan langsung berlari menuju ke sana. Keringat bercucuran karena lumayan jauh dari tepi jalan raya.


Alex berhenti sejenak, mengusap keringat nya menggunakan tisu kain. Kemudian masuk ke dalam langsung menuju ke arah pelaminan.


Yonas menatap intens sang sahabat dengan tatapan sukar.


Alex terlihat lebih kurus dari sebelum nya, kulit nya semakin legam seperti terlalu sering terbakar sinar matahari. Apa yang terjadi dengan sahabat nya itu.


Alex mengulas senyum manis, dia bahagia melihat sahabat seperjuangan nya dulu kini sudah menikmati pucuk cinta nya.


"Maaf telat, mobil taksi nya mogok, jadi servis dulu. Selamat ya, samawa." Ucap Alex dengan tatapan haru lalu memeluk sang sahabat.


Yonas sudah ingin menangis kala bersentuhan dengan Alex, tonjolan tulang pria itu sangat jelas menubruk daging nya.


"Makan gih, tuh lihat. Ayank sejak tadi belum makan karena menunggu mu." Tunjuk Yonas agar Alex segera bergegas menghampiri ke meja Ayank. Dia sudah tak kuat lagi jika terlalu lama berhadapan dengan Alex.


Setelah Alex turun dari pelaminan, Yonas buru-buru mengusap air mata nya. Ifah mengelus lengan sang suami dengan hati yang ikut merasakan sedih.

__ADS_1


"Hay..." sapa Alex sedikit insecure. Pasal nya wanita itu tengah duduk di apit oleh beberapa pria dengan jas mahal dan yang jelas lebih tampan dari nya. Itu lah menurut Alex. Karena kulit nya yang cukup gelas, Alex merasa menjadi pria yang paling jelek dan tak pantas.


"Al? kok baru tiba? ayo duduk, aku belum makan sejak tadi karena menunggu mu." Ayank berdiri lalu memeluk Alex tanpa menunggu pria itu menjawab nya. Sungguh dia sangat merindukan pria itu, karena Alex sama sekali tak menghubungi nya setelah pertemuan mereka yang terakhir.


Dia hanya bisa melihat Alex beberapa kali ketika pria itu pulang bekerja. Ya, Alex sudah bekerja. Pria itu bekerja sebagai buruh bangunan sebuah proyek perumahan mewah. Meski hati nya sedih melihat perjuangan Alex, namun tiba-tiba datang dan menolong nya. Itu akan membuat Alex kehilangan semangat dan harga diri nya. Ayank lebih memilih diam, menyaksikan dari kejauhan keseharian pria itu.


Alex masih terpekur, pelukan Ayank bagai sengatan listrik di dalam tubuh nya. Alex membalas pelukan itu dengan hati menghangat. Meski mendapat tatapan tak suka dari para pria di sana.


"Maaf, saya seperti pernah melihat anda? tapi di mana ya?" ucap pria itu seolah tengah berpikir.


"Mungkin anda salah melihat tuan." Balas Alex ramah.


Alex duduk di kursi persis di samping Ayank setelah wanita itu meminta kursi tambahan untuk nya.


"Ah, saya baru ingat. Kau kan buruh bangunan yang bekerja untuk pembangunan perumahan XX itu, bukan? saya adalah salah satu investor di sana. Saya pernah beberapa kali ke lapangan, dan saat itu anda mengalami insiden terjatuh dari lantai dua itu kan? Astaga! dunia sesempit ini, aku tak menyangka anda bisa hadir di sini. Mengingat anda hanyalah seorang tukang bangunan. Maaf tidak bermaksud hanya saja..." Ujar pria itu dengan nada sedikit keras. Seolah sengaja mempermalukan Alex di hadapan Ayank dan orang-orang di sana.


Ayank mengepalkan kedua tangan nya menahan amarah. Menatap Yonas yang juga pasti mendengar kalimat laknat pria tadi. Wanita kemudian berdiri, lalu membungkuk sejenak.


"Benar tuan Bernad, nama nya Alex. Pria ini hanya lah pekerja bangunan, bukan dari kalangan menengah ke atas seperti kebanyakan para undangan di pesta ini. Namun pria ini adalah suami saya, pria hebat yang begitu luar biasa. Saya bangga memiliki nya dan menjadi milik nya." Kemudian Ayank menatap Alex yang masih mematung.


Alex hanya mengikuti alur saja, dia masih belum mampu mencerna kalimat mengejutkan Ayank. Suami? bukankah mereka sudah bercerai? ah, bodoh nya dia. Ayank melakukan itu karena tak ingin membuat nya semakin malu di hadapan banyak orang dan juga mempermalukan sang sahabat juga keluarga nya.


"Mau makan apa, rendang, opor apa yang merah ini?" tanya Ayank bertubi-tubi. Wanita itu mengajak Alex menuju meja prasmanan untuk mengambil makanan.


Alex sebenar nya sangat lapar, hanya saja dia cukup tau diri untuk tak terlihat rakus.


"Rendang boleh deh, nasi nya banyakin ya..tapi nanti di tutup kerupuk di atas nya." Ucap Alex sedikit berbisik lirih. Apa daya perut nya sudah perih hanya karena mencium aroma makanan yang belakangan sudah tak mampu lagi dia beli.


Ayank mengangguk paham, wanita itu tak menjawab karena suara nya pasti akan terdengar bergetar. Menahan sesak melihat kondisi sang mantan membuat nya sangat ingin menangis keras.


"Acar pake?"


"Dikit, eh tidak usah aja deh. Asam kan? aku lagi kena maag." Tolak Alex halus. Terbiasa menahan lapar membuat mya terkena penyakit lambung lumayan parah. Gartitis yang dia alami sudah di taraf yang kronik, namun Alex yang tak memiliki jaminan kesehatan hanya bisa membeli obat warung untuk meredakan perih di lambung nya.


"Maaf ya, sudah membuat mu dan Yonas malu." Ujar Alex tak enak hati. Pria itu tekun menghabiskan nasi di piring nya, sesekali Ayank menyuapi lauk ke dalam mulut Alex menggunakan tangan nya langsung. Alex hanya meminta menaruh banyak nasi, namun lauk nya di kurangi agar tak terlihat berjibun di atas piring. Jadi Ayank berinisiatif mengambil lauk dalam jumlah banyak dengan sedikit nasi.

__ADS_1


"Kenapa harus malu? memang nya kau sedang mencuri sesuatu. Aku tak malu, aku justru bangga pada mu. Terus semangat ya, aku ada jika kau butuh pijatan. Kedua tangan ku masih kuat untuk sekedar memijatmu, mematahkan juga masih mampu." Seloroh Ayank mencair kan suasana. Alex ikut tertawa kecil.


Melihat Alex makan dengan lahap, mata sang pengantin pria memanas. Hingga lelehan bening meluncur bebas tanpa terkendali. Buru-buru Ifah mengusap pipi sang suami. Tak ingin para undangan berburuk sang pada pernikahan mereka.


"Maaf, aku jadi mellow gara-gara si vangke itu." Ucap Yonas merasa bersalah pada sang istri.


"Udah tidak apa-apa mas, aku sudah meminta bibi Wati buat bungkus lauk pauk yang banyak buat mas Alex. Buat mbak Ayank juga ada, biar mas Alex tidak merasa di kasihani. Mbak Ayank sudah tau, nanti mereka lewat belakang buat ambil bokx nya, aku suruh taruh di sana aja supaya enak bawa nya." Ungkap Ifah pengertian.


Yonas mengecup punggung tangan sang istri yang sangat peduli pada sahabat-sahabat nya. Dia sungguh beruntung. Meski masih muda, Ifah sangat dewasa dalam hal sikap.


"Makasih ya yang..." ucap pria itu tulus, Ifah mengangguk pelan.


"Kita foto-foto dulu yuk!" ajak Ayank saat Alex selesai makan.


"Boleh, tapi aku cuma make ini. Tidak apa-apa kan? tidak matching dengan gaun mu soal nya." Ujar Alex melirik pakaian nya lalu membandingkan dengan gaun pesta Ayank yang terlihat mewah. Alex hanya mengenakan hem batik lengan panjang yang dia beli di tanah Abang. Namun siapa sangka, gaun Ayank berwarna senada dengan batik yang dia kenakan.


Sebenarnya Ayank sudah mengetahui perihal hem batik tersebut, itulah kenapa dia meminta untuk di jahit gaun dengan warna yang senada. Itu hasil dari mengintili keseharian Alex, hingga dia mengetahui tentang baju tersebut.


"Ck! cuma perkara baju, ayo!" wanita itu kembali menggandeng lengan Alex menuju pelaminan. Mereka mulai berfoto ria dengan berbagai ekspresi dan gaya. Puas merecoki pengantin, kedua nya pamit pulang. Dan berjanji lain kali akan ke sana ketika ada waktu luang.


Tak lupa Ayank menuju ke tempat para ibu dapur sesuai arahan bibi si pengantin wanita.


"Wah! banyak bener lauk nya Ay. Bisa di panaskan untuk lauk seminggu ini." Ucap Alex tak dapat menyembunyikan binar kebahagiaan di wajah nya. Ayank tersenyum simpul.


"Eits! ini bagi dua, enak aja!" sewot wanita itu berlagak marah. Alex terkekeh renyah lalu merangkul bahu Ayank menuju parkiran mobil.


"Aku yang nyetir?" tunjuk Alex pada diri nya.


"Lah terus siapa? masa mamang parkir nya, gimana sih!" lagi-lagi Alex tertawa melihat ekspresi wanita tercinta nya itu.


"Gitu aja sewot, tar makin cantik aku nya susah move on loh." Canda Alex meraih kunci mobil dari tangan mulus Ayank. Sangat singkat namun sangat terasa menyentuh kulit mulus wanita itu. Kasar dan menebal di beberapa bagian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Okeh, jangan minta up lagi. Auto gosong kuker eykee guys🤣🤣🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


Poko nya lope lope deh buat kalian semua yang sudah mendukung karya receh ini🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2