Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Tabir Mimpi Alex


__ADS_3

Setelah mengobrol dan menumpang tidur, Alex kemudian bersiap untuk pamit pulang. Dia tak bisa meninggalkan Ayank lebih lama lagi, terutama bersama sang sahabat mesum nya. Dia pun sempat menceritakan kondisi Ayank pada Miska.


"Ini, aku harap bisa bermanfaat untuk mu juga calon anak mu. Maaf tidak bisa membantu banyak, setelah Ayank terbangun aku akan membawa nya kemari untuk menjenguk mu. Aku pamit dulu dan terimakasih banyak atas tumpangan nya." Alex memberikan sedikit rejeki yang tadi dia ambil di ATM.


Di genggam kan nya di telapak tangan Miska. Wanita itu menunduk malu juga menyembunyikan air mata nya. Sungguh dia sangat menyesali perbuatannya di masa lalu.


"Terimakasih Lex, semoga Ayank lekas pulih kembali. Berhati-hati lah, mungkin saja orang-orang ayah mu masih berkeliaran mencari mu." Ucap Miska tulus.


Kehidupan nya yang mulai porak-poranda mulai membuat nya sadar dan semakin bijak. Terlebih kini dia akan menjadi seorang ibu.


"Hmmm.. kau juga, aku tak punya ponsel sekarang. Tulis Nomor handphone mu, kelak setelah semua kondisi mulai aman aku akan menghubungi mu." Pinta Alex menatap iba wanita hamil tersebut.


Miska lantas menulis kan nomor handphone nya di secarik kertas, lalu memberikan nya pada Alex.


Setelah kepergian Alex, Miska masih mematung di depan pintu rumah nya. Pikiran nya menerawang jauh ke masa lalu, mengingat segala perhatian Alex pada nya. Wanita itu menggeleng pelan, menolak semua pikiran itu agar tak menguasai otak nya.


"Semoga kau bisa kembali bersatu dengan mantan istri mu Lex. Meski harus mengubur perasaan yang masih ada di hatiku." Miska masuk ke dalam rumah untuk melanjutkan segala aktivitas nya.


Setelah di buang oleh Hugo, wanita itu memulai kehidupan baru yang tak mudah. Untung saja keahlian nya dalam membuat aneka kue dari sang ibu masih membekas lekat di ingatan nya. Sehingga sekarang kehidupan nya sedikit tertopang oleh kebolehan nya tersebut.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Alex memarkir kan motor dengan terburu-buru, dia sudah meninggal kan Ayank seharian penuh. Entah apa kabar wanita itu sekarang. Sudah hampir pukul 9 malam, karena perjalanan nya memakan waktu 2 setengah jam lama nya.


Klek


Ruang tamu yang sepi dan gelap membuat Alex berpikir jika penghuni nya pasti sudah merajut mimpi indah. Mengingat besok masih hari dinas bagi Yonas, pria itu pasti tak akan bergadang. Alex berjalan terburu-buru ke kamar, namun sesampai nya di sana Ayank tak ada di tempat tidur. Sungguh hati Alex begitu was-was..


Apakah mantan istri nya kembali di lecehkan oleh sang sahabat seperti malam-malam sebelum nya. Yang di sebut sebagai mimpi oleh Yonas dan Ifah.


Dengan raut wajah gusar dan marah, Alex bergegas menuju kamar Yonas. Saat pintu terbuka, tak ada siapapun di dalam sana.


Alex terus berteriak memanggil nama sang mantan, namun hanya di jawab oleh keheningan malam. Di luar sedang gerimis, tak mungkin Ayank pergi dalam keadaan cuaca seperti ini. Pikiran nya kacau memikirkan keberadaan sang mantan terindah.


Setelah mencari hingga ke kebun belakang dan tak menemukan wanita itu. Alex kembali masuk untuk mengambil kunci motor. Pria itu berencana mencari Ayank ke seluruh sudut kota kecil itu tak peduli pada cuaca yang sedang tak bersahabat.


Namun saat akan keluar dari rumah, lampu tiba-tiba menyala terang. Lalu ada suara nyanyian selamat ulang tahun menggema dalam rumah dinas tersebut.


Alex terkesiap, pria itu masih mematung di tempat nya berdiri. Dengan perlahan Alex berbalik arah, suara nyanyian itu sangat dia kenali. Suara yang setiap tahun selalu memberikan nya kejutan manis, namun selalu dia sambut dengan ekspresi ogah-ogahan.

__ADS_1


Namun kini dia sangat merindukan nya, berharap ini bukan sekedar mimpi atau halusinasi nya saja.


"Selamat ulang tahun, mantan suami ku, Alex. Maaf atas kejutan kecil selama satu Minggu ini, aku harap kau tak terlalu marah karena nya." Ujar seorang wanita menatap Alex dengan senyum terbaik nya.


Sedangkan Alex masih berusaha mencerna situasi yang terjadi. Sang mantan istri tengah duduk di hadapan nya di atas kursi roda. Wanita itu secara menyeluruh terlihat sangat sehat meski duduk di kursi pesakitan itu.


"Ay...kau?" Ayank mengangguk pelan, lalu mendorong roda kursi nya menuju ke arah Alex yang masih mematung.


"Maaf, aku tak bermaksud untuk mengerjai mu. Anggap saja aku sedang membalas semua yang kau lakukan dulu pada ku. Aku harap kau tak terlalu marah. Terimakasih sudah merawat ku dengan sepenuh hati, aku tau tak mudah bagi mu untuk melawan pesona ku. Terlebih saat aku tak memakai apa pun. Kau pasti sangat tersiksa, bukan?" kekeh Ayank tersenyum jahil.


Wajah Alex pias menahan rona malu. Benar memang, setiap selesai membersihkan tubuh Ayank diri nya pasti akan langsung berakhir dengan membuat album solo di kamar mandi.


"Ck! kau ini..." ujar Alex mendesis menahan malu, wajah nya sudah memerah padam. Terlebih di sana ada insan lain yang mendengar kalimat frontal tersebut.


"Sorry bro, ini semua ide mantan terindah mu. Aku terpaksa melakukan nya meski aku juga senang bisa memeluk nya walau sesaat." Sela Yonas dan berhasil mendapatkan pukulan maut dari Ifah.


"Maaf sayang, mas mu ini hanya bercanda. Cintaku sudah mentok pada mu, meski belum mentok semua. Tak apa, walau pun baru ujung nya saja." Ucap Yonas frontal sembari cengengesan.


Sekali lagi Ifah menghadiahi sang kekasih dengan tinjuan nya. Dia malu teringat perbuatan mereka beberapa hari yang lalu. Hampir saja pertahanan nya jebol karena rayuan maut dokter mesum tersebut. Setelah merasakan hal mengganjal yang membuat area inti nya ngilu, Ifah langsung tersadar akan kekhilafan yang hampir membuat nya larut dalam dosa nikmat tersebut.


Dan Yonas harus berakhir dengan mengembangbiakkan benih nya di dalam saluran pembuangan kamar mandi.


Yonas meringis laku duduk di sofa.


"Sakit anjuyy! niat amat mukul nya..ayank, mas mu di pukul nih. Atiiit..." rengek pria itu manja, membuat Alex muntah udara melihat nya. Sungguh menjijikkan bagi nya.


"Itu karena kau berani memeluk wanita ku brengsek, coba saja aku tak pingsan. Alamat kau sudah ku kirim ke alam keabadian kemarin malam." Ucap Alex menggebu. Pria itu kesal bukan main, mengingat saat Yonas tengah berbaring bersama Ayank sambil mengusap pipi mulus wanita itu. Sungguh membuat ubun-ubun nya berasap tebal saking marah nya.


"Maaf mas Alex, Ifah mukul nya kekencangan ya..." sela Ifah meringis tak enak hati. Dia pun turut dalam skenario tersebut, saat mendengar rencana pembalasan dendam Ayank pada mantan suami laknat nya itu. Ifah pun langsung bersemangat, termasuk memukul tengkuk Alex malam itu. Dia membayangkan pria itu tengah bercumbu mesra dengan selingkuhan nya selama masih menjadi suami Ayank.


Ah, otak Ifah sudah terkontaminasi oleh pengaruh buruk Dokter mesum itu. Pria itu mulai rutin memberikan sentuhan-sentuhan ringan pada kekasih kecil nya setelah mereka resmi jadian beberapa hari yang lalu.


Jiwa kelakian nya yang selama ini butuh belaian, selalu berontak ingin merasakan sensasi sentuhan kulit mulus gadis desa tersebut. Sungguh Yonas definisi pedofil yang beruntung, bisa mendapatkan kembang desa seperti Ifah.


"Ck! kau memukul ku seperti memukul pencuri saja, kenapa sampai sekeras itu. Untung aku tak mengalami patah tulang." Sungut Alex kesal lalu berjongkok di hadapan kursi roda Ayank.


"Sejak kapan?" tanya pria itu menatap dalam manik wanita yang sangat dia rindukan itu. Tatapan mata sendu Alex membuat hati Ayank terenyuh. Perlahan wanita itu mengangkat tangan nya lalu mengusap pipi tirus sang mantan suami. Dia tau Alex telah banyak berkorban untuk nya selama diri nya sakit.


Dan selama satu minggu ini, Alex hampir tak pernah tidur nyenyak. Makan pun pria itu sekedar nya saja agar tetap bernafas. Alex terlihat sangat kurus dan tak terawat seperti dulu. Rambut nya sedikit panjang dan bulu-bulu halus di rahang nya terlihat tumbuh tak beraturan.

__ADS_1


Bisa di pastikan Alex mencukur nya asal saja yang penting terpotong. Tak ada lagi penampilan dengan out fit mahal seperti dulu, semua yang Alex pakai hanya lah pakaian keluaran pasar. Karena Alex memang hanya membeli beberapa potong pakaian di toko yang berada di pasar induk kota kecil tersebut.


"Sejak semua mimpi indah mu di mulai. Maaf kan aku, aku tak tau telah membuat mu begitu menderita." Ujar Ayank pelan. Tak pernah Alex melihat ekspresi Ayank seperti ini. Wanita itu selalu berada dalam kondisi tak terkalahkan, dan selalu terlihat tegar di saat sedang terluka sekalipun.


Namun Ayank yang dia lihat sekarang begitu berbeda, Ayank terlihat mellow hanya karena telah mengerjainya habis-habisan.


"Tak apa, aku tak marah. Terimakasih juga sudah bangun kembali dan tak langsung mengusirku pergi. Di kerjai seperti nya lebih baik, jika bisa membuat mu bersikap seperti ini padaku. Aku tak masalah jika harus di pukul lagi." Ujar Alex dengan mata berkaca-kaca.


Di genggam nya tangan Ayank yang tengah mengusap pipi nya, pria itu memejamkan kedua mata nya untuk menikmati sentuhan yang begitu dia rindukan itu.


Ayank menatap iba pria di hadapan nya dengan perasaan tak menentu.


"Khmmmm..ingat di sini masih ada manusia lain, kalian bisa melanjutkan adegan 18+ dikamar. Kekasih ku masih di bawah umur untuk melihat hal mesum." Sarkas Yonas gusar sendiri. Melihat suasana yang tercipta di hadapan nya.


"Dasar perusak suasana!" ketus Alex kesal.


"Ini kue ulang tahun nya sudah meleleh, bege!" balas Yonas tak mau kalah. Seketika Ayank tersadar jika sejak tadi lilin nya masih menyala bahkan sekarang sudah padam dengan sendiri nya.


Wanita itu meringis melihat kue ulang tahun yang sudah dia hias sedemikian rupa, kini mendapat kan tambahan hiasan berupa lelehan lilin.


"Yaaah.. Ifah lupa padamin.." ujar gadis itu cengengesan tak jelas.


"Maaf, kue nya jadi jelek." Sesal Ayank menatap sedih pada tampilan kue nya yang sudah tak jelas bentuk nya. Alex tersenyum lalu mencium pucuk kepala Ayank dengan sayang.


"Tak apa, terimakasih untuk kejutan nya. Aku bahkan lupa hari ulang tahun ku sendiri, aku beruntung kau selalu mengingat ku akan hari spesial ini." Alex mengucapkan doa syukur lalu memotong kue nya tanpa drama tiup lilin.


Ifah membantu membuang bagian yang terkena lelehan lilin dan menyediakan piring kecil juga sendok.


Suapan pertama di berikan pada Ayank, lalu di susul Yonas. Ifah tak termasuk hitungan karena Yonas langsung pasang badan, ketika Alex menggoda akan menyuapi wanita itu juga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Akhir nya mimpi indah Alex telah terjawab. Pria itu sedang dalam proses penebusan dosa dengan cara yang sedikit unik. Ayank sedang mengerjai mantan suami nya jahanam nya untuk sekedar membalas luka yang pernah pria itu berikan.


Apakah mereka akan kembali bersatu? atau menjalin hubungan sebagai teman sekaligus rekan baru dalam menghadapi Arkhan, Antonio dan Hugo? yuk ramein kolom komentar nya yaaπŸ€—πŸ€—πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


Eh? ada yang baru jadian. Bisa minta pak dokter mesum nya traktir cilok tuh, sebagai upeti pasangan baru🀭🀭


lope lope readers ku terkasihπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€

__ADS_1


__ADS_2