Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Boncap


__ADS_3

Semoga masih ada yang ingat sama Alex.


Selamat membaca boncap dari othor ya gaesss 🤗🤗😚😚


...----------------...


15 tahun telah berlalu, namun bagi pria yang kadar ketampanan nya sama sekali tak memudar itu. Waktu tersebut hanyalah segelintir selingan waktu yang singkat baginya. Selama belasan tahun hidup berada dalam kekosongan jiwa, Alex pria rupawan yang meski sudah berusia kepala empat tersebut. Namun tetap memiliki karisma yang mampu menyihir para wanita kala berjumpa dengan nya.


"Pagi pa," sapa si bungsu yang baru saja ikut bergabung di meja makan. Menjadi satu-satunya anak perempuan, membuatnya mendapatkan semua perhatian serta kasih sayang kedua pria tampan di rumah nya.


"Pagi sayang, kenapa kuncir rambut mu masih belum terikat dengan benar padahal kau sudah menatap kaca sejak subuh." Seloroh Alex menggoda sang anak. Pria itu beranjak mengambil ikat rambut dari pergelangan tangan sang anak.


Dengan telaten, Alex mengikat rambut sang anak kesayangan.


"Pa, hari ini abang akan ikut kelas tambahan. Jadi papa cukup jemput Lexa saja," ucap Aylex si sulung. Si kaku yang selalu bersikap dingin pada orang luar selain keluarga nya.


"Oke. Lexa kenapa tidak ikut kelas tambahan? sudah berasa pintar begitu, hmmm?" canda sang ayah menjawil pipi tembem Lexa.


"Ishh papa, Lexa kan memang pintar dari orok." Balas gadis remaja itu sewot. Aylex mencapit bibir mungil sang adik yang kini tengah mengerucut.


"Kebiasaan ini mulut," ucap Aylex gemas sendiri dengan tingkah sang adik kesayangannya.


"Papa, sakit ini. Tiup," adu Lexa merengek manja. Alex lekas meniup bibir sang anak meski tidak lah benar-benar sakit. Alex terlampaui menyayangi Lexa, karena gadis remaja tersebut merupakan hasil jiplakan sempurna dari sosok wanita hebat dalam hidup nya.


Usai sarapan ala Alex dan anak-anak nya, ketiganya berangkat menuju sekolah terlebih dahulu. Setelah itu barulah Alex akan melanjutkan perjalanan nya menuju kantor.


Drrttt drrttt drrttt


Alex melirik ponsel nya, bibir nya melengkung kan senyum manis kala melihat id pemanggil di layar ponsel nya.


"Halo sayang, kau merindukan ku?" jawab Alex setelah menggeser tombol hijau di ponsel nya.


"Tentu saja, kenapa kau tak membalas pesanku tadi pagi? dan semalam kau meninggalkan ku nyerocos seorang diri. Dasar pria tak peka," rajuk si wanita di seberang telepon.

__ADS_1


Alex terkekeh mendengar omelan wanita itu, dirinya sangat kelelahan hingga tanpa sadar telah tertidur kala mereka masih melakukan panggilan telepon.


"Maafkan aku sayang, aku sedikit lelah. Jadi? apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku?" tawar Alex bernegosiasi.


Si wanita terdiam, Alex tau jika wanita itu sedang memikirkan ide cemerlang untuk membuat nya sibuk sepanjang hari ini dengan segala keinginan nya. Namun Alex sama sekali tak masalah.


"Bagaimana jika kau mengunjungi ku kemari, aku ingin menikmati makan siang bersama mu. Aku merindukan mu wahai pria tampan ku," ujar si wanita setelah terdiam beberapa saat.


Tawa Alex pecah seketika kala mendengar kalimat alay tersebut.


"Hei! jangan tertawa, atau aku akan meminta sesuatu yang lebih sulit lagi untuk kau lakukan." Kesal si wanita mengancam.


Alex lekas menghentikan tawanya meski sangat sulit.


"Baiklah, maaf. Siang ini? aku berjanji akan menjemput tuan putri ku ke sekolah, jadi bagaimana jika nanti malam saja. Aku akan berangkat lebih cepat agar bisa menghabiskan banyak waktu dengan mu. Aku juga merindukan mu wahai wanita cantik ku, terutama bibir manismu yang suka sekali mengomeli ku." Ucap Alex mengekeh kecil.


Suara decakan terdengar jelas di telinga Alex, dia tau wanita itu pasti sedang merona saat ini.


"Baiklah, datang lebih awal. Jika tidak, maka aku akan meneror mu seperti bayangan setiap saat." Kecamnya serius.


"Ck, selalu saja seperti itu. Kau sama sekali tak mau rugi jika berkunjung kemari, dasar pria tua nakal." Sungut si wanita pura-pura kesal. Padahal hatinya tengah bermekaran bagai bunga.


Pertemuan mereka yang terbatas waktu karena sesuatu dan lain hal, membuat ke-dua nya tak leluasa dalam berbagi kerinduan.


"Aku yakin kau juga merindukanku sayang, terutama sentuhan ku." Alex makin gencar menggoda wanita nya. Membuat suara decihan si wanita menguar nyaring di ujung telepon.


"Ya sudah, aku baru tiba di kantor. Aku akan menghubungi mu lagi setelah menjemput putri kesayangan ku dari sekolah. Bye sayang, i love you and i miss you so much." Alex memutuskan panggilan kala tiba di parkiran kantor nya. Dia memegang perusahaan selama belasan tahun terakhir.


Restoran di tangani oleh Saleh dan Rahmat.


Saat berjalan menuju ruangan nya, Alex kembali ke mode es balok. Tak ada senyuman terpancar di raut tampan tersebut. Sehingga tak akan ada yang menyangka, jika Alex si datar bisa mengucapkan kalimat rayuan gombal untuk seorang wanita.


Itu kenapa Alex tak suka menerima panggilan dari sang wanitanya jika sedang berada di luar ruangan. Alex hanya akan Melakukan panggilan jika sedang sendiri tanpa siapapun di samping nya. Termasuk anak-anak nya.

__ADS_1


"Tuan, anda ada jadwal meeting dengan perusahaan Tunas Sejahtera pukul 1 siang, lalu pukul 3 sore ada pertemuan dengan perusahaan Putra Jaya Abadi." Urai di sekretaris ketika Alex baru tiba di ruangan nya. Wanita itu seperti biasa akan mengekori Alex ke dalam ruang kerjanya lalu menjelaskan sederet jadwal sang atasan secara rinci.


"Untuk pertemuan terakhir, undur besok pukul 10 pagi. Sore ini aku akan pulang cepat. Ada hal penting yang tak bisa aku tinggalkan. Sampaikan permohonan maafku pada tuan Wibowo, dan kirimkan sedikit parsel sebagai wujud rasa bersalah ku pada beliau. Apa saja, kau atur apa yang sekiranya cocok untuk di berikan agar dapat memperbaiki mood seseorang." Ujar Alex enteng.


Sang sekretaris hanya bisa menghela nafas panjang. Terjadi lagi, entah sampai kapan. Alex terlalu sering membatalkan janji temu dengan klien mereka karena alasan yang selalu sama. Urusan penting yang tak bisa di tinggal kan. Itu cukup mengganggu di benak Rahayu.


"Rahayu Ajeng! apa kau mendengarkan ku?" wanita itu terkesiap kemudian mengangguk pasrah. Apa lagi yang bisa dia lakukan selain mengikuti keinginan sang atasan.


"Mungkin hadiah kecil kali ini sedikit berbeda tuan Alex. Mengingat jika tuan Wibowo baru saja berulang tahun dalam bulan ini dan anda juga tak menghadiri pesta ulangtahun beliau. Maka aku berpikir untuk...."


Kalimat Rahayu terpotong oleh tangan Alex yang terangkat di udara.


"Aku mengerti. Berikan saja hadiah terbaik untuk tuan Wibowo. Asal jangan memberikan saham perusahaan, yang lain tak masalah untuk ku." Sela Alex tanpa beban.


"Mobil keluaran terbaru?"


Alex mengangguk tanpa menoleh. Jiwa miskin dalam diri Rahayu berontak tak rela. Dirinya saja berulang tahun dua bulan yang lalu, hanya di hadiahi sebatang coklat yang bahkan sudah sisa sepotong dari dasbor mobil sang atasan.


Bukankah Alex bos yang menyebalkan?


"Kau boleh membeli ponsel baru jika mau. Bukankah kau baru saja meng-upload status yang berusaha menarik simpati, jika ponselmu selemot siput air? belilah yang paling mahal, anggap saja sebagai hadiah ulang tahun mu dua bulan yang lalu. Maaf soal coklat sepotong waktu itu. Kau mengatakan kau tengah berulang tahun di saat yang tak tepat. Dan aku hanya memiliki sepotong coklat di mobil ku. Jadi aku pikir apa salahnya berbagi, bukankah itu akan menambah pahala?" Ujar Alex seringan kapas.


Rahayu melebarkan kelopak matanya. Wanita itu bergumam sebal dengan suara tak jelas.


berbagai katanya? pahala mana yang beliau maksud kan? ck! pelit ya pelit saja, kenapa harus mengelak. Eh? tapi lumayan lah, meski mendapatkan hadiah terlambat. Aku akan membeli ponsel paling mahal berikut kuota internet tanpa batas. Bisik hati Rahayu bergumam jahat.


Apa salahnya sesekali memanfaatkan sang atasan pikir nya. Toh selama ini dirinya sering di buat babak belur karena ulah sang atasan yang selalu seenak jidatnya, membatalkan pertemuan-pertemuan penting dengan para klien.


"Oke, deal!" sahut Rahayu setelah otaknya merencanakan kelicikan kecil untuk mengurangi isi rekening sang atasan.


Perkara selesai. Rahayu melakukan pekerjaan dengan hati penuh suka cita, sementara Alex tersenyum penuh kemenangan kala berhasil memperdaya sang sekretaris, agar rencananya tetap bisa berjalan tanpa kendala.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Semoga masih ada pembaca nya ini🤭😁


__ADS_2