Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Si kembar pembuat onar


__ADS_3

Pagi tiba kedua insan fana di kediaman Alex masih betah bergelung di dalam selimut. Alex mengungkung Ayank agar tak kemana-mana, pria itu ingin lebih lama memeluk sang istri dalam keadaan naked.


"Calon papa, lepaskan sejenak calon mama ini. Oke? sekarang sudah pukul 8 pagi, apa kau tak berniat untuk ke cafe hmmm?" bujuk Ayank mengusap pelan pipi sang suami.


Pipi tirus Alex kini jauh lebih berisi, begitu pun diri nya. Pola makan yang benar dan cukup nutrisi, kembali memulihkan tubuh bugar Alex yang sempat merosot tajam.


"Aku bos nya sayang. Aku masih belum puas memeluk mu, diamlah atau Jon akan kembali meminta jatah nya." Ujar Alex dengan suara serak. Antara mengantuk juga menahan sesuatu yang ingin di tuntaskan.


Ayank terkekeh pelan. Dia tau suami nya tak akan tahan jika mereka dalam keadaan seperti itu.


"Aku akan memberikan jatah pada Jon kecil mu nanti malam. Mungkin dua sampai tiga kali pendakian, ku rasa." Ayank terlihat berpikir sejenak. Sengaja menggoda suami nya.


Alex yang gemas, meraup bibir manis istri nya karena merasa sedang di goda.


"Aku mencatat nya sayang. Jangan ingkar janji apalagi kabur. Aku akan menagih nya nanti malam." Ucap Alex penuh tuntutan. Ayank tertawa renyah melihat umpan nya telah di lahap habis oleh sang ikan haus belaian.


"Baiklah, sekarang ayo kita sarapan. Aku lapar. Bibit kecebong mu sedang berenang susah payah di dalam sini, dan butuh nutrisi yang menunjang usaha nya. Agar bisa bertemu dengan sel telur ku." Balas Ayank frontal.


Alex tertawa renyah mendengar kalimat nyeleneh sang istri. Dia suka Ayank yang cerewet dan banyak bicara. Meski terdengar aneh, namun dia menyukai nya.


Kedua nya memutuskan untuk mandi bersama, meski akhir Alex lah yang menjadi orang terakhir yang keluar dari kamar mandi. Itu karena pria itu masih harus menyelesaikan album solo di dalam sana.


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Rean memacu mobil nya seperti orang kesetanan, pria itu menangkap siluet seseorang yang sedang dia cari menaiki sebuah taksi menuju arah terminal.


Namun tepat di lampu merah, mobil nya tanpa sengaja menyenggol motor sepasang suami istri yang baru saja pulang berjualan dari pasar. Sungguh sial. Rean terus mengumpat kesal pada diri nya sendiri.


Setelah mengantar kedua orang yang tak sengaja dia serempet, ke rumah sakit. Rean menghubungi Dean agar mengurus kedua nya.


"Ah sial! bogo banget sih, nyetir aja tidak becus!" oceh pria itu memukul setir mobil nya kesal. Dia kembali kehilangan jejak gadis pelayan bar tersebut. Sudah dua bulan, dan saat sudah hampir mendapatkan nya, Rean malah tertimpa kemalangan.

__ADS_1


"Semoga saja kau hamil, gadis sialan!" Umpat Rean yang hari ini begitu rajin melontarkan kalimat tak manusiawi. Pria itu kesal karena tak berhasil menemukan gadis yang telah dia renggut masa depan nya itu.


Saat mengetahui identitas gadis itu dari manager bar, Rean semakin merasa bersalah. Gadis itu bernama Jumiati, namun di tempat kerja nya di ganti oleh sang manager menjadi Jeni. Mengingat Jika gadis itu bekerja di tempat yang tak biasa, maka butuh nama panggilan yang lebih sedap di pendengaran.


Dan gadis itu adalah gadis yatim piatu. Berasal dari panti asuhan di kota B, baru merantau di Jakarta selama tiga bulan setelah menerima ijazah SMA nya. Namun Rean malah membuat gadis itu menuai petaka dari pekerjaan nya.


Rean yang di isengi oleh teman-temannya, tanpa sengaja memilih target yang salah. Rean pikir, semua gadis yang bekerja di tempat seperti itu, dengan pakaian mini. Semua sudah terbiasa dengan hal-hal tersebut. Hingga tatapan penuh gai rah nya mengarah pada gadis polos, seperti Jumiati.


Rean sudah tertarik dengan gadis kecil itu ketika masuk ke sana bersama teman-teman nya. Namun mengingat jika tak ada gadis baik-baik yang mau bekerja di tempat tersebut, Rean berusaha mengabaikan rasa yang muncul tanpa dia minta.


Namun ternyata Rean salah. Sesaat setelah berhasil memaksa gadis itu melayani nya, rupa nya Jumiati masih bersegel.


Gadis itu terus menjerit ketakutan juga menahan rasa sakit akibat penyatuan yang tak sabar dari Rean. Reaksi obat perang sang yang berada dalam tubuh nya, membuat Rean mengabaikan suara jeritan pilu gadis malang itu.


Hingga dua kali penyatuan tanpa jeda, reaksi obat laknat tersebut baru menghilang. Itupun karena Rean memutuskan untuk berendam Air dingin di kamar mandi. Jika tidak, junior masih tetap berdiri tegak sepanjang malam.


Melihat kondisi Jumiati yang sudah sangat lemah, dengan mata sembab. Rean tak tega terus melampiaskan has rat nya.


"Aaarrhgg!!... brengsek kau Rean! bukan ini ajaran orang tua mu!" ucap Rean frustasi. Bukan niat nya untuk merusak gadis kecil itu. Namun pengaruh obat yang di berikan oleh teman-temannya, membuat akal pikiran nya tak bisa berpikir jernih.


Obat dengan dosis tinggi tersebut berhasil membuat Rean bermutasi menjadi seorang pedofil. Menyesal dia mendatangi acara reuni kala itu, jika tau akan berakhir dengan menghancurkan mimpi sederhana seorang gadis yatim piatu.


Namun sesal tak akan bisa merubah keadaan, Rean berjanji akan menebus kesalahan nya. Dengan menikahi gadis itu dan membayar nya dengan banyak kebahagiaan.


Karena hati nya pun telah terkunci sejak malam laknat itu. Seusai berendam hampir setengah jam, Rean mendapati Jumiati tertidur dalam keadaan meringkuk di ujung ranjang dalam keadaan polos. Jejak Air mata masih terlihat jelas di pipi merah nya akibat tamparan keras Rean.


Dia ingat malam itu dia memeluk Jumiati, berharap besok pagi akan menjelaskan dan meminta maaf. Kenapa sampai itu terjadi kepada nya. Namun saat terbangun esok hari, Rean di buat gusar. Jumiati telah pergi dan tak pernah kembali bekerja di sana hingga satu Minggu penuh Rean mendatangi tempat itu.


Pihak bar pun baru memberikan identitas Jumiati setelah mendapat kan sedikit ancaman. Siapa yang tak mengenal keluarga nya, turun temurun dari sang kakek buyut hingga keluarga sang ibu.


Namun sayang, Jumiati seperti tau jika seseorang sedang mencari nya. Gadis itu berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

__ADS_1


Rean memutuskan untuk kembali pulang, panggilan sang ibu membuat nya tak bisa menolak. Wanita itu ingin makan siang bersama dengan ketiga putra jones nya


"Bagaimana keadaan mereka, De?" tanya Ana terlihat cemas. Dia tau kenapa sang anak bisa berakhir di rumah sakit. Karena sedang mengganti kan posisi Rean si pembuat onar.


"Sudah lebih baik, suami wanita itu mengalami luka lecet di siku juga bahu kiri nya. Kaki kiri nya juga ada luka sobek kecil dan sudah mendapatkan jahitan. Istri nya malah baik-baik saja. Wanita itu jatuh di atas tumpukan keranjang sayur, dan tak ikut terseret motor. Namun aku sudah meminta bibi untuk mengobservasi demi mencegah hal-hal yang tidak di inginkan." Terang Dean secara mendetail.


Rick dan Ana terlihat lega. Ini pertama kali nya salah satu anak mereka membuat sebuah masalah, lalu meninggalkan nya begitu saja. Ana rasa perlu sedikit mengintrogasi sang anak ketika pulang nanti. Dia yakin putra nya itu pasti sedang menyimpan masalah pelik dan masih belum mau berbagi dengan mereka.


"Panggil kan Ilian di kamar nya, nak." Titah Ana lembut. Dean beranjak dari sofa, namun sebelum naik ke lantai atas. Dean mencuri ciuman di pipi mulus sang ibu.


"Astaga! suami nya di sini kenapa kau lancang sekali. Panggil saudara mu sana, itu perintah buna bukan meminta mu untuk mencium nya." Tegur Rick posesif. Jiwa posesif sang ayah sedikit banyak menurun pada Rick meski pria itu gengsi mengakui nya.


"Posesif banget pak, seperti ABG saja." Ledek Dean berlari kecil menuju tangga. Ana menggeleng pelan sembari tersenyum geli.


"Ayo kita tunggu di meja makan," ajak Ana menggamit lengan sang suami, membuat wajah di tekuk Rick berubah cerah.


"Apa kita jadi ke restoran? aku ingin mengunjungi cafe milik menantu kita. Mungkin ada menu yang sedikit berbeda di sana. Kita bisa mencuri resep nya nanti, Alex tak akan berani marah." Ucap Rick ngaur.


"Kau ingin membuat putri kita bangkrut by? ada-ada saja." Sambung Ana geleng-geleng kepala.


Rick terkekeh kecil, dia hanya bercanda.


"Aku bercanda sayang. Mana mungkin aku tega membiarkan putri kesayangan ku hidup menderita. Aku tak sabar untuk menimang bayi mungil. Jika anak nya kembar, kita culik saja satu untuk menemani hari-hari tua kita nanti. Ayank pasti akan mengerti, jika kedua paruh baya ini sangat butuh hiburan." Lanjut Rick kembali berseloroh, namun dengan nada penuh harap terselip di dalam nya.


Rean yang baru tiba menghentikan langkah nya. Hati nya mencelos. Dia berharap gadis itu benar-benar mengandung anak nya. Dengan begitu dia kan punya alibi kuat untuk menikahi gadis tersebut.


"Khmmmm..hai bun, ayah." Sapa Rean memasuki ruang makan.


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Kisah Rean ikut nyelip di sini ya gengs, semoga tidak membuat alur nya kacau😁

__ADS_1


Lope lope kesayangan buna Qaya 🤍🤍🤍🤍🤍


__ADS_2