
Ayank terus menatap Alex yang tengah fokus menyetir, pria itu terlihat memacu mobil secara perlahan. Cuaca di luar mobil tak mendukung untuk berkendara di atas rata-rata. Lagi pula Alex ingin menghabiskan banyak waktu bersama Ayank.
"Jangan di lihat terus, nanti kau jatuh cinta padaku." Tegur Alex yang sadar jika sejak tadi diri nya di jadikan objek pemandangan, oleh sepasang mata indah milik Ayank.
Ayank mendengus malu. Wanita itu sejenak membuang pandangan ke luar jendela mobil yang mulai menggelap.
"Itu tadi benar, abis jatuh? kenapa tak pernah mengabari ku? apa sudah berobat? kenapa kau menjauhi ku juga Yonas?" tanya Ayank beruntun. Wanita itu terlihat memendam rasa kesal, karena tak mengetahui perihal Alex yang terjatuh di lokasi proyek. Dia hanya mengintai dari kejauhan dan itu pun tak seharian penuh.
Andai dia tau Alex sempat terjatuh, akan dia bawa pria itu pergi dari sana segera. Sayang Alex lebih memilih menyimpan rapat rasa sakit nya seorang diri.
"Oh, itu seminggu yang lalu. Rekan kerjaku tak sengaja menyenggol ku dengan ujung pipa hingga aku terjatuh dari lantai dua. Aku tidak apa-apa, lagi pula aku terjatuh di atas tumpukan semen. Jadi tidak terlalu sakit, tak perlu sampai berobat lah. Aku masih kuat ini, apa kau meragukan ku hmmm?" Seloroh Alex mengedipkan sebelah mata nya.
Ayank menatap nanar, di saat seperti itu pun Alex masih bisa bercanda.
"Ishh..apa kau tidak di beri jaminan kesehatan oleh kepala proyek mu? paling tidak mereka membawa mu berobat untuk memastikan kau baik-baik saja." Kesal Ayank tak terima. Yang nama nya jatuh dari ketinggian tak ada cerita tak sakit. Mungkin tak sampai patah karena pendaratan nya bukan benda keras, namun bisa jadi Alex mengalami keseleo atau lain nya.
"Aku ini pekerja lepas Ay, tak bisa menuntut banyak. Dokumen ku hanya ijazah SMA, aku bersyukur ada yang mau menerima ku bekerja. Maaf telah berbohong padamu dan Yonas. Aku hanya tak ingin kalian mengkhawatirkan kehidupan ku yang menyedihkan. Tapi sungguh aku baik-baik saja, aku jadi mengerti arti kata syukur di setiap jengkal hidup ku. Aku tak malu, sejak sekolah aku sudah sering bekerja kasar. Ini merupakan proses pertumbuhan bagiku, doakan aku mampu melewati dan kelak bisa menjadi seseorang yang berarti dengan caraku sendiri." Tutur Alex menenangkan Ayank yang terlihat tak rela, akan prosedur kebijakan perusahaan tempat nya bekerja.
Toh bukan salah perusahaan jika diri nya hanya seorang buruh lepas. Semua sesuai dengan kriteria yang di butuhkan dalam bidang masing-masing. Dan sebagai seorang kuli, Alex sadar akan hak nya. Sebatas menerima bukan meminta lebih.
"Tetap saja tidak sesuai prosedur kemanusiaan. Perusahaan apa-apaan itu!" ketus wanita itu masih sewot. Alex tersenyum lebar melihat perhatian Ayank yang tak berubah. Dengan sedikit keberanian, Alex meraih jemari Ayank lalu menyelipkan jari nya di antara jari lembut dan lentik Ayank.
"Maaf, kasar banget ya?" ujar Alex menyadari Ayank sedikit tersentak saat merasakan telapak tangan nya yang sangat kasar dan kaku.
"Tak apa, paling tidak aku tau ini semua karena kau sedang berusaha merangkak naik, dengan bekerja keras tanpa bantuan siapapun." Sahut Ayank lalu balas menggenggam tangan Alex. Pria itu semakin melebar kan senyum manis. Hati nya berbunga-bunga, begini kah rasa nya jatuh cinta untuk kedua kali nya dengan wanita yang sama?
Sungguh Alex tak ingin melewatkan momen terbaik ini begitu saja.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Di tempat lain, suara dua insan yang sedang berebut untuk mencapai puncak surga saling bersahutan. Suara erangan panjang menandakan jika kedua nya telah merengkuh ujung Nirwana.
__ADS_1
"Astaga kak, kau semakin gila. Lepas kan ikatan tanganku!" seru seorang gadis dengan nafas terengah-engah.
"Kau gemuk! Berat! yakin kau tidak sedang hamil? aku tak ingin di repotkan dengan urusan anak. Jika iya, maka gugurkan segera. Aku tak mau di ikat dalam hubungan yang monoton. Pernikahan bukan tujuan hidup ku, jadi jangan membuat ku masuk dalam masalah mu Am!" Arkhan bukan nya menjawab, namun malah mencecar Amber dengan pertanyaan dan kata-kata yang menohok.
Amber bergeming, benar memang diri nya sedang hamil. Dan dia berharap Arkhan akan bertanggung jawab pada nya. Mengingat hanya Arkhan yang rajin menyirami nya dengan benih toge. Sedangkan dengan pria lain, Amber memilih bermain aman. Namun kenyataan nya, pria itu sama sekali tak peduli pada nya selain menikmati tubuh nya dengan cara brutal.
Seperti sekarang ini, kedua tangan Amber di ikat di kepala ranjang dengan mata tertutup. Pria itu pun tak segan melakukan tindakan ekstrim lain nya. Seperti memasukkan **** toys ke dalam inti Amber, lalu meninggalkan nya begitu saja setelah diri nya puas. Sedang kan Amber dalam keadaan kaki dan tangan terikat atau di borgol.
Meski begitu Amber tak bisa lepas dari Arkhan, karena perasaan sayang seorang adik pada kakak nya kini telah berubah arah. Gadis itu mulai memupuk rasa cinta yang dalam pada pria bengis tersebut tanpa peduli pada diri nya sendiri.
Setelah membuka ikatan tangan Amber, Arkhan berjalan menuju kamar mandi tanpa peduli lelehan bening yang meluncur bebas di pipi chubby Amber.
"Aku tak akan membunuh bayi ku kak. Tak peduli kau menginginkan nya atau tidak, akan ku buat kau jatuh dalam kendaliku hingga sejatuh-jatuh nya." Gumam Amber menatap sengit pada pintu kamar mandi yang tertutup rapat.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Revan tersenyum puas, kali ini dia berhasil lagi mengacaukan sistem informasi manajemen perusahaan anonim milik Antonio.
"Kau harus memberikan ku bonus lebih bulan ini, wanita galak." Ucap Revan sembari menatap pigura yang berisi foto Ayank di atas meja.
Klek
Jordy masuk dengan wajah lelah, pria itu menenteng sekantung plastik putih ukuran sedang.
Revan menatap intens pada plastik yang mencuri perhatian nya.
"Apa itu? seperti nya enak..." ujar Revan penuh harap akan di bagi.
"Ambil semua, jangan lupa ganti uang ku yang ku pakai untuk membeli nya." Ucap Jordy acuh, pria meletakkan plastik yang dia bawa di atas meja kerja Ayank. Meja kerja yang biasa di pakai oleh Revan untuk menggali informasi yang dia butuhkan. Mengingat hanya komputer Ayank yang memiliki sistem perangkat hacker terbaik dari segala jenis software.
"Oke, kalau sudah ada gini mah tidak masalah." Revan langsung meraih plastik dan mengeluarkan isi nya. Ada sebungkus nasi Padang paket komplit. Liur Revan hampir menetes saat baru membuka bungkusan nya.
__ADS_1
"Yakin kau tak ingin? ini kan makanan favorit mu" tanya Revan memastikan. Dia jadi sedikit curiga melihat Jordy yang ogah-ogahan.
Jordy melirik sahabat nya dengan tatapan lesu.
"Aku tadi nya sangat berselera ingin memakan nya beserta bungkus nya juga. Tiba-tiba kekasih ku mengirimi ku pesan wasiat yang membuat semangat hidup ku langsung rubuh ke dasar bumi." Terang Jordy sembari memejamkan kedua mata nya. Pria itu duduk di sofa dalam keadaan berselonjoran, kepala nya di dongakkan ke atas. Seperti sedang teringat momen paling buruk dalam hidup nya.
"Kau kenapa? apa dia berniat memberikan mu warisan? harus nya kau senang, kalau tidak kau bisa membagikan nya pada ku." cerocos Revan fokus pada makanan nya tanpa tau Jordy sedang menatap sengit ke arah nya.
"Wanita itu akan menikah dengan pria lain, dia memutuskan ku melalui pesan singkat. Apa kau tau, harga diri ku serasa berada di bawah kaki balita saat membaca nya. Saking syok nya, aku hampir lupa membayar makanan ku. Wanita itu benar-benar, susah payah aku menabung untuk biaya melamar nya. Kini semua raib tak bersisa. Entah-entah dia gunakan untuk biaya menikah dengan pria itu. Aku jadi kesal kala mengingat jumlah cuan ku yang tak sedikit, sudah tertabung dalam rekening nya selama ini. Jika Ayank tau, bisa-bisa wanita itu akan menggantungku terbalik di pohon Pete di depan markas." Cerita Jordy membuat rendang di dalam mulut Revan nyaris melompat keluar.
Pria itu terbahak tak tau situasi.
"Ya Tuhaan! bagaimana bisa ada mafia sebuduh diri mu Jordy Sugeng! kau menabung hasil kerja mu di rekening seorang wanita yang bahkan bukan saudari mu. Coba kau tabungkan padaku, ku jamin bunga 0,5 persen perbulan. Kau benar, jika Ayank tau, bukan hanya akan menggantungmu. Tapi wanita galak itu juga akan membedah kepala mu, mengganti otakmu dengan otak kancil. Paling tidak kau bisa sedikit cerdik dalam berpikir. Bukan hanya memikirkan se lang ka ngan wanita saja!" Olok Revan kembali tertawa renyah.
Jordy mendelik jengkel, bukan nya memberi nya masukan. Revan malah menambah beban pikiran nya saja.
"Ingat ganti uang ku tadi, total nya 72 rb dengan boba itu." Ketus Jordy mengalihkan topik. Meladeni Revan semakin membuat suasana hati nya semakin galau. Memikirkan cuan nya yang telah di bawa kabur oleh sang mantan kekasih.
"Aku akan mengganti nya, Jordy Sugeng! aku tau kau sedang dalam fase kere sekarang. Ku ganti 100 rb tunai beserta bunga nya juga!" seru Revan menggoda sang sahabat yang berjalan lesu keluar ruang kerja Ayank.
"Ckckck! ada-ada saja, bagaimana bisa dia menabung di rekening yang salah. Kini malah galau sendirian." Gerutu Revan tak habis pikir. Pria itu mengotak atik keyboard komputer untuk mencari data transaksi Jordy yang terkahir.
Akan dia kembali kan semua uang pria malang itu, setelah mengerjai mantan kekasih sang sahabat tentu nya. Bermain-main sedikit sebelum membuat wanita itu kapok dan mendapatkan pelajaran berharga. Karena telah berani-berani nya mencuri hasil kerja keras Jordy tanpa perasaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Untung ada Revan Wijaya, semua bisa teratasi dengan baik.
Besok Author dalam fase yang sangat sangat sangat sibuk guys, jadi mohon maaf bila update nya kemungkinan setelah Natal usai🙏🙏
Semoga kalian sehat selalu dan senantiasa dalam lindungan Tuhan yang maha esa 🤲🤲😇😇 Doakan semua yang author atur dengan penuh perencanaan, bisa berjalan sesuai harapan 🙏😇😚
__ADS_1
Lope lope kalian semua pembaca yang hebat dan setia 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰