Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Fakta dua Wanita


__ADS_3

Suara gedoran pintu membuat Alicia yang tengah melakukan pekerjaan nya terganggu. Gadis itu menggerutu kesal pada tamu tak tau diri tersebut. Entah siapapun itu, yang jelas sekarang dia sedang sangat marah.


Klek


"Apa kau tak punya sopan santun hah?!" kedua mata Alicia membola kala melihat tamu dengan perut buncit di hadapan nya.


"Dasar gadis nakal, apa yang telah kau lakukan hah!?" Alicia berbalik tanpa menjawab apapun. Gadis itu lebih dulu duduk di sofa tanpa mempersilahkan tamu nya untuk ikut duduk.


"Di mana anak buahku? jika kau melakukan sesuatu pada nya, akan aku lubangi punggung mu dengan kapak tumpul di markasku!" Alicia lagi-lagi bergeming, memutar bola mata malas ke arah sang sepupu.


"Sudah ku jadikan daging guling panggang. Wuihh! kau harus mencicipi nya kak. Rasa nya lebih nikmat dari daging sapi impor berkualitas super. Aku menyisakan sedikit untuk mu juga Kevin. Semoga kalian berdua menyukai nya." Ucap Alicia asal. Kalimat pemancing amarah itu membuat si wanita hamil naik pitam.


Lemparan vas bunga kesayangan Alicia terlihat melayang indah ke arah gadis itu. Alicia yang sigap lekas menangkap nya meski merelakan lutut nya mencium lantai keras.


"Kau tamu brengsek tak tau diri, kak! enyah dari apartemen ku sekarang juga atau perut mu akan aku belah seperti ketupat hari raya kurban." Kesal Alicia geram.


"Sebelum kau melakukan nya aku sudah lebih dulu mengirim mu ke akhirat, adik kecil. Katakan di mana Revan? aku tak punya banyak waktu untuk bermain-main denganmu."


"Cih! bos mafia sok sibuk. Memangnya waktu mana yang ku sita? waktu untuk mengintili suami mu seperti semut? apa kau tau keadaan di luar sedang kacau balau, kalau aku tak tiba tepat waktu. Hari ini kau tak akan punya waktu untuk mengunjungi ku kemari, melainkan berdiri di sisi nisan seorang pria bernama Revan Wijaya. Sadar lah kak, kebucinan mu membuat semua orang kesulitan." Kata-kata Alicia membuat sang sepupu mematung dalam diam.


Wajah datar nya tak memperlihatkan ekspresi apapun.


"Aku tau apa yang aku lakukan. Kau hanya bocah kemarin sore Alicia. Jika paman Lucas mengetahui keterlibatan mu semalam, kau akan berkahir di kampus asrama putri dengan para suster sebagai bodyguard mu. Percayalah kata-kata ku ini, kehidupan seperti sangat tidak menyenangkan."


"Dan lihat lah aku berada di mana sekarang? papa tak akan sanggup memaksakan kehendak nya. Bukankah kita memiliki sifat keras kepala yang sama? dan usiaku sudah 20 tahun. Aku sudah dewasa. Tak ada aturan keluarga yang dapat mengikat ku." Pertentangan pendapat selalu menjadi menu wajib ketika kedua nya di pertemukan.


"Kau tau Alicia? beban ku sudah cukup sarat. Zian kini sedang merawat putri seorang tawanan ku. Mertuaku, Haura kini tengah berjuang melakukan sesuatu yang bisa saja membuat nya kehilangan nyawa nya. Dan Antonio bajingan itu, sedang mengincar orang terdekat ku. Itu kenapa aku selalu menempeli Alex. Ku tinggalkan Markas agar para musuh ku berpikir, jika aku sudah lengah.Di saat itu tiba, aku akan dengan mudah menangkap tiga ekor lalat hanya dengan satu perangkap. Apa kau pernah berpikir hingga sejauh itu, Alicia sayang? tidak! bisa ku lihat dari ekspresi bo doh mu itu. Kau gadis yang sangat ambisius juga gegabah. Aku tak seperti mu, wanita tenang seperti ku selalu tau kapan harus bertindak. Kapan waktu untuk rehat sejenak."


Alicia merasa tertampar. Akibat ulah nya setahun yang lalu. Gembong mafia paling berbahaya berhasil meloloskan diri dari serbuan sang kakak. Kecerobohan nya yang tak sabar menunggu perintah, membuat misi besar itu gagal total.


Meski berhasil meringkus tikus-tikus kecil, namun bukan itu tujuan Ayank dalam misi nya. Namun karena sang adik sepupu. Buruan nya kabur tanpa bisa dia lacak hingga sekarang.

__ADS_1


Itulah kenapa Ayank seolah lepas tangan terhadap segala tanggung jawab nya sebagai seorang ketua klan. Wanita itu punya rencana. Strategi hebat yang akan mencetak sejarah bagi klan nya.


"Pria bo doh itu ada di kamar atas." Ayank tersenyum kala mendengar kalimat pengalihan dari bibir tajam sang adik.


Sementara di lantai atas, Revan terpekur tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Jadi kedua wanita itu adalah saudara sepupu. Pantas saja ketajaman mulut nya mengalahkan tajamnya belati.


Namun yang membuat nya tercengang adalah, rahasia besar yang Ayank sembunyikan dari mereka. Sungguh hati nya tak terima.


Sempat kesal karena merasa Ayank sudah mulai abai pada tanggung jawab nya. Kini dia mengetahui alasan nya. Malu, itu yang Revan rasakan. Bertahun-tahun bersama wanita itu, tak membuat nya benar-benar mengenali Ayank sepenuhnya.


"Tolong panggilkan dia untuk kakak, kau tau wanita hamil sedikit kesulitan untuk turun naik tangga." Ujar Ayank memohon dengan wajah menyebalkan.


Alicia mendengus kesal namun tetap berjalan menuju lantai atas.


Gadis itu menempati penthouse dua lantai.


Revan berjalan kembali ke dalam kamar seolah tak pernah mendengar apapun. Berpura-pura lebih baik bagi nya. Sebagai penutup rasa malu atas prasangka dangkal nya selama ini.


"Jika kau masih berpura-pura, aku akan benar-benar melempar mu keluar balkon dengan senang hati." Revan menggeliat waspada. Dia harus terlihat baru saja bangun agar tak di lempar hidup-hidup oleh gadis psikopat itu.


"Berisik! apa kau tak lihat jika aku sedang beristirahat." Sahut Revan tak kalah ketus. Meski hatinya sedikit was-was sekarang.


"Keluar dari kamar ku, aku ingin mengganti kasurku dari bekas kutu seperti mu." Kedua mata Revan membeliak kesal. Setampan dirinya di katai kutu. Dasar gadis tak punya perasaan.


"Cih! kasur bau ompol saja kau banggakan!" balas Revan tak mau kalah.


Alicia tak lagi meladeni Revan yang akan membuat emosi nya semakin tak stabil. Gadis itu memilih turun terlebih dahulu.


Namun Setiba di ruang tamu, sang kakak tak terlihat di manapun. Alicia mulai berpikir jika hormon kehamilan telah merubah sang kakak menjadi sedikit sensitif.


Namun saat berbalik, Alicia di buat tercengang. Ayank tengah bereksperimen dengan dapur minimalis nya.

__ADS_1


Dengan langkah tergesa, Alicia menghampiri sang kakak.


"Kak, aku harap kau tak memasak menggunakan granat untuk menyalakan kompor mungil ku. Harga nya sangat mahal, dan itu edisi terbatas, Hanya orang-orang kaya saja yang memiliki nya. Dan itu hanya di produksi lima buah saja." Ayank tak menghiraukan ucapan pongah sang adik.


Wanita itu terlihat membuat steak dengan daging sapi kualitas terbaik, yang sengaja Alicia simpan untuk diri nya sendiri.


Alicia berdecak kesal kala melihat daging yang sudah setengah matang di atas panggangan.


"Setelah ini pulanglah kak, bawa serta anak kesayangan mu itu pergi. Kalian benar-benar kompak membuat ku kerepotan." Geram Alicia jengkel.


"Aku pasti akan pulang. Setelah perutku kenyang tentu nya." Balas wanita itu tertawa laknat.


Revan ikut duduk di meja makan dengan liur memenuhi mulut nya. Dia pun lapar, namun meminta makan pada Alicia membuat nya khawatir. Khawatir gadis itu akan meracuninya jika terlalu cerewet.


Meninggalkan ketiga insan yang sedang dalam situasi tak kondusif. Di benua lain, dua orang pria paruh baya tengah menyusun rencana penyerangan balik pada musuh yang sama.


"Aku masih marah padamu, Antonio. Gadis kecil itu masih belum di temukan. Kau tau obsesi ku pada nya sangat besar. Dan hanya gadis kecil itu yang berhasil membuat aset kebanggaan ku berdiri tegak. Hanya dengan sentuhan tangan mungil nya. Dan aku menginginkan nya kembali. Bawa dia untuk ku, maka aku akan memberikan apapun yang kau inginkan. Bahkan separuh hartaku pun, aku tak akan keberatan. Kau tau, sebagai seorang pria sejati. Akan terasa tak berarti tanpa bisa membuat nya terbangun sempurna." Ujar pria tersebut tanpa rasa malu.


Menatap kejantanan nya yang kembali tertidur pulas, tanpa kehadiran si gadis kecil yang dia maksud kan.


Antonio bergeming tanpa berani membuat janji. Gadis itu lenyap bagai di telan bumi. Tak terlacak sama sekali. Entah mati oleh para preman jalanan, atau menjadi korban perdagangan anak. Dia pun hanya menerka-nerka.


"Apa kau mulai kehilangan pamor kekuasaan mu, Antonio? aku butuh gadis itu, bawa dia kembali ke hadapan ku dalam keadaan utuh. Aku tak mau tau." Setelah mengatakan kalimat penuh paksaan tersebut, si pria berlalu keluar dari ruangan Antonio.


Sedangkan sejak tadi, seorang wanita menguping pembicaraan tersebut dengan merekam diam-diam. Setelah nya dia pergi untuk mengirimkan bukti rekaman tersebut pada seseorang.


Seseorang yang mem_backup nyawa nya selama ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Siapakah wanita penguping tersebut? dan siapakah yang telah menjamin keamanan wanita itu? kuy simak bab selanjutnya gengs

__ADS_1


lope lope para kesayangan buna Qaya 🥰🥰😚😚


__ADS_2