
Alex mengerjabkan kedua mata nya, pria itu sebenar nya sengaja menahan kantuk agar tak tertidur. Namun sayang rasa kantuk nya lebih besar dari pada rasa penasaran yang bercokol di dalam hati nya.
Sekali lagi, Alex melihat ranjang di sisi nya kosong. Ayank tak ada di sana. Dengan terburu-buru Alex beranjak dari ranjang, berjalan mengendap-endap keluar kamar. Tujuan nya adalah kamar yang di tempati oleh Yonas.
Sesaat tiba di depan pintu kamar yang sedikit terbuka tersebut, Alex lagi-lagi di buat tercengang. Dengan amarah yang sudah bertumpuk, Alex membuka pintu depan kasar. Nafas Alex memburu turun naik dengan kedua tangan mengepal sempurna.
"Dasar sahabat bajingan!" Teriak Alex meraih sebuah tongkat baseball dari sudut ruangan. Pria itu berniat untuk menghajar sang sahabat, namun di detik akan melangkah maju. Sebuah pukulan keras mengenai tengkuk nya. Alex meringis sebelum akhir nya jatuh pingsan.
"Haahhh hhaahhh haahhhh.." suara nafas Alex terengah-engah, pria itu terbangun dalam posisi terduduk di ranjang nya. Dan Ayank lagi-lagi masih ada di sana dalam posisi semula. Alex meraup wajah kasar, meraba tengkuk yang tak merasakan apapun. Apakah diri nya kembali bermimpi? sungguh Alex rasa nya hampir gila memikirkan mimpi buruk yang serasa nyata satu minggu belakangan ini.
"Tidak mungkin ini mimpi, rasa nya begitu nyata. Pukulan itu sangat keras, tapi siapa yang memukulku? hanya ada kami bertiga di dalam rumah ini?" gumam Alex berusaha mengingat potongan mimpi buruk nya. Meski dia tak pernah menganggap nya mimpi, karena terasa begitu nyata.
Klek
Seperti biasa, Yonas menyapa Alex dengan senyum lebar nya tanpa sedikitpun semar yang terlihat di wajah rupawan tersebut.
"Kenapa kau selalu saja seperti ini setiap bangun pagi? apa kau sakit? kau harus beristirahat total Lex, kau kelelahan karena mengurus mantan istri mu siang malam. Jalan-jalan lah keliling kecamatan, mungkin kau akan menemukan pemandangan lain di sana." Nasehat Yonas menatap iba pada sahabat nya. Alex terlihat semakin kurus, pria itu stress dengan mimpi nya juga gusar dengan sikap ramah dan polos sahabat nya.
Ingin sekali Alex menonjok wajah tampan Yonas namun tak memiliki alasan untuk melakukan nya.
"Aku tak perlu pemandangan lain di luar sana, jika di sini aku sudah punya pemandangan yang indah. Meski aku tak tau, apakah kehadiran ku di butuhkan atau tidak. Rasa nya seperti mimpi indah yang di balut sedikit kecemasan tak beralasan." Balas Alex ambigu.
Pria itu jadi sering berkata penuh nada sindiran belakangan ini. Dan lebih irit bicara bahkan kepada Ifah sekalipun. Entah kenapa dia merasa gadis itu juga terlibat di dalam skenario mimpi nya tersebut. Untung saja bukan skenario harkat dan martabat. Bisa semakin pusing pikiran Alex di buat nya.
"Kau benar. istri mu terlalu menawan untuk di ganti kan dengan yang lain. Meski aku sempat heran, bagaimana kau bisa mengkhianati nya hingga bertahun-tahun lama nya." Skak!
Kalimat candaan Yonas serasa mencubit keras hati nya. Alex terdiam, memikirkan perbuatan nya di masa lalu.
__ADS_1
Yonas yang menyadari wajah murung Alex lekas meminta maaf.
"Maaf bro, bukan nya aku bermaksud. Sudah lupakan saja, bukan kah itu masa lalu. Yang penting kau sudah berubah menjadi Alex yang lebih baik sekarang. Bersiaplah, kita akan sarapan. Pagi ini Ifah datang terlambat, jadi aku memesankan nasi kuning saja. Kau suka ikan bukan? aku memesan lauk ikan gabus untuk mu, juga liver ayam." Seloroh Yonas terkekeh kecil.
Meski hanya di tanggapi anggukan ala kadarnya dari Alex, tak membuat Yonas ambil pusing. Pria itu keluar setelah memasukkan suntikan melalui klip infus Ayank. Alex memperhatikan wajah sang mantan yang telah memporak-porandakan tidur nyenyak nya selama satu minggu ini.
"Ada apa sebenar nya dengan diri ku Ay? apa aku sudah mulai gila? kenapa mimpi itu terasa begitu nyata, namun aku selalu berakhir di tempat yang sama setiap kali mataku terbuka. Tolong bangunlah, ayo kita rajut kembali kisah lama yang telah aku rusak. Aku akan menebus nya dengan seluruh hidup ku. Aku akan menjadi suami juga ayah yang hebat untuk mu dan anak-anak kita kelak. Aku hanya menginginkan mu Ay, tolong bangunlah untuk pria lemah ini." Ucap Alex tergugu.
Pria itu terus mencium punggung tangan Ayank dengan air mata mengalir deras. Sebelum ke kamar mandi, Alex menyiapkan air hangat untuk menyeka tubuh Ayank. Meski harus melawan gejolak dalam diri nya, Alex tetap melakukan nya dengan telaten hingga selesai. Barulah dia menuntaskan has*rat nya di kamar mandi.
"Fah? kau sudah membereskan semua nya?" tanya Yonas yang kini tengah duduk bersama Ifah di meja makan.
"Sudah. Semua aman tanpa jejak." Sahut gadis itu dengan nada mantap. Tak seperti Ifah yang lemah lembut seperti biasa nya. Sungguh sangat berbeda andai saja Alex melihat nya, pria itu akan semakin penasaran.
"Hai Lex, ayo bergabung. Bumbu nasi kuning nya sangat muantep, Ifah melebihkan dua bungkus jika saja ingin nambah." Ujar Yonas ceria.
Alex hanya tersenyum samar, pria itu terlihat malas namun diri nya juga butuh makan. Keuangan nya sudah menipis, membeli beberapa obat juga kebutuhan yang Ayank perlukan.
"Mas Alex sakit? kok lesu amat kaya sayur kangkung kelewatan masak." Seloroh Ifah mencair kan suasana.
Alex menggeleng pelan seraya tersenyum simpul.
"Lagi pusing aja Fah, menjadi pengangguran itu ternyata tak enak. Aku mulai berpikir untuk meminta Yonas memecatmu lalu menerima ku bekerja di sini." Balas Alex membuat Ifah melotot tajam.
Gadis itu bahkan sampai tersedak saking terkejut nya dengan pernyataan Alex.
"Wah! mas Alex pagi-pagi ngajak perang dunia. Baru tau kalau mas Alex bisa becanda juga rupa nya." Ujar gadis itu sedikit gusar. Alex tersenyum dalam diam melihat kegelisahan di wajah Ifah yang terlihat jelas. Sedangkan Yonas hanya diam memperhatikan kedua nya.
__ADS_1
"Saya tidak bercanda Ifah, lagi pula kau kan punya sawah. Ada toko kelontong juga, cukuplah itu. Biarkan pekerjaan mu di sini aku yang mengganti kan, itung-itung buat ganti ongkos makan dan tidur gratis di rumah pak dokter ini." Ujar Alex semakin gencar. Terlihat serius dan menantang mental Ifah.
Ifah diam-diam melirik sang majikan tampan, berharap Yonas angkat bicara untuk memberikan nya pembelaan.
Akhirnya Yonas menyudahi makan nya lalu menatap Alex dengan tatapan tak terbaca.
"Ada apa Lex? jangan membuat Ifah cemas begitu. Ifah sudah bekerja padaku sejak aku pertama kali dinas di sini, mana bisa seenak nya aku pecat begitu saja. Kau jangan ngaur, ayo habiskan sarapan mu. Bercanda mu bisa membuat Ifah terkena serangan jantung dadakan." Tegur Yonas menengahi.
Sedangkan Alex tertawa hambar. Sehambar hati nya yang nano-nano, namun rasa nya tawar semua. Mimpi nya selama satu Minggu ini berhasil membuat akal sehat nya sedikit terganggu.
"Maaf Fah, mas Alex mu ini hanya bercanda. Jangan di ambil hati apalagi mengambil apa yang bukan milik mu." Seloroh Alex penuh makna terselip di dalam kalimat nya. Meski dengan tawa lebar, Yonas menyadari perubahan tersebut. Alex seperti sedang menyindir seseorang di ruangan tersebut.
Selesai sarapan, Alex menitipkan Ayank pada Ifah. Tentu saja setelah Yonas berangkat bekerja. Dia tak mungkin meninggalkan Ayank dalam pengawasan Yonas seorang diri.
Sedangkan dirinya memutuskan untuk ke luar kota kecil tersebut. Dia ingin menarik sejumlah uang di ATM kota lain agar tak mudah terlacak keberadaan nya.
Bermodal kan motor dinas milik Yonas, Alex memacu nya dengan cukup laju. Berharap agar bisa segera kembali pulang dengan cepat.
Sedangkan di mess, Ifah tengah meracik semacam obat herbal untuk di berikan pada seseorang. Senyum miring tercetak jelas di sudut bibir nya.
"Kau pasti sedang dalam tekanan psikis yang cukup berat saat ini, nikmatilah selagi mampu bertahan. Kita lihat sampai di mana kau mampu mempertahankan diri dalam misteri gaib mimpi indah mu setiap malam." Gumam Ifah kemudian memasukkan hasil rebusan ramuan tersebut ke dalam sebuah box steril. Cairan tersebut akan di di jadikan zat untuk bahan injeksi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semakin penasaran tidak guys 🤭
Kasihan mas Alex yang tampan, satu Minggu penuh othor buat gelo karena mimpi indah nya yang mengusik ketenangan jiwa dan raga 😁😆
__ADS_1
Maaf keun othor yang kejam🙏🙏😘😘
Lope lope buat Alex dan para readers sekalian 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰