
Seorang pria terlihat marah-marah pada anak buah nya. Berbagai kalimat umpatan menghiasai pendengaran para pria kekar tersebut.
"Bo doh! Dasar bo doh! menjaga anak kecil saja tak becus! aku membayar kalian bukan untuk tidur, bagaimana bisa kalian di kadali seorang bocah ingusan.. Memalukan! cepat temukan anak itu. Ingat, aku menginginkan nya dalam keadaan utuh tak kurang satu apapun. Paham!" anggukan kepala cepat tanda bahwa mereka memahami perintah sang bos.
Atau lebih tepatnya berusaha untuk menyelamatkan nyawa masing-masing.l
"Berani nya kau bermain-main denganku gadis kecil." Seringai serigala di bibir nya terlihat menakutkan. Pria paruh baya itu tengah merencanakan hal buruk, pada sang gadis malang setelah berhasil menemukan nya nanti.
Di sudut kota, terlihat seorang gadis kecil tengah berlari tanpa alas kaki di tengah malam buta menuju pagi. Pakaian tidur yang terlihat lusuh dengan keringat bercucuran deras memenuhi tubuh kurus nya.
Tubuh ringkih yang penuh dengan siksaan fisik dan batin selama dua bulan ini.
Brugh!
Tubuh kecil itu terjengkang jatuh seperti batu kecil tak terlihat.
"Hei! apa kau buta!" teriak seorang pria marah. Dia baru saja selesai mengantar kan seorang teman nya yang tengah mabuk berat, ke apartemen tepat di depan gang tersebut.
Tubuh nya pun masih aroma muntahan alkohol akibat ulah sang teman.
"Maaf, maaf kan aku tuan. Aku sungguh tak sengaja, tolong jangan apa-apakan aku aku mohon!" ucap gadis kecil itu dengan kalimat cepat. Si pria muda mengernyit kan dahi nya heran.
Bagaimana bisa ada seorang gadis kecil berkeliaran tengah malam begini seorang diri. Dan lihat penampilan nya yang terlihat seperti seorang gelandangan.
"Aku tak akan marah, jadi cepat katakan, kenapa kau bisa berkeliaran di sini malam-malam begini." Cecar si pria menatap penuh selidik pada gadis yang masih meringkuk ketakutan di pojok tembok.
"Aku...aku.. sedang kabur dari orang-orang yang selama ini menyekapku. Mereka kini pasti sedang mencari ku tuan, bisakah kau menolong ku. Aku akan melakukan apapun untuk membalas mu, asal selamat kan aku." Ujar si gadis beringsut di bawah kaki si pria. Sontak membuat pria itu mundur teratur.
"Berhentilah, aku akan menolong mu. Ayo ikut denganku, mobil ku di depan gang sana." Si gadis mengangguk cepat meski tak yakin pria itu pun orang baik. Paling tidak dia harus memiliki tempat tujuan untuk melarikan diri untuk sekarang.
Sepanjang perjalanan tak ada yang membuka suara. Si pria sesekali melirik pada gadis kecil di samping nya. Ada rasa iba menyelinap masuk ke dalam hati nya. Kaki gadis itu terlihat mengeluarkan bercak darah, pergelangan tangan nya terlihat bekas jeratan.
__ADS_1
Dia yakin gadis itu pasti tak sedang menjebak nya dengan kebohongan.
Setiba di apartemen, si pria meminta si gadis kecil untuk membersihkan diri. Di karena kan dia tak memiliki pakaian anak-anak. Maka dia memberikan baju kaos juga celana kolor milik nya pada si gadis.
Terlihat lucu, celana itu longgar namun si gadis kecil menarik tali kolor hingga mentok, lalu mengikat nya kencang agar tak melorot jatuh.
"Istirahat lah di dalam kamar itu, aku akan tidur di sini saja." Ujar si pria setengah selesai menemani si gadis kecil makan. Dia berinisiatif membuat kan spaghetti selama menunggu si gadis kecil itu mandi.
"Aku di sini saja tuan, tak apa aku sudah terbiasa." Tolak nya halus dengan senyum yang sangat manis. Sejenak si pria terpesona namun segera menyadarkan otak kotor nya, sebelum dia berkahir menjadi seorang pedofil.
"Kau saja yang di kamar, jangan membantah atau kau akan aku lempar keluar jendela." Balas si pria dengan nada datar tak ingin di bantah.
Sontak saja membuat gadis kecil itu mengangguk cepat kemudian berlari kecil menuju kamar, yang di tunjuk oleh sang pemilik. Senyum di sudut bibir nya terangkat sempurna kala melihat Tingkah lucu tersebut.
"Ya Tuhan yang agung, kenapa jodohku baru kau tetaskan sekarang? lihatlah, dia sangat manis dan sudah mampu menggetarkan hati play boy cap badak corong ini." Ucap si pria terlihat frustasi.
Dengan gontai, dia menghempas kan tubuh lelah nya di atas sofa di depan televisi. Malam ini dia yakin bisa tidur nyenyak, mengingat apa yang harus dia lakukan pada gadis kecil tersebut besok pagi.
"Sayang, habis kan susu mu baru boleh makan ini." Titah Alex menyodorkan segelas susu coklat pada sang istri. Ayank dan Alex kini tengah di liputi kebahagiaan besar. Ayank positif dua garis dan itu merupakan hal yang paling menggembirakan seluruh keluarga.
"Ya ya, kenapa kau sekarang sangat cerewet sekali." Gerutu Ayank memajukan bibirnya kesal. Alex menyambar ujung bibir yang terlihat maju lima sentimeter tersebut.
Kecupan ringan nan hangat menempel di bibir mungil sang istri yang belakangan begitu rajin melahap apa saja tanpa batasan.
"Manis padahal, tapi kenapa kalau mengeluarkan suara selalu saja terdengar menggerutu dan berdumel kesal." Seloroh Alex seolah sedang mencecapi rasa dari bibir sang istri.
Ayank memukul pelan lengan kekar suami nya.
"Itu karena kau cerewet seperti ibu-ibu saja. Apa kau malu melihat ku selalu saja makan di mana pun aku berasa?" ucap Ayank dengan wajah murung. Alex tersenyum melihat sisi sensitif sang istri.
"Tentu saja!" jawab Alex ambigu, sontak membuat bola mata Ayank hampir melompat keluar. Sedangkan Alex tergelak melihat reaksi terkejut sang istri.
__ADS_1
"Tentu saja aku tak masalah. Kau mau makam sebanyak apapun aku tak pernah mempermasalahkan nya sayang. Hanya saja kau harus minum susu mu terlebih dahulu, vitamin juga buah-buahan. Itu baik untuk mu juga twin. Agar kelak mereka tidak kekurangan nutrisi buah dan sayuran. Semakin semok kau semakin menggemaskan, aku bahkan sulit untuk meninggalkan ranjang melihat tubuh mu semakin berisi seperti ini. Ya ampun, aku ada meeting pagi ini. Sial!" Rutuk Alex di akhir kalimat nya.
Ayank balik mentertawai sang suami, kala melihat celana kain tersebut terlihat mengembung.
"Kau benar-benar meresahkan sayang, aku harus cepat-cepat berangkat kalau begini." Ujar Alex frustasi.
"Ya sudah, hati-hati calon papa."
"Kau juga, berhati-hati lah di rumah. Aku akan mengirim cemilan sehat untuk mu nanti, Jordy atau Yudi. Entah siapa di antara mereka yang sedang menganggur."
"Kau lupa mereka tak pernah benar-benar menganggur sayang?"
"Heheheee...ya ya, aku lupa. Anak buah mu selalu sibuk. Terlebih pawang mereka sedang hibernasi sekarang." Seloroh Alex tertawa kecil lalu mengecup bibir sang istri yang terlihat merengut di katai hibernasi.
"Aku berangkat, hai twin papa ke cafe dulu. Papa harus bekerja lebih keras agar kalian tak perlu bermain dengan amunisi dan sejenisnya kelak." Ayank menepuk bahu Alex yang tengah berjongkok di Perutnya.
"Jangan bicara sembarangan. Salah satu dari mereka harus ada yang mewarisi klan ku kelak. Suka tak suka, itu suatu keharusan."
Alex mengangguk paham sembari tersenyum hangat.
"Tentu saja sayang, anak-anak kita pasti akan sehebat ibu nya. Itu kenapa sejauh apapun aku tersesat, akhir nya tetap kembali ke jalur yang benar. Kau permata yang bersinar terang untuk menuntun ku kembali pulang, dari jalan yang salah." Alex memeluk sang istri sebelum akhirnya pergi.
Pria itu memutuskan menggunakan mobil karena akan mendatangi seorang klien di sebuah restoran hotel berbintang. Tak etis jika datang menggunakan motor butut milik nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siapakah si pria muda dan siapa kah gadis kecil di dalam cerita bab-bab awal?
Kuy lanjut ke bab berikutnya gengs
Lope lope kesayangan buna Qaya 🤍🤍🤍🤍
__ADS_1