Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Bab 51


__ADS_3

Alex terbangun dalam kondisi yang sudah lumayan membaik. Tak ada lagi rasa nyeri yang luar biasa di perut kiri nya. Dia tersenyum kala mengingat wajah cemas Ayank. Kini dia yakin jika di hati wanita itu masih terselip kenangan indah bersama nya dulu.


Sekarang dia memiliki semangat yang semakin besar untuk terus berjuang keras demi masa depan nya, juga wanita terkasih nya. Di lirik nya jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 4 dini hari. Arti nya dia tertidur sudah beberapa jam lama nya. Di sana diri nya sendirian, sang empu nya kamar tak berada di sana. Jelas saja Ayank tak akana mungkin mau satu kamar dengan nya. Alex menggeleng pelan lalu turun.


Pria itu mendapat kan panggilan alam dari kamar mandi.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Ayank melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul dini hari. Namun pekerjaan yang sudah sangat lama diri nya tinggal kan, selama mengalami insiden di dermaga tempo hari. Membuat nya terpaksa harus bekerja lembur setelah kembali.


Klek


Jordy melongokkan kepala nya dari celah pintu ruang kerja Ayank. Pria itu nyengir kuda saat mendapati tatapan datar dari sang bos.


"Widih! tatapan mata mu menarik sapi, membuat aku..takut sekaliii.ii.ii.."


Bugh!


Mouse mendarat sempurna di kepala Jordy, membuat pria itu meringis menahan rasa nikmat nya di sambut mesra oleh benda tak lunak tersebut.


"Kejam banget sih! maka nya sering-sering tidur siang, kalau malam jangan begadang. Supaya tidak garang seperti singa kurang tidur." Dengus pria itu berjalan masuk lalu duduk di sofa. Tangan nya masih mengusap sisi kepala nya yang terkena lemparan mouse oleh Ayank.


"Kamu ngomhong?" ujar Ayank dengan nada dan gaya menjengkelkan.


"Gaya apaan itu? tidak cocok! aku datang membawa berita suka cita, malah di sambut oleh kekerasan dalam rumah tangga." Ucap Jordy ngaur.


"Tentang pria tamak itu? aku sudah tau. Kau lupa aku selalu selangkah di depan mu, termasuk mencari informasi terkait kasus Arkhan dan Antonio." Sarkas Ayank menyandarkan kepala nya di sandaran kursi kebesaran nya dengan senyum angkuh.


"Tapi kau boleh mengurai apa yang sudah kau ketahui, aku akan mendengar kan. Anggap saja aku sedang mendengarkan dongeng sebelum tidur. Demi Neptunus di perairan terdalam bersama si kuning yang menggemaskan, Jordy Sugeng, aku sangat ingin tidur sekarang. Tapi pekerjaan laknat ini membuat ku terpaksa harus lembur tak tau waktu." Ucap Ayank dengan mata terpejam. Wanita itu jelas lelah, sejak kembali dari kematian nya. Ayank di sibukkan dengan mengurus banyak hal termasuk juga mengurus organisasi yang di pimpin oleh Arkhan.

__ADS_1


Pria itu telah menebar racun bagi masa depan para remaja di negara tercinta ini, dengan pil-pil laknat yang mereka jual murah dari harga yang seharus nya. Itu bertujuan untuk memancing peminat barang haram tersebut. Setelah para remaja mulai mengalami ketergantungan, maka harga akan di naikan kembali.


Arkhan sangat ahli dalam bertransaksi. Terlebih berkedok sebagai seorang petani sayuran. Nyata nya, di dalam karung-karung sayuran tersebut, di selip kan beberapa kilo ganja dan pil ekstasi. Mereka menyelundupkan melalui pedagang langganan, yang sudah memahami sistem kerja barang-barang tersebut harus di salurkan pada siapa.


Sungguh semua orang pasti akan tertipu oleh alibi sekuat itu. Tak akan ada yang menyangka, jika pria sederhana dengan wajah cacat seperti Arkhan mampu melakukan hal sebejat itu.


"Ku dengar mereka akan melakukan transaksi besar di dalam pub Galaxy. Kau sudah tau tentang informasi itu?" Ucap Jordy menatap sang bos yang terlihat biasa-biasa saja.


"Aku sudah mengetahui nya sejak kemarin. Jangan bilang kau melakukan pencocokan benih kecebong demi informasi ini?"


"Ck! mereka yang datang padaku untuk di pacul, aku hanya menanam sesuai permintaan. Lagi pula siapa suruh kau terlalu kreatif dan cerdik. Harus nya sesekali kau pura-pura bodoh saja, agar kami tidak merasa tidak berguna." Dengus Jordy melengos kesal.


Ayank tertawa renyah, dia selalu suka menggoda anak buah nya. Melihat wajah kesal mereka semacam hiburan tersendiri untuk nya di tengah kegabutan pikiran yang mendera.


"Aku hanya bercanda, kenapa kau serius sekali hmm? apa kau masih patah hati gara-gara mantan terindah mu, Jordy Sugeng?" Jordy membuang pandangan nya ke sembarang arah. Semua orang masih saja meledek nya pasal status baru nya tersebut.


"Aku bahkan sudah melupakan wanita itu." Ucap Jordy ketus namun tersemat senyum penuh arti di ujung kalimat nya. Ayank jelas melihat senyum sejuta makna tersebut.


"Kalau panggilan nya seperti ini kan enak di dengar nya." Ayank tersenyum simpul mendengar nya.


"Katakan! kau terlihat berbeda hari ini. Aku mengenal mu sebaik ibumu mengenal putra nya."


Jordy tersenyum kikuk. Entah bagaimana dia akan mengatakan nya, namun sadar jika menyembunyikan perkara dari sang bos tak akan pernah bisa.


"Kau pasti akan marah atau bahkan membenci ku setelah mendengar kisah klasik ku ini. Jadi lebih baik kau cari tau saja sendiri seperti biasa nya. Alu mengantuk dan ya, aku tidak meminta dengan imbalan adik kecil ku kali ini. Informasi yang ku dapat kan real hasil negosiasi murni tanpa pertukaran peluh dan lenguh." Jordy terbahak setelah mengucapkan kalimat frontal nya, lalu keluar dari ruang kerja sang bos.


Ayank menatap pintu ruang nya yang masih terbuka lebar. Dia tau apa yang terjadi dengan salah satu anak buah nya. Liontin organisasi yang mereka pakai sudah di lengkapi fitur kamera eksklusif juga GPS. Itu bertujuan untuk berjaga-jaga, Ketika salah satu dari mereka tertangkap musuh.


Dan informasi yang berhasil dia dapat kan adalah hasil memantau aktivitas anak buah nya ketika melakukan misi.

__ADS_1


"Ku pikir bisa menjauh dari lingkaran masa lalu. Rupa nya takdir ku tak seindah mimpi." Ucap Ayank lirih. Wanita itu menyimpan beberapa file yang baru saja dia kerjakan.


Ayank masuk ke dalam kamar nya, lalu melihat Alex duduk bersandar sambil mengusap perut nya. Reaksi anti nyeri pasti sudah menghilang sejak tadi.


Alex lekas menurunkan tangan nya dan tersenyum menyambut Ayank.


"Kenapa malah duduk? ku pikir kau sedang tidur, jadi aku tak ingin mengganggu mu. Bagaimana luka mu? apa kau masih merasa kan sakit?" Ayank duduk di sisi ranjang lalu menaikkan perlahan baju kaos yang di gunakan Alex.


Kaos berwarna pink tersebut adalah milik nya.


"Sedikit membengkak, aku akan memberikan satu dosis lagi antibiotik dan anti nyeri nya." Ayank beranjak menuju nakas penyimpanan obat. Alex hanya menatap apa yang wanita itu lakukan.


"Selesai, tidur lah lagi. Kau harus banyak beristirahat, aku akan meminta ijin untuk tidak masuk kerja beberapa hari ke depan." Alex terkesiap lalu menahan tangan Ayank.


"Tidak perlu lah sampai ijin, aku masih kuat. Jika ijin gajiku akan di Potong banyak sesuai kontrak kerja. Aku akan tetap bekerja besok, jangan mengkhawatirkan ku. Ayo tidur juga, kau bekerja sampai subuh itu tidak baik untuk kesehatan mu. Kau ingin tidur di ranjang? aku akan tidur di sofa saja. Itu luas untuk ku, ayo tidur." Ayank bergeming, namun sebelum Alex beranjak wanita itu menahan nya.


"Tidur saja di sini, atau kau tak suka tidur satu ranjang dengan ku?" Alex kelabakan sendiri. Bukan maksud nya seperti itu, entah kenapa dia merasa Ayank sedikit sensitif sekarang.


"Tidak, bukan seperti itu. Aku hanya takut kau merasa tak nyaman saja, ya sudah, ayo kita tidur." Alex menepuk sisi ranjang agar Ayank ikut berbaring di samping nya.


"Aku akan mencuci wajah ku dulu." Ayank menuju kamar mandi sementara Alex terlihat gelisah. Ini kali pertama nya mereka akan tidur satu ranjang, tentu saja dia terlihat resah.


Siapa yang menjamin pertahanan iman nya tidak akan runtuh.


"Sial! kenapa membayangkan tidur satu ranjang saja kau sudah bereaksi. Dasar benda laknat!" umpat Alex menatap jengkel ke area pangkal paha nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu bab dulu ya, othor masih belum punya tenaga cukup untuk sekedar berhaluπŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


Selamat Natal bagi yang merayakan, Semoga kasih Natal selalu menyertai kehidupan kita. AminπŸ€²πŸ˜‡


lope lope deh poko nya buat kalian 🀍🀍🀍🀍


__ADS_2