Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Anak vs Ayank


__ADS_3

Meninggalkan Alex dalam segala kebingungan nya, Arkhan sedang gencar-gencarnya melakukan transaksi meski masih dalam skala kecil. Pria itu berbekal modal yang tak seberapa, semua uang tabungan nya dia gunakan habis-habisan untuk membangun ulang bisnis haram nya. Dengan banyak harapan yang menumpuk di dalam benak nya, Arkhan berharap bisa meraih kembali kesuksesan yang selama ini dia genggam.


Pria itu juga sedikit demi sedikit mempelajari seluk beluk tentang kehidupan para anggota klan Cuteness. Berharap dapat merekrut salah satu orang paling loyal di dalam organisasi tersebut, lalu menyusup dan menguasai klan yang dia anggap telah menjadi yatim piatu. Setelah kematian tragis sang ketua klan Mafia dengan nama menggemaskan itu.


Namun hingga kini, Arkhan masih sulit untuk bisa mendeteksi siapa saja yang tergabung dalam klan tersebut. Ada beberapa namun dia hanya menganggap mereka adalah remahan tak berarti di dalam kelompok itu.


"Apa hanya segini? aku membutuhkan lebih banyak dari yang kau tawarkan. Cobalah untuk menemui ku lain waktu, aku sedang sibuk untuk mengurus bisnis kecil-kecilan sekarang. Kau lihat para wanita sek si itu? mereka sudah tak sabar untuk ku tunggangi. Jadi pergilah Arkhan, kau bisa kembali lagi lain hari. Lagi pula ini bukan bisnis nama nya, jika hanya sebanyak ini barang yang kau bawa. Anggaplah aku sedang membantu seorang teman yang kesusahan. Ini, jangan tersinggung. Aku tau kau sedang kesulitan keuangan, terimalah aku tak butuh ucapan terimakasih." Ronald mengisyaratkan Arkhan untuk segera pergi dengan mengibaskan tangannya.


Sungguh Arkhan ingin menghantam kepala Ronald dengan botol minuman di atas meja di depannya. Namun mengingat dia memang sedang membutuhkan pundi-pundi, maka penghinaan itu di terima meski harga diri nya terluka parah.


"Aku akan tetap meninggalkan barang ini, aku tak ingin berhutang. Anggap saja aku sedang mendiskon, jadi nikamtilah barang dengan potongan harga besar-besaran ini. Semoga kau menikmati nya hingga jiwa mu serasa melayang mencapai langit ke tujuh." Balas Arkhan tersenyum miring. Tak akan dia biarkan begitu saja penghinaan Ronald tanpa balasan yang setimpal.


Roland mengepalkan kedua tangannya. Jika Arkhan tak tau banyak tentang bisnis haram nya yang lain, maka bisa di pastikan, peluru nya sudah bersarang sejak tadi di kepala pria itu.


Dengan senyum santai, Ronald membalas ucapan Arkhan dengan kalimat tak kalah menohok.


"Tentu saja. Kapan lagi aku bisa menikmati barang murah seperti ini, saat aku sudah terbiasa menikmati hal-hal mewah dengan harga fantastis. Terimakasih banyak Ar, kau sangat murah hati. Ini, ku tambah lagi. Semoga cukup untuk sekedar membeli gula dan kopi. Kau seperti nya butuh minuman dengan caffeine tinggi untuk lembur, guna memperbaiki kehidupan mu yang sedikit carut marut." Sahut Ronald memukul telak harga diri seorang Arkhano Gerardo hingga hancur lebur.


Dengan hati menahan gejolak luapan kemarahan, Arkhan meraih sejumlah uang di atas meja kaca lalu keluar dari ruangan VIP club malam tersebut. Dia berjanji akan membalas semua penghinaan Ronald dengan harga yang harus di bayar mahal oleh pria itu kelak.


"Lihat saja Ronald, aku akan membalas mu hingga kau sendiri yang merangkak di bawah kaki ku untuk memohon pertolongan." Kecam Arkhan menggerutu marah.


Tak dia hiraukan godaan memabukkan para wanita di club malam tersebut. Saat dia memiliki ja la ng gratisan, kenapa harus membuang uang hanya demi sebuah lubang kenikmatan.

__ADS_1


Pria itu tersenyum sinis kala mengingat Amber yang suka rela membuka kedua kaki nya meski tanpa dia minta. Gadis itu benar-benar sudah terjerumus dalam jeratan kelakian seorang Arkhan yang baji ngan.


πŸπŸ€πŸπŸ€πŸπŸ€πŸ


Alex terus memperhatikan apa yang sedang Ifah lakukan dengan alat penghalus di depan nya. Gadis itu tengah menumbuk beberapa ramuan herbal berupa daun-daunan, yang dia tumbuk dalam sebuah lesung kecil. Alih-alih menggunakan blender yang lebih praktis, Ifah memilih mempersulit diri nya sendiri. Begitu lah menurut pandangan Alex yang tak paham dengan apa yang disebut dengan, proses.


"Mas Alex liatin Ifah sampai begitu amat. Ifah jadi Grogi tau..." sungut gadis itu tanpa menoleh, dia tau Alex sejak tadi menatap nya melalui sebuah cermin tak jauh dari sana.


Alex terkesiap lalu berdiri. Pria itu salah tingkah sendiri akibat ulah nya. Alex berjalan menghampiri Ifah dengan sekelumit rencana untuk mengintrogasi gadis itu mumpung Yonas sedang dinas di puskesmas.


"Fah?"


"Ya mas Alex? kaya ada yang penting, sampe kaya orang gelisah begitu?" tanya Ifah yang kini sudah berdiri menghadap ke arah Alex. Alex mendadak semakin salah tingkah, dia jadi bimbang mau mengintrogasi gadis itu. Ifah yang terlihat begitu polos, membuat nya tak tega sendiri.


Sungguh Alex mengutuk diri nya sendiri, yang tak cukup tegas dalam hal pendirian.


Ifah hanya ber 'O' ria kala mendengar kalimat tanya Alex pada nya. Dia pikir Alex akan menanyakan sesuatu hal yang penting, mengingat betapa gelisah nya Alex sejak tadi.


"Boleh, nanti Ifah metik di belakang. Ikan kering nya juga sudah Ifah beli mas, stok nya masih berlimpah ruah di kulkas." Jawab gadis itu sedikit terkekeh. Lalu pamit pergi ke kebun belakang rumah dinas Yonas.


Alex kembali menghempas kan bokongnya di kursi plastik tersebut dengan perasaan jengkel. Bisa-bisa nya dia mendadak bodoh hanya karena melihat wajah memelas Ifah yang terlihat menyedihkan kan. Padahal gadis itu menatap nya dengan tatapan biasa saja.


"Bodoh, bodoh! bisa-bisa nya aku kehilangan kata-kata hanya karena wajah Ifah yang minta di kasihani." Umpat pria itu kesal sendiri. Seseorang tersenyum miring dari balik pintu, kala melihat bagaimana Alex telah terjebak dalam permainan emosi yang mereka buat.

__ADS_1


Alex masih belum mampu merangkai semua mimpi nya tempo hari. Dan itu membuat pria tampan itu sangat gusar.


πŸ€πŸπŸ€πŸπŸ€πŸπŸ€


"Kau yakin dengan apa yang kau dengar? aku tak ingin ada kesalahan lagi kali ini, temukan wanita itu lalu lenyapkan. Ingat Alan, jangan lakukan kesalahan lagi kali ini. Dan ya, segera temukan putraku yang yang tak berguna itu. Bawa dia ke hadapan ku hidup atau mati!" titah Antonio tegas.


Segumpal hati di balik pintu yang sedikit terbuka merasakan denyut sakit yang luar biasa. Tak ada yang berubah, suaminya tetap lah pria yang kejam seperti dulu. Penuh ambisi dan ego yang tinggi.


Dengan langkah mundur teratur, Haura membawa hati penuh luka ke lantai bawah. Wanita itu meraih tas juga kunci mobil nya. Sejak bergabung di klan Ayank, kehidupan Haura sedikit berbeda. Walau masih terlihat menuruti kehendak suami nya, Haura sudah banyak berubah dari segi lain.


Bukan lagi wanita cengeng dan lemah. Sejak berita kehilangan Ayank dari anak buah wanita muda itu, Haura semakin memantapkan hati untuk mejadi wanita yang berbeda. Wanita itu lebih sering menghabiskan waktu nya di markas untuk melatih ketangkasan bela diri nya, juga kemahiran dalam menggunakan berbagai senjata.


Revan dan Jordy dengan sabar membimbing wanita paruh baya itu. Mereka menganggap nya seperti seorang ibu bagi mereka semua. Kehadiran Haura sedikit mengobati kerinduan mereka pada Ayank, sang bos tercinta.


πŸ€πŸπŸ€πŸπŸ€πŸπŸ€


****Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yahπŸ€—πŸ™****


Hari nya masih seger nih, yang mau bagi Vote, othor ucap kan makasih banyak sebelumnya yaaπŸ€­πŸ€—πŸ™


****Misteri mimpi Alex masih berlanjut ke bab berikutnya. Jangan lupa untuk like dan komen isi hati kalian tentang bab ini🀭😁****


****Lope lope sejagat raya buat kalian semua πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°****

__ADS_1


__ADS_2