
Boby tersenyum sinis kemudian meludah ke arah Ayank. Pria bertopeng itu terlihat menahan marah karena Ayank dengan lancang memporak porandakan markas juga pabrik uang nya.
"Bahkan saat dalam keadaan terbaikmu pun, aku tak akan pernah tergoda. Kau adalah masalah, dan aku tak sudi terlibat dengan biang masalah seperti mu!" Ketus Boby dengan nada mulai meninggi. Melihat bagaimana Ayank begitu santai menanggapi kalimat hinaan nya, membuat Boby panas sendiri.
Ayank kembali terkekeh, kali ini sedikit tergelak laknat. Wanita itu menyeka sudut mata nya dengan gaya slow motion. Namun di detik berikut nya, senjata di tangan Boby sudah melayang hingga terhempas ke tembok. Ayank tersenyum puas karena berhasil membuat lawan nya lengah.
Dia tau arti tatapan liar Boby, pria itu sekelas Arkhan. Sejak tadi tatapan Boby terfokus pada satu titik. Kaos yang Ayank gunakan cukup press di tubuh nya yang mungil namun dengan aset yang mencengangkan.
Lusi cukup pandai dalam hal fashion. Ayank tersenyum mengejek saat melihat Boby meradang dan hendak menerjang nya. Namun pria itu lupa dengan siapa dia berhadapan. Ayank meski dalam keadaan yang sudah sangat lemah pun, masih mampu membuat tulang lengan pria itu patah.
Teriakan Boby menggema, rasa sakit itu jelas membuat nya berteriak histeris tak tertahankan. Tulang tangan nya sampai mencuat keluar dari balik daging nya. Tentu rasa nya nano nano.
"Tendangan mu tak cukup membuat ku tersungkur, Boby. Aku heran bagaimana bisa semua anak buah mu takut pada mu. Mereka akan tertawa renyah kala melihat orang yang selama ini mereka takuti, berlutut di hadapan ku sambil menangis keras." Posisi Boby yang tengah berlutut memegangi lengan nya yang patah l, membuat nya terlihat seperti bos mafia menyedihkan.
"Aku akan membalas mu, bit*ch!" seru Boby dengan suara tertahan. Rasa sakit di tangan nya sebanding dengan rasa sakit di punggung kiri nya. Tendangan Ayank cukup keras untuk ukuran seorang wanita. Belum termasuk diri nya terhempas telak ke tembok keras tanpa ampun. Wanita itu benar-benar wanita gila.
Entah makan apa wanita itu bisa memiliki kekuatan tak tertandingi oleh pria tulen seperti nya.
Itulah yang Boby pikir kan, pantas saja tak ada yang berani berkhianat pada wanita itu. Akibat nya pasti akan sangat mengerikan. Memikirkan nya saja membuat Boby bergidik ngeri. Apa kabar dengan nasib nya jika sampai tertangkap oleh wanita itu dalam keadaan masih bernafas.
Boby mulai berpikir untuk mati saja, daripada menerima hukuman dari wanita kejam itu.
"Bunuh aku jika kau memiliki keberanian!" seru Boby memprovokasi wanita di hadapan nya itu. Mati akan lebih baik bagi nya.
__ADS_1
Ayank tersenyum kemudian maju tiga langkah. Wanita itu berjongkok kemudian mencengkeram erat pipi lebam Boby. Ayank melepaskan topeng yang menutupi sebagian wajah pria itu.
"Astaga! kau terlihat jelek sekali. Para wanita yang kau tiduri pasti lebih banyak memejamkan mata mereka karena takut melihat penampakan wajah mu yang menakutkan ini." Ucap Ayank tersenyum mengejek.
Wajah Boby mengalami kerusakan sebagian. Itu juga akibat ulah nya. Itulah kenapa Boby menggabungkan diri dengan Arkhan agar bisa mengalahkan wanita cantik itu. Namun sayang, Boby salah memilih rekan. Arkhan rupa nya tak sehebat yang pria itu pikirkan.
"Aku punya sedikit obat untuk bekas luka mu ini, kita akan mencoba nya ketika kau sudah sampai di markas ku nanti." Melihat seringai iblis terbit di wajah Ayank, bulu kuduk Boby meremang. Bisa di pastikan nasibnya tak akan berkahir baik jika sudah berada dalam genggaman tangan wanita itu.
Boby meneguk ludah kasar berkali-kali, hingga sebuah pukulan keras menghantam tengkuk nya. Pria itu terkulai lemah.
Alex menghampiri Ayank yang hampir tumbang. Benar dugaan nya, wanita itu tidak baik-baik saja.
Ayank tersenyum sebelum akhirnya pingsan dalam pelukan Alex.
Alex berkali-kali menciumi kening Ayank dengan hati di landa ketakutan besar. Sementara Jordy fokus mengemudi. Pria itu berusaha menghubungi rekan nya yang lain melalui sambungan earphone. Namun semua jaringan sedang sibuk.
Hingga di sebuah tikungan tajam, sebuah truk tangki menghantam mobil Pajero sport milik Jordy. Mobil berguling ke arah jurang bersamaan dengan truk tangki yang meledak tak jauh dari tempat mobil yang membawa Ayank.
Di sisa kesadaran nya, Alex melihat Jordy berusaha mengeluarkan Ayank dari sana. Dengan sekuat tenaga, Alex berusaha untuk bangun.
"Tundukkan kepala mu!" titah Jordy kemudian menghatam kaca mobil nya menggunakan kunci Inggris. Alex kemudian keluar lalu membantu mengeluarkan tubuh Ayank yang sedikit terjepit jok.
Terlihat percikan api, Jordy menatap Alex yang sama-sama menatap nya.
__ADS_1
Pria itu kembali masuk lalu menarik paksa sandaran jok yang menghimpit kaki Ayank. Setelah berhasil, Jordy lekas keluar. Sesaat mereka akan pergi, ledakan susulan kembali terjadi.
Tubuh Alex terhempas ke sebuah pohon besar. Sementara Jordy yang tengah menggendong Ayank. Terhempas ke arah bebatuan. Kesadaran kedua nya sudah mulai di ambang batas, namun mengingat jika Ayank butuh pertolongan segera atau wanita itu akan mati kehabisan darah.
Jordy berusaha keras untuk berdiri kokoh, punggung nya terasa remuk redam karena terhempas batu.
Begitu pun Alex. Pria itu berjalan tertatih menuju ke arah Jordy. Dengan sisa tenaga yang mereka miliki, keduanya bersepakat untuk menggotong tubuh Ayank. Jordy sudah tak sanggup menggendong wanita itu di tengah rasa sakit luar biasa di tubuh nya sendiri.
Melewati aliran sungai kecil, Alex berinisiatif untuk beristirahat.
"Kita istirahat sebentar, air ini cukup bersih untuk di minum " Tukas Alex menurunkan tubuh Ayank perlahan di atas rerumputan.
Kedua pria itu membasuh wajah yang berlumuran darah, juga melepaskan sedikit dahaga yang mendera. Cukup efektif untuk mengurangi rasa sakit di tubuh masing-masing.
"Ayo. Antonio tidak akan membiarkan kita lolos begitu saja. Pria tua serakah itu tak akan berhenti sampai memastikan wanita ini tewas." Ucap Jordy tanpa menoleh. Ke-dua nya sejak tadi fokus membuat tandu darurat dari jaket yang mereka pakai. Menggunakan beberapa potongan kayu yang mereka dapatkan di tepi sungai.
Setelah selesai ke-dua nya kembali melanjutkan perjalanan. Sementara Antonio terlihat emosi. Mobil yang di kemudikan oleh Jordy kosong tanpa pemilik nya.
Medan yang curam dan licin, membuat mereka lambat bergerak turun. Dan sekarang pria paruh baya itu terlihat marah karena buruan nya telah kabur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Makin asyik gak nih kehaluan nya, komen yang banyak yah biar othor semakin semangat berhalu ria😁😁
__ADS_1
Lope lope kesayangan buna Qaya🤍🤍🤍🤍🤍