Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Ayank dan Perasaan nya


__ADS_3

Di sebuah kota kecil, seorang wanita tengah menikmati secangkir teh hangat bersama seorang wanita paruh baya. Kedua nya sama-sama terdiam sejak mulai duduk di sana. Menatap gulungan ombak dari kejauhan dan beberapa orang yang tengah menikmati indahnya sore di pinggir pantai.


"Ay, aku mau ajak Saka ke pantai sebentar." Pamit seorang wanita menggendong seorang balita laki-laki yang terlihat menggemaskan. Balita yang menjadi kesayangan semua orang di villa tersebut.


"Apa tidak terlalu panas? nanti Saka nya mama Yaya item loh." Ujar Ayank mencium gemas pipi gembul Saka.


"Saka sudah pakai sunblock mama Yaya." Ujar wanita tersebut menirukan suara anak kecil. Ayank tertawa kecil mendengar nya.


"Jangan terlalu di biarkan bermain pasir, jangan lengah juga. Jauhkan dari bebatuan ujung dermaga itu. Papa mu masih mama Yaya pinjem ya Saka, semoga malam ini mereka bisa segera kembali. Saka sejak pagi sudah mulai gelisah mencari papa nya."


"Tak apa mama Yaya, papa kan lagi kerja ya...kerja buat beli susu Saka sama mainan baru ya Saka ya..." ujar sang ibu pada anak nya.


"Ya sudah hati-hati main nya, perhatikan anakmu. Aku tidak bisa ikut ke sana, mama butuh teman juga di sini." Ayank menoleh ke arah wanita yang sudah dua tahun ini tak pernah lagi bersuara. Kejadian dua tahun yang lalu begitu memukul jiwa nya hingga Haura kembali mengalami gangguan jiwa.


Namun bersama Ayank, kondisi Haura berangsur membaik. Meski masih sulit untuk di ajak berkomunikasi dengan siapapun.


Kehadiran Saka sedikit banyak bisa membuat sudut bibir wanita paruh baya itu terangkat sedikit.


Setelah kepergian Saka dan sang ibu ke pantai, Ayank kembali menyuapi cake vanila pada sang mertua.


"Sampai kapan mama akan seperti ini? apa Alex sama sekali tak berarti dalam hidup mama? apa mama tau, pria malang itu telah berjuang keras setelah di buang dari keluarga nya sendiri. Alex ku rela bekerja kasar demi membuktikan bahwa diri nya mampu tanpa bantuan siapapun. Di luar sana entah bagaimana kabar nya, entah pria itu masih menunggu kabar dari istri durhaka nya ini atau bahkan sudah menemukan sosok baru. Yang mampu menggeser posisi ku di hati nya." Ayank menjeda kalimat nya sembari menarik nafas dalam-dalam.


Ada sesak di hati nya kala mengingat perjuangan Alex selama ini. Bukan nya dia tak tau, jika Alex pernah masuk rumah sakit karena terjatuh dari bumbungan ketika memasang atap. Pria itu mengalami patah tulang selangka, juga lengan nya. Namun situasi saat itu sedang memanas. Perseteruan antar klan membuat nya tak bisa berbuat banyak untuk membagi waktu.

__ADS_1


Diri nya pun mengalami luka dalam akibat beradu fisik dengan Hugo dan Arkhan. Namun karena melihat anak buah nya yang berjuang penuh semangat, Ayank menahan rasa sakit di tubuh nya sendiri dengan diam tanpa memperlihatkan jika diri nya pun butuh pertolongan.


Ayank mengobati luka nya diam-diam. Apa lagi sebulan setelah tragedi penyerangan itu, Jordy menikahi Miska meski dengan sedikit paksaan. Miska tak bisa menolak lamaran Ayank, wanita datar itu melamarnya sebagai perwakilan Jordy.


Rasa bersalah nya di masa lalu membuat Miska mau tak mau menerima nya sebagai penebusan dosa. Meski hati nya pun menyimpan rasa karena perhatian Jordy pada nya juga calon anak nya. Namun rasa tak percaya diri membuat nya berusaha abai pada perasaan nya sendiri.


Lamaran Ayank yang tiba-tiba membuat Miska tak bisa berbuat banyak apalagi menolak. Pernikahan terjadi dan tak lama Miska melahirkan seorang bayi laki-laki. Jordy tampak begitu bahagia menyambut putra pertama nya tersebut. Berkali-kali pria itu berucap syukur sesaat setelah Miska melahirkan.


Pria bertato itu mendadak cengeng saat pertama kali menggendong bayi merah tak berdosa itu. Miska menangis haru, ketakutan nya tak terbukti. Jordy bahkan terlihat begitu menyayangi putra nya tanpa batas. Segala hal telah pria itu persiapkan untuk menyambut kelahiran putra nya.


Revan, pria itu kini bak terjerat karma. Dulu begitu angkuh menolak seorang Alicia, kini pria itu terlihat begitu gigih mengejar gadis tersebut. Namun Alicia kini telah menjadi seorang gadis dewasa. Gadis 21 tahun itu telah berhasil memporak porandakan hati seorang Revan Wijaya, hingga membuat pria itu nyaris kehilangan arah karena terus di abaikan.


Kembali pada Ayank yang masih telaten menyuapi sang mertua.


Heri terdiam di balik pintu kaca, tadi dia berniat menyampaikan pesan dari Jordy. Namun urung kala melihat situasi tersebut.


Deheman Heri membuat Ayank lekas mengusap kasar air mata nya.


"Ada apa Her?" tanya Ayank to the poin.


"Jordy mungkin akan kembali lebih lama, penyerangan masih belum bisa di lakukan malam ini. Tuan Antonio sudah mendapatkan bocoran yang entah dari siapa. Ada seorang pembelot dalam organisasi kita, maaf jika aku bisa sampai kecolongan. Aku sudah menelusuri siapa yang telah berkhianat dalam klan kita." Ujar Heri melaporkan informasi dari Jordy dan rekan-rekannya yang lain.


Jordy sedang dalam misi untuk menyerbu markas baru Antonio yang baru mereka ketahui. Namun pria paruh baya itu sudah lebih dulu mengetahui tentang rencana penyerangan itu. Jelas seseorang di klan Ayank telah berkhianat pada nya.

__ADS_1


Ayank terlihat diam lalu melirik sang mertua dengan tatapan tak terbaca.


"Kau tau hukuman bagi seorang pengkhianat, Heri?" pria itu mengangguk cepat.


"Kali ini hukuman nya akan aku kecuali kan. Akan ku buat hidup nya bagai di neraka dengan kematian yang tak mudah. Kau masih merawat ruang penyiksaan yang telah lama kita tinggal kan Heri?" pria itu meneguk ludah kasar kemudian kembali mengangguk.


"Bagus. Siapkan peralatan yang aku butuhkan, seseorang sedang sangat ingin ku kuliti dan ku bedah dalam keadaan sesadar-sadar nya." Ayank tersenyum miring saat melihat bulir keringat mulai mengucur di kening Haura. Udara sore sesejuk ini, dan wanita itu berkeringat tak wajar. Ayank sangat ingin tertawa lepas melihat nya.


"Bisa tolong bantu aku untuk menjaga mama mertuaku Heri, jaga dia sebentar saja. Kau tau dia adalah wanita yang sangat aku sayangi selain ibu kandung ku. Ah, ada tisu di sana. Mama Haura terlihat gerah, usap keringat nya. Kau tak lupa kan, jika mama Haura masih lumpuh dan belum mampu melakukan apapun seorang diri?" meski tak begitu memahami apa yang Ayank ucap kan, Heri tetap mengangguk patuh.


Pria itu duduk di seberang meja di mana Haura duduk. Terlihat keringat wanita itu sebesar biji beras, Heri terlihat heran.


Mimik wajah Haura seperti seseorang yang tengah di landa ketakutan besar.


"Aku harap anda tidak membuat wanita baik hati itu kecewa nyonya. Banyak pengorbanan tak terlihat yang telah di lakukan oleh Ayank untuk anda. Aku harap kasih sayang tulus dari nya tak kau cemari dengan taburan racun. Hiasan terbaik adalah sebuah kepercayaan yang di jaga sedemikian rupa tanpa batas waktu. Ku harap kau bisa menjaga nya dengan baik. Wanita baik itu pun bisa sangat kejam jika kepercayaan nya di hancurkan tanpa perasaan." Ucap Heri yang kini bergantian menyuapi Haura.


Wanita itu masih bungkam seperti biasa nya, bertahan dalam kebisuan tanpa merespon kalimat Heri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cukup dulu guys, takut alurnya malah ngalur ngidul 🤭😁


Kebetulan mas ilham sedang dekat di kehaluan othor, jadi menghalu dulu sepuas nya hari ini😆😆

__ADS_1


Lope lope kalian semua 🤍🤍🤍🤍🤍


__ADS_2