
Mungkin bagi pasangan lain tidur satu ranjang dengan seorang wanita merupakan sesuatu yang menyenangkan. Tapi tidak bagi Alex, pria itu di landa kegelisahan hingga pagi menyapa.
Ayank tidur begitu mepet pada nya, entah sengaja atau tidak namun Alex merasa Ayank sengaja ingin menyiksa nya.
"Kok udah mandi jam segini? keramas lagi. Apa tidak kedinginan? seingatku mesin pemanas air kan sedang rusak." Ayank bergumam di akhir kalimat nya. Melihat Alex mandi sepagi itu dengan kepala yang terlihat basah kuyup, membuat wanita itu keheranan.
Sedangkan Alex meringis malu, tentu saja dia harus keramas. Dia baru saja bekerja keras membuat album solo di kamar mandi.
"Aku gerah, mungkin efek nyeri dari luka ku." Dalih Alex beralasan. Pria itu duduk dengan penuh wibawa di sofa tunggal, berusaha untuk terlihat cool di mata wanita nya. Eits?! wanita nya? Alex benar-benar raja halu tingkat dewa.
"O..ku pikir kenapa." Ucap Ayank ambigu, Alex menatap wanita itu dari samping. Bahkan dalam keadaan berantakan saja Ayank terlihat sangat cantik.
"Aku tau aku cantik, berhenti menatap ku atau kau akan berakhir di kamar mandi lagi nanti." Sungguh Alex ingin memiliki jurus menghilang kan diri saat ini. Kata-kata Ayank menampar telak tanpa bisa di elak. Arti nya wanita itu mengetahui alasan nya mandi sepagi ini? Alex mendengus kesal juga malu.
"Aku tidak begitu, kau ini.." desis Pria itu dengan wajah merah padam.
Sementara Ayank tertawa laknat menuju kamar mandi, setelah puas mengerjai Alex.
"Ck! dasar wanita tak punya perasaan. Apa dia berniat membuat milikku mengkilap seperti body mobil nya yang mulus itu?" Gerutu Alex dongkol, mengingat sudah berapa banyak sabun cair Yonas yang dia gunakan untuk bersolo ria, selama merawat wanita itu ketika sakit dulu.
"Sabar Jon, kita harus mendapatkan nya dengan cara yang benar. Kecuali jika wanita itu terus memancing mu, maka kau bisa mematuk nya dengan buas." Ujar Alex berbincang miris dengan sang adik kecil.
Ayank yang kelupaan membawa handuk, terkikik geli mendengar kalimat menggelitik tersebut dari balik pintu kamar mandi.
Dia memang sengaja mengerjai pria itu sejak subuh tadi. Dia ingin melihat seberapa kuat Alex menahan diri untuk tak menyentuh nya. Mengingat Alex dulu begitu intens bermesraan bersama Miska.
Kini dia yakin jika Alex bukan salah satu pria sejenis Arkhan. Teringat akan ciuman pertama nya membuat Ayank merasa bersalah. Alex lah yang seharus nya mendapatkan nya, mengingat pria itu masih lah suami sah nya.
__ADS_1
Surat cerai yang telah dia buat berlogo pengadilan agama waktu itu, bukan lah surat asli. Namun hasil kerjasama nya dengan pejabat pengadilan tersebut.
Semua untuk memancing reaksi Antonio. Benar saja, Antonio mulai panik. Pria itu kalang kabut karena tak lagi bisa membuat Ayank berada di bawah kendali nya.
Meski kesalahan Alex cukup besar, namun salah nya juga telah membiarkan Alex berjalan terlalu jauh dari jalur yang seharusnya. Wanita itu sudah mengendus perselingkuhan Alex sejak lama, namun tetap membiarkan nya begitu saja. Semua Ayank lakukan agar kelak dia memiliki alasan yang kuat untuk berpisah dengan Alex dan memulai semua rencana nya.
Ayank mengorbankan perasaan nya, kehormatan diri nya agar semua yang telah dia rencana kan berjalan sebagaimana mesti nya. Ya, misi nya berhasil. Walau Alex lah yang telah dia korbankan begitu parah. Pria itu kehilangan segala nya, bukan tanpa alasan. Ayank ingin Alex membuat kesalahan fatal, agar pria malang itu terbebas dari sang ayah yang serakah.
Sifat diktator Antonio telah mengurung jati diri seorang Alex hingga tak pernah mampu bertindak sebagai seorang pria sejati. Semua yang Alex lakukan atas perintah, suka tidak suka Alex harus melakukan nya.
Ayank tak tahan lagi, biarlah diri nya pun berkorban. Meski harus mematahkan sayap cinta nya sendiri. Semua demi pria yang sangat dia sayangi itu. Walau cara nya cukup ekstrim, namun semua berhasil.
Alex akhir nya terbebas dari rantai panjang yang membelenggu nya selama bertahun-tahun tanpa bisa dia tolak. Meski Ayank harus mengorbankan kisah cinta nya demi membebaskan pria itu.
"Ay? Ayank?..."
"Ini, aku lupa bawa handuk." Ucap Ayank gugup, entah sejak kapan Alex berdiri di hadapan nya.
Kediaman Ayank bukanlah tempat mewah dengan fasilitas yang serba Lux. Hanya rumah sederhana dengan fasilitas apa adanya. Kamar mandi yang tidak terlalu luas, dan lemari pakaian jati minimalis. Bukan lah walk-in closet seperti di rumah-rumah para sultan.
Namun banyak fasilitas rahasia yang tersembunyi di setiap sudut tempat sederhana tersebut. Tingkat keamanan yang canggih dengan teknologi modern yang tak tertandingi. Kebanyakan Ayank mendesain nya sendiri, lalu akan ada perusahaan khusus yang membuat pesanan wanita itu tanpa boleh ada duplikasi nya.
"Kira kau sedang menatapku, sejak tadi kau tak berkedip melihat ku." Ujar Alex tersenyum jahil.
"Ishh...mana ada aku menatap mu, kau terlalu percaya diri tuan Alex." Ketus Ayank merasa malu. Benar memang, sejak tadi dia melamun sambil menatap Alex. Sungguh dia merutuki diri nya sendiri.
Meninggalkan dua insan yang masih betah dalam rahasia masing-masing, Jordy tengah berkendara menuju suatu tempat yang cukup jauh dari ibu kota.
__ADS_1
"Semoga kau tak terlalu marah padaku nanti, aku tak bisa menolak rasa yang timbul begitu saja tanpa aku minta. Doa kan semoga pilihan ku kali ini tak keliru dan semakin membuat mu kecewa. Aku akan berubah, dan berusaha memperbaiki kesalahan nya di masa lalu." Jordy terus bergumam lirih sepanjang perjalanan. Sudut hati nya merasa telah berkhianat pada sang bos, namun sisi hati nya yang lain telah terpanah asmara tanpa bisa dia elak.
Hingga mobil Jeep Wrangler milik nya tiba di depan pasar induk kota kecil tersebut. Dengan semangat juang 45, Jordy turun lalu menurunkan beberapa barang dari bagasi mobil.
"Mas Jordy kan? nyari mbak Miska ya? tuh lagi di lapak di ujung, jualan nya tinggal sedikit lagi. Di borong semua gih biar cepat ludes, kasihan tuh calon istri nya ribet bawa perut manggul boks." Ujar seorang gadis nyerocos tanpa henti, Jordy sejenak mengingat siapa gadis itu. Tak lama Jordy langsung ingat, jika gadis itu yang tanpa sengaja dia serempet tempo hari bersama Miska.
"Ah ya, makasih banyak ya dek. Itu, jualanmu sudah habis?" tanya Jordy basa basi sambil menunjuk boks besar yang di peluk oleh gadis itu.
"Sudah, maka nya mau pulang duluan. Tadi nya mau balik lagi bantuin mbak Miska angkat-angkat boks. Tapi mas nya udah di mari, aku tak pulang duluan ya mas."
Jordy mengangguk paham, lalu bergegas menuju ke dalam pasar. Ya, wanita yang ingin di kunjungi oleh Jordy adalah Miska. Berawal dari sebuah insiden kecil waktu itu, Jordy terus terbayang wajah teduh wanita malang itu. Ada rasa iba menyelinap dalam hati nya. Mengingat perjuangan sang ibu kala membesar kan diri nya seorang diri.
Bukan dia tak tau kisah kelam Miska, namun ada perasaan lain kala melihat bagaimana perjuangan keras wanita itu dalam memperjuangkan kehidupan nya. Bisa saja Miska menjerumuskan diri nya lebih jauh ke dalam lembah hitam, namun wanita itu memilih hidup dalam kesederhanaan yang penuh perjuangan demi bertahan hidup.
Jordy mulai intens memantau kehidupan Miska, awal nya dia mengira itu hanya lah kedok semata. Namun selama satu minggu lebih pengintaian, Jordy tak menemukan hal janggal yang di lakukan wanita itu. Selain melihat bagaimana wanita malang itu sering mendapatkan kata-kata mutiara dari para tetangga julid.
Akhir nya Jordy memutuskan untuk memperjuangkan wanita itu beserta bayi di dalam perut buncit nya. Tak mengapa membesar kan benih pria lain, karena anak itu akan tumbuh menjadi anak nya. Hanya itu lah yang Jordy pikirkan, meski tak tau Miska mau menerima mafia seperti nya atau tidak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Author mau spilkan tisu kain, bukan untuk promosi ya guys🤭🤭...
Beginilah bentuk nya ya guys, cocok untuk emak-emak yang mau menghemat budget untuk lap-lap meja dapur dan kompor. Bisa di cuci juga, di rendam sunlight sama air hangat. Kucek dikit aja trus jemur deh🤭🤭😁😁
Jangan di pakai untuk lap piring dan gelas ya, ini ada obat nya. Gak tau kalau yang di jual di toko-toko, kalau yang dari perusahaan biasa nya ada obat nya.
__ADS_1
Sekali lagi ini bukan promosi ya readers 🤗🤗😂😂