
Tatapan mata para pengunjung berjenis kelamin wanita, terlihat sangat masam. Bagaimana tidak, pria yang mereka idolakan. Kini sedang duduk manis di seberang seorang bidadari. Meja bundar dengan ukuran sedang untuk sepasang kekasih melakukan kencan romantis.
Kedua nya terlihat begitu serasi. Para tante-tante girang tadi pun tak kalah tercengang. Dengan wajah berlipat, para wanita itu mengumpat dalam hati masing-masing. Tak mereka sangka jika istri pria yang mereka kagumi sangat lah cantik paripurna.
Di luar segala ekspektasi mereka. Yang mengira jika istri sang pemilik cafe adalah wanita buruk rupa.
Nyata nya wanita itu rupanya memiliki paras yang luar biasa. Tanpa polesan make up tebal, namun sangat memukau.
"Khemmm...masih mau nambah pesanan nya nona-nona?" tanya Memed dengan nada penuh ledekan. Para wanita menatap sengit pada pemuda tersebut. Namun Memed membalas nya dengan senyum semanis gula jawa.
"Tidak!" jawab mereka serempak. Para wanita itu beranjak sambil meraih tas masing-masing. Tas yang sejak kehadiran Ayank di sana, sudah mereka turun kan dari atas meja.
Melihat tas yang di bawa Ayank, jiwa insecure para wanita itu mendadak mencuat keluar. Mereka tau berapa harga tas dengan brand tersebut. Dan tas itu hanya di produksi tak lebih dari dua buah dengan harga yang cukup fantastis.
Seharga 5 buah mobil bermerek sejuta umat manusia, di negeri tercinta ini.
Belum termasuk pakaian juga aksesoris lain nya. Para wanita hedonis tersebut mendadak lupa cara menelan ludah masing-masing. Butuh 2 sampai tiga papa gula untuk bisa menyaingi apa yang wanita itu gunakan.
Sedangkan Ayank dan Alex tengah menikmati makan siang tanpa peduli tatapan mata para pengunjung cafe. Alex sesekali menyuapi sang istri dengan makanan nya. Sangat manis di mata sebagian orang yang tak memiliki penyakit hati. Namun terasa seperti mengunyah pare bagi pemilik hati yang penuh iri dengki.
"Enak tidak? ini menu baru, resep dari istri nya kang Rahmat. Banyak peminat nya dan harga nya juga sangat ramah bagi kalangan remaja penggemar WiFi gratis." Kekeh Alex sedikit bercanda.
Menu tersebut sebagai menu tambahan yang sering di pesan oleh para remaja ketika merasa terusir. Melampaui jam nongky yang tak wajar kadang membuat para karyawan Alex kesal sendiri. Hingga Rahmat meminta sang istri untuk menciptakan menu baru dengan harga ramah di dompet.
Dan tercipta lah menu tersebut. Terbuat dari bahan sederhana namun sangat di gemari. Entah karena harga nya yang murah atau karena memang rasa nya yang di sukai oleh pengunjung cafe.
Menu yang lebih mirip sandwich namun dengan isian yang sedikit unik. Berisi fillet dada ayam dan sosis yang sudah di panggang menggunakan teflon , lalu di tambahi keju dan mayonaise. Tak ada tambahan sayur seperti pada umumnya.
Jadi jika seorang vegetarian, maka tak akan cocok dengan menu tersebut.
__ADS_1
Kembali pada Ayank yang terlihat menikmati semua menu yang terhidang di hadapan nya dengan lahap.
"Enak, ini aku mau nyoba yang ini lagi. Aku akan sering-sering kemari, selain untuk memantau suamiku aku juga bisa makan dengan gratis." Sahut Ayank mengedipkan sebelah matanya.
Alex tertawa renyah, ini kali pertama nya karyawan pria itu melihat Alex tertawa lepas. Pria yang biasa nya hanya akan menarik senyum simpul pada pelanggan. Kini tertawa lebar di hadapan mereka. Sungguh mencengangkan.
"Aura pak bos beda ya, kalau ada istri nya. Lihat para pengunjung wanita. Menatap dengan mulut terbuka. Untung cafe kita steril. Kalau tidak, auto mulut penuh laler semua karena terlalu lama menganga." Ujar Memed menatap satu persatu para pengunjung bergender hawa.
Sedangkan para adam sibuk dengan tatapan masing-masing. Menatap Ayank bagai sebuah pencerahan, dari awan gelap yang selama ini memendungkan pandangan mereka.
Hati mulai berandai. Andai yang hanya bisa menjadi angan belaka. Sambil berkhayal, lalu berusaha untuk mengingat jumlah saldo terakhir yang mereka miliki. Seketika nyali langsung ciut, lenyap tak bersisa.
Menilik apa yang wanita itu pakai, membuat jiwa kere langsung mundur teratur.
"Nona Ayank memang cantik dari lahir, lihat aja tuh. Cuma make alis doang sama lipstik tipis. Udah cantik tidak tertolong. Apa kabar kalo moles dempul 10 cm. Kaum adam langsung kejang-kejang kaya penderita ayan." Sambung Farida.
"Udah! kerja kerja! ini pada gibah aja kerjaan nya. Heran!" Usir Soleh yang baru saja akan melewati meja kasir.
Ketiga karyawan tersebut mencebik kesal karena kedatangan Soleh merusak pemandangan indah di hadapan mereka.
"Pak asisten tidak asyik ih!" kesal Farida kesal.
"Maka nya kita tidak jodoh, karena sama-sama tidak asyik." Sahut Soleh sedikit ngaur.
"Baperan kek perempuan!" ketus Farida melengos kemudian berlalu menuju pantry.
Soleh melengos pura-pura tidak mendengar.
🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍
__ADS_1
Seusai makan siang Ayank pamit pulang, tubuh nya sedikit lelah. Bekas luka operasi nya terasa sedikit ngilu. Seharus nya wanita itu masih harus banyak beristirahat di rumah, namun Ayank yang tak terbiasa duduk diam. Wanita itu Selalu punya alasan untuk tetap melakukan aktivitas.
Sepergi nya Ayank, Alex kembali termenung. Soleh yang masuk pun tak di sadari oleh pria itu.
"Baru juga di tinggal, udah melamun aje. Pengantin lama rasa baru emang beda ya. Kalo udah kangen ngeri-ngeri sedap cuy!" goda Soleh membuat Alex tersadar kembali.
Pria itu melempar ballpoint ke arah Soleh. Dengan sigap Soleh menghindari lemparan tersebut. Alamat bolong kening jika terkena ujung pena tersebut.
"Garang amat pak, kaya udah nyesek banget kangen nya." Kekeh Soleh masih terus menggoda sang teman.
"Bocah tau apa sih. Ingat kencan tar malam, udah tau mau ngedate di mana? tar ujung-ujungnya ngajak jajan cilok sama kerak telor. Kasian udah jauh-jauh naik bus 9 jam kemari. Ajak lah ke tempat yang lebih baik. Anggap saja untuk sedikit mengurangi rasa lelah perjalanan nya. Hargailah usaha nya untuk datang mengunjungi mu, harus nya kau yang mengunjungi nya. Ini malah kebalik, ckckckck!" decak Alex setelah mengucapkan sederet kalimat nasihat.
"Dia loh yang mau, aku ikut aja. Mau di kirim ongkos juga tidak mau, jadi bukan salahku." Elak Soleh membela diri.
"Cih! itu karena kau tak peka. Wanita pengertian itu tak akan meminta apapun dari mu meski kau memberi nya sekalipun, pasti akan dia tolak karena perasaan tak enak. Wanita seperti itu lah yang harus kau pertahanan kan, jangan biarkan dia berjuang sendirian sementara kau hanya menunggu hasil akhir perjuangan nya di garis finis." Nasihat Alex lagi.
Soleh terdiam mencerna nasihat sang teman. Pria itu kemudian mengangguk paham. Soleh kemudian pamit pergi untuk menuju terminal untuk menunggu sang kekasih online nya tiba.
Alex tersenyum samar melihat betapa gesit nya Soleh mengemudi kan mobil nya. Mobil yang pria itu beli dengan cara mencicil nya. Bersamaan dengan mobil milik Rahmat, yang juga di beli dengan metode yang sama.
Hanya Alex lah yang belum memiliki mobil pribadi. Mobil yang kadang dia pakai adalah pemberian dari sang mertua sebagai hadiah kepulangan Ayank dari rumah sakit. Alex terkadang memakai nya jika terpaksa, ketika cuaca tak mendukung nya untuk menggunakan motor andalan nya.
Alex merasa lebih nyaman menggunakan motor kemana-mana, tak perlu menunggu lama ketika jalanan sedang macet-macet nya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Satu bab dulu ya gengs, othor sedang kurang fit. Anak-anak sudah kembali pada aktivitas sekolah yang rutin. Othor harus bagi waktu untuk menjadi juru mudi antar jemput para bocah kesayangan. Belum lagi si bungsu yang terkadang memiliki jadwal sendiri untuk di temani bermain.
Selamat malam para kesayangan buna Qaya, Semoga malam minggu kalian penuh warna meski langit terlihat gelap gulita 🤭🤍🥰🥰
__ADS_1