Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Alex dan perasaan nya


__ADS_3

Setelah sempat terdiam cukup lama, akhirnya Alex pun menjawab.


"Aku berniat untuk pindah ke luar kota, ada seorang teman menawarkan ku pekerjaan. Perusahaan manufaktur, ada lowongan di bagian manager lapangan. Aku akan menempati nya kekosongan itu nanti. Mungkin kita akan jarang bertemu setelah ini, aku sudah menyimpan nomor ponsel mu. Nanti saat aku sudah membeli ponsel baru aku akan langsung menghubungi." Jawab Alex terdengar mantap.


Ayank dan Yonas bertukar pandang melalui kaca spion tengah. Mereka tau Alex sedang mengatakan kalimat penuh kebohongan agar mereka tak perlu khawatir dengan hidup nya.


Perusahaan mana yang mau menerima Alex, saat semua perusahaan tau siapa pria itu. Alex di sebut sebagai seorang korup, yang menilap uang perusahaan dalam jumlah fantastis lalu menghilang tanpa kabar.


Namun kedua nya memilih bungkam seolah percaya.


"Baiklah, segera hubungi aku saat kau sudah membeli ponsel nanti. Mungkin saja aku merindukan masakan buatan mu sewaktu-waktu." Balas Ayank terlihat serius menanggapi kalimat Alex.


Alex tersenyum sembari mengangguk paham.


Padahal hati nya ketar-ketir sendiri, uang nya tersisa tidak lah seberapa. Namun dia berpikir untuk membeli ponsel jadul yang sudah di lengkapi fitur kamera juga musik. Lumayan untuk menghibur hati kala kesepian melanda, terutama saat hati mulai merindukan wanita di samping nya itu.


Mereka Mampir di rest area, lagi-lagi Alex menolak untuk ikut makan dengan alasan masih kenyang. Diam-diam Alex membungkus nasi dan lauk serta sayur yang di masak oleh Ifah subuh tadi. Saat Ayank dan Yonas pamit ke toilet, Alex buru-buru memakan bekal tersebut di dalam mobil.


Pria itu terus menjejali nasi nya dengan air agar cepat tercerna masuk. Dia tak ingin kedapatan makan di saat di sudah jelas-jelas mengatakan bahwa diri nya masih kenyang.


Namun Alex tak tau, diam-diam pula, Ayank menaruh ponsel nya di jendela mobil dalam kondisi kamera video on. Setelah hampir 20 menit, Ayank dan Yonas kembali. Mereka sengaja memberikan waktu kepada Alex untuk menghabiskan makanan nya dengan baik.


Alex sempat keluar menuju tempat sampah, lalu membuka pintu mobil selebar-lebarnya. Agar aroma makanan nya sedikit menghilang.


"Kalian sudah selesai makan?" tanya Alex basa basi, entah kenapa dia tampak gugup seperti orang yang ketahuan mencuri.


"Sudah, makanan nya sedikit kurang sedap." Sahut Ayank lalu mengotak atik ponsel nyam Beruntung Alex sama sekali tak menyentuh ponsel nya tadi. Karena kepo bukan lah sikap seorang introvert seperti Alex.


Ayank pamit keluar dengan alasan ada sesuatu yang tertinggal, padahal wanita itu menunju toilet untuk menumpahkan tangis nya.


Melihat bagaimana Alex makan dengan lahap hanya berlauk kan ikan teri di sambel dan daun ubi oseng. Hati Ayank seperti di remas-remas. Semiskin ini kah pria itu sekarang? Arkhan yang bahkan terlihat seperti seorang anak petani saja, diam-diam memiliki kehidupan yang mewah dan wah.


Namun Alex benar-benar berada dalam fase terendah hidup nya, tapi sama sekali tak mau berbagi kesulitan nya pada siapapun. Termasuk diri nya. Setelah puas menumpahkan kesedihan hati nya, Ayank kembali ke mobil dan bersikap tak terjadi apa-apa.

__ADS_1


Senyum manis nya selalu terbit untuk pria malang itu.


Sepanjang perjalanan, pikiran Ayank terus berkecamuk. Antara memberikan Alex kesempatan atau melepaskan nya meski hati nya pun ingin kembali.


Ada alasan di balik sikap diam nya, tak menanggapi perhatian Alex lebih dalam adalah bentuk pertahanan diri nya. Juga untuk keselamatan pria itu juga.


Dia mampu mengatasi segala hal, karena memiliki orang-orang yang loyal. Namun Alex yang tak suka berbagi kesulitan, akan membuat nya kesulitan untuk bertindak sebagai pahlawan bagi pria itu tanpa di minta. Dia tak ingin membuat Alex semakin merasa menjadi pria tak berguna. Sungguh posisi nya serba salah..


Andai sekali saja Alex mengatakan langsung pada nya perihal isi hati nya, maka Ayank akan langsung menerima nya saat itu juga. Namun diam nya Alex membuat nya ikut terdiam dalam kebimbangan.


Setiba di kota sore hari, mereka lebih dulu mengantar Ayank ke perbatasan markas nya. Terlihat wanita itu di sambut dengan penuh antusias oleh para anggota nya. Pelukan hangat penuh kerinduan di dapat Ayank bertubi-tubi. Alex hanya bisa tersenyum menatap wanita yang dia cintai begitu di jaga dan di sayangi oleh anak buah nya.


"Kau tak ingin mampir ke rumah ku, Al?" tanya Ayank berusaha mengajak meski dengan cara melontarkan tanya.


"Mungkin lain kali, aku khawatir akan terus mengunjungi sampai kau bosan melihat ku nanti." Kekeh Alex tertawa hambar. Sungguh dia ingin mampir, namun melihat tatapan tajam para pria berbadan kekar di belakang Ayank. Alex menyadari kehadiran nya tak di inginkan.


"Baiklah, ingat, segera hubungi aku saat kau sudah punya ponsel. Aku akan menunggu pesan dari mu." Ujar Ayank terdengar kecewa namun tak bisa memaksa. Dia tau apa yang Alex rasakan saat ini.


Sekali lagi pelukan hangat terjadi, Alex memeluk Ayank dengan sangat erat. Lalu setelah nya memberikan kecupan hangat di kening wanita itu.


Sepanjang jalan, Alex lebih banyak diam. Suara cerewet Yonas hampir tak terdengar oleh pria itu. Alex hanya menatap sisi jalanan dengan pikiran tak menentu. Dia berbohong pasal tempat tinggal nya, dan dia Bingung harus turun di mana.


"Kau ini, terus saja melamun.. Kesambet setan penunggu jalanan baru kapok." Omel Yonas yang merasa di abaikan.


"Katakan dengan jelas di mana letak rumah mu?" desak Yonas ngotot, pasal nya Alex membuat nya berkeliling kota tanpa tujuan.


"Aku sudah bilang, turun kan aku di halte saja. Aku masih harus membeli beberapa barang sebelum pulang, dan sepanjang jalan aku belum melihat yang cocok di mata ku." Jawab Alex tak kalah ketus. Dia hanya sengaja mengulur waktu hingga petang menjemput.


"Ck! kau lihat ini sudah pukul berapa, perjalanan ku kembali cukup jauh." Protes Yonas.


"Di depan sana, berhenti di sana saja. Aku akan naik taksi. Arah rumah ku berputar melewati jalur beda arah. Kau akan semakin kemalaman jika kembali mengantar ku pulang." Ujar Alex tiba-tiba, hingga membuat Yonas mengerem mobil nya mendadak.


"Kenapa tidak bilang dari tadi!" kesal pria itu mendelik jengkel. Dia tau itu hanya akal-akalan Alex saja.

__ADS_1


"Maaf, aku masih merindukan Ayank jadi kurang fokus." Sahut Alex santai. Pria itu meraih kantung plastik berisi pakaian nya yang sengaja dia pisahkan saat berkemas. Agar ketika Ayank turun duluan dia hanya perlu mengangkat saja kantung tersebut.


"Terimakasih untuk semua bro, lain kali aku akan mentraktir mu sebagai ucapan rasa terimakasih ku. Nomor mu jangan di ganti, aku juga akan menghubungi mu nanti." Setelah mengucapkan kalimat perpisahan, Alex turun dan berdiri di tepi jalan seperti seorang pria yang baru tiba di perantauan. Namun lebih menyedihkan, karena tas pakaian nya hanya dari plastik indokaret.


Yonas melambaikan tangan lalu pergi. Namun pria itu tak benar-benar pergi, namun berputar arah ke seberang jalan.


Di sana dapat dia lihat Alex menaiki sebuah angkot yang kebetulan lewat. Yonas tersenyum miris.


"Taksi ya? kau sekarang semakin ahli berbohong, ckckck!" decak Yonas lalu mulai kembali ke jalur awal, untuk mengikuti angkot tersebut.


Hingga tibalah di sebuah gang, angkot berhenti dan terlihat Alex turun lalu mengobrol sebentar dengan sopir angkot yang entah apa.


Alex berjalan memasuki gang kecil itu dengan senyum sumringah. Tadi saat di angkot dia menanyakan tentang rumah petak yang sekiranya murah pada sang sopir angkot. Dan beruntung sopir itu memiliki seorang kenalan yang juga tinggal di rumah petak, dan di samping nya ada satu yang masih kosong.


Di sinilah Alex berdiri di depan sebuah rumah kontrakan petak padat penduduk. Suara tangis anak-anak dan suara mengomel para ibu-ibu menjadi penyambut untuk nya.


Yonas terus mengikuti Alex hingga pria itu selesai melakukan transaksi dengan sang pemilik kontrakan.


Dia melihat bagaimana Alex mengumpulkan uang dari beberapa saku nya untuk mencukupi jumlah yang di sebut kan oleh sang juragan kos.


Ingin sekali dia mendatangi nya lalu menyeret Alex dari sana, namun mengingat itu akan membuat harga diri Sahabat nya terjun bebas. Yonas meremat jari nya sendiri untuk menahan gejolak di hati nya.


"Aku akan membantu mu Lex, dengan cara ku. Semoga kau dan Ayank bisa segera bersatu. Kalian adalah pasangan yang sempurna, sama-sama memiliki skil dalam menyembunyikan perasaan masing-masing. Harus nya kalian seperti ku saja, to the poin dan tak basa basi. Kalian sungguh membuat ku kesal." Omel Pria itu kemudian melangkah pergi meninggalkan gang tempat tinggal Alex.


Yang penting dia sudah mengetahui tempat tinggal pria itu. Dan dia pun akan mengatakan nya pada Ayank nanti. Jika mantan terindah nya tinggal di gang tikus yang menyedihkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Holllaaaa🤗🤗🤗


Masih betahkah kalian menyimak kisah Alex, Ayank juga si dokter mesum?


Komen yang banyak yah😘😘😘

__ADS_1


Lope lope yang banyak buat kalian semua 🥰🤍🥰🥰🤍🥰🥰🤍🥰


__ADS_2