Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Masalah kehamilan


__ADS_3

Ayank menatap datar layar ponselnya, ada hal yang memberatkan pikiran wanita hamil tersebut. Sesuatu hal yang sangat besar dan berisiko tinggi. Di lirik nya sang suami yang tengah asyik membuat kan nya susu hamil juga menyusun cemilan ke dalam toples bulat.


Pikiran wanita itu berkecamuk. Ada rasa iba namun tak tau harus berbuat apa. Situasi nya yang sulit bergerak lincah, membuat nya seperti wanita tak berguna. Kehamilan nya sedikit bermasalah.


Plasenta nya berada di bagian bawah, di mana jalan lahir bayi nya berada, tertutup sempurna. Itu akan membuat nya kesulitan untuk melahirkan secara normal. Beberapa kali mengalami plek selama kehamilan nya, dan Alex masih belum mengetahui apapun.


"Ini susu sama cemilan nya sayang. Aku temani sampai susu nya habis ya? hari ini aku sama Soleh mau ketemu klien yang punya hotel besar itu. Doain lancar ya, buat tambah-tambah beli perlengkapan twin sama ibunya yang makin cantik ini." Ucap Alex sembari mengelus pipi bulat sang istri.


Ayank tersenyum hangat. Hatinya berdesir kala mendengar ketulusan Alex padanya. Sedangkan dirinya menyimpan banyak perkara tanpa mau berbagi pada pria malang itu.


"Semua kebutuhan kami sudah terpenuhi papa. Papa harus mulai memikirkan diri papa sendiri, kalau-kalau nanti mama menilap semua uang papa." Seloroh Ayank tertawa kecil.


Alex tertawa renyah. Dia tak keberatan tak memiliki harta barang sepeserpun. Asalkan anak istri nya terpenuhi segala kebutuhan nya.


"Papa memang tak punya apapun. Papa hanya punya kalian saja. Harta papa yang sangat berharga." Ucap Alex mencium dalam perut bulat istri nya. Matanya berkaca-kaca di balik perut buncit tersebut. Dia berjanji akan memberikan keluarga nya cinta dan perhatian tanpa batas.


Masa kecilnya hingga dewasa yang tumbuh dalam lingkungan tak sehat. Membuat nya belajar arti takut akan kehilangan dan di abaikan. Terlebih, tak benar-benar di inginkan sebagai seorang anak.


"Susu nya udah sayang?" tanya Alex setelah mengusap sudut matanya lalu menatap sang istri dengan cinta.


"Udah. Berangkat gih, tar Soleh ngambek lagi gara-gara nunggu bos nya telat mulu." Kekeh Ayank.


Alex ikut terkekeh. Soleh sering kali ngambek jika Alex terlambat dari jadwal yang sudah mereka sepakati. Pria itu akan mendiamkan Alex seharian, namun Alex tak pernah mengambil hati. Dia tau Soleh tak benar-benar marah padanya.


Pria muda itu hanya sedang patah hati, karena sang kekasih hati kini berencana akan di jodohkan oleh orang tua nya dikampung halaman.


"Ya sudah, aku pamit ya. Jangan lupa makan siang tepat waktu, aku udah siapkan bahan-bahan yang akan di masak sama bibik nanti. Love you sayang." Alex mengecup kening sang istri dengan sayang.

__ADS_1


Ayank tersenyum bahagia. Menatap punggung Alex yang tengah berjalan tegap menuju pintu keluar.


Setelah mendengar suara mobil Alex keluar gerbang, Ayank meraih ponselnya lalu menghubungi seseorang.


"Jemput!" klik.


Entah bagaimana respon sang penerima panggilan, yang jelas tidak mungkin tersenyum sumringah ketika mendapati dirinya di hubungi, kemudian sebelum sempat menjawab. Panggilan langsung di matikan begitu saja secara sepihak.


"Aku harap kau baik-baik saja di sana. Seharusnya ini tak kau lakukan, aku tak selalu bisa menyelamatkan semua orang setiap saat." Gumam Ayank. Terdengar suara helaan nafas berat yang begitu kasar keluar dari mulut nya.


Wanita itu terlihat lelah terhadap segala keadaan yang terjadi. Kondisi nya tak cukup menguntungkan saat ini. Revan baru saja pulih, tak mungkin dia mengirim pria itu dalam misi berbahaya ini. Sang sepupu? mengingat betapa ceroboh dan tak sabaran nya Alicia, membuat Ayank berpikir keras untuk mengirim gadis itu pergi.


Tak lama suara mesin mobil menderu di halaman rumah nya. Ayank tau Jordy sedang ada di kota tak jauh dari kediaman nya.


Wanita itu meraih tas jinjing nya kemudian keluar rumah setelah berpamitan pada sang ART.


Ayank tengah memeriksa amunisi di dalam senjata nya. Jordy meneguk ludah kasar, wanita itu semakin mengerikan saja semenjak hamil.


"Aku bercanda nyonya, jangan menatap ku begitu. Maaf."


"Boby sudah siap?" alih Ayank tanpa merespon permintaan maaf Jordy.


"Pria itu bahkan tak tidur semalaman. Entah apa yang dia lakukan di dalam gudang itu sepanjang malam. Jevon sampai pindah ke pos depan karena kegaduhan yang di buat oleh pria gila itu di markas." Terang Jordy.


Ayank menatap sisi jalanan. Pikiran nya kembali berkecamuk. Alex nya yang malang tak mengetahui apapun tentang kondisi nya. Itu membuat nya merasa bersalah. Dia hanya berharap bisa melahirkan kedua anaknya dengan selamat, apapun resiko nya.


Kondisi plasenta Previa yang dia alami bisa membuat persalinan nya terancam bahaya. Belum termasuk pre-eklampsia yang dia alami semenjak kehamilan nya.

__ADS_1


"Katakan pada Boby, dia akan bekerja sama dengan adikku. Alicia cocok menjadi partner kerja Boby. Mengingat keduanya memiliki sifat keras yang sama. Revan biarkan tetap di markas hingga benar-benar pulih sempurna. Aku tak mau kehilangan siapapun. Boby akan menjaga adikku dengan baik. Aku percaya pada pria itu." Jordy terdiam.


Sejak tau jika Alicia adalah adik sang bos. Pria itu semakin tak berani banyak membantah. Bisa di bayangkan, satu keluarga berisi gen mafia. Dan para wanita yang lebih mendominasi. Itu lebih mengerikan daripada bersiap menghadapi hukuman mati.


Jordy masih bergeming. Tak tau harus menanggapi nya bagaimana. Di sisi lain, Alicia adalah wanita incaran sahabat nya. Pergi berdua dengan Boby sang mantan penjahat kela min? Jordy tak yakin Revan akan tertawa bahagia kala mendengar kabar itu.


"Kenapa kau hanya diam saja, Sugeng? seperti bukan dirimu saja. Aku jadi mendadak khawatir kau seekor musuh yang sedang menyamar untuk melenyapkan ku."


Hampir saja Jordy menginjak pedal rem secara mendadak. Alamat dia akan berakhir di ruang penyiksaan, jika berani sedikit saja membuat wanita bermulut pedas itu terluka.


"Ck! bisakah kau mengatakan sesuatu yang tidak mengada-ada. Aku hanya tak tau harus menanggapi kalimat mu dengan kata-kata indah. Semua terserah padamu saja, bukankah kau bosnya? aku hanya prihatin dengan nasib sahabat ku yang malang. Ckckck! sial sekali dia jatuh cinta pada adikmu itu. Bisa-bisa umurnya tak akan lebih dari seminggu jika mereka bersama. Berkaca dari wanita yang satu ini saja, aku yakin jika para wanita itu memang sangat menakutkan." Ujar Jordy melirik melalui kaca spion.


"Mulut mu semakin lincah, apa menikah membuat mu secerewet ini?" Jordy mendelik tak suka. Namun tak menampik, semenjak menikah dia memang sedikit cerewet.


Cerewet karena memiliki istri yang sedikit keras kepala. Setiap hari Miska selalu membahas soal anak. Sungguh Jordy tak suka. Menatap wajah polos putranya, Jordy merasa jahat jika memberikan adik pada Saka yang masih balita.


"Kenapa bukan Revan saja yang ikut bersama Boby? Revan sudah lebih baik sekarang. Kau akan membuat nya berpikir melenceng. Kau tau orang yang sedang jatuh cinta sedikit sensitif. Apalagi jatuh cinta di usia yang relatif terlambat."


Bug! sebuah tinjuan mendarat di bahunya. Cukup ngilu untuk ukuran wanita hamil.


"Kau suka sekali bermain kekerasan. Bersikap lah sedikit lebih lembut, kasihan sekali para keponakan ku di dalam sana. Mereka pasti tersiksa memiliki ibu seperti mu. Kejam dan tak berperasaan." Dengus Jordy kesal.


Ayank tertawa renyah, merasa sedikit terhibur di kala hatinya sedang kusut bagai benang tak terurai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semoga masih ada cintanya sama novel ini🤗🤗🥰🥰

__ADS_1


lope lope kesayangan buna Qaya 🤍🤍🤍🤍


__ADS_2