Just A Momen _Istri Tangguh

Just A Momen _Istri Tangguh
Kemeriahan


__ADS_3

Ayank tak dapat menyembunyikan rasa haru nya. Penyambutan diri nya membuat wanita itu sedikit emosional. Alex tak pernah melepaskan sang istri barang sejenak.


"Akhir nya kau pulang juga, maaf telah menghancurkan rumah impian mu. Para pria tak ada yang becus mendekorasi nya." Ucap Miska melirik sinis ke arah para pria yang terlihat melipat bibi kesal.


"Ini sangat indah, terimakasih Mis. Kau pasti kerepotan sembari mengemong Saka." Balas Ayank tersenyum tulus.


Miska mengibaskan tangannya.


"Tidak repot, lagi pula saudara-saudara mu datang membantu. Aku seperti memiliki saudara saat bergabung bersama mereka. Sekarang aku tau dari mana jiwa besar yang kau miliki. Kau memiliki keluarga yang luar biasa." Puji Miska dengan mata berkaca-kaca.


Jordy meraih jemari sang istri kemudian tersenyum simpul.


"Mereka keluarga mu juga, jangan lupakan itu. Jangan selalu merasa sungkan lagi, dan itu berlaku untuk mu juga Amber." Lusi atau Amber hanya bisa mengangguk dengan air mata yang mengalir di kedua pipi nya.


Wanita itu di temukan Ayank tengah berjuang melahirkan bayi nya di sebuah gudang seorang diri. Arkhan dengan kejam mengurung wanita itu sejak mengetahui kehamilan nya. Dan dengan sadis membunuh ayah dari wanita itu untuk mengambil semua aset nya. Amber di jadikan objek pemuas naf su nya kala pria itu mulai gabut dengan masalah klan nya.


Tanpa peduli pada kehamilan nya yang rupa nya sedikit bermasalah. Tak pernah nya Amber mengkonsumsi vitamin atau makanan sehat, membuat bayi nya terlahir dengan gizi buruk. Beruntung Ayank segera menolong kedua nya, dengan memberikan perawatan terbaik.


Wajah Amber mengalami luka sayatan yang di buat oleh Arkhan untuk melampiaskan amarah nya. Hingga Ayank memutuskan untuk melakukan operasi plastik pada wanita itu dan mengubah identitas nya.


Jadilah Amber berubah nama menjadi Lusi. Seorang pelayan yang menyamar bekerja di markas Arkhan. Wanita itu berhasil masuk oleh salah satu anak buah Ayank yang sudah lama menyusup di sana.

__ADS_1


"Terimakasih, kak." Ucap Lusi sembari terisak kecil. Putra nya sedang di gendong oleh Heri. Sejak Amber di tarik masuk ke dalam klan Ayank, Heri lah yang di berikan kepercayaan untuk menjaga wanita itu beserta anak nya.


Namun rupa nya Heri adalah anak buah tak tau diri. Pria itu rupa nya menaruh hati sejak pertama kali melihat wanita itu di bawa oleh Ayank ke rumah sakit. Tak peduli dengan penampilan wajah Amber yang terlihat mengerikan, dengan bekas luka sayatan tak beraturan di kedua pipi nya.


Hingga pria itu meminta ijin pada Ayank untuk lebih dekat dengan cara nya. Sebagai seorang pria bukan sebagai seorang pengawal. Ayank tak masalah, dia tau semua pribadi anggota klan nya. Penuh tanggung jawab yang tinggi terhadap segala bentuk amanah yang di berikan.


Kini kedua nya sedang menjalin hubungan serius, Heri tak main-main. Ketika akan membuat akta kelahiran putra Amber, Heri memohon agar menyemat kan nama nya sebagai ayah kandung bagi Henrick.


Amber tak keberatan, dengan begitu Arkhan tak akan tau jika Henrick adalah putra nya.


Suasana haru biru tersebut berlangsung cukup meriah, obrolan ringan setelah acara makan siang. Di lanjutkan dengan banyak acara dadakan lain nya. Seperti para pria yang mendadak bermain basket di taman belakang rumah Alex. Meski bola lebih banyak keluar ring dari pada masuk nya.


Hingga akhir nya acara di tutup dengan makan malam di gazebo. Ayank terlihat kelelahan namun wanita itu tak bisa menyembunyikan rona bahagia di wajah nya.


Setelah semua orang pamit termasuk kedua orang tua nya, kini hanya tinggal Alex dan Ayank lah yang menghuni rumah tersebut. Rumah itu terasa sangat besar karena hanya ada mereka berdua saja. Sedangkan ART memiliki tempat khusus di belakang.


"Senang tidak, hari ini?" tanya Alex yang baru saja selesai membersihkan tubuh istri nya. Kini Ayank duduk bersandar di punggung ranjang.


"Banget. Makasih ya, rumah nya bagus. Pintar mas Alex ini rupa nya. Udah punya keahlian mendesain rumah semewah ini. Duduk sini..." Ayank menepuk sisi ranjang agar Alex mendekat.


Alex duduk di sisi ranjang kemudian menarik pelan kepala sang istri agar bersandar di dada nya.

__ADS_1


"Sama-sama...aku deg-degan takut kau tidak menyukai nya. Semua desain aku yang mensketsa nya, aku khawatir kau tak terlalu suka. Jadi masih ada beberapa bagian yang sengaja aku biarkan tanpa sekat. Kau bisa mengatur nya nanti sesuka mu. Perabotan nya belum banyak, aku kebingungan saat mau memilih furniture. Setelah kau sehat kembali, kita akan memilih nya bersama. Ada kamar di sebelah yang terhubung dengan kamar ini. Kamar untuk calon anak kita kelak saat mereka masih bayi." Ujar Alex mengurai segala harapan nya.


Ayank tersenyum simpul di dada bidang suami nya.


"Di bobol saja belum kau sudah membahas soal anak." Canda Ayank tertawa kecil.


"Tak lama lagi, kau harus membayar banyak hutang mu pada ku nyonya Alex." Ucap Alex penuh tuntutan. Kedua nya menghabis sisa malam dengan bercengkrama, hal yang sudah sangat lama tidak pernah merasa lakukan.


Semua berubah sejak Alex mulai berpaling, tak ada lagi obrolan hangat. Karena pria itu selalu terburu-buru dan sering meninggalkan nya begitu saja. Namun kini semua berubah, Alex nya sudah kembali. Dan akan dia jaga dengan baik tanpa sedikitpun celah untuk para calon pelakor.


Alex menatap wajah teduh istri nya yang sedang tertidur pulas. Alex tersenyum geli kala mendengar dengkuran halus sang istri yang tadi mengajak nya untuk bergadang semalaman. Nyata nya baru pukul 12 malam lewat sedikit, Ayank sudah berselancar ke alam mimpi.


"Selamat beristirahat istri ku, cepat pulih ya. Aku tak sabar untuk mencetak anak yang banyak. Agar rumah kita segera di ramai kan oleh suara tangisan dan tawa anak-anak. Aku mencintaimu, maaf untuk semua rasa sakit mu di masa lalu. Aku tak akan pernah mengulangi nya lagi." Alex mengecup kening sang istri dengan mata berkaca-kaca. Pria itu beranjak menuju kamar mandi, Alex ingin menumpahkan tangis nya di dalam sana.


Kala mengingat perbuatan buruk nya di masa lalu, Alex selalu gagal move on dari memori tersebut. Setiap melihat senyum tulus Ayank, hati nya seperti tergores pisau tepat di jantung nya. Wanita yang layak nya permata,. yang pernah dia lukai tanpa perasaan. Sungguh sesal itu tak pernah habis dari pikiran Alex.


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Lope lope kesayangan buna Qaya🤍🤍🤍🤍🤍


Jangan lupa sejumput cinta kalian ya, supaya kehaluan ini semakin hakiki 😁😁🙏🙏🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2