
" Iy-iya Pak saya akan menjelaskannya, ma-maafkan saya pak karena saya sudah khilaf Pak Rendra."
" Khilaf?!! setelah kamu sudah aku ketahui, kamu bilang baru merasa khilaf?! Tapi beberapa bulan ke belakang kamu sudah menikmati hak yang bukan milik kamu, Apa kamu tidak merasa karyawan yang tidak tetap itu melakukan pekerjaannya dan hanya digaji tapi tidak seberapa, masih saja kamu pangkas, bahkan masing-masing anggota kalian yang memang mendapatkan bonus dari kantor tidak juga kalian kasih, Apakah itu bisa dikatakan khilaf hah!! masa khilaf sampai berbulan-bulan seperti itu!! apakah kalian tidak merasakan kalau seandainya keluarga kalian yang diperlakukan seperti itu kalian akan terima? apakah kalian tidak akan semarah saya!!" ucapkan sembari melangkah ke tempat duduknya dan menghentakkan tubuhnya di kursi di depan mereka semua.
" Lihat buku yang kamu catat itu, buku jurnal yang kamu cari tadi pagi, iya kan!! buku itu sebagai bukti kalau kamu memang sudah berbuat curang atas nama Nirmala Namari bagian penterjemah dan beberapa karyawan lainnya yang memang mendapatkan bonus dari perusahaanku!!Tapi sayangnya mereka tidak menikmatinya malah masuk ke kantong pribadi kalian!! Apa masih kurang dari gaji yang aku berikan untuk kalian hah!! kalian sudah mendapatkan gaji kalian yang lebih dari karyawan yang tidak tetap itu, bahkan setengahnya pun mereka tidak mendapatkan dari gaji kalian, kenapa masih kalian pangkas juga, di sini bosnya kalian apa aku ?!!" ucapnya sembari sedikit berteriak dan menggebrak meja dengan terlihat kilatan matanya yang merasa marah dan emosi yang memuncak Fahmi dan sekretarisnya Lilis hanya terdiam mereka tidak bisa menenangkan Rendra saat ini, dikarenakan Rendra memang sangat marah pada mereka berempat, mereka diam, tidak ada suara sama sekali, lagi-lagi hening di ruangan rapat tersebut, Rendra mendengus dengan kesal masih memperlihatkan wajahnya dengan dibaluti amarah yang sudah meninggi.
" Sekarang aku tidak mau tahu lagi dengan kalian, mulai sekarang kalian tidak boleh lagi berada di kantorku ini! kalian ku pecat!!" ucapnya membuat keempat orang itu terkejut, Yunan kepala bagian administrasi pun langsung berdiri dan mendekati Rendra.
" Pak Bos, tolong jangan pecat saya, karena saya terpengaruh dengan pak Iwan, jangan pecat saya Pak." ucap Yunan memelas memegang tangan Rendra.
" Singkirkan tanganmu dari tanganku! Aku tidak ingin tanganku dikotori dengan kalian yang sudah memanfaatkan kesusahan orang lain!!" ucap Rendra ketus.
Fahmi pun langsung berdiri dan menarik Yunan agar dia duduk kembali ke tempatnya, kepala bagian OB kemudian berbicara sembari menangkupkan kedua tangannya di dada menatap ke arah Rendra.
" Pak tolong jangan pecat saya, saya memang mengikuti instruksi dari Pak Iwan, tapi uang yang selama ini diberikan oleh Pak Iwan tidak sepeser pun saya gunakan, awalnya saya dulu memang menolak, Tapi karena bujukan dari Pak Iwan membuat saya mengatakan iya, tapi sepeser pun saya tidak menggunakan uang tersebut." ucapnya Dia kemudian mengambil tas ransel kecil yang selalu dibawanya saat berangkat bekerja itu, dia mengeluarkan uang yang ada di dalam tasnya tersebut.
__ADS_1
" Ini Pak uang yang diberikan pak Iwan pada saya,sepeserpun saya tidak menggunakannya, bapak bisa cek saja dalam buku jurnal yang sudah tertulis di situ, karena ini bukan hak saya, Saya hanya mengikuti prosedur dari pak Iwan." ucapnya lagi.
Iwan terkejut, saat Fetrus mengeluarkan uang dari dalam tasnya tersebut.
" Maafkan saya pak Iwan, Saya memang mengikuti prosedur dari Bapak, tapi setiap Anda mentransferkan bagian dari saya, tidak saya gunakan sama sekali dan saat Pak Fahmi mengatakan pada saya tentang rapat mendadak yang diadakan oleh Pak Rendra saya langsung mengambil semua uang tersebut di rumah saya, kebetulan rumah saya tidak jauh dari kantor ini, karena setiap Anda mentransfer untuk saya, saya selalu mengambilnya dan mengumpulkannya, terus saya akan mengembalikannya Pak Iwan, pada yang berhak, karena saya masih menyayangi pekerjaan saya, apalagi bagian OB banyak karyawan yang tidak tetap dan mereka semua sudah bapak pangkas gaji mereka, jika seandainya mereka tidak masuk bekerja, Maafkan saya pak Rendra, seharusnya saya memberikan hak mereka ini pada mereka yang bersangkutan, tapi karena saya mengikuti prosedur dari pak Iwan makanya saya mengumpulkan semuanya ini, karena saya ingin menyerahkannya kepada Pak Rendra yang rencananya dua hari ke depan saya akan melaporkan semuanya, Tapi sebelum saya melaporkannya kepada Pak Rendra, Pak Rendra sudah mengambil inisiatif dan sudah mengetahui semuanya, kalau seandainya saya ingin dipecat dari sini saya akan terima, mungkin ini adalah kesalahan saya." ucapnya sembari berdiri dari duduknya dan menyerahkan tas ransel kecil yang sering dibawanya itu pada Rendra.
Iwan, Eko, dan Yunan tertunduk lemas, mereka sekarang pasrah dengan keadaan mereka saat ini karena mereka sudah dipecat oleh Rendra.
" Walaupun kalian sudah aku pecat, kalian masih bisa mengurus uang pasangon yang selama ini kalian berada di kantorku, untuk mendidikasikan pekerjaan kalian yang sudah kalian cemari dengan perbuatan buruk kalian yang memanfaatkan tenaga orang lain itu.
" Sekarang silakan kalian keluar dari ruangan ini dan mengurus semuanya, Lilis, urus mereka!" ucapnya pada sekretarisnya tersebut.
Saat Fetrus bergabung dengan mereka Rendra pun langsung bersuara.
" Fetrus kamu masih bisa bekerja di kantor ini, ini adalah kesempatan kedua bagimu pergunakanlah sebaik-baiknya." ucapnya sembari berdiri dan melangkah meninggalkan ruangan rapat diikuti oleh Fahmi menuju ke arah ruangannya.
__ADS_1
Kemudian Lilis pun membawa ketiga orang itu menuju ke arah bagian keuangan utamanya untuk mengambil uang pesangon yang diberikan pihak kantor walaupun mereka berbuat kecurangan tapi tetap diberi konsekuensi oleh Rendra yaitu diberikan uang pasangan mereka karena selama mereka bekerja di Satya Group.
" Maaf Pak Rendra, Kenapa Bapak masih memberikan uang pesangon untuk mereka padahalkan mereka sudah berbuat kesalahan terhadap kantor ini." tanya Fahmi.
" Sebenarnya aku juga tidak tega untuk memecat mereka, karena mereka sangat memerlukan pekerjaan ini, tapi karena tingkah dan perilaku mereka sudah di luar batas, aku memang sengaja memberi uang pasangan untuk mereka karena aku memandang saat mereka bekerja di sini sangat baik sebelum mereka tergiur dengan yang bukan hak mereka."
Fahmi terdiam Dia hanya bisa bergumam di dalam hati.
" Pak Rendra memang baik hati sekali, Walaupun dia dalam keadaan marah dia masih bisa memikirkan kepentingan orang yang sudah berbuat jahat padanya, Mereka aja yang tidak menghargai kebaikan Pak Rendra dan menyalahgunakan kepercayaannya, sudah enak dikasih Bos seperti Pak Rendra, masih aja mereka berbuat kecurangan di belakang Pak Rendra." Gumamnya sembari menatapkan kearah Rendra yang sedang menyalakan laptopnya tersebut, Rendra kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Fahmi sembari tersenyum.
" Ada apa denganmu Fahmi? Kenapa kamu menatap ku, Apakah ada yang salah di wajahku.?"
" Oh tidak ada Pak, saya cuma merasa kagum aja sama bapak, di balik kemarahan bapak masih aja, bapak bisa memandang kebaikan yang telah mereka lakukan beberapa tahun yang lalu, padahal kebaikan itu sudah ditutup mereka dengan keburukan yang mereka buat sendiri."
Rendra tersenyum.
__ADS_1
" Itu hal yang biasa aja, jangan terlalu dilebarkan, ya udah silakan kamu kembali ke ruanganmu dan saya minta tolong padamu untuk menghandle kantor sementara ini karena saya mau kembali ke rumah sakit."
" Siap pak!" ucapnya sembari membalas senyuman Pak Bosnya itu, seraya melangkah meninggalkan ruangan Rendra.