
Keesokan paginya seperti biasa Rendra dan Tara melakukan aktivitas sarapan pagi dan seperti biasa juga setelah sarapan pagi Rendra mengantarkan Tara untuk berangkat ke sekolah sebelum dia dibawa guru piketnya masuk ke dalam Dia memberikan pesan pada Tara.
" Sekarang nggak usah khawatir nanti Tara dijemput sama sopir Tara bersama dengan Alya, Om sudah bilang dengan tantenya Alya." ucap Rendra sembari tersenyum pada keponakan tersayangnya itu.
" Terima kasih ya Om, nanti Tara akan bicara dengan Alya Tara senang banget karena Tara akan ada temannya di rumah yang sebesar itu."
Rendra menganggukkan kepalanya kemudian menyerahkan Tara pada guru piketnya dia memandangi langkah keponakannya yang sangat senang itu kemudian dia pun kembali memasuki mobil pribadinya dan meninggalkan depan sekolah tersebut menuju ke arah kantornya, selang beberapa menit Rendra pergi Nirmala bersama dengan Alya pun datang padahal tubuh Nirmala semakin terasa sakit tapi dia berusaha untuk menahannya karena dia tidak ingin bolos bekerja walaupun sebenarnya keadaannya tidak memungkinkanya untuk bekerja, padahal dia sudah mendapatkan izin kalau dia hendak mengijinkan dirinya itu, tapi dia tetap profesional dalam menjalankan tugas pekerjaannya, Setelah dia berpamitan dengan guru piketnya dia hanya menatap Alya yang dibawa oleh guru piket tersebut menuju ke arah dalam, kemudian dia langsung meninggalkan depan sekolah tersebut menuju ke arah kantornya.
" Kenapa pinggang ini semakin sakit padahal sudah aku minum obat anti nyeri tadi malam, Kenapa sakit ini masih terasa tapi aku harus berusaha menahannya, kalau sakit ini aku manja pasti dia akan bertambah sakit,ya Tuhan hilangkanlah rasa sakit ini biar aku bisa bekerja untuk Alya Karena perjalanan Alya masih panjang gumamnya dalam hati sembari terus melanjutkan motornya itu menuju ke arah tempat kerja, beberapa saat dia pun sudah sampai di depan parkiran khusus untuk roda dua saat dia berjalan menuju ke arah lobby Rendra yang sudah sedari tadi sampai pun di khusus parkir roda empatnya dia belum keluar dari mobil tersebut, karena menerima sebuah telepon saat dia mau turun dia melihat Nirmala yang berjalan menuju ke arah lobby, kemudian dia mengurungkan untuk turun dan menutup kembali pintu mobilnya itu membiarkan Nirmala masuk terlebih dulu.
" Hampir saja aku ketahuan dan bertemu dengannya kalau seperti ini terus aku kucing-kucingan dengannya Tuhan pasti akan marah denganku dan suatu saat aku akan dipertemukan secara langsung di kantor ini dengannya." ucapnya sembari tersenyum.
Setelah beberapa menit dia menunggu Akhirnya dia pun keluar dari mobil dan melangkah menuju ke arah lobby dia melihat kiri dan kanan tidak ada lagi bayangan Nirmala dia pun langsung melangkah dengan cepat menuju ke arah lift khusus pimpinan dan membawa dirinya menuju ke lantai atas di mana ruangannya berada.
Fahmi kemudian menghubungi Darren kepala bagian penterjemah.
" Pak Dareen tolong panggilkan Nirmala menghadap ke ruangan saya." ucapan Fahmi.
" Baik Pak." ucapnya sembari menutup panggilan telepon tersebut.
" Nirmala, Kamu dipanggil pak Fahmi ke ruangannya." Nirmala mengangguk dia pun kemudian berdiri dan melangkah menuju ke arah ruangan Pak Fahmi dengan tatapan kedua wanita yang sudah yang penuh tanda tanya besar dikepala mereka itu.
__ADS_1
" Ada apa dia dipanggil Pak Fahmi jangan-jangan dia melaporkan kejadian sore kemarin." ucap Mira kemudian Neni pun mendekati Mira.
" Ngapain ya Nirmala dipanggil ke ruangan Pak Fahmi, aku rada-rada takut, jangan-jangan Pak Fahmi menanyai kejadian kemarin, kamu sih Mira berbuat seenak kamu." ucapnya sembari berbisik.
" Eh! kenapa kamu menyalahkan aku, kamu juga ikut-ikutan kan mendorongnya."
" Mira kamu nggak sadar apa kalau di dalam ruangan lift itu ada camera yang masih menyala setiap saat."
" Astaga!! aku lupa bagaimana ini?"
" Mana Aku tahu, ini semua gara-gara kamu! aku tidak ingin kalau aku sampai dipecat dari sini! kalau seandainya aku dipecat di sini aku akan membencimu seumur hidup!" ucap Neni kembali ke mejanya, Mira tidak bisa berkata lagi saat Neni berbicara seperti itu.
Dia pun kemudian memukul-mukul jidatnya sendiri.
Kemudian Dareen memperhatikan mereka berdua,lalu dia bersuara karena dia merasa heran dengan sikap kedua wanita yang ada di hadapannya itu.
" Ada apa Mira, dan kamu juga Neni, Kenapa kalian berdiskusi seperti berbisik-bisik seperti itu, kalau tidak ada yang kalian mengerti dalam kata-kata yang sedang kalian terjemahkan itu, kalian bisa bertanya denganku atau juga bisa bertanya dengan Nirmala ataupun dengan Baim." ucap Dareen sembari menatap kearah mereka berdua.
" Oh tidak ada apa-apa Pak." ucap Neni, Mira hanya menganggukkan kepalanya.
Sedangkan di dalam ruangan Fahmi Nirmala dipersilahkan duduk di depan meja Fahmi.
__ADS_1
" Ada apa Pak, Kenapa Bapak memanggil saya ke ruangan bapak ini, apa ada kesalahan saya yang saya perbuat Pak? kalau ada saya mohon maaf pak."
" Mbak Nirmala kamu tidak ada salah tapi ada sesuatu yang ingin saya bicarakan denganmu."
" Soal apa Pak?"
" Ini adalah permintaan dari bos setelah pulang sekolah Alya ikut Tara untuk berada di rumah Pak Bos karena Tara menginginkan Alya berada di rumah untuk menjadi teman mainnya selama kamu bekerja, Apakah kamu mengijinkan memperbolehkan Alya pulang bersama Tara ke rumah pak bos ?" tanya Fahmi sembari menatap ke arah Nirmala, Nirmala terdiam sesaat.
Sebenarnya dia merasa tidak masalah kalau Alya berada di rumah Pak Bosnya itu, tapi dia takut kalau seandainya Alya membuat ulah di sana.
" Ada apa Mbak Nirmala?"
" Tidak ada apa-apa Pak, saya setuju aja kalau Alya hari ini pergi bersama anak pak bos tapi saya takut kalau seandainya Alya melakukan kesalahan di sana karena dia luar dari pengawasan saya."
Fahmi tersenyum.
" Kamu jangan khawatir Mbak Nirmala, karena Alya anak yang baik dia adalah sahabatnya anak pak bos jadi saya yakin kalau Alya akan baik-baik saja bersama dengannya, Oh ya satu lagi mulai sekarang kamu tidak boleh keluar lagi saat jam Alya pulang sekolah."
" Kenapa Pak? Apakah saya tidak boleh menjemput keponakan saya, terus bagaimana kalau dia kelamaan menunggu saya sampai pulang kerja, di sekolahnya Saya takut terjadi apa-apa dengannya karena tidak mungkin gurunya menjaga dia sampai sore saat saya pulang bekerja?"
Lagi-lagi Fahmi tersenyum.
__ADS_1
" Mbak Nirmala tidak usah khawatir karena khusus anak karyawan di sini akan dijemput secara pribadi dan orang tuanya tidak usah keluar lagi saat jam pulang sekolah anak mereka, Jadi Mbak Nirmala tidak usah khawatir." ucap Fahmi tersenyum.