
Episode 63.
Keesokan paginya seperti biasa mereka menikmati sarapan paginya yang sudah disediakan oleh asisten rumah tangganya tersebut dengan lahapnya mereka menikmati hidangan pagi itu tanpa suara mereka menikmatinya hanya terdengar sentuhan sendok dan garpu yang berbunyi.
Beberapa saat mereka menikmati makan paginya itu pun kemudian mereka bersiap-siap kembali seperti sedia kala mengantarkan Tara dan Alya berangkat sekolah karena janji Mereka ingin mengantar dan menjemput mereka berdua, mereka berdua melihat Tara dan Alya senang itu adalah kebahagiaan bagi Rendra dan Nirmala.
Di dalam mobil menuju ke arah kantor Satya group Rendra tidak bersuara, Begitu juga dengan Nirmala mereka menikmati jalanan yang sedikit mulai rame dengan hilir mudiknya kendaraan yang akan memulai aktivitas mereka.
Saat mereka berada di lampu merah mobil Rendra pun berhenti Nirmala kemudian menatap ke arah sang calon suaminya itu sembari berucap.
" Sudah ada kabar tentang mereka yang ada di kampung?"
Rendra menoleh ke arah Nirmala dan menggelengkan kepalanya.
" Mereka tidak mengabari kita ya, saat aku menghubungi mereka tapi ponsel mereka tidak aktif. Apakah Adrian berhasil bertemu dengan keluarga Sasa."
" Kayaknya berhasil deh Mas, kalau misalkan tidak berhasil pasti Sasa hubungi aku, aku pernah diceritakan Sasa kalau di tempatnya itu sinyal kurang memadai."
" Ya semoga saja agar cepat kita melaksanakan pernikahan kita."
" Tapi tetap ya Mas jangan dikasih tahu dulu sementara waktu, berikan aku 3 hari setelah pernikahan kita, aku akan membiarkan mereka tahu kalau kita berdua sudah menikah nantinya."
__ADS_1
" Ya sayang, aku akan menuruti apa kata kamu, karena aku percaya kamu adalah orang yang sangat berharga bagiku.." ucapnya sembari tersenyum pada Nirmala terlihat Nirmala tersenyum malu-malu dan Rendra kemudian melajukan dengan pelan kendaraannya tersebut menuju ke arah kantornya.
" Loh kok mas sampai parkiran sih, nanti mereka pada melihat semua."
" Kamu turunnya saat mereka tidak melihat kamu keluar dari mobilku."
Nirmala menganggukkan kepalanya setelah terlihat aman dia pun kemudian turun dari mobil Rendra dia menengok kiri dan kanan, Setelah terlihat benar-benar aman dia melangkah menuju ke arah loby disusul oleh Rendra, Mereka kemudian menuju ke arah lift dengan lift yang berbeda, dia menengok ke arah Rendra sembari tersenyum, Begitu juga dengan Rendra Mereka kemudian masuk lift dengan tujuan yang berbeda juga.
Nirmala kemudian menuju ke arah ruangannya, dia ingin mengambil barang-barangnya karena dia sudah tidak menempati ruangan itu lagi, dia pun kemudian disambut sama teman-temannya yang ada di dalam ruangan itu, Mereka bertanya pada Nirmala, Kenapa dia kemarin tidak masuk dan Nirmala kemudian menjelaskan pada rekan-rekannya itu tentang ketidak hadirannya satu hari tersebut, Begitu juga dengan ketidak hadiran Sasa di ruangan itu, Nirmala menjelaskan semuanya pada mereka dan mereka pun menganggukkan kepalanya, Kemudian mereka pun melanjutkan pekerjaan dan Nirmala membenahi barang-barangnya karena dia akan pondah tempat.
Di Ruangan Rendra terdengar ketukan di pintu ruangan tersebut.
" Masuk!" ucap Rendra sembari membuka berkas yang ada di atas mejanya itu, terlihat Fahmi melangkah membawa beberapa berkasnya yang seharusnya diperiksa oleh Rendra.
" Siapa wanita itu kenapa kamu ajak ke ruangan Pak Bos."
" Pak Fahmi saya sudah mengatakan kepada wanita itu kalau Pak Bos masih dalam keadaan sibuk tapi dia tetap kekeh ingin bertemu katanya sudah punya janji sama pak Rendra, tapi setiap Pak Bos ingin bertemu siapapun dia pasti bilang pada kami sekretarisnya, tapi mereka tidak mengetahui sama sekali saat Saya tanyakan apakah memang dia ada janji pada pak Bos."
" Baiklah silakan kamu kembali kemeja kamu." ucap Fahmi.
Kemudian Fahmi melangkah menuju ke arah meja kerja Rendra, Tasya melihat Fahmi yang berdiri di samping Rendra pun kemudian menatap Fahmi dengan lekat sembari bersuara.
__ADS_1
" Ada urusan apa lagi kamu di dalam ruangan ini bisakah kamu keluar, Aku ingin bicara dengan Bos kamu."
Rendra kemudian menoleh ke arah Fahmi, Rendra menganggukkan kepalanya kemudian Fahmi pun keluar dari ruangan Rendra saat Fahmi ingin menutup pintu ruangan tersebut Rendra pun berucap.
" Biarkan saja pintu itu terbuka, biar tidak ada yang berpikiran aneh-aneh antara Aku dan Dia yang berada di dalam ruangan ini." ucapnya dianggukan oleh Fahmi membuat Tasya menatap lekat ke arah Rendra
" Kenapa mesti dibuka sih pintunya, kalau pintunya dibuka buat apa ada AC."
Rendra kemudian mengambil remote AC dan mematikan AC tersebut.
" Puas kamu, jadi biarkan aja pintu itu terbuka, karena AC di ruangan ini sudah mati, Ac ini sudah konslet gara-gara kedatangan kamu." ucap Rendra sembari menatap ke arah Tasya.
" Rendra, Kenapa kamu sepertinya marah begitu sih dengan aku, oke aku memang salah, saat aku dan kamu menjalin Cinta kita berdua hanya bertahan satu bulan lamanya, kamu pasti mengira aku memilih lelaki lain itu hanya karena harta, tidak! saat itu aku tidak memilih kamu bukan karena kamu nggak punya harta tapi aku harus mengikuti apa kata orang tua ku Rendra, aku terpaksa memilih dia karena ini adalah kemauan dari mereka, mereka tidak ingin kita bersama."
" Aku tidak ingin tahu alasanmu Tasya, buat apa kamu datang lagi ke sini, ini sudah puluhan tahun kamu tidak bertemu denganku, lebih baik kamu pergi dari ruangan ini, aku tidak ingin suami kamu marah denganku." ucap Rendra sembari menatap sesaat ke arah Tasya dan mengalihkan pandangannya ke arah pintu.
" Rendra, aku dan dia sudah tidak menjadi pasangan suami istri, aku bilang padamu itu bukan kemauanku, hubungan yang tidak mendapatkan restu dari diriku sendiri pasti akan berakibat putus di tengah jalan."
" Apa bedanya hubungan kita saat satu bulan berlangsung putus kan di tengah jalan, kamu lebih memilih laki-laki itu daripada kamu bertahan denganku, Apa karena kamu sudah tahu kalau aku ini kaya raya dan sekarang memiliki banyak usaha lalu kamu berpindah padaku kembali, di mana hati nurani kamu di saat kamu menyakiti aku, kamu menganggap hubungan kita waktu itu hanyalah pelampiasan belaka untuk kamu, di saat kamu mendapatkan laki-laki yang lebih kaya dan lebih mapan kamu berpaling begitu saja, begitu mudahnya kamu mengatakan putus padaku waktu itu, kamu merasa nggak bagaimana saat itu aku memohon padamu agar kamu jangan pergi dariku, tapi apa? kamu menepiskan semua rasa cinta yang pernah aku berikan pada mu, kamu menganggap hubungan satu bulan itu hanya sebagai pelampiasan saja, tapi kamu tidak memandang Bagaimana perasaanku saat itu."
" Rendra Jangan ingat masa lalu..."
__ADS_1
" Apa kamu bilang,? jangan ingat masa lalu, justru Masa lalu itu yang mengajari aku kalau kamu tidak pantas untukku!"
" Maksud kamu..."....