
Episode 70๐น
Tiga hari sudah pernikahan Nirmala dan Rendra digelar tiba waktunya pernikahan Sasa dan Adrian, Mereka pun sudah bersiap-siap menuju ke arah luar, di mana Sasa dan Adrian memukai ijab kabulnya tersebut.
Tidak jauh berbeda dengan acara pernikahan Nirmala pernikahan Sasa pun di gelar dengan begitu meriahnya terlihat Sasa dan keluarganya sangat bahagia sekali karena ini adalah momen yang terindah baginya, saatnya ijab kabul dilaksanakan dengan tarikan nafas Adrian mengucapkan ijab tersebut tanpa ada kesalahan sedikitpun semua yang hadir di ruangan itu pun terlihat bahagia karena para saksi dari kedua belah pihak pun mengucapkan kata sah, sekarang Sasa sudah menyandang status seorang istri dari seorang Adrian Maulana namun berbeda dengan pernikahan Nirmala dan Rendra kolega bisnis dari Adrian tidak bisa hadir karena tempat acara tersebut memang terlalu jauh untuk dijangkau, namun Adrian tidak mempermasalahkan itu semua yang ada di dalam pikirannya sekarang dia merasa bahagia karena sudah sah menjadi suami Sasa wanita yang baru beberapa hari dia kenal, kala itu sudah menyentuh hatinya dan tidak bisa berpaling ke wanita lain.
Acara demi acara sudah terlaksana dengan baik dan tidak ada halangan apapun kebahagiaan terpancar di wajah mereka.
Nirmana yang duduk di kursi seorang diri itu pun tidak terasa meneteskan air matanya karena melihat sang sahabat sudah menemukan kekasih sejatinya, Walaupun pertemuan Mereka terlihat sangat instan sekali.
" Ya Tuhan akhirnya kami sudah menemukan kehidupan kami masing-masing, kau telah memberikan jalan yang terbaik untuk kami, di balik penderitaan yang selama ini aku jalani dan aku rasakan berbuah dengan manis, kau mengirimkan seseorang jodoh yang terbaik untukku, begitu juga untuk sahabatku, karena dia selalu ada untukku, disaat aku terpuruk dan disaat aku memerlukan tempat berbagi Sasa selalu ada bersama denganku, terima kasih Ya Tuhan, karena Engkau telah memberikan semua kebahagiaan yang tiada batasnya sampai hari ini." gumamnya sembari tidak terasa air matanya pun mengalir, Rendra yang melihat dari kejauhan sang istri sedang mengusap air matanya itu dia pun langsung mendekati istrinya itu dia duduk di sampingnya kemudian dia menyentuh tangan istrinya tersebut.
" Sayang, air matamu itu hanya untuk kebahagiaan yang bisa kamu keluarkan, lepaskan semua kesedihan yang telah kamu lalui saat dulu." ucapnya seakan-akan mengetahui isi hati istrinya itu, Nirmala menganggukkan kepalanya sembari memberikan senyumnya pada suaminya tersebut dan Rendra merangkul istrinya itu Nirmala menatap ke arah pasangan pengantin yang ada di depan mereka yang sedang menyalami para tamu-tamu mereka itu.
Acara pun kemudian berangsur berakhir para tamu undangan tersebut pun berangsur-angsur meninggalkan tempat acara pernikahan tersebut, Adrian dan Sasa yang sudah berganti pakaian dengan menggunakan pakaian biasa itu pun mendekati Nirmala dan Rendra yang sedang duduk, Adrian tersenyum duduk di samping Rendra.
" Bagaimana rasanya berdiri di atas sana?" tanya Rendra sembari menempuk pundak sahabatnya tersebut.
__ADS_1
" Lumayan pegal sih."
" Nah begitulah seperti yang aku alami saat pernikahanku, sekarang kamu merasakannya kan." Kekeh Rendra.
Adrian tertawa...
" Oh ya rencana kamu gimana untuk honeymoon.?"
" Rencananya aku ingin keliling Eropa bersamaย istriku."
" Kalian mau ke mana? tanya Tara yang tiba-tiba ada di belakang mereka.
" Iya nih, kalian mau ke mana?" sambung Alya yang sudah berada di belakang Rendra dan Nirmala
" Ya salam! aku lupa lagi kalau aku memiliki dua kurcaci ini." ucap Rendra tertawa lepas.
" Iya kan lupa lagi kan." ucap Nirmala sembari tersenyum.
__ADS_1
" Bagaimana kalau honeymoon-nya kita berangkat berbarengan dan mengajak 2 kurcaci kita ini, di samping kita mengajak mereka berlibur kita juga akan memberikan Adik nantinya untuk mereka." sambung Adrian tertawa pelan.
" Ya harus dong ajak kami, masa kami ditinggal di rumah terus sih? kalian para orang dewasa selalu aja keluar rumah, masa kami para anak kecil tidak diajak, sekali-kali dong diajak ya kan Alya."
" Iya tuh bener banget apa katanya Tara, masa kami harus menunggu rumah terus sih, setidaknya kan kami ikut juga jalan-jalan keluar, seperti orang dewasa." ucapnya dengan celoteh manjanya yang duduk di pangkuan sang Tante, Mereka pun mendengar celotehan protes dua anak kecil tersebut membuat mereka tertawa lepas, kebahagiaan terukir di wajah mereka, keluarga yang sederhana memberikan nuansa kebahagiaan yang tidak ada batasnya, berkali-kali Nirmala bergumam di dalam hatinya mengucapkan syukur karena sekarang Alya sudah merasa memiliki kedua orang tua yang sangat menyayanginya dan dia pun tidak henti-hentinya mengucap syukur yang tidak terbatas yang sudah diberikan oleh Yang Maha Kuasa padanya.
Nirmala menatap ke arah suaminya sesaat kemudian beralih pada Sasa dan Adrian lalu beralih ke Alya dan Tara yang sedang bercerita, terdengar tawa dan canda mereka, Nirmala pun bergumam kembali di dalam hatinya.
" Keluargaku yang sudah tiada dan pergi mendahului aku pasti akan merasa bahagia melihat aku sekarang saat ini, ternyata bersama keluargaku sekarang ini yang baru saja aku bina selalu saja terasa ramai dan damai sangat menyenangkan dan menenangkan, kehangatan dalam keluarga yang baru aku bina ini tidak dapat diukur dari ukuran luas apapun, Karena kebahagiaan yang aku rasakan saat ini tiada batasnya dan tidak bisa diukur dengan menggunakan alat apapun, terima kasih Ya Tuhan terima kasih." ucapnya sembari mengukir senyum di wajahnya karena dia tidak bisa lagi mengungkapkan dengan kata-kata arti kebahagiaan yang sudah didapatnya selama ini, karena kebahagiaan ini mewakili hatinya yang dulu pernah merasa kehilangan keluarga nya itu, namun sekarang diberikan keluarga lebih dari yang dia mau.
Akhirnya Nirmala mendapatkan kebahagiaan yang dicarinya, kesakitan yang dulu pernah dia rasakan sudah tertutup dengan kebahagiaan yang tiada batasnya, Nirmala mendapatkan lelaki yang sangat mencintai dan menyayanginya, Nirmala juga mendapatkan sahabat yang selalu ada untuknya, serta Nirmala memiliki banyak teman yang benar-benar menyayanginya.
_____ Selesai...____
Terima kasih sudah mampir di cerita saya ini jangan lupa mampir di cerita saya yang lain cerita ini terwujud karena dukungan kalian yang memotivasi saya untuk selalu berkarya, kritik dan saran dari kalian membangun saya untuk menjadi lebih baik lagi, terima kasih semua kawan-kawan yang sudah meluangkan waktunya untuk mampir di cerita saya ini semoga kalian semua sehat selalu ๐๐
Salam dari saya Sischa Cintara.๐๐๐น
__ADS_1