Kau Lukis Permadani Cinta

Kau Lukis Permadani Cinta
Episode 29


__ADS_3

" Saya tidak ingin kantor ini menjadi ajang persaingan di antara kalian, dan kalian tetap harus meninggalkan kantor ini!"


Neni dan Mira terkejut,karena tidak ada konsekuensinya lagi buat mereka berdua, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi, di sisi lain Neni juga merasa bersalah karena sudah menyakiti Nirmala apalagi dengan Mira dia merasa tidak bisa menyelamatkan Neni sang sahabat untuk tetap bekerja di perusahaan ini.


" Tapi Pak..." ucap Mira terpotong karena dia mencoba membujuk sang Bos.


" Tidak ada tapi-tapian! kalau kata saya kalian harus pergi dari kantor ini segera atau kalian akan masuk ke dalam buih karena saya tidak terima karena kantor ini tempat ajang kalian untuk berkelahi, sekarang kalian sudah tahu siapa yang saya pecat! kalian harus mengurus pengambilan uang pesangon kalian selama bekerja di sini." ucapnya tidak ada pembelaan dari Neni dan Mira, Mereka kemudian menganggukkan kepalanya.


" Seharusnya kalian sadar! kalau menyakiti orang itu membuat kalian menjadi kaya, saya tidak memarahi kalian di sini, lebih baik kalian keluar dari kantor ini dan kalian buatlah kesalahan di luar sana, Agar kalian memiliki kekayaan berlipat ganda, tapi kalau kalian merasa menyakiti orang itu merasa menang karena diri kalian sudah merasa hebat dengan cara menyakiti orang lain itu adalah yang terbaik bagi kalian, kalian salah! makanya kalau mau berbuat menyakiti orang itu dilihat dulu siapa orangnya dan siapa yang kalian sakiti itu, jangan kalian lihat orang itu lemah lalu semena-mena kalian sakiti, sekarang kalian sudah tahu di kantor ini tidak ada yang bisa berbuat semena-mena, Saya hanya menginginkan kantor ini menjadi nyaman bukan untuk menjadi arena perkelahian, silakan kalian keluar dari ruangan ini dan ambil uang yang sudah disiapkan sebagai pesangon kalian!" ucapnya.


" Baik Pak..." ucap Mira, mereka berdua pun kemudian berdiri keluar dari ruangan Rendra.


" Fahmi urus mereka, Saya tidak mau melihat mereka berada di kantorku ini lagi " ucapnya.


Fahmi hanya menganggukkan kepala, kemudian menyusul mereka untuk keluar dari ruangan tersebut menuju ke arah bagian keuangan untuk mengambil pesangon mereka selama bekerja di Satya Group.


Setelah keluar dari ruangan dan Neni merasa marah pada Mira.


" Ini semua gara-gara kamu Mira, aku sudah kehilangan pekerjaanku, apa yang harus aku katakan dengan orang tuaku, kalau aku sudah dipecat, hanya karena membantu kamu menyakiti orang lain."


" Neni! kalau seandainya Dari awal aku ajak kamu menolak, tidak akan pernah terjadi seperti ini, kamu tidak sadar kamu juga yang  memanas-manasi aku tentang tingkah pola Nirmala, padahal Nirmala tidak sedikitpun menyukai Dareen!"

__ADS_1


" Iish!! Aku benci denganmu Mira, jauh-jauh jangan sampai kamu bertemu denganku lagi! di mana pun, kita putus hubungan kita sebagai sahabat!" ucapnya sembari meninggalkan Mira yang berada di depan pintu ruangan Rendra, kemudian pintu itu pun terbuka Mira menoleh ke arah Fahmi.


" Mari ikut saya ke ruangan keuangan." ucapnya.


Mira menganggukkan kepalanya dia pun menuju ke arah ruangan ke bagian keuangan bersama dengan Fahmi.


Setelah mereka berdua menerima uang pesangon pemecatan yang telah mereka lakukan karena perbuatan yang tidak terpuji itupun mereka kembali ke ruangan penterjemah, mereka membenahi semua barang-barang di atas meja tersebut mengundang pertanyaan dari ketiga orang yang ada di dalam ruangan itu, Dareen mengetahui kalau mereka sudah dipecat tapi tidak dengan Baim, Baim merasa terharu melihat kedua rekannya itu membenahi barang-barang yang ada di atas mejanya, akhirnya Baim mengerti mereka harus memindahkan barang itu dari meja tersebut ke rumah mereka.


Setelah barang-barang itu masuk ke dalam dus kecil yang sudah diberikan oleh pihak kantor kepada mereka berdua, Mira kemudian mendekati Nirmala dia meraih tangan Nirmala membuat Nirmala terkejut.


" Nirmala, maafkan aku, karena kesalahan dan emosiku kepadamu membuat aku kehilangan pekerjaanku, ini adalah salahku, Maafkan aku Nirmala." ucapnya.


Nirmala pun hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak menyangka kalau karena perbuatan mereka kepadanya membuat mereka dipecat.


" Nggak usah Nirmala, ini memang sudah kesalahanku, setidaknya aku mendapatkan Maaf darimu."


Dareen tersenyum dia melihat Mira dalam beberapa menit sudah berubah, dia mengakui kesalahannya dan ini akan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi Mira.


" Aku juga minta maaf Mbak, aku sebenarnya tidak mengatakan kepada siapapun tentang permasalahan yang kita hadapi, aku juga tidak mengatakan kepada pak Fahmi tentang masalah ini, aku yang dipanggil pak Fahmi itu tadi bukan masalah antara kita berdua, Pak Fahmi memanggilku itu karena permintaan anaknya Pak Bos ingin mengajak anakku bermain di rumahnya, karena anak Pak Bos dan anakku satu sekolah dan satu kelas, mereka minta izin padaku agar aku memperbolehkan anakku bermain di rumah Pak Bos, bersama dengan anaknya Pak Bos, hanya itu, lainnya tidak ada." ucapnya mereka berdua pun terkejut mereka menatap ke arah Nirmala, Begitu juga dengan Baim dia tidak menyangka kalau Nirmala sudah mempunyai anak, Baim mendekati Nirmala sembari bertanya dengan Nirmala.


" Kamu sudah punya anak Mala.?"

__ADS_1


Dianggukan Nirmala.


" Kamu sudah menikah tapi kamu tidak terlihat dijemput suamimu setiap pulang." ucap Baim lagi.


" Suamiku bekerja juga Mas Baim, jadi belum sempat menjemput aku." ucapnya sembari berbohong karena dia tidak ingin Dareen mengetahui kalau dia sebenarnya tidak bersuami hanya mengasuh keponakannya saja, karena dia sudah terlihat gelagat Dareen awal bertemu dengan dia yang menyukainya, dia tidak ingin Mira bertambah emosi kalau dia mengatakan tidak menikah dan hanya keponakan yang diasuhnya.


" Maafkan aku Nirmala." ucap Neni sembari mendekati Nirmala, Nirmala pun menganggukkan kepalanya, Neni langsung memeluk Nirmala.


" Aku mencoba untuk berbicara dengan Pak Bos, siapa tahu Pak Bos mau menarik lagi ucapannya biar kita sama-sama bekerja di sini."


" Sepertinya tidak mungkin Nirmala, karena Pak Bos itu orangnya tidak mudah luluh hatinya, walau siapapun berbicara dia itu tegas orangnya."  ucap Dareen mendekati mereka.


Nirmala hanya menghela nafasnya dengan pelan dia merasa kasihan dengan Mira dan Neni biar bagaimanapun dia adalah rekan kerjanya, Mira hanya termakan emosinya sesaat.


" Nirmala Aku mau bertanya denganmu, apakah pinggangmu masih sakit.?" tanya Mira, refleks Nirmala menganggukkan kepalanya kemudian dia sadar sembari tersenyum dia pun menjawab pertanyaan Mira.


" Oh, Nggak Mbak Mira, pinggangku nggak sakit kok, karena kemarin itu dorongannya reflek aja, Jadi nggak terlalu mengganggu pinggangku." ucapnya berbohong padahal pinggangnya sedikit sakit bahkan dia berencana sore ini berobat ke dokter dia akan minta bantuan Sasa sang sahabat.


" Aku akan bertanggung jawab kalau memang pinggangmu masih terasa sakit, boleh nanti sore kamu aku jemput dan mengajak kamu berobat ke tempat keluargaku, dia pintar memijat tradisional, siapa tahu ada sedikit gangguan diurat pinggangmu, karena doronganku yang sangat kuat padamu kemarin.


Nirmala hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Ya udah, nanti sore aku jemput di gerbang kantor ya " lagi-lagi Nirmala menganggukkan kepalanya kemudian Neni dan Mira pun berpamitan dengan orang yang ada di ruangan tersebut, Mereka kemudian meninggalkan ruangan itu diantar dengan Dareen, Dareen mengantarkan Mira pulang menggunakan mobil pribadinya, sedangkan Neni pulang sendiri.


Nirmala hanya menghela nafas panjangnya Baim kemudian duduk kembali di tempat meja kerjanya, Begitu juga dengan Nirmala mereka berdua melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda.


__ADS_2