
Didalam mobil Nirmala hanya terdiam, dan menikmati Alunan musik yang ada di dalam mobil tersebut, Sedangkan Rendra fokus menatap ke depan namun sesekali dia menoleh ke arah sang kekasih yang sedang duduk manis di sampingnya itu, tangan Rendra meraih tangan Nirmala dia menggenggamnya sembari mengemudikan kuda besi itu, Nirmala hanya tersenyum manis pada sang kekasih kira-kira sekitar 5 meteran dari kantor Rendra menghentikan mobilnya dan Nirmala terkejut karena terlalu dekat sekali dia menghentikan mobil tersebut, dia pun langsung menoleh ke arah Rendra.
" Aku tidak mau turun di sini, aku mau turun di sana aja."
" Tapi ini cukup jauh kok dari kantor."
" Jauh dari mana? ini sangat dekat banget Mas, aku tidak ingin ketahuan, kamu kan sudah janji mau menurunkan aku jauh dari kantor."
" Memangnya kamu mau turun di mana di pertigaan sana?" ucap Renda sembari terkekeh, Nirmala pun merenggut sembari menengok kiri dan kanan kakau-kalau ad yang melihatnya.
" Baiklah jangan merenggut gitu dong, kalau kamu merengut kayak gitu makin cantik deh, bikin gemes aku aja." ucapnya sembari memundurkan kembali mobilnya agar sedikit menjauh dari kantor dan Nirmala pun kemudian turun dari mobil tersebut namun belum sempat dia membuka pintu itu Rendra kemudian menarik Nirmala pelan dan kesempatan itu tidak disia-siakannya,Rendra melabuhkan ciumannya sekilas pda Nirmala, sontak saja Nirmala terkejut Dia kemudian terdiam, sedangkan Rendra tersenyum sembari mentap wajah cantik Nirmala yang merona karena mendapatkan ciuman pertamanya itu dari sang kekasih.
" Ada apa sayang .." ucapnya meliht Nirmala tertegun diam ditempat duduknya sembari berucap pelan.
" Kenapa Mas cium?" ucapnya dengan ucapan yang sangat polos ya begitu saja keluar dari mulutnya.
Rendra tersenyum membasahi bibir bawahnya seraya berkata.
" Mengganti tadi malam yang tertunda." ucapnya lagi-lagi tersenyum sedangkan Nirmala terlihat wajahnya bersemu merah dengan menutup rasa malunya kemudian dia pun turun dari mobil Rendra, dia menengok kiri dan kanan takut ada yang melihat dia saat keluar dari mobil tersebut, dia merasa heran kenapa mobil Rendra tidak berjalan kembali, Dia pun kemudian membuka pintu mobil tersebut.
" Kenapa Mas Rendra nggak jalan?"
" Aku akan tetap di sini sampai kamu sampai ke depan kantor, karena aku tidak ingin membiarkan kamu jalan di belakangku." ucapnya tersenyum.
__ADS_1
,Nirmala tersenyum dan menganggukkan kepalanya, kemudian dia kembali menutup pintu mobil tersebut dan langsung melangkah menuju ke arah kantornya itu dari dalam Rendra menatap langkah demi langkah Nirmala, dia mengawasi sampai Nirmala berbelok ke arah kantornya, kemudian dia pun melajukan mobilnya menyusul Nirmala.
Seperti biasa Sasa menunggu Nirmala di depan pintu loby, Setelah dia melihat Nirmala melangkah berjalan kaki menuju ke arahnya dia pun langsung mendekati Nirmala, Sasa merasa heran kenapa Nirmala bisa berjalan kaki.
" Kamu jalan kaki?" tanya Sasa sembari menatap Nirmala dengan lekat.
" Aku nggak jalan kaki kok, Kamu nggak lihat tadi aku menggunakan taksi." ucap Nirmala berbohong karena dia tidak ingin bercerita pad Sasa dikantor, dia akan menceritakan semuanya setelah pulang kantor.
" Perasaan aku nggak lihat kamu keluar dari taksi, karena aku sudah dari tadi melihat di sini tidak ada taksi yang berhenti di depan kantor, Kamu naik apa?" Tanyanya penih selidik.
Sebelum Nirmala menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu mobil Rendra memasuki halaman parkir Satya group, Sasa kemudian menatap ke arah mobil tersebut Lalu beralih menatap ke arah Nirmala, seakan-akan dia ingin mencari jawaban pada Nirmala karena dia curiga Nirmala ikut Pak Bosnya itu.
Sebelum Sasa melihat Pak bosnya keluar dari mobil tersebut, Sasa langsung menarik Nirmala masuk ke dalam lobi dan menuju ke arah lift khusus karyawan dan mereka pun menuju ke arah lantai 3 di mana ruangan mereka berada.
" Kenapa kamu menatap aku seperti itu ?" tanya Nirmala pada Sasa karena sadari tadi Sasa menatap ke arah Nirmala.
" Aku merasa heran aja,aku sedari tadi berada di pintu lobi menunggu kedatangan kamu dan aku sempat melihat mobil Pak Rendra tidak jauh dari kantor berhenti tapi kemudian mobil itu mundur kembali entah kemana, Nah!setelah itu kamu memasuki halaman kantor Aku curiga........ jangan-jangan kamu ikut dengan Pak Bos, dan kamu takut untuk keluar karena dekat dengan kantor, iya kan." ucap Sasa sembari menatap Nirmala.
Nirmala hanya tersenyum saat Sasa berbicara seperti itu, karena ucapan Sasa itu benar adanya.
" Benarkah Nirmala, kamu sudah berdamai dengan mas Reas kamu itu.?"
" Nanti aku ceritakan, Aku tidak mau cerita di kantor, aku takut kedengaran orang di kantor, nanti akan menjadikan sebuah gosip tentang aku dan Bos kita."
__ADS_1
" Tapi jawab dulu pertanyaanku, benarkan kamu ikut Pak Bos?"
Dengan reflek Nirmala hanya mengganggu kan kepalanya, membuat Sasa tertawa pelan, dia merasa bahagia karena Nirmala sudah berdamai dengan Pak Rendra atau Mas Reasnya tersebut, walaupun Sasa belum pernah melihat Pak Bosnya itu, pintu lift pun terbuka, Mereka kemudian berjalan dengan senyum manis menghiasi wajah mereka tersebut.
Rendra yang baru keluar dari lift tersebut kemudian melangkah menuju ke arah ruangannya, dia tersenyum sembari melepas jas yang digunakannya itu dan menggantungnya di tempat jas yang sudah tersedia, tidak lupa Dia merapikan dasi yang dipakainya, kemudian dia duduk di kursi kerjanya sembari membuka beberapa berkas yang ada di atas mejanya itu, kemudian dia pun tersenyum sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi, dia menatap langit-langit ruangannya itu, lagi-lagi dia tersenyum sendiri sampai-sampai dia tidak menyadari kalau Fahmi berada di depan pintunya itu, beberapa kali Fahmi mengetuk pintu ruangannya, tapi dia tidak menghiraukannya, kemudian Fahmi melangkah mendekatinya sembari memanggil Rendra untuk membuyarkan lamunannya tersebut.
" Pak Rendra... Pak Rendra..." ucap Fahmi namun Rendra tidak menghiraukan ucapan Fahmi yang memanggil namanya itu, Fahmi kemudian mendekati Rendra dan menepuk pelan pundak Pak Bosnya tersebut, Rendra pun tersentak dan dia pun menghilangkan lamunannya tersebut kemudian dia tersenyum dengan Fahmi.
" Oh ya, Fahmi ada apa? kok kamu tiba-tiba ada di sini ?sejak kapan kamu berada di ruangan ini.?"
" Sejak Bapak melamun sedari tadi beberapa kali saya mengetuk pintu tapi tidak Bapak dengarkan, sampai saya memberanikan diri saya untuk membuyarkan lamunan Bapak, Maafkan saya ya Pak."
Rendra tersenyum mendengar penjelasan dari Fahmi, Dia kemudian mengusap wajahnya dengan pelan dan kembali mengambil beberapa berkas yang ada di atas mejanya tersebut.
" Baiklah, silakan duduk Fahmi dan ada apa.?"
" Pak Sony menghubungi saya, katanya pak Bertus salah satu pemilik saham yang bekerja sama dengan perusahaan kita yang ada di luar negeri tepatnya di Singapura akan berkunjung ke tanah Air untuk menginap beberapa hari di tanah air dan ingin melihat kinerja perusahaan utama kita yang ada di sini."
Rendra menatap ke arah Fahmi.
" Kapan dia datang.?"
" Besok Pak."
__ADS_1
" Baiklah, jemput dan layani tamu kita sebaik mungkin, jangan kecewakan tamu kita, berilah pelayanan yang terbaik, buatlah tamu kita merasa nyaman." ucap Rendra sembari tersenyum dianggukan oleh Fahmi, kemudian Fahmi pun pamit untuk kembali ke ruangannya, sedangkan Rendra melanjutkan pekerjaannya kembali.