Kau Lukis Permadani Cinta

Kau Lukis Permadani Cinta
Episode 41


__ADS_3

" Mas, boleh aku mengutarakan satu permintaan padamu ?" ucap Nirmala sembari menatap ke arah Rendra.


" Jangankan satu permintaan, berpuluh-puluh permintaan pun akan ku kabulkan hehehe." godanya.


Membuat Nirmala tersenyum.


" Apa yang ingin kamu ponta?"


" Sebelum kita menikah bolehkah aku mengajak Sasa tinggal di sini? menjaga kemungkinan yang ada? kamu tidur di lantai atas dan aku bersama dengan Aliya tidur di lantai bawah? Apakah kamu menyetujuinya Mas."


" Hmmm... Bagaimana ya? disetujuin apa nggak ya?" liriknya sembari memberikan senyum termanisnya.


" Kalau Mas tidak menyetujuinya, aku tidak masalah, aku akan mengikuti apa saran kamu aja Mas yang jelas aku sudah mengutarakan keinginanku padamu."


" Aku sebenarnya setuju aja dengan apa yang kamu katakan, aku tidur di lantai atas karena memang keberadaan kamarku ada di lantai atas, kalau kamu tidur di lantai bawah, kamu tidurnya di ruang tamu dong? karena di lantai bawah cuma ada satu ruangan aja untuk tidur, apa kamu tidak masalah tidur di kamar tamu.?"


" Aku tidak masalah mau tidur di mana aja kok Mas."


" Hem... baiklah, aku juga ngikut aja apa yang kamu inginkan, kalau masalah Sasa aku juga setuju, Sasa tinggal di sini menemani kamu di rumah ini, tapi kembali lagi pada Sasanya, Apakah dia mau tinggal dan menetap di rumahku ini sebelum kita menikah."


" Aku akan bicara dengannya Mas, bukan apa-apa sih, aku tidak ingin mereka yang ada di kantor mengetahui kalau kita memiliki hubungan khusus, di samping itu juga Aku tidak ingin membuat mereka salah artian di saat aku pulang dan pergi ke kantor bersama kamu, kalau seandainya ada Sasa, mereka mungkin berpikiran antara Aku dan kamu masih sebatas Bos dan karyawan." ucapnya dianggukan oleh Rendra, mereka yang sedang menunggu kedatangan Sasa itupun duduk di ruang tengah rumah Rendra bersama dengan Alya dan Tara yang sedang asyik bermain.


Di jalan beraspal bebas tanpa hambatan sebuah motor bebek matic melaju dengan kencang menuju ke arah alamat yang dituju.


Beberapa saat Sasa pun sampai di depan rumah Rendra, dia tidak langsung masuk ke dalam halaman rumah tersebut, dia menatap rumah besar itu dengan tatapan herannya, dia turun dari motornya dan melangkah menuju gerbang rumah tersebut.


" Apa nggak salah Nirmala ada di rumah ini?" ucapnya sembari menengok kiri dan kanan memperhatikan rumah tersebut, security yang ada di pos yang khusus menjaga rumah itu pun memperhatikan dengan lekat perlakuan Sasa yang menengok kiri dan kanan mencari sesuatu, kemudian Pak security itu pun langsung keluar dari posnya mendekati Sasa.


" Maaf Mbak, ada yang bisa saya bantu?"


" Hehehe...bisa banget pak, Saya memang perlu banget bantuan Bapak." ucapnya sembari terkekeh.


" Ada apa ya Mbak?"


" Apakah ini rumahnya pak Rendra?"

__ADS_1


" Iya Mbak...mau bertemu dengan siapa?"


" Yang jelas bukan bapak, Maaf Pak saya bercanda hehehe, tapi saya ingin bertemu dengan pemilik Rumah itu, pak Rendranya ada pak security?"


" Ada Mbak, silahkan masuk..."


" Terimakasih..." ucapnya sembari menaiki motornya dan langsung menuju kearah dalam halaman rumah Rendra.


Rendra dan Nirmala melihat kedatangan Sasa, terlihat Asisten rumah tangganya Rendra menyambut tamu majikannya tersebut dan mempersilahkannya untuk masuk karena sudah ditunggu sang majikan.


"Sore Pak Hendra..."


" Sore Sasa, silakan duduk, dari tadi kami sudah menunggumu." ucapnya.


Sasa hanya menganggukkan kepalanya dan dia pun duduk di depan Rendra yang sudah beralih tempat dari samping Nirmala dan sekarang Sasa yang berada duduk di samping sang sahabatnya itu.


" Ini tas kamu, tapi beneran kamu nantinya nggak pulang bareng Aku." ucap Sasa sembari berbisik agar Rendra tidak mendengarnya, Namun karena Rendra sudah mengetahui apa yang diucapkan Sasa, dia pun langsung berbicara pada Sasa, karena terlihat Sasa terlalu kikuk berhadapan dengannya.


" Sasa, kamu tidak usah terlalu formal gitu berhadapan dengan ku, karena ini adalah rumah bukan kantor, aku tahu apa yang kamu omongkan dengan Nirmala, Nirmala memang tidak ikut denganmu pulangnya nanti, tapi melainkan kamu yang ikut dengan Nirmala." ucap Rendra sembari tersenyum, Sasa terkejut dengan ucapan Rendra, karena dia tidak mengerti sama sekali, kemudian dia pun menatap ke arah Nirmala, Nirmala hanya menganggukkan kepalanya dan juga tersenyum padanya.


" Sebenarnya ada apa Nirmala." ucapnya sembari berbicara pelan.


" Begini Sa, kan aku dengar orang kedua orang tuamu kembali ke kampung halaman kamu, karena harus mengurus Nenek kamu yang sudah beberapa hari mengalami sakit keras, berhubung kamu di rumah kontrakan kamu itu sendiri, maukah kamu tinggal bersamaku di rumah Pak Rendra ini?"


Mendengar ucapan Nirmala itu pun membuat Sasa sontak saja berdiri.


" Apa? maksud kamu tinggal di rumah Pak Rendra.?" ucapnya merasa tidak percaya dengan ucapan Nirmala tersebut, Nirmala pun hanya menganggukkan kepalanya sembari meraih tangan Sasa agar dia kembali ke tempat duduknya, Sasa pun menyadari kalau saat ini dia berdiri membelakangi Pak Bosnya tersebut.


Dia pun langsung duduk sembari menangkupkan kedua tangannya meminta maaf pada sang Bos.


" Maaf Pak Rendra, biasa kebawa refleks spontan." ucapnya lagi-lagi Rendra hanya tersenyum saja.


Mendengar ucapan Sasa yang terkejut itu membuat Tara dan Alya berdiri dari duduknya dan kemudian melangkah mendekati mereka, Tara kemudian duduk di samping sang Om dan Alya mendekati Nirmala.


" Tante Sasa ada apa?" tanya Alya Sasa pun kemudian menatap ke arah Alya, dia menarik pelan tangan Alya mendekat kepadanya dan memeluknya.

__ADS_1


" Tidak ada apa-apa, maafkan Tante ya, karena telah membuat kamu terkejut, Tante tidak sengaja mau kan memaafkan Tante." ucap Sasa  seraya menangkupkan kedua tangannya di samping pipi kiri Alya ,Alya pun kemudian menganggukkan kepalanya.


" Memangnya orang dewasa kalau terkejut seperti itu ya?" tanya Tara pada Omnya, dianggukan oleh Rendra sembari terkekeh.


" Tante Sasa, Alya dan Tante Nirmala akan tinggal di rumah ini." ucap Alya terlihat senang dengan ucapannya itu, membuat Sasa pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, kemudian Sasa pun mengangkat tubuh mungil Alya agar bisa duduk di pangkuannya itu.


" Bagaimana Sa? apakah kamu bersedia tinggal di rumah ku ini, menemani Nirmala, kamu bisa tidur satu kamar dengan Nirmala di kamar tamu itu, ruangannya itu besar, ada dua tempat tidur di dalamnya.' terang Rendra.


Sasa kemudian menatap ke arah Nirmala, Nirmala pun menganggukkan kepalanya.


" Iya Sa, aku yang memintanya pada Pak Rendra agar kamu menemani aku tidur di sini, kita berangkat ke kantor bareng Pak Rendra, kamu mau kan? daripada kamu tinggal di rumah kontrakan kamu sendirian, kedua orang tua kamu kan udah berangkat ke kampung halaman dan kedua orang tua kamu berada di sana membutuhkan waktu yang cukup lama, jadi tidak mungkin dalam waktu dekat ini mereka pulang ke sini."


" Tapi kalau seandainya mereka pulang ke sini bagaimana dengan rumah kontrakanku yang kosong tanpa aku Mala?"


" Kamu jangan khawatir, kontrakan kamu masih bisa di tempati kalau seandainya orang tuamu datang kembali, karena aku yang akan membayar kontrakannya setiap bulannya." ucap Rendra sembari menatap ke arah Sasa.


Sasa terperangah dia semakin merasa bingung, Rendra mengetahui kebingungan Sasa.


" Sasa, kamu nggak usah bingung begitu, kamu tinggal menjawab saja bersedia atau tidaknya."


" Tapi Pak Rendra,  apa ini tidak berlebihan,? rumah kontrakan kosong tapi Bapak tetap membayarnya."


" Tidak berlebihan, siapa tahu orang tuamu dalam waktu dekat ini datang ke kota ini, mereka bisa tinggal di rumah kontrakan kamu seperti biasanya dan kamu tetap tinggal di sini bersama dengan Nirmala."


Sasa hanya menganggukkan kepalanya menyetujui Apa yang diucapkan oleh Rendra padanya.


Kemudian terdengar ponsel Rendra berdering, dia pun kemudian mengambil ponselnya yang berada di atas meja tersebut, dia menjawab panggilan itu menuju ke arah pintu luar menjauh dari mereka untuk menjawab panggilan tersebut.


Sasa pun langsung meraih tangan Nirmala.


" Jelaskan padaku sekarang, Kenapa kamu bisa tinggal di rumah Pak Rendra."


" Karena sebentar lagi aku dan Pak Rendra mau menikah."


" Hah?! menikah?" ucap Sasa terkejut dengan ucapan sahabatnya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2