
Episode 66🌹
Rendra kemudian mendekati Nirmala dia menyentuh dagu Nirmala dan mengangkat wajahnya agar Nirmala menatap kearahnya.
" Maafkan aku Nirmala karena aku tidak menepati janjiku untuk menyembunyikan hubungan kita ini, ini terpaksa aku lakukan agar mereka juga mengetahui kalau kamu adalah calon istriku, agar mereka tidak lagi menindasmu, baik karyawan yang ada di kantorku ini ataupun dari seorang Tasya, Aku tidak ingin hubungan ini disembunyikan, pernikahan kita tetap terjadi di tempat Pak Jefri tapi pernikahan kita akan diketahui oleh khalayak ramai karena hari ini Adrian dan Sasa akan kembali dari kampung halaman Sasa, karena urusan mereka sudah selesai, Adrian baru saja menghubungiku dan mereka dalam perjalanan menuju ke sini, dan Adrian yang langsung mengurus pernikahan kita, karena aku tidak ingin kamu disakiti oleh orang-orang yang tidak mengetahui kalau kamu adalah istriku mantinya."
__ADS_1
Nirmala hanya menganggukkan kepalanya dia tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi di saat Rendra mengucapkan seperti itu, kemudian Rendra meraih tangan Nirmala dan membawanya menuju ke arah lift dengan ditatap para karyawannya yang berada di lobby tidak ada yang berani bersuara sedikitpun melihat pak Bos mereka yang menggandeng Nirmala memasuki dalam lift, mereka hanya menghela nafas dengan lega, karena sekarang Pak Bosnya itu sudah ada pendampingnya, walaupun pendampingnya itu berasal dari bawahnya, tapi sedikitpun mereka tidak membicarakan masalah Nirmala dan Pak Bosnya itu, Mereka terlihat sangat bahagia mendengar ucapan Pak Bosnya tersebut, bukan celaan yang didapat oleh Nirmala melainkan desas-desus tentang kebahagiaan yang tidak terkira oleh para bawahan mereka tersebut.
*****
Sedangkan mobil Tasya pun melaju menuju ke arah kediamannya di luar kota, di dalam mobil dia hanya mengumpat saja karena keinginannya ingin bersama dengan Rendra pun tidak terpenuhi, dia merasa kecewa dan marah, dia hendak berteriak tapi dia tidak bisa mengungkapkan rasa sakit hatinya tersebut, bahkan dia ingin mencelakai Rendra dan Nirmala pun hati nuraninya tidak mengizinkannya, kemudian dia berhenti di pinggir jalan dan mematikan mesin mobilnya tersebut.
__ADS_1
Tasya kemudian menyandarkan tubuhnya di jok mobilnya itu dia menghela nafasnya dengan pelan Dia mengungkapkan rasa sakit hatinya dan kesalnya itu pun dengan mengalirnya air matanya yang keluar dari kedua bening bola matanya itu.
" Aku tidak menyangka ternyata Rendra tidak pernah memaafkan aku, karena aku meninggalkannya kala itu, Ya Tuhan kenapa ini tidak berpihak padaku, aku sudah kehilangan dua orang laki-laki yang aku sayangi, Maafkan aku Rendra, Aku tidak akan pernah hadir lagi di hadapan kalian berdua, semoga aja kamu berbahagia dengan pilihanmu, aku akan menjauh dari kehidupanmu." ucapnya sembari menelungkupkan kepalanya di setir mobilnya, Dia kemudian menghela nafasnya kembali dengan panjang dan melajukan mobilnya tersebut menuju ke arah rumah kediamannya, dia akan melupakan semua kejadian hari ini yang telah melelahkan dan membuat dia kecewa.
" Walaupun aku memaksakan kehendakku, Aku tidak akan pernah bisa bersama dengan Rendra, Kenapa kesadaran ini baru saja hadir di saat aku mengalami kekecewaan yang sangat berat seperti ini, apakah kekecewaan yang aku rasakan ini sama seperti yang dirasakan oleh Rendra kala itu." gumamnya dalam hati sembari melajukan terus kendaraannya di jalan beraspal tersebut.
__ADS_1