Kau Lukis Permadani Cinta

Kau Lukis Permadani Cinta
Episode 64


__ADS_3

Episode 64🌹


" Maksud aku masa lalu yang pernah kamu berikan padaku itu menjadi pelajaran berharga untukku dan aku bisa menilai kamu seorang wanita seperti kamu itu tidak perlu untuk dipertahankan."


" Begitu teganya kamu Rendra berbicara seperti itu padaku, kamu tidak mencintai aku lagi kah? Kalau kamu tidak mencintai aku kenapa selama ini kamu hanya hidup sendiri, seharusnya kamu sudah memiliki seorang Istri."


" Aku memiliki seorang istri atau tidak itu bukan urusan kamu lagi, karena aku dan kamu sudah tidak ada hubungan apa-apa, beberapa tahun yang lalu kamu sudah menorehkan luka di hatiku dan luka itu tidak akan pernah sembuh dan akan selalu membekas, lebih baik kamu pergi dari sini sebelum aku panggilkan security untuk membawa kamu keluar dari kantorku ini."


" Rendra!!" ucapnya sembari berdiri dan melangkah mendekati Rendra, Rendra kemudian menghindar dari Tasya Dia segera berdiri dari duduknya.


" Berhenti! jangan dekatin aku, karena ini di kantorku Aku tidak ingin image kamu sebagai seorang wanita yang dikatakan mengganggu seorang laki-laki yang tidak pernah lagi mengingat kamu, mencoreng kantorku ini."


" Kamu tega Rendra denganku! kamu tega sekali !!" ucapnya sembari menitikan air matanya namun Rendra tidak sedetik bergeming dari tempatnya dia hanya mensedekapkan tangannya didada sembari menatap ke arah Tasya, sedikitpun dia tidak ada rasa kasihan dengan Tasya karena dia sudah tahu sikap Tasya yang muncul di hadapannya itu.


Tasya kemudian memegang kepalanya dia pun terlihat teruyung-huyung dan terduduk di samping meja Rendra.


Rendra kemudian memanggil salah satu sekretarisnya dan dia pun langsung masuk ke dalam.


" Iya Pak..."


" Urus perempuan ini Aku tidak ingin dia ada di ruanganku ini." ucapnya kemudian melangkah meninggalkan Tasya yang menatap kepergian Rendra dari hadapannya itu.


" Ternyata dia tidak bergeming saat aku pura-pura merasa pusing kepala, Ada apa dengan Rendra, Kenapa dia tidak sedikitpun merasa simpati padaku."

__ADS_1


Sekretaris Rendra meraih tangan Tasya untuk membawanya berdiri, Tasya pun menepiskan tangan sekretaris Rendra tersebut, Dia kemudian berdiri sembari menatap ke arah sekretaris tersebut.


" Aku tidak perlu dibantu, karena aku tidak perlu bantuan kamu!"  ucapnya sembari melangkah namun belum jauh dia meninggalkan sekretaris tersebut dia pun kemudian menoleh ke arah sekretaris itu dan melangkah mendekatinya kembali.


" Kamu sekretarisnya Rendra?" tanyanya sembari menatap lekat ke arah sekretaris tersebut.


" Iya Ibu, saya sekretarisnya Pak Rendra."


" Sejak kapan kamu bekerja di sini.?"


" Sudah lama Ibu, ada apa ya Ibu.?"


" Kamu pasti tahu kalau bos kamu itu sudah memiliki kekasih atau sudah memiliki seorang Istri.?"


" Maaf Ibu, setahu saya Pak Bos saya itu sudah memiliki seorang anak."


" Saya tidak bohong Bu." ucapnya menggelengkan kepalanya.


Sekretarisnya itu hanya mengetahui kalau Rendra memang sudah punya anak, karena dia pernah melihat Rendra menjemput anak laki-laki dari sekolah dia pun tidak menanyakan pada Bosnya itu apakah anak yang dijemputnya itu adalah anak dia atau bukan, karena dia tidak ingin tahu tentang kehidupan Pak Bosnya itu, di mana orang bertanya tentang Pak bosnya dia hanya menjawab seadanya saja yang dia ketahui.


Tasya menatap lekat ke arah sekretaris tersebut, sekretaris itupun hanya menundukkan kepalanya, kemudian dia pun meninggalkan sekretaris Rendra itu menuju ke arah luar, sekretaris Rendra pun menghela napasnya dengan panjang.


" Siapa sih wanita itu kenapa dia terkejut mendengar Pak Rendra punya anak, itu kan hal yang lumrah seorang laki-laki memiliki seorang anak,pastinya kan sudah beristri, aku sih sebenarnya tidak mendengar juga Apakah Pak Rendra itu sudah memiliki seorang istri, tapi aku tidak mau tahu dengan urusan Pak Rendra yang jelas Pak Rendra baik denganku dan memberikan aku gaji setiap bulannya diterima bekerja di perusahaan ini aja aku sudah senangnya bukan main, buat apa aku mengurusi Pak bosku tentang urusan pribadinya, karena aku tidak ada haknya untuk mengurusi itu, aneh perempuan itu sudah dikasih tahu malah tidak berterima kasih, dia pergi begitu saja huh! dasar wanita nggak jelas!" ucapnya sembari melangkah keluar ruangan tersebut dan menutup kembali ruangan Pak Bosnya itu dia pun kembali ke mejanya dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda gara-gara seorang Tasya yang sengaja sakit di hadapan Rendra untuk mengambil perhatiannya itu.

__ADS_1


Tasya pun menengok kiri dan kanan dia mencari di mana keberadaan Rendra di kantornya itu sampai akhirnya dia tidak menemukan Rendra, Tasya kemudian masuk ke dalam lift dan menuju ke arah lantai lobby dengan wajah kesalnya dia terus melangkah menuju ke arah luar, saat dia berada di lantai lobby hendak menuju ke arah pintu luar tersebut dia berpapasan dengan Nirmala dan tanpa sengaja dia pun menubruk Nirmala yang sedang membawa beberapa berkas yang ada di tangannya karena Nirmala baru saja datang dari tempat kantin Mbak Ipeh karena dia ingin minum teh hangat di kantin tersebut sembari membawa berkas yang hendak diberikannya kepada mbak paula karena dia diminta tolong sama pak Dareen untuk mengantarkan berkas tersebut sebelum dia menempati posisi barunya sebagai sekretaris Rendra.


Sontak saja Nirmala terkejut dan beberapa berkas yang dia pegang itu pun jatuh ke lantai bukannya Tasya membantu tapi malah memarahi Nirmala dengan kerasnya membuat para tamu yang baru datang masuk ke ruangan lobby serta karyawan yang ada di lobby itupun menatap ke arah dua wanita tersebut.


" Hei!! kamu itu punya mata nggak sih, jalan itu pakai kaki tapi harus dilihat juga dengan mata, jelas-jelas ada orang yang lewat di sini masih aja kamu menabrakku, tuh lihat kiri dan kananmu masih lebar jalannya jangan mengambil jalan orang dong!!" ucapnya.


" Maaf Ibu, bukankah ibu yang menabrak saya, saya sudah menghindar ke kiri tapi Ibu ikut ke kiri, saya menghindar ke kanan Ibu ikut ke kanan, tanpa basa-basi Ibu langsung mendobrak saya begitu saja."


" Sudah salah kamu ini, belagu aja! masih bilang seperti itu Kamu tidak tahu siapa aku hah.!!"


Security langsung mendekati Nirmala dan Tasya dan membantu merapikan berkas yang jatuh tersebut.


" Memangnya ibu siapa? Saya memang tidak mengenal ibu, karena Ibu baru saja saya lihat."


" Ibu...Ibu, memang aku ini emak kamu apa!! panggil aku dengan Nyonya.!"


" Iya Nyonya...."


" Ya iyalah Nyonya, kamu tidak tahu kalau aku ini adalah calon istrinya Rendra Argenta Setya.


Nirmala terkejut, dia menatap ke arah Tasya yang dengan sombong dan angkuhnya sambil mensedekapkan tangannya di dada menatap ke arah Nirmala.


" Kenapa menatapku, kamu terkejut ya? karena kamu baru mendengar calon istrinya Rendra, kamu kerja di sini kan, kalau kamu kerja di sini siap-siap Kamu kena pecat sama Bos kamu Rendra, karena Rendra itu adalah calon suamiku, kalian tidak tahu kan kalau dia dan aku sudah berhubungan sangat lama."

__ADS_1


Nirmala hanya diam, Dia kemudian berjongkok dan merapikan berkas-berkas yang jatuh dengan dibantu security tersebut, kemudian kaki Tasya pun menendang beberapa berkas tersebut, membuatnya Nirmala terkejut dia pun kemudian berdiri sembari bersuara dengan lantang sambil mendorong tubuh Tasya.


" Hei nyonya yang terhormat! calon istrinya pak Rendra Argenta setya! punya akal pikiran Tidak!! kalau seorang calon istri Bos besar itu punya etika dan attitude yang baik, bukan seperti Anda ini! saya tidak mempermasalahkan anda itu calon istrinya siapa, itu adalah urusan Anda! tapi setidaknya berkas yang jatuh ke lantai ini bukan hak anda untuk menendangnya dengan kaki anda itu! Anda bisa mengatakan saya jalan dengan kaki dan mata saya, tapi Anda juga tidak ada sopan santun dan attitude nya Anda sangat jelek, Begitukah calon istrinya seorang Rendra Argenta Setya?!" ucap Nirmala sembari mensedekapkan tangannya di dada dan menatap lekat serta wajah yang sinis ke atas Tasya karena dia merasa Tasya sudah sangat keterlaluan dengan menendang berkas yang sudah terjatuh berserakan tersebut, mendengar ucapan dari Nirmala Tasya pun terkejut dia tidak menyangka wanita yang ada di hadapannya itu sangat pintar dalam berbicara dan terlihat melawan dirinya.


__ADS_2