
Setelah berbicara dan bertemu dengan Nirmala akhirnya Rendra merasa bahagia sekali karena Rendra sudah bisa menjelaskan pada Nirmala semuanya, dengan rasa bahagia diapun kemudian mengajak Tara untuk pulang kembali kerumah.
" Tara, kita pulang yuk! besok lagi baru kita kesini." ucap Rendra sembari tersenyum pada Nirmala.
" Bentar Om, Tara belum selesai mewarnainya." teriaknya dari kamar Alya.
" Bagus lah! " ucapnya pelan.
" Kok bagus sih?"
" Ya iyalah bagus biar kita bisa lebih lama lagi bersama, jujur aku belum puas bersama denganmu hari ini." ucapnya terkekeh membuat Nirmala jadi malu mendengar perkataan Rendra.
Rendra kemudian menatap wajah Nirmala dengan mesra Rendra mendekat dan terus mendekat perlahan-lahan mendekati wajah Nirmala dan Nirmala hanya memejamkan matanya reflek merasakan apa yang akan terjadi, wajah Rendra mendekat dan dirasakan hembusan nafas mereka terdengar saat Rendra hendak mencium bibir tipis nan indah milik Nirmala mereka dikejutkan suara Alya dan Tara yang tertawa keluar dari dalam kamar selesai mewarnai bersama, Rendra langsung terkejut begitu juga dengan Nirmala yang tersipu malu.
Mereka saling pandang dan kemudian sama-sama tertawa pelan.
" Om Rendra, katanya mau pulang?"
" Oh..iya, udah selesai menggambarnya?"
" Bukan menggambar Om, tapi mewarnai." ucap Tara sembari menatap Omnya itu.
" Oh, ya Om, apakah Om sudah bilang sama tantenya Alya?"
" Om? Tara bukan anak kamu Mas?" ucap Nirmala sembari menatap kearah Rendra.
" Iya, bukan, dia adalah keponakan ku Adik dari Almarhumah Adikku."
" Oh, gitu ya..." gumamnya sembari menatap kearah Tara.
" Nasibmu sama Nak kaya Alya..." gumamnya dalam hati.
" Udah bilang nggak Om? kapan Alya dan Tantenya pindah kerumah kita?"
Sontak saja Nirmala terkejut dengan ucapan Tara, dia menatap Rendra sembari meminta jawaban atas perkataan Tara.
Rendra tersenyum.
__ADS_1
" Tara ...Tante Alya masih memikirkannya terlebih dahulu, nanti akan dikasih tahunya pada Om." ucapnya sembari berdiri dan menatap kearah Nirmala.
Tara menganggukkan kepalanya Alya dan Tara berjalan menuju kearah luar dan Rendra mendekati Nirmala.
" Tara menginginkan kamu dan Alya tinggal bersama dengan kami."
" Hah? bagaimana bisa?"
" Ya bisa lah.."
" Bagaimana caranya?"
" Kita segera menikah..." ucapnya sembari tersenyum membuat Nirmala tersipu malu.
" Kamu maukan menikah denganku? aku kan tadi sudah melamar kamu."
Lagi-lagi Nirmala tersipu.
" Mas Reas.....menikah bukanlah cara mudah, masih banyak yang harus kita urus, ditambah lagi aku nggak punya keluarga." ucapnya terlihat sedih.
" Kamu nggak kenal sama sekali dengan keluarga kamu?"
" Saat Ayah kamu meninggal dia datang?"
Nirmala menggeleng...
" Ayah cuma dua saudara dan kedua orang tua Ayah sudah lama meninggal Mas, dan saudara laki-lakinya itu nggak tau dimana sekarang katanya dulu mau merantau kekota tapi nggak tau kota mana dan sampai sekarang tidak tahu berada dimana."
" Kita akan mencarinya sampai ketemu."
" Caranya?"
" Kamu tenang saja...yang terpenting kamu ada memiliki petunjuk yang mengarah kesaudara Almarhum Ayahmu itu." ucap Rendra sembari menatap ke arah Nirmala.
Sesaat Nirmala terdiam dia mengingat ingat tentang keluarga dari pihak Almarhum Ayahnya tersebut.
" Sayang, kamu tidak usah mengingatnya sekarang, kamu bisa mengingatnya saat kamu santai, saat kamu memiliki waktu untuk mengingat masa lalu saat kamu bersama dengan kedua orang tuamu." ucap Rendra sembari merangkul kekasihnya tersebut.
__ADS_1
Nirmala hanya menganggukkan kepalanya sembari memberi senyuman pada Rendra yang dianggapnya masihlah Mas Reas nya itu Sedangkan Dia memanggil Rendra hanya saat dia bekerja itulah yang dilakukannya saat ini setelah dia menerima cintanya Rendra.
" Baiklah, aku pulang dulu besok seperti biasa Alya akan dijemput dan diantar pulang ke ke rumahku untuk menemani Tara dan kamu menemani aku." ucap Rendra sembari tersenyum seraya mengedipkan sebelah mata untuk sang kekasih, Nirmala hanya tersenyum tersipu sembari menganggukkan kepalanya.
Rendra dan Nirmala pun berjalan keluar ke teras rumah kontrakannya tersebut, di mana Tara dan Alya berada, setelah berpamitan dengan Nirmala, Rendra pun kemudian melajukan mobilnya menuju ke arah rumah pribadinya, sedangkan Alya dan Nirmala memasuki rumahnya dan menutup pintu kembali rumah tersebut.
Nirmala dan Alya kemudian memasuki kamarnya setelah Alya mencuci kaki dan tangannya, dia pun langsung merebahkan tubuhnya, karena sudah sangat mengantuk sekali, beberapa saat Alya merebahkan tubuhnya dia pun sudah memejamkan matanya, Nirmala yang masih duduk itu pun tersenyum bahagia karena orang yang selama ini sudah bersemayam dihatinya dan dia juga sudah mengetahui identitasnya itu yang ternyata itu adalah Bosnya sendiri, walaupun Bosnya ternyata sempat bersikap acuh tak acuh padanya, setelah mendapatkan penjelasan dari Rendra, dia pun mengerti mengapa Rendra bersikap seperti itu padanya saat di kantor.
Kemudian Nirmala menatap lekat ke arah keponakan tersayangnya itu, Nirmala membelai rambut Alya dengan penuh kasih sayang, tidak terasa air matanya menetes, Dia teringat akan kedua orang tuanya dan Kakak serta kakak iparnya yang sudah pergi meninggalkannya.
" Tante akan berusaha terus untuk membesarkanmu dan menjadikanmu sebagai anak yang bahagia, Tante sayang Alya." ucapnya sembari merebahkan tubuhnya di samping Alya dan memeluk ponakannya itu, antara sadar dan tidak Alya pun kemudian membalikkan tubuhnya dan memeluk sang Tante.
Mereka berdua pun terlelap dalam tidurnya.
*****
Keesokan paginya seperti biasa Nirmala menyiapkan bekal yang akan dibawa Alya ke sekolah, Alya yang sudah rapi berpakaian sekolah itu langsung menyantap sarapan paginya bersama dengan sang Tante, setelah selesai mereka sarapan pagi seperti biasa juga mereka menunggu jemputan sekolah Alya.
Beberapa saat mereka menunggu sebuah mobil pun berhenti di depan rumah kontrakan Nirmala, terdengar suara Tara memanggil Alya dengan pelan Nirmala menuntun sang keponakan dan memasukkannya ke dalam mobil setelah berpamitan dengan Nirmala mobil tersebut pun meninggalkan depan rumah Nirmala menuju ke sekolah Alya, Setelah kepergian Alya, giliran Nirmala yang bersiap-siap untuk berangkat ke kantornya.
Saat dia hendak menggunakan motor pribadinya itu, sebuah mobil berhenti di depan rumahnya yang tak lain adalah mobil Rendra.
Rendra kemudian turun dari mobilnya dan melangkah mendekati Nirmala.
" Kamu tidak usah mengendarai motor hari ini, kamu aku jemput, kita berangkat ke kantor sama-sama." ucap Rendra tersenyum.
Nirmala terkejut dengan ucapan Rendra.
" Hah?? kita pergi ke kantor sama-sama? apa Mas lupa dengan ucapanku kemarin, di rumah aku tetap menganggap kamu sebagai Mas Reas ku bukan Pak Rendra, tapi melainkan saat waktu bekerja Aku menganggapmu adalah Bos ku, pimpinan ku di mana tempat aku bekerja, aku tidak ingin mereka mencemoohkan kamu, karena kamu ada hubungan khusus denganku. Dan saat kita di kantor, kita selayaknya sebagai pimpinan dan bawahan, kalau mereka melihat aku turun dari mobil kamu, bisa gempar seisi kantor kamu Mas, aku menjaga reputasi kamu Mas aku tidak ingin kamu mendapatkan perkataan orang-orang yang melihat kita berdua, dengan mengatakan bahwa tipe kamu terlalu rendah bahkan masih banyak wanita di luar sana yang sederajat dengan kamu, aku belum siap mendengar itu Mas." ucapnya sembari menatap ke arah Rendra.
Rendra tersenyum
" Kamu tidak usah khawatir, siapa yang berbicara seperti itu dan tidak enak denganmu akan menerima akibatnya."
" Nggak bisa kayak gitu dong Mas, aku tidak ingin jadi pusat perhatian nantinya, Oke! aku akan ikut berangkat ke kantor bersama denganmu, tapi aku berhenti tidak jauh dari kantor dan aku akan jalan kaki menuju ke arah kantor."
" Tidak! kamu tetap akan ikut denganku dan tetap keluar mobil berbarengan denganku."
__ADS_1
" Aku nggak mau ikut kalau gitu " ucapnya seraya menatap Rendra dengan lekat.
" Hmmm...Baiklah kamu tetap ikut denganku, dan kamu akan keluar dari mobilku tidak jauh dari kantor." ucap Renda sembari tersenyum dianggukan oleh Nirmala, kemudian Rendra pun memarkirkan motor pribadinya Nirmala ke asalnya, Mereka kemudian melangkah menuju ke arah mobil pribadi Rendra, beberapa saat kemudian mobil itu pun meninggalkan rumah kontrakan Nirmala menuju ke arah kantor.