
Episode 53🌹
" Iya pak, saya yang ingin bertemu dengan kalian, sebelumnya saya mohon maaf karena saya telah lancang mencari tahu siapa bapak karena ini menyangkut dengan wanita yang ada disamping saya ini yang tepatnya bisa dibilang sebagai calon istri saya."
" Maksudnya bagaimana?saya kurang mengerti, bisa diperjelas lagi."
" Begini pak, maaf sebelumnya Bapak ini benar dengan pak Jefry Wibowo, saudara kandung dari pak Johan Wibowo?" tanya Rendra sembari menatap kearah pak Jefry.
" Iya Saya Jefry Wibowo dan yang tadi kamu sebutkan itu memanglah saudara saya, tapi saudara saya itu sudah meninggal, dan saya kurang tahu keberadaan anaknya dan cucu saya yang selamat dalam kecelakaan itu, apakah kamu mengetahuinya?"
" Iya pak saya mengetahuinya dan keberadaan mereka berdua."
Mendengar ucapan Rendra pak Jefry langsung mengucap syukur dan menoleh kearah sang istri.
" Syukur Bun, akhirnya kita bisa bertemu dengan mereka, dan kita bisa bilang dengan Adrian kalau dia tidak usah lagi mencari keberadaan keponakan kita Bun."
" Adrian?" ucap Rendra merasa heran.
" Iya, kamu mengenalnya?"
" Adrian Maulana?"
" Iya..." ucap singkat pak Jefry.
" Adrian Maulana pemilik perusahaan ADM group?"
" Iya Nak...kami adalah orang tua Angkatnya, sejak saat itu kami pergi meninggalkan Mas Johan untuk merantau mencari perkerjaan agar kehidupan kami lebih baik lagi, karena kala itu kami hanya numpang tinggal ditempat Mas Johan, saat kami mencari pekerjaan kami menolong seseorang yang sedang dirampok saat itu pas kebetulan kami lewat dijalan itu, dan saat itulah kami ditawari bekerja disebuah rumah mewah dikota itu tempat lahirnya Adrian, yang kami tolong itu adalah Ayahnya Adrian Arifin Maulana, setelah Ayah Adrian meninggal dunia, kami dititipi Adrian, karena dia tidak punya saudara, Adrian hanya tinggal seorang diri, setelah dia dewasa dan bisa bekerja melanjutkan bisnis sang Ayah lalu kami pindah kekota ini." terang pak Jefry
" Kamu mengenalnya?" sambung Bu Warna
" Iya Bu Jefry, saya mengenalnya, dia adalah teman terbaik saya didunia Bisnis."
" Baiklah Nak, sekarang lupakan sesaat soal Adrian, Bapak ingin tahu dimana tinggal keponakan saya dan cucu saya itu, dan tolong antarkan saya bertemu dengannya." ucapnya terlihat sangat berharap sekali pada Rendra, kemudian Rendra menatap kearah Nirmala dan menggenggam tangan Nirmala terlihat Mata Nirmala berkaca-kaca.
" Pak Jefry, wanita yang ada dihadapan Bapak inilah keponakan Bapak, namanya Nirmala dan cucu bapak bernama Alya anak yang cantik dan lucu berusia lima tahun berada dirumah saya." ucap Rendra seraya menatap manis kearah Nirmala dan seketika saja airmatanya jatuh dari kedua bola matanya.
__ADS_1
Mendengar ucapan Rendra Pak Jefry terkejut, sedangkan ibu Warna langsung berdiri dan mendekati Nirmala dia memeluknya dengan penuh kasih sayang dan tidak ditahan lagi keduanya pun saling menumpahkan tangisnya.
" Ya tuhan, akhirnya kamu sudah berada dihadapan Bibi dan pamanmu, seharusnya paman dan Bibi mu ini ada disamping kamu disaat kamu memgalami kesedihan, maafkan paman dan Bibimu ya Nak, maafkan kami yang tidak bisa hadir disaat pemakaman kedua orang tuamu, ya tuhan begitu beratnya kamu menghadapinya seorang diri." ucap Bu Warna sembari memeluk Nirmala, pak Jefry pun tak kuasa menahan airmatanya dan dia hanya tertunduk sedangkan Rendra hanya terdiam dan membiarkan keluarga itu meluahkan rasa rindu yang selama ini tidak bertemu hampir bertahun-tahun mereka tidak bertemu.
Terdengar sebuah mobil berhenti dihalaman rumah tersebut, saat Sasa turun bersama Adrian mereka berdua sama-sama terkejut melihat mobil Rendra terparkir dihalaman rumah kedua orang tuanya itu, begitu juga dengan Sasa yang keheranan karena melihat mobil pak Bosnya ada didepan matanya.
" Rendra?"
" Hah? kamu kenal dengan pak Rendra?"
Adrian hanya menganggukkan kepalanya.
" Aku kenal dekat sekali dengan Rendra, kita temui mereka sekarang."
Adrian meraih tangan Sasa dan mereka melangkah menuju kearah pintu utama tersebut.
Sontak Sasa terkejut dan diapun hanya mengikuti langkah Adrian membawanya masuk kedalam.
" Aku kira hanya sekedar mengenal saja dengan pak Rendra, karena pak Bos ku itu terkenal dengan kepeduliannya dengan karyawannya, tapi ternyatanya kenal baik sekali dia ini sama pak Rendra."
" Wa'alaikumussalam..." ucap mereka.
Saat Adrian dan Rendra bertatapan mereka pun tertawa dan langsung bersalaman dengan gaya persahabatan mereka dan duduk kembali.
Nirmala menoleh dan diapun tampak senang karena dia bisa melihat sang sahabat juga ada dirumah pamannya itu.
" Sasa..."
" Mala..." ucap Sasa dan langsung duduk disamping Mala setelah mereka saling bersalaman dengan pak Jefry dan Bu Warna, yang tadi nampak sedih sekarang sudah tidak terlihat kesedihan mereka berubah menjadi rona kebahagiaan yang terukir.
" Bagaimana kabar mu Broo..." tanya Adrian.
" Baik...maafkan aku ya nggak bisa jemput kamu, tapi aku sudah mengirimkan Asisten pribadiku dan kontak ponselmu juga sudah aku berikan padanya, tapi ngomong-ngomong kenapa kamu bisa mengajak Sasa?" tanya Rendra terlihat merasa heran karena Sasa dan Adrian bersama.
" Ceritanya panjang pak Boss, nanti aja ceritanya." sambung Sasa.
__ADS_1
" Itu benar ceritanya panjang, bisa dikatakan salah orang dengan nama yang sama, dan Asisten pribadi kamu tadi memang sudah menghubungi aku sudah aku jelaskan semuanya, malahan aku kira Sasa adalah orang suruhan kamu untuk menemui aku sebelum kamu kasih tahu kalau Asisten kamu itu mau menemui aku." ucap Adrian tersenyum kemudian menatap kearah Nirmala lalu dia menyenggol Rendra sembari memberikan Kade pertanyaan padanya.
Rendra hanya tersenyum.
" Ayah, ada apa sebenarnya?"
Pak Jefry kemudian menceritakan semuanya pada Adrian dan terlihat Adrian menganggukkan kepalanya.
" Alhamdulillah kalau sudah ditemukan, Adrian sangat senang sekali mendengarnya, tapi Fahrul sudah dikasih tahu kalau sepupunya sudah datang?"
" Belum Nak, Adikmu itu lagi ada tugas kuliahnya ditempat temannya." terang pak Jefry sembari tersenyum.
" Nirmala...paman sangat senang sekali karena paman sudah bisa bertemu dengan mu, dan paman ingin sekali melihat Alya anaknya Almarhum Nanda."ucap pak Jefry penuh harap.
" Iya paman, nanti Alya akan Mala pertemukan dengan paman."
" Bisakah paman melihat wajahnya?"
Nirmala mengangguk dan diapun mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto Alya yang ada diponselnya.
Saat melihat fhoto Anaknya mendiang Nanda saudaranya Nirmala yang sudah lebih dulu pergi mendahului mereka semua, pak Jefry pun tak kuasa menahan tangisnya, dia teringat akan keponakan laki-lakinya itu yang sangat akrab padanya, Alya memang mewarisi wajah sang Ayah yang tampan.
" Cantik sekali cucuku, wajahnya mengingatkan aku pada Nanda,wajah Cucuku ini wajah Nanda persi perempuan sangat mirip sekali, jika Nanda masih hidup mungkin sekarang Nanda bahagia memiliki seorang putri yang mewarisi wajahnya bagaikan pinang dibelah dua." ucapnya sembari mengusap air matanya dengan pelan.
" Iya paman, Alya juga sama seperti mendiang Ayahnya Alergi daging Ayam." ucap Nirmala.
Pak Jefry tersenyum diwajah sedihnya itu.
" Paman tidak sabar sudah ingin melihat cucu paman."
" Ayah, sekarang kita segera menemuinya, ajak sekalian Fahrul agar dia bisa bertemu dengan keluarganya." ucap Adrian dan dianggukkan pak Jefry.
Kemudian Bu Warna menghubungi sang Anak,dan disetujui Anaknya tersebut dimana sang Anak memang sudah dalam perjalanan pulang kerumah.
Selang beberapa waktu mobil yang dikendarai Fahrul pun memasuki halaman rumahnya dia langsung saja bergegas memasuki rumahnya itu dan menemui kedua orang tuanya, terlihat nampak senang sekali karena dia sudah bisa bertemu dengan Nirmala yang berbeda beberapa tahun usianya dengannya.
__ADS_1
Setelah pak Jefry menceritakan semuanya pada sang anak, Fahrul pun menganggukkan setuju, kemudian mereka bersiap-siap untuk kembali kerumah Rendra untuk bertemu dengan Alya dan akan segera membahas soal pernikahan Rendra dan Nirmala.