Kau Lukis Permadani Cinta

Kau Lukis Permadani Cinta
Eposode 56


__ADS_3

Episode 56 🌹


" Nak Rendra, bolehkah Bapak minta satu hal pada kamu?"


" Minta apa pak? saya akan memenuhinya."


" Bolehkah saat pernikahan kalian nanti diadakannya di rumah Bapak?"


" Wah...dengan senang hati Pak, Ini juga yang ingin saya bicarakan dengan Bapak."


" Nenarkah?"


" Iya Pak, karena pernikahan ini atas permintaan dari Nirmala akan disembunyikan sementara waktu, dia tidak ingin diketahui oleh orang-orang kantor."


" Kenapa? bukankah ini adalah suatu pernikahan yang sakral yang didambakan oleh semua wanita di luar sana, bukan wanita di luar sana saja tapi semua orang mendambakan pernikahan."


" Benar kata Bapak, memang semua orang mendambakan pernikahan itu, Nirmala juga juga mendambakan pernikahan itu, tapi karena ada sesuatu dan lain hal, Saya hanya bisa mengikuti keinginannya, karena saya ingin membahagiakannya, sementara waktu dia tidak mau terekspos tentang dirinya sebagai istri saya nantinya, Karena Dia menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan."


" Memangnya kenapa Nirmala? ada apa?" tanya Ibu Warna.


" Nirmala sebenarnya tidak masalah mau diadakan pernikahan besar-besaran ataupun hanya pernikahan biasa saja, Nirmala menginginkan sah di mata agama dan negara, Tapi sementara waktu memang apa yang dikatakan oleh Mas Rendra itu memang benar adanya, ini adalah permintaan Nirmala sementara waktu pernikahan Nirmala dengan Mas Rendra mohon disembunyikan terlebih dahulu, karena Nirmala tidak ingin di luar sana semakin menjadi bahan pertanyaan dari semua orang yang ingin tahu tentang ini."


" Tapi Nak, suatu saat kan nanti bisa ketahuan juga Nak."


" Benar apa kata Bibi pasti ketahuan juga, tapi sementara waktu Nirmala tidak ingin diketahui dulu dan Mala belum siap untuk diketahui pernikahan ini."


" Baiklah kalau itu mau kamu, jadi kapan pernikahan ini dilaksanakan?" ucap Pak Jefri.


" Saya akan mengurus semuanya dulu, karena pernikahan ada didaerah Bapak."


" Kamu tidak usah mengurusnya, Aku yang Akan mengurusnya." ucap Adrian.


" Benarkah?" ucap Rendra.


" Iya! karena di tempat Ayah itu kamu belum hafal daerah situ, jadi akulah yang akan mengurus semuanya untukmu, tapi setelah aku menemui keluarga Sasa." ucap Adrian sembari tersenyum.

__ADS_1


" Baiklah! aku akan menyerahkan semuanya kepadamu."


" Siap! kamu tenang aja, setelah aku pulang dari kampung halaman Sasa, Aku akan segera mengurusnya, jadi sementara waktu kalian berdua bersabar lah." ucapnya sembari terkekeh.


Rendra tersenyum dan mengganggukan kepalanya.


Mereka pun kemudian melanjutkan kembali berbicaranya terkadang tawa lucu yang terdengar dari dua bocah kecil yang ada bersama mereka itu menambah rasa bahagia yang saat ini mereka rasakan, karena waktunya sudah sore hampir menuju malam, Mereka pun kemudian terpaksa tinggal di rumah Rendra sementara waktu dan Rendra sebagai tuan rumah pun mempersilahkan mereka untuk membersihkan diri mereka sembari menunggu makan malam yang dipersiapkan oleh Asisten Rumah Tangga Rendra tersebut.


Satu persatu orang yang ada di ruang tengah itu pun memasuki kamar yang sudah disediakan oleh Rendra yang hanya tertinggal di ruang tengah itu hanyalah Rendra dan Adrian.


" Bagaimana sih cerita kamu sampai kamu bisa bertemu dengan Sasa, katanya kamu ingin menceritakan semua padaku."


" Aku sebenarnya tidak menyangka ternyata Sasa adalah teman calon istri kamu, sepertinya dia mencari orang yang bernama Adrian tapi karena salah orang dan kebetulan ciri-cirinya itu sama dengan aku dan kebetulan juga namanya pun sama, itulah awal pertemuanku dan saat itu dia ternyata dipermalukan oleh salah satu teman pada masa kuliahnya dulu dan ternyata temannya itu hendak menjalin kerjasama pada perusahaanku, tapi setelah aku tahu kejadiannya seperti itu, Aku membatalkan secara sepihak kerjasama tersebut."


" Tapi kamu Sudah menandatangani kerjasama itu?"


Adrian menggeleng...


" Belum sempat aku menandatanganinya."


" Bagus! orang seperti itu tidak perlu dikasih hati, karena orang seperti itu akan menjadi bangga dirinya dan akan selalu menghina orang lain yang ada di bawahnya."


" Nova maksud kamu?"


" Ya itu! saat di Mall aku melihat dia, sepertinya dia dengan keluarganya."


" Iya, dia memang datang ke tanah air, entah dalam acara apa mereka ke tanah air, aku juga tidak tahu, tapi dia sempat berkunjung ke kantorku."


" Terus calon istrimu tahu?"


" Kalau bertemu langsung dia tidak pernah, tapi semuanya sudah aku ceritakan padanya."


Adrian hanya menganggukkan kepalanya, kemudian dia pun bersuara.


" Apakah dia marah saat kamu menceritakan semuanya itu?"

__ADS_1


" Tidak! dia tidak marah sama sekali."


" Tapi ngomong-ngomong kenapa sih kalian mau menyembunyikan pernikahan kalian, aku masih kurang yakin dengan alasan Nirmala itu."


Rendra menghela nafas dengan panjang.


" Awalnya aku dan dia itu bertemunya saat di depan kantor aku sendiri karena aku tidak tahu kalau dia adalah karyawanku..." Rendra pun kemudian menceritakan semuanya tentang awal pertemuan mereka berdua dan siapa sebenarnya Nirmala, Rendra menceritakannya sampai selesai, Adrian hanya bisa mendengarkan cerita Rendra tersebut, dia hanya menganggukkan kepalanya dan terlihat kekaguman di wajahnya dengan kecerdasan Nirmala yang diceritakan oleh Rendra padanya.


" Aku tidak menyangka kamu memiliki calon istri yang pintar berbahasa asing."


" Aku juga berencana ingin agar dia melanjutkan kuliahnya kembali yang sudah tertunda."


" Itu dukungan yang paling bagus, selagi dia ada kemauan dan dia bisa melanjutkan kembali kuliahnya yang tertunda itu."


Rendra hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum saat mereka asyik berbicara, Kemudian Tara dan Alya pun menghampiri mereka.


" Om Rendra! kami sudah membersihkan diri semua, Om Rendra sama temannya belum mandi, cepat gih mandi, masa malu sama anak kecil, kalian kan sudah dewasa masa malas mandi sih." ucap Tara dianggukan oleh Alya.


" Iya benar nih Om, kami semua sudah wangi, Om berdua aja yang masih tercium baunya." ucapnya sembari tertawa lepas.


Rendra dan Adrian pun Saling pandang, Mereka kemudian tertawa mendengar ucapan dari kedua bocah yang sudah terlihat cantik dan tampan itu.


Rendra dan Adrian pun kemudian berdiri dari duduknya sembari berucap.


" Siap! Pak Bos dan Bu Bos, kami laksanakan akan segera mandi." ujarnya dengan mengekspresikan jalan lurus menuju ke arah kamar mereka masing-masing dengan gaya mereka seperti sebuah robot jalannya membuat kedua bocah itu pun tertawa bahagia melihat kedua Omnya tersebut berjalan seperti itu.


Nirmala dan Sasa pun tersenyum melihat langkah kedua lelaki itu.


*****


Di sebuah kota tepatnya di sebuah paviliun yang mewah, seorang wanita cantik sedang duduk bersantai di balkon paviliun itu sembari menatap ke arah langit malam yang ditaburi bintang.


" Apa kabar dengan Rendra, beberapa tahun ini aku tidak pernah melihatnya dan aku juga tidak tahu kabar beritanya semenjak aku meninggalkannya."


Wanita itu hanya menghela nafasnya dengan panjang...

__ADS_1


" Kenapa saat ini aku kepikiran dengannya, Apakah tiba saatnya aku harus menampakkan diriku di hadapannya, terakhir aku dengar berita kalau dia masih sendiri, saat dia mengadakan konferensi pers tentang usahanya yang sudah maju dengan pesat itu, kalau seandainya dia memang masih sendiri, aku bisa mendekatinya kembali, Karena aku tahu Rendra sangat mencintaiku kala itu." ucapnya sembari melangkah dan duduk di sebuah kursi panjang dan merebahkan tubuhnya sembari tetap menatap ke arah langit lepas.


Kemudian ia pun mengingat kenangan yang telah lalu terukir senyum di wajahnya.


__ADS_2