
Episode 60🌹
Mobil yang dikendarai Rendra dan Nirmala itu pun berhenti di depan sebuah taman kanak-kanak, mereka berdua turun dari mobil dan melangkah menuju ke dalam halaman sekolah tersebut sebelum mereka sampai di depan pintu sekolah itu Alya dan Tara pun langsung menghambur menghampiri mereka.
Setelah berpamitan dengan para guru yang ada di sekolah itu mereka pun kemudian memasuki mobilnya kembali dan menuju ke arah tempat restoran favorit Rendra dan Tara untuk makan siang bersama.
" Alya aku senang sekali karena Tante dan Om jemput kita berdua.
" Iya aku juga senang sekali." ucapnya.
Mereka yang duduk di kursi belakang mobil itu terlihat sangat bahagia, Tara pun berdiri sembari berpegangan dengan jok mobil Rendra sembari menengok ke arah Rendra, Rendra pun tersenyum sesaat menoleh ke arah Tara dan kemudian fokus kembali ke depan.
" Om Rendra..."
" Hmmmm..."
" Tara senang sekali Om Rendra dan Tante Nirmala menjemput kami ke sekolah."
" Om dan Tante juga senang kok sekarang kita menuju ke restoran favorit kamu ya, kita makan siang di sana."
" Om Rendra." panggil Tara kembali sesaat Rendra menoleh kembali ke arah Tara dan memberikan senyuman termanisnya pada ponakan tersayangnya itu.
" Tara senang sekali, Tara merasakan seperti memiliki kedua orang tua yang lengkap, seakan-akan papa dan Mama bersama dengan Tara sekarang ini."
Rendra pun terkejut dengan ucapan Tara.
Nirmala kemudian mengusap kepala Tara dengan penuh kasih sayang sembari memberikan senyumannya, karena Nirmala merasakan apa yang dirasakan oleh Tara.
Rendra pun kemudian menatap ke arah Nirmala sesaat sambil memarkirkan Mobilnya di halaman parkir restoran favorit Tara dan Rendra tersebut.
Rendra pun menghela nafasnya dengan panjang.
Dia kemudian merangkul bocah tampan tersebut sembari memberikan ciuman di kening sang keponakan.
__ADS_1
" Tara sangat bahagia sekali kalau Om dan Tante jemput kami pulang sekolah."
" Om dan Tante nanti akan sering menjemput kalian berdua."
" Beneran Tante dan Om akan jemput kami ?" tanya Tara.
Nirmala dan Rendra saling berpandangan kemudian memberikan senyuman termanisnya pada keponakannya tersebut dan menganggukkan kepalanya.
" Asik, Alya nanti kita dijemput Om dan Tante setiap hari sama seperti anak-anak yang lainnya selalu dijemput sama papa dan Mamanya, walaupun kita hanya dijemput Om dan Tante, tapi kita berdua seperti memiliki kedua orang tua, Iya kan Alya..." Alya pun menganggukkan kepalanya kemudian dia ikut berdiri dan memeluk Nirmala dari belakang, Nirmala mengusap lembut tangan mungil yang memeluknya itu.
" Ya udah, ayo sekarang kita turun, kalian sudah lapar kan? kita makan siang dulu." ucap Rendra sembari dianggukan oleh mereka, kemudian mereka berdua pun turun dari mobil Tara memegang tangan Alya Nirmala dan Rendra memegang tangan mereka berdua.
Saat mereka duduk menunggu pesanan makanan yang sudah dipesan, ponsel Rendra pun berdering, dia melihat panggilan yang ada di layar ponselnya tersebut, ternyata panggilan dari Fahmi, dia pun langsung menjawab panggilan tersebut.
" Ya Fahmi ada apa?"
" Maaf pak, tadi kata resepsionis ada perempuan yang dari tadi menunggu bapak, katanya perempuan itu sudah janjian sama bapak dan bapak yang menyuruh dia menunggu, Apakah Bapak memang mau bertemu dengan seseorang dan sudah membuat janji?" tanya Fahmi.
" Janji ? aku tidak ada janji dengan siapapun untuk bertemu hari ini, siapa namanya.?"
" Tasya?" ucap Rendra sembari menatap ke arah Nirmala.
Nirmala menatap lekat ke arah Rendra dia hanya menghela napasnya dengan panjang.
" Sepertinya sama dengan yang mengirimkan buket bunga pada bapak tadi pagi."
" Ya udah sekarang dia masih ada di kantor.?"
" Dia sudah pulang, katanya nanti akan menemui bapak kembali."
" Saya tidak berjanji padanya untuk bertemu, tapi lain kali kalau ada dia tolong katakan aku tidak ingin bertemu dengannya, karena dia bukan urusan masalah kantor."
" Baiklah Pak, kalau nanti dia datang lagi saya akan mengatakan apa yang Bapak katakan." ucapnya sembari memutus sambungan bicara mereka berdua, Rendra kemudian meletakkan ponselnya di atas meja sembari meraih tangan Nirmala, Nirmala tersenyum.
__ADS_1
" Aku nggak apa-apa kok mas, kamu nggak usah seperti itu, seakan-akan Aku marah padamu."
Rendra hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.
" Aku yang tidak menyangka dia datang lagi sudah berpuluh tahun dia meninggalkanku."
Nirmala hanya tersenyum sembari berkata.
" Itu adalah masa lalu kamu, biasanya masa lalu selalu datang di saat orang yang disakitinya itu terlihat bahagia, mungkin dia mengetahui kalau kamu masih sendiri."
" Aku sekarang kan tidak sendiri lagi Aku memiliki kamu."
Nirmala tersenyum sembari mengusap tangan kekasihnya tersebut.
" Kamu kenapa sih tidak mau kalau pernikahan kita diketahui oleh semua orang."
Nirmala menghela nafasnya dengan panjang.
" Aku bukannya tidak ingin diketahui oleh orang-orang yang ada di luar sana terutama orang-orang kantor, tapi aku merasa takut aja karena perbedaan di antara kita berdua itu sangat jauh, aku tidak ingin dikatakan hanya memanfaatkan kamu, aku tidak ingin juga dikatakan mendapatkan kamu itu dengan cara yang aneh-aneh, karena aku bercermin dengan almarhum kakakku dulu saat dia berpacaran dengan seorang wanita yang sangat kaya, jadi Dia memutuskan perempuan itu karena keluarganya juga tidak menyukainya Aku takut itu terjadi padaku."
" Kamu tidak usah takut, kita berdua sama-sama hidup sendiri."
" Tapi masih ada Mas keluarga kamu di luar sana."
" Mereka tidak pernah ingin tahu tentang kehidupanku, begitu juga denganku, Aku tidak ingin mengetahui kehidupan mereka, karena mereka asyik dengan dunianya masing-masing."
Kemudian pembicaraan mereka terhenti karena pelayan membawakan makanan pesanan mereka dan pelayan itu pun menatanya di atas meja dengan riang dan senangnya Alya dan Tara pun menikmati makanan kesukaan Mereka masing-masing, Nirmala tersenyum melihat kedua bocah tersebut yang tidak terlihat kesedihan di wajahnya, Mereka pun kemudian berempat menikmati hidangan yang sudah disediakan tersebut.
Di sebuah kedai kue seorang wanita yang meluapkan kekesalannya sedang duduk sembari menikmati pesanannya tersebut.
" Aku kesal sekali dengan Rendra, seakan-akan dia mengetahui kalau aku datang hari ini, ada apa dengan Rendra, kalau dia memang tidak menyukai aku, kenapa dia masih hidup sendiri, kalau dia tidak bisa melupakan aku kenapa dia tidak mau mencari wanita lain, tapi aku suka karena kiriman buket bunga aku sudah diterimanya, dia pasti terkejut dan dia pasti akan mengingat masa-masa kenangan indahku dengannya, walaupun hanya satu bulan saja berlalu." ucapnya sembari tersenyum sendiri.
Kemudian dia pun menikmati kue yang sudah dipesannya.
__ADS_1
" Tapi kenapa dia tidak menghubungi aku ya, Astaga! Aku kan udah ganti nomor ponsel,udah lama, jadi dia tidak akan pernah tahu." ucapnya tersenyum-senyum sendiri sembari menikmati jus alpukat yang sudah dipesannya tersebut.