Kau Lukis Permadani Cinta

Kau Lukis Permadani Cinta
Episode 47


__ADS_3

Episode 47 🌹


Keesokan harinya tepat jam 07.00 pagi mereka sudah menyelesaikan sarapan paginya, Mereka kemudian bersiap-siap dengan tugas mereka yang akan mereka lakukan, Rendra dan Nirmala sudah bersiap-siap untuk bertemu dengan paman Nirmala yang mungkin memakan waktu beberapa jam menuju ke arah tempat tinggal sang paman.


Setelah keberangkatan Nirmala dan Rendra menemui sang Paman, Sasa hanya menunggu di rumah beberapa jam, karena waktunya masih panjang saat dia bersantai di depan TV bersama dengan Tara dan Alya ponselnya pun berbunyi.


Dia kemudian menjawab panggilan dari Chelsea.


" Sa, pertemuannya tetap di Mall itu ya, Dia menggunakan baju kemeja berwarna putih dan jas warna Navy, namanya Adrian, aku sudah bicara semuanya dengan dia tentang kamu, dia mau membantumu dan semuanya sudah dia susun rencananya, Agar kalian terlihat seperti orang yang sudah lama menjalin Cinta, maafkan aku ya Sa, aku tidak bisa menemani kamu bertemu dengan Adrian, karena Anakku rewel banget, Nggak bisa ditinggal, nanti kalau acara juga aku titipkan sama kakakku, semoga sukses ya, kamu bisa menemui dia kok sekarang, sambil menunggu acaranya dimulai, biar kalian berdua bisa saling kenal."


" Baiklah, terima kasih ya, aku akan siap-siap dulu." ucapnya sembari menutup panggilan bicaranya tersebut, kemudian Sasa menghela nafasnya dengan panjang, lalu dia berbicara dengan Alya dan Tara, Alya dan Tara pun hanya menganggukkan kepalanya, dan kembali asyik menonton kartun kesukaannya tersebut, Sasa kemudian melangkah menuju ke arah kamarnya dia pun berganti pakaian dan berdandan seadanya, karena dia memang tidak bisa berdandan terlalu lama, dia tampil apa adanya, Walaupun dia tampil apa adanya dia sebenarnya sangatlah cantik, tapi dia tidak menyadari akan kecantikan yang telah dia miliki itu, yang terpancar dari wajahnya tersebut, dia pun kemudian mengambil tasnya dan kemudian berlalu dari rumah Rendra, dia menggunakan sebuah taksi menuju ke arah Mall di mana Mall tersebut sudah diberitahukan oleh Chelsea.


Dia melihat waktu di ponselnya itu menunjukkan pukul 11.30 dia berpikiran waktunya sudah tepat untuk dia berdua saling kenal agar sandiwara mereka di hadapan kedua orang yang sudah menyakitinya itu lancar.


Beberapa saat kemudian taksi yang ditumpangi oleh Sasa pun berhenti di depan Mall, dia membayar ongkos taksi tersebut, kemudian dia turun dari taksi dan melangkah menuju ke arah dalam Mall, di mana Dia menuju ke arah sebuah kedai makanan yang menjual berbagai macam kue, dia masuk ke dalam kedai itu, di depan pintu dia menengok ke kiri dan kanan mencari ciri-ciri orang yang sudah diberitahukan Chelsea padanya.


" Di mana dia berada, Kenapa aku tidak melihat dia, Apakah dia sudah sampai atau belum.?" gumamnya dalam hati.


Saat dia menoleh ke arah kanan dekat sebuah jendela seorang laki-laki dengan ciri-ciri yang sudah diberitahu Chelsea itu pun dengan duduk santainya menghadap ke arah jendela, menatap jauh ke arah jalanan dari jendela tersebut, Sasa pun tersenyum, Dia kemudian melangkah menuju ke arah meja tersebut.


" Mas Adrian?" ucapnya.


Laki-laki itu pun menoleh ke arah suara, dia menatap Sasa dengan takjub, seakan-akan dia terhipnotis dengan kecantikan Sasa yang apa adanya, karena seorang laki-laki dapat menilai seorang wanita dari kecantikan alami yang lahir dari dalam, hanya Sasa yang tidak menyadari kecantikan dirinya itu, dia menganggap dirinya tidaklah cantik.

__ADS_1


Sasa merasa bingung, dia kemudian salah tingkah karena laki-laki yang ada di hadapannya itu sangatlah tampan sekali, Dia hanya bergumam pelan dalam hati.


" Apakah benar ini laki-lakinya yang dimaksud oleh Chelsea? tapi kenapa dia ganteng banget, Apa aku salah orang? tapi tidak ada lagi orang di sini selain dia yang berpakaian seperti ini, mirip sekali dengan ciri-ciri yang diberikan oleh Chelsea padaku." gumamnya sembari menoleh kiri dan kanan, karena tidak ada lagi orang yang sesuai dengan ciri-ciri tersebut,di kedai itu memang banyak orang, tapi tidak ada seperti yang dimaksudkan oleh Chelsea, hanya laki-laki yang ada di depannya itulah seperti yang dimaksudnya.


Adrian menatap terus ke arah Sasa tanpa kedip, seolah-olah dia tidak ingin melewatkan seorang bidadari yang ada di hadapannya itu, lalu kemudian Sasa pun membuyarkan lamunan Adrian.


" Maaf Mas Adrian ya..." ucap Sasa sembari mengulurkan tangannya, Adrian pun kemudian tersenyum dan membasahi bibir bawahnya kemudian dia pun berdiri dan menyambut uluran tangan Sasa


" Iya saya Adrian...."


" Saya Sasa..."


" Silakan duduk!" ucap Adrian.


" Tidak apa-apa, baru aja aku sampai di sini, aku hubungi temanku tapi katanya dia sedang berada di tempat keluarganya, namun dia mengatakan mengirim seseorang untuk menemuiku, ternyata kamu yang dikirim oleh temanku itu ya " ucap Adrian sembari tersenyum, tapi matanya tetap lekat menatap Sasa, dia merasa mengagumi Sasa Karena kecantikan yang dimiliki oleh Sasa.


Ponsel Sasa pun berdering kemudian dia mengambil ponselnya di dalam tasnya dia melihat si pemanggil ternyata Silva.


" Maaf ya Mas Adrian, saya jawab telepon dulu."


" Oh ya silahkan..."


" Halo...Sasa, kamu sekarang di mana? acara aku sebentar lagi akan dimulai." ucap suara di seberang sana.

__ADS_1


" Acaranya mau dimulai? katanya jam 01.00 siang ini kan belum sampai jam 01.00 siang, masa iya langsung dipercepat acaranya, ini acara beneran apa cuma main-main saja, agar kalian bisa mengundang Aku dan memperlihatkan kemesraan kalian padaku."


" Sebenarnya belum dimulai, tapi setidaknya kamu datanglah lebih awal agar kita bisa ngobrol dan kami bisa mengenal kekasih kamu itu dan meyakinkan aku dan Rudini kalau kamu itu tidak memikirkan Rudini lagi yang sudah jadi suamiku."


" Baiklah, aku akan segera datang ke sana, tapi sebentar karena aku masih di jalan dan kamu tahu kota ini sangatlah macet, sedangkan aku aja sekarang terjebak macet." ucap Sasa sengaja berbohong karena dia tidak ingin ketahuan oleh mereka berdua kalau dia dan Adrian hanyalah pacaran bohongan, padahal dia berdamai dan ingin menguasai rasa kegugupannya itu, karena dia dan Adrian barulah pertama kali bertemu, ditambah lagi keadaan dirinya dia menganggap biasa saja, sedangkan Adrian laki-laki yang sangat tampan dan terlihat seorang pengusaha terkenal, dia tidak ingin rasa takutnya menghantuinya dan dia juga tidak ingin ketahuan kalau Adrian dan dia hanyalah sandiwara belaka, dia hanya memupuk keyakinan di dalam dirinya agar sandiwara itu berhasil dan memberikan pelajaran tersendiri bagi mereka berdua Rudini dan Silva.


" Oh macet ya...." ucap Silva setengah mengejek.


" Aku pikir kamu keberatan dengan undanganku ini, karena pasti akan mengoyak luka lama kamu kembali di mana suamiku ini lebih memilih aku daripada kamu yang sudah di pacarinya selama bertahun-tahun, tapi dengan sentilan jari aja dia sudah berpindah hati darimu. apa yakin kamu akan datang bersama dengan kekasihmu itu.?"


" Aku pasti datang, tunggu saja." ucapnya sembari menatap ke arah Adrian karena dia menerima panggilan tersebut menjauh sedikit dari Adrian dan Adrian terlihat sedang menatap layar ponselnya dia tidak mengetahui kalau Sasa berbicara sambil menatap ke arahnya.


" Oke! aku menunggumu menepati janjimu untuk bersama dengan kekasihmu datang keacaraku!"


" Iya tunggu saja, aku akan datang bersama dengan kekasihku dan aku akan memperkenalkannya pada kalian, itu juga kalau kekasihku tidak sibuk ya, karena katanya dia ada pertemuan hari ini." ucap Sasa sembari berbohong pada Silva, karena dia tidak ingin memperkenalkan Adrian sebagai pacarnya di hadapan mereka, antara dia dan Adrian sangatlah jauh berbeda, dia takut ketahuan kalau Adrian adalah laki-laki yang diminta tolongin untuk menjadi pacar seharinya.


Sasa kemudian melangkah mendekati Adrian, Dia kemudian meletakkan tasnya di atas meja dan duduk kembali, Adrian menatap wajah Sasa karena terlihat mendung kelabu di wajah Sasa.


Adrian kemudian menegurnya sembari menatap Sasa dengan lekat, walaupun Adrian baru melihat Sasa hari ini dia merasakan kalau Sasa memerlukan bantuannya dan dia juga terlihat menyukai Sasa yang dianggapnya sudah mengalihkan tatapan matanya itu.


" Ada apa denganmu Sa?"


Sasa terkejut dengan teguran Adrian Dia kemudian menoleh ke arah Adrian.

__ADS_1


__ADS_2